Anda di halaman 1dari 13

PEMELIHARAAN MESIN

D I P T. I N D O N E S I A
POWER
U N I T P E M B A N G K I TA N
SAGULING

E E N E R N A W AT I ( 1 2 1 6 0 2 0 0 3 9 )
S E K A R AY U S E T YA N I N G R U M ( 1 2 1 6 0 2 0 0 4 5 )

P O L I T E K N I K N E G E R I J A K A R TA
PROFIL PT.INDONESIA POWER UP
SAGULING

PLTA Saguling terletak sekitar 30 Km sebelah


barat Kota Bandung dan 100 Km sebelah tenggara
Kota Jakarta dengan kapasitas terpasang 4 x 175,18
MW dan produksi listrik rata-rata per tahun = 2.156
GWH .
Energi listrik yang dihasilkan PLTA Saguling
disalurkan melalui GITET Saguling dan
diinterkoneksikan ke sistem se-Jawa dan Bali melalui
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET 500 KV)
untuk selanjutnya melalui GI - GI dan Gardu
Distribusi disalurkan ke konsumen.
Beberapa kelebihan PLTA Saguling adalah :
• Waktu pengoperasian relatif lebih cepat
(15 menit).
• Sistem operasinya mudah mengikuti dengan frekuensi
yang diinginkan oleh sistem penyaluran.
• Biaya produksi relatif lebih murah, karena menggunakan
air dan tidak perlu membeli bahan baku.
• Putaran turbin relatif rendah dan kurang menimbulkan
panas, sehingga tingkat kerusakan peralatan lebih kecil.
• PLTA adalah jenis pembangkit yang ramah lingkungan,
tanpa melalui proses pembakaran sehingga tidak
menghasilkan limbah bekas pembakaran.
• PLTA yang dilengkapi dengan waduk yang dapat
digunakan secara multiguna.
DEFINISI PEMELIHARAAN

Suatu kombinasi dari berbagai tindakan


yang dilakukan untuk menjaga suatu barang,
memperbaikinya sampai pada suatu kondisi
yang dapat diterima.
LATAR BELAKANG
Dalam suatu sistem pembangkit listrik, peran perawatan
mesin sangat penting dilakukan karena untuk meminimalisasi (trip)
gangguan yang terjadi pada mesin pembangkit. Bidang yang
menanganinya adalah divisi Maintenance. Seringnya mesin pembangkit
digunakan dalam kurun waktu lama dan berulang akan terjadi down
time. Karena hal tersebut perlu dilakukan perawatan rutin sekaligus
pemeliharaan pada komponen mesin untuk menjaga kestabilan mesin
pembangkit. Sehingga dapat memperkecil terjadinya kerusakan mesin
pembangkit serta down time mesin pembangkit yang selanjutnya akan
memperlancar proses produksi.
JENIS-JENIS PEMELIHARAAN DI
PLTA SAGULING

• Preventive Maintenance
• Corrective Maintenance
• Periodic Maintenance
(Annual Inspection, General Inspection, Major Overhaul)
• Predictive Maintenance
1. PREVENTIVE MAINTENANCE
Preventive Maintenance merupakan pemeliharaan yang disertai analisa
teknis-ekonomis untuk menjamin berfungsinya suatu peralatan, mengantisipasi
kerusakan dan memperpanjang usia pakai suatu peralatan/mesin. Adapun
kegiatan preventive maintenance meliputi inspeksi, perbaikan, penggantian,
pembersihan, pelumasan, dan penyesuaian dilaksanakan.

Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.


a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
b) Keandalan mesin.
c) Mutu produksi.
d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.
Preventive Maintenance yang kami lakukan di PLTA Saguling diantaranya:
1. Pengukuran temperatur udara masuk dan keluar pada air cooler generator , temperatur
bearing motor,shaft,dan bearing pompa pada MWSS menggunakan raitek
2. Pengecekan kebocoran pada flange dan valve dengan cara menyemprotkan cairan sabun pada
flange dan valve
3. Pengecekan level oli dan tekanan pada leakage oil tank, oil pressure tank,oil sump tank for
governor,dan oil sump tank for inlet valve
2. CORRECTIVE MAINTENANCE
Corrective Maintenance adalah perawatan yang dilakukan setelah
komponen telah menunjukkan adanya gejala kerusakan.
Corrective Maintenance yang telah kami lakukan diantaranya adalah :
1. Penambalan pipa oil cooler upper bearing pada unit 1
2. Pengencangan flange air receiver for generator break unit 2
3. Pengencangan seal penstock B-5
4. Pembersihan shaft seal strainer unit 3
3. PERIODIC MAINTENANCE
Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di
lakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu. Adapun jenisnya,
periodic maintenance mencakup :
• Annual inspection, jenis pemeliharaan dengan membuka bagian-bagian lain (bukan
utama) tanpa membuka bagian utama per satu tahun, batas waktu unit operasi
20000 jam dan dilaksanakan kurang lebih 10 hari.
• General inspection, jenis pemeliharaan dengan membuka bagian-bagian lain
(bukan utama) tetapi boleh membuka bagian-bagian utama jika diperlukan.
Batas waktu unit operasi adalah 40000 jam dengan pemeriksaan selama 24 hari.
• Major overhaul, pemeliharaan dengan pembongkaran total dan perlu pergantian
suku cadang. Batas unit operasi adalah 50000-60000 jam dan pelaksanaannya
selama 60-75 hari.
4. PREDICTIVE MAINTENANCE
Predictive Maintenance merupakan perawatan yang bersifat prediksi,
dalam hal ini merupakan evaluasi dari perawatan berkala (Preventive
Maintenance). Pendeteksian ini dapat dievaluasi dari indikator-indikator yang
terpasang pada instalasi suatu alat dan juga dapat melakukan analisis vibrasi,
temperatur dan alignment untuk menambah data dan tindakan perbaikan
selanjutnya.
TERIMA
K ASIH