Anda di halaman 1dari 58

SIP SUS INTELIJEN

T.A 2016

Berdasarkan
PERKABAINTELKAM NOMOR 5 TAHUN 2013 Bumi Kresna

TANGGAL 2 SEPTEMBER 2013


STANDAR KOMPETENSI
Memahami pembentukan, pembinaan, pendayagunaan, dan pemisahan
jaringan intelejen.

KOMPETENSI DASAR
Memahami pembentukan dan pembinaan jaringan intelejen.

Indikator hasil belajar :

1. Menjelaskan pengertian Tukbinjar Intelejen


2. Menjelaskan tahapan pembentukan jaringan intelejen.
3. Menjelaskan cara pembinaan Jaringan Intelejen.
4. Menjelaskan cara mendayagunakan jaringan intelejen.
5. Menjelaskan cara pemisahan jaringan Intelejen.

Bumi Kresna
INTELIJEN TANPA JARINGAN, BUKAN INTELIJEN, artinya

bahwa kegiatan Intelijen tdk akan berjalan baik, tanpa ada

jaringan Intelijen.

TIDAK ADA INTELIJEN, TANPA ADA JARINGAN DI

DALAMNYA.
PENGERTIAN

SEGALA UPK YG DILAKUKAN O/ INTELIJEN U/ MENCARI, SELEKSI DAN MEMILIH ORANG2 YG DAPAT
DIJADIKAN JARINGAN DLM RANGKA MEMBANTU U/ BERI BAKET GUNA MENDUKUNG TUGAS2
INTELIJEN.

PEMBINAAN JARINGAN INTELIJEN DI BAWAH PERMUKAAN:


SEGALA UPK INTELIJEN SECARA TERENCANA, TERARAH, TERPROGRAM DAN BERLANJUT DALAM
RANGKA PEMBENTUKAN, PEMBINAAN KEMAMPUAN, PENDAYAGUNAAN, PEMISAHAN SERTA
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN JARINGAN INTELIJEN DI BAWAH PERMUKAAN.

JARINGAN INTELIJEN ADALAH:


1.ORANG YG TELAH DIREKRUT MELALUI PROSES PEMBENTUKAN JARINGAN AGEN MULAI DR TAHAP
PENCARIAN S/D PENGUJIAN DAN LATIHAN, SEHINGGA MERUPAKAN BGN DARI ORGAN INTELIJEN YG
SCR SADAR BERIKAN BAKET/ INFO VIA SISKOM INTELIJEN DGN TEKNIK2 SESUAI OPS KLANDESTIN.
2 . JARINGAN INTELIJEN DAPAT BERASAL DARI INFORMAN YG DIREKRUT, SHG DPT
DIKENDALIKAN, SEDANGKAN INFORMAN BELUM TENTU MERUPAKAN JARINGAN
AGEN KRN INFORMAN SULIT U/ DIKENDALIKAN.

Bumi Kresna
 SUMBER INFORMASI
 SINERGI DALAM PULBAKET
 NAPAS INTELIJEN
 ORG YG MAMPU CARI,TEMU, PUL BAKET BAGI KESATUAN,
FUNGSI INTELIJEN DAN PERORANGAN
 CEPU
 ASET
 MATA-MATA
 SPION
DILAKUKAN SECARA PERORANGAN

BERSIFAT TRADISIONAL/KONVENSIONAL

BERSIFAT SEMENTARA DAN FLUKTUATIF

SESUAI DG KEBUTUHAN YG BERSIFAT


SEMENTARA/INSIDENTIL

TIDAK ADA KESEPAKATAN

HASILNYA BERSIFAT UNTUNG-2AN, TDK SESUAI


KEBUTUHAN

WASDAL PD ANGGOTA SENDIRI, SHG SULIT


UNTUK ANEV BOBOT JARINGAN DAN BOBOT
INFORMASINYA

LAP YG DIBUAT JARINGAN BERSIFAT LESAN DAN


SULIT DIUJI/CROSS CHECK
PRINSIP PRINSIP TUK BINJAR

1. Kerahasiaan yaitu kegiatan dilakukan secara tertutup

2. Kebutuhan yaitu sesuai dengan kepentingan untuk mendukung pelaksanaan


tugas

3. Keamanan yaitu kegiatan tukbinjar intelijen memiliki sikap keamanan tinggi


untuk mencegah adanya kegiatan pihak lain ( agen ganda berkhianat )

4. Memegang teguh tujuan yaitu kegiatan tukbinjar intelijen harus selalu di


orentasikan kepada tujuan yg hendak di capai atau di wujudkan

5. Bertahap yaitu kegiatan tukbinjar berdasarkan pentahapan yang di tentukan

Bumi Kresna
BERDASARKAN STRATIFIKASI SOSIAL (AMB)
a. MASYARAKAT GOLONGAN ATAS
b. MASYARAKAT GOLONGAN MENENGAH
c. MASYARAKAT GOLONGAN BAWAH
BERDASARKAN SIFATNYA
a. TERITORIAL ATAU ZONE, PADA SETIAP TINGKAT SATUAN KEWILAYAHAN
(POLSEK S/D MABES).
b. BERSIFAT SEKTORAL (GKPI)
1. DI KALANGAN GOLONGAN MASY, BAIK MENYANGKUT SUKU
BANGSA, AGAMA, ALIRAN KEPERCAYAAN
2. KELOMPOK MASYARAKAT FORMAL / INFORMAL(ORPOL, ORMAS,
PERKUMPULAN SOSIAL).
3. KALANGAN PROFESI, MELIPUTI TOMAS, TOGA, TODA,
PENGUSAHA, CENDEKIAWAN, PEMUDA, MHS, PNS, DAN LAIN2.
4. KALANGAN INSTANSI BAIK PADA INSTANSI PEMERINTAH, MILITER
MAUPUN SWASTA. Bumi Kresna
1. PERSIAPAN meliputi :

a. Mengadakan pengamatan , analisa serta menentukan sasaran


pembentukan jaringan,dengan mempertimbangankan :
1. Karakteristik kerawanan daerah
2. Perkiraan ancaman
3. Intel dasar pada masing-masing satuan
4. Permasalahan yang di hadapi dan
5. Sasaran selektif prioritas
b. Pengamatan, analisa dan menentukan sasaran pembentukan
jaringan bertujuan untuk memperoleh bahan keterangan yg di
butuhkan oleh suatu satuan , yang kemudian akan dapat menentukan
kuantitas dan kualitas sasaran pembentukan dan pembinaan jaringan
perstratifikasi, perzona dan persektor.
2. PEMILIHAN / SPOTING
yaitu pencarian calon jaringan dg lakukan lit scr umum
sesuai dg keahlian dan kemampuan calon. Penentuan
pilihan didasarkan pd kriteria dasar terutama menyangkut
pendidikan dan latar belakang calon scr umum. Di
samping itu didasarkan pula pd kebutuhan dan jenis info
yg diperlukan.
Pelaksanaan pemilihan dan penelitian perlu di perhatikan
dan di catat tentang biodata sasaran terutama :
1. Nama Lengkap
2. Alamat lengkap
3. Titik titik kekuatan/keahlian
4. Titik titik kelemahan /perbuatan yang tercela
5. Hubungan kekeluargaan dan sifat pribadinya/karakter
6. Pandangan hidupnya, keadaan ekonomi status sosialnya
7. Kontak kontak personil ( kerabat kerja/handai taulan )
Bumi Kresna
8. Pekerjaan dan alamat serta untuk kepentingan apa
yg bersangkutan dapat di manfaatkan.
9. Pendidikan/pengetahuan
10. Latar belakang kehidupannya yg dapat
membahayakan tugas tugas rahasia
11. Kehidupan di masa lampau, kedudukan dimana
calon bekerja ( Track Record ) dan
12. Motif motif calon jaringan

Bumi Kresna
3. INVESTIGASI
yaitu melakukan pengusutan dan penyelidikan pendalaman terhadap
hasil pencaharian/pemilihan dari beberapa sumber minimal tentang motif
motif utama yang membuat calon setuju untuk bekerja sama

a. Motif idiologis calon jaringan merupakan warga negara/penduduk


memiliki faham atau ideologi tertentu dan akan merasa yakin bahwa
bekerja sama yang diberikan padanya akan sangat menguntungkan
bagi dirinya dan kelompoknya.
b. Motif ekonomi / keuntungan , calon bersedia bergabung dan bekerja
sama berdasarkan pertimbangan pribadi/kelompok berupa hadiah
c. Motif tekanan fisik dan psikist, calon jaringan bersedia di
rekrut/bekerjasama bilamana telah mendapat tekanan secara fisik
dan psikist
d. Motif penyesalan , calon jaringan bersedia di rekrut /bekerja sama
bilamana telah menyesali perbuatan masa lalu dan sadar untuk
berbuat baik
e. Motif emosional , calon jaringan bersedia di rekrut bilamana ada
hubungan emosional cinta, benci, sakit hati dan keinginan untuk
membalas dendam calon
F. Motif petualang, calon jaringan bersedia di rekrut/bekerja
sama karena suka mencari kegiatan petualangan yang
berbahaya.

G. Motif prestige, calon jaringan bersedia di rekrut/bekerja sama


bilamana mendapatkan sebuah pengakuan, pujian dan
sanjungan

H. Motif seksual , calon jaringan bersedia di rekrut/bekerja


sama bilamana di janjikan mendapatkan imbalan
pemenuhan kebutuhan biologis

Bumi Kresna
4. TAHAP PENILAIAN ( ASSESMENT) meliputi :

a. Melakukan penilaian semua data yang ada untuk


menentukan apakah calon tersebut dapat di jadikan
jaringan atau tidak.
b. Penilaian harus dilakukan berdasarkan kriteria
persyaratan dan harus obyektif berdasarkan data-
data yg ada,tdk berdasarkan pertimbangan
emosional ( Subyektif ).
c. Penilaian ini berfungsi untuk menentukan apakah
calon jaringan memiliki kemampuan dan persyaratan
yg telah di tetapkan serta motif motif seperti di tunjukan
pada saat spoting

Bumi Kresna
5. TAHAP PEREKRUTAN (RECRUITMENT), meliputi :

1. Tahap terpenting dalam penentuan calon jaringan


dengan memperhitungkan resiko yg mungkin dapat
terjadi karena kurangnya ketajaman analisa dan
penilaian pada tahap sebelumnya
2. Perekrut harus menjelaskan secara jelas tentang
tugas dan misi secara umum yg harus di lakukan
oleh seorang calon, latar belakang kegiatan
tersebut dan sebab2 yg bersangkutan di pilih
sebagai jaringan dengan tidak membuka
organisasi perekrut

Bumi Kresna
6. Tahap pelatihan

Meliputi teknik mencari dan mendapatkan bahan


keterangan , taktik taktik yg harus di gunakan , sistem
komunikasi dalam kegiatan tersebut, sistem
pengamanan bahan keterangan , resiko resiko yg
aka di hadapi dan cara cara menghindari resiko dan
alternatif yg harus di ambil dalam menghadapi
permasalahan dengan menyesuaikan dengan situasi
dan kondisi di lapangan

Bumi Kresna
7. Tahap uji coba

Dilakukan beberapa kali untuk mengetahui


kemampuan pada sasaran sebenarnya atau sasaran
yg sama sekali tidak ada hubungan dengan calon
jaringan dan menyusupkannya ( penetrasi ) ke
sasaran untuk mengetahui kemampuan
membuat akses terhadap sasaran

Bumi Kresna
8. Tahap tindakan
yaitu kegiatan/peng-gunaan jaringan untuk
mendapatkan bahan keterangan yang di
butuhkan sebagai bahan pembuatan produk dan
kemudian di serahkan kepada pimpinan intelijen
dengan terus melakukan pengawasan dan
pengendalian oleh perekrut

Bumi Kresna
 Desepsi, taktik untuk dapat melakukan pendekatan
terhadap sasaran yg sudah di tetapkan dengan cara
mengalihkan perhatian

 Samaran, meliputi :

1.Penggunaan nama samaran (cover Name ) oleh


seorang personil intelijen yg melakukan
perekrutan. Nama samaran harus berkaitan
dengan data dan misi yang di emban serta
masyarakat sekitarnya

Bumi Kresna
2. Menggunakan Pekerjaan Samaran ( cover Job )
Oleh seorang personil intelijen yang akan melaksanakan
perekrutan sesuai dengan lingkungan yg ada di sasaran

3. Menggunakan cerita samaran ( cover story )


Sementara sebelum dilakukan perekrutan

Bumi Kresna
1. Pengelolaan info yg diperoleh dilakukan dg
memanfaatkan sistem administrasi intelijen
dg gunakan kartu tik perorangan.

2. Pencatatan dinamika dan pengembangan


info dilakukan dg melalui lampiran /
suplemen dari kartu tik.
1.Memuat biodata jaringan secara lengkap

2.Utk pengendalian

3.Menilai informasi
1. SCR KUANTITAS, JUMLAH RIIL KURANG DIBANDING BEBAN DAN
SSRN TUGAS.

2. PELAKSANAAN TUGAS
A. JARINGAN TDK PRODUKTIF, TDK DISIPLIN
B. PENGGUNAAN JARINGAN OLEH ANGGOTA TDK EFEKTIF, hal ini
tampak dari penggunaan seorang jaringan utk kasus-2 tertentu,
digunakan pula utk kasus-2 yg sebenarnya bukan mrpk ketrampilan
atau keahliannya.
c. TDK MEMILIKI AKSES
D. TDK DPT MENYESUAIKAN DIRI DG LINGKUNGAN SASARAN.
1. SCR KUANTITAS, LAKUKAN PENAMBAHAN.

2. SCR KUALITAS, DIBENTUK BERDASARKAN SERVICE AREA/ZONA,


SSRN TUGAS, SETIAP KALANGAN, AGEN DALAM.

3. PELAKSANAAN TUGAS
A. UTK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAKUKAN BIN TERUS-
MENERUS
B. PENGKHUSUSAN/KLASIFIKASI SASARAN-2 TTT
C. TDK GUNAKAN JARINGAN UTK TUGAS YG BUKAN BIDANGNYA
D. DI SETIAP ZONE ATAU SEKTOR TDP PALING SEDIKIT 3 JARINGAN
YG SALING TDK MENGETAHUI/MENYADARI, UTK DCS.
4. SARANA/ PRASARANA
A. JARINGAN HENDAKNYA SUDAH MEMILIKI FASILITAS
KEMUDAHAN, SPT: SARANA TRANSPORTASI, SARKOM. INI UTK
MEMINIMALKAN PENGGUNAAN BIAYA DAN SARANA
PENDUKUNG LAINNYA.

B. INSENTIF DAN DUKUNGAN DANA HANYA DIBERIKAN KPD


JARINGAN YG BENAR-2 MEMERLUKAN UTK DIGUNAKAN SBG
PERANGSANG YG DITENTUKAN BERDASARKAN PENILAIAN
TERTENTU.
KEMAMPUAN
o - Memiliki akses terhadap sasaran
o - Intelektualitas
o - Kualitas karakter (efektivitas)

PERSYARATAN
 Setia kepada Negara, Pancasila dan UUD 1945
 Memiliki kecakapan, keterampilan, pengetahuan dan pengalaman serta
memiliki akses terhadap sasaran
 Memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi klandestin
 Loyalitas dan dedikasi tinggi
 Tidak komersial
 Ulet
 Teguh memegang rahasia
Bumi Kresna
Bumi Kresna
Bumi Kresna
Bumi Kresna
Aspek Fisik
 Siapkan bantuan sarana, bila memungkinkan spt transport
guna mendukung pulbaket
 Bantuan alat tulis sesuai kebutuhan
 Memberikan nomor telepon guna kelancaran pengiriman
info
 Imbalan yang wajar, berupa materiil / kesejahteraan

Aspek non Fisik


 Menanamkan rasa kesadaran dan tanggung jawab
 Beri petunjuk teknis dan taktis cara melaksanakan tugas
 Beri perhatian, penghargaan, pujian dan dukungan moril

Bumi Kresna
 Mengharuskan jaringan membuat laporan
 Mengadakan pertemuan rutin maupun insidentil utk
mengetahui kesiapan, kesetiaan dan tanggung jawab
1. Secara rutin (berkala)
Pembinaan yg rutin dilaks seminggu sekali dgn
memilih tempat pertemuan serta waktu yg aman, yg
telah disepakati bersama.
2. Secara khusus (insidentil)
Pembinaan scr khusus dilakukan setiap saat,
utamanya pd saat jaringan diberikan penugasan /
peroleh prestasi dlm pelaks tugasnya, tempat pelaks
adalah sesuai yg telah ditentukan/ disepakati
bersama, yaitu antara lain:
a) Di restoran dgn acara makan bersama.
b) Di terminal/stasion
c) Tempat rekreasi. dll.
Bumi Kresna
Bumi Kresna
FILE / DOKUMEN
File recording yang tertib, teratur dan terus
menerus yang positif maupun negatif.
Tentukan standar penilaian (kuantitas maupun
kualitas) Baket/Info yang harus dihasilkan dalam
rangka upaya negasi atau memberikan
penghargaan.

KUANTITAS DAN KUALITAS BAKET/INFO


Kuantitas Baket/info secara rutin (STO) sbg data
strategis.
Kuantitas dan kualitas Baket/Info Khusus (MTO)
sebagai data taktis.

Bumi Kresna
Melalui sumber lain
Membandingkan baket yang diterima dengan sumber lain
Pemeriksaan sekuritas berulang-ulang
Periodik Clandestine Meeting(Pertemuan rahasia secara
berkala)
Dengan memanfaatkan sispam klandestin antara Jaringan
dengan
pengendali/pengguna jaringan
Memaksimalkan Siskom klandestin
Menggunakan SA atau kurir rahasia

Counter Jaringan
Receking kesetiaan dangan terus-menerus mengukur
tingkat keamanan jaringan.
Melakukan counter langsung oleh pengendali atau dengan
menggunakan sasaran antara/kurir dr kemungkinan upaya
pengkhianatan atau komersilisasi baket atau operasi
Bumi Kresna
POSITIVE CONTROL
Menyediakan akomodasi yang layak termasuk
keluarganya(kalau berkeluarga) atau jaminan primer
Jaminan pendidikan keluarga/pribadi
Membantu kebutuhan ekonomi umum/khusus
Jadikan jaringan satu komunitas keluarga secara
khusus
(perhatian kesulitian dasar pribadi jaringan)
Pendekatan kekeluargaan

NEGATIVE CONTROL
Eksplorasi kelehaman umum / khusus
Rahasia silsilah keluarga
Khususnya rahasia pribadi

Bumi Kresna
KOREKSI SECARA KOMPARTEMENT
Petunjuk langsung/ menggunakan sandi atau
Sikomkland
berupa petujuk/tegoran
Memberikan penghargaan dan atau peringatan
Koreksi antara jaringan dilakukan sistem cut out
Apabila terindikasi terjadi pengkhianatan/agen
ganda(DA)
persiapkan proses negasi(legal atau Ilegal) secara
terkordinasi
Peringatan dapat dilakukan dengan skenario khusus
dengan mengunakan counter agen tanpa harus
dilakukan
secara langsung oleh pengendali

Bumi Kresna
MELAKSANAKAN DEBRIEFING/TANYA JAWAB

Dalam debrief CO/petugas menanyakan:


1) Dari siapa jaringan mendapatkan informasi?
(sumbernya bila tdk menerima langsung)
2) Sumber tersebut mendapat informasi dari mana/siapa?
3) Kapan mendapatkan informasi tersebut?
4) Kapan jaringan/agen memperoleh info tersebut?
5) Bagaimana jaringan mendaptkan informasi tersebut?
6) Kenapa sumber tersebut memberikan informasi
kepada jaringan/ agen?
Perlu diingat:
a.Pelaksanaan debrief adalah merupakan alasan/ maksud paling penting
untuk bertemu dengan jaringan.
b.CO bertanya kpd jaringan utk mendapatkan informasi yg dikumpulkan.
c.Jawaban jaringan diulang-ulang utk memastikan bahwa informasi
tersebut adalah akurat dan benar.
d.Utk menilai akurasi & kepercayaan informasi yg diperoleh, & siapa saja
yg telah mengetahui info tsb, & apakah info tsb sudah dipakai/diberikan
kpd orang lain.
Bumi Kresna
VALIDASI
Artinya meneliti keakuratan informasi jaringan.
Untuk menghindari mis informasi & kemungkinan
jaringan double agent.
Untuk menjaga keamanan operasi.
Validasi dapat dilakukan dengan teknik:
1. Bertanya dengan efektif.
2. Menjalankan lebih dari satu agen dlm satu operasi.
3. Menugaskan agen dgn pulbaket yg dapat dicek.

Bumi Kresna
 Biodata Jaringan hanya dipegang oleh agen
ybs, tidak boleh diketahui oleh orang lain
kecuali user
 Dalam memberikan penghargaan baik
materil maupun non materil agar tidak
diketahui siapa pun termasuk keluarga
jaringan
 Hindari pemberian pinjaman barang
inventaris dinas
 Permintaan dan pengarahan hanya
dilakukan secara lisan, hindari
penyampaian melalui telepon
 Semua janji harus dipenuhi kedua belah
pihak

Bumi Kresna
Bumi Kresna
Bumi Kresna
1. Upaya merubah Pancasila dengan ideologi lain
2. Kelompok Agama tertentu yang menghendaki pedoman
hidup Bangsa Indonesia harus berpegang pada prinsip
kebenaran agamanya
3. Kelompok paham Liberal yang memanfaatkan momentum
reformasi, tuntutan demokratisasi dan HAM menuntut dan
memperjuangkan “kebebasan” tanpa mengindahkan
Pancasila sbg falsafah Bangsa Indonesia
4. Aktivitas kelompok Komunis melalui kelompok radikal
berbasis komunis dan ormas yang terinspirasi faham
komunis yang berusaha agar paham komunis dapat diterima
5. Permasalahan ideologi lain sesuai kakerda
Bumi Kresna
1. Aparatur Negara tingkat pusat dan daerah,
lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif
termasuk komisi-komisi negara
2. Kegiatan orpol dan ormas, LSM termasuk
biodata dan antesedennya
3. Media massa, buku dan elektronik sbg alat
politik
4. Kegiatan kelompok keras termasuk anteseden
dari tokohnya
5. Kegiatan politik individual
6. Permasalahan politik lain sesuai kakerda
Bumi Kresna
1. Moneter, Perbankan, Jasa keuangan, Perpajakan dan
Investasi
2. Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM
3. Pertanian, Perkebunan , Kehutanan, Perikanan dan
Kelautan
4. Pertambangan, Energi, Transportasi dan Telekomunikasi
5. Permasalahan ekonomi lain sesuai kakerda

Bumi Kresna
1. Agama, aliran kepercayaan, budaya kultur,
kependudukan dan transmigrasi, giat masyarakat (unjuk
rasa, seminar, pertemuan, pertunjukan seni dll)
2. Pendidikan, hukum dan perundangan, Iptek, bencana
alam, lingkungan hidup dan pertanahan
3. Penyakit masyarakat
4. Tenaga kerja, pengangguran
5. Wisata
6. Permasalahan lain berdasarkan kakerda

Bumi Kresna
1. Kejahatan umum meliputi kejahatan dengan kekerasan,
kejahatan ekonomi, korupsi dan perbankan, kejahatan
HAKI, kejahatan lingkungan hidup, penyelundupan,
perjudian dan illegal logging
2. Kejahatan terhadap keamanan negara meliputi
separatis, kerusuhan massa, SARA, Senpi dan Handak
3. Keamanan Internasional meliputi Kejahatan yang
dilakukan orang asing, terorisme, kejahatan
penerbangan, kejahatan di laut bebas, narkoba,
genocide, human trafficking, HAM, penyelundupan,
Cyber crime, kejahatan ekonomi internasional
4. Pengawasan dan Pengamanan VVIP/VIP, tamu negara,
orang asing dsb
5. Permasalahan keamanan lain sesuai kakerda
Bumi Kresna
Bumi Kresna
1. Pengamanan jaringan scr fisik pada saat melakukan tugas,
dan pengamanan giat pada setiap kegiatan agen, agar agen tdk
menimbulkan kecurigaan dari sasaran yg sedang digarap dan
tdk pula laks giat yg dpt rugikan missi intelijen.

2. Pam terhadap baket atau BB, agar tdk jatuh ke pihak lain atau
ke tangan orang yg tdk berkepentingan.

3. Pam materiil dgn tujuan lindungi sarana & prasarana yg diguna


kan dlm missi agar tdk timbulkan curiga, yaitu dgn sembunyikan/
samarkan materiil itu sesuai dgn lingk sekitarnya, sehingga
kelihatan alamiah & tdk menarik perhatian.

Bumi Kresna
1. Personal meeting (PM)
2. Live Drop (LD)
3. Dead Drop
3. Caraka atau kurir
5. Sandi
6. Tulisan rahasia

Perlakuan baket yang didapat dari jaringan


1. Cek kebenaran di lapangan
2. Cross cek dengan sumber baket lainnya
3. Gunakan sebagai bahan produk intelijen

Bumi Kresna
NO IDENTITAS ZONA SEKTOR BAKET KET

Biodata lengkap Tempat Golongan, Jenis baket


jaringan sumber kelompok yang
baket yang atau profesi dihasilkan
dikuasai
jaringan

STRATIFIKASI JARINGAN : KODE SEKTOR :


- Golongan Atas  A - Golongan  G
- Golongan Menengah  M - Kelompok  K
- Golongan Bawah  B - Profesi  P
- Instansi  I

Bumi Kresna
1. Penugasan jaringan Intelijen tdk dilaksanakan dgn Surat Perintah.
2. Jaringan Intelijen yg meraih prestasi dlm tugasnya tdk boleh diekspose
3. Tidak terlalu membanggakan keberhasilan/ prestasi jaringan intelijen yg menyebabkan
timbulnya rasa iri hati bagi lainnya atau timbulnya perasaan congkak dari jaringan itu sendiri.
4. Penyampaian informasi/ baket dari jaringan kepada agen organik Intelijen yg paling baik
adalah langsung secara lesan.
5. Meskipun dapat diyakini dan dipercaya, namun perlu disadari bahwa jaring agen tersebut
sebenarnya hanyalah suatu alat pembantu peraba terdepan oleh sebab itu tugas yang dapat
diberikanpun terbatas pada :
a. Berikan satu jenis tugas saja.
b. Target yang diberikan sebagian atau sepotong-sepotong.
c. Jangan terlalu banyak tugas diberikan.
d. Pemberian tugas secara bertahap
e. Hasil tugas senantiasa dievaluasi.
f. Senantiasa lakukan pengawasan dalam rangka pengamanan dan
menghindari ancaman atau penyalahgunaan oleh jaring tersebut.
g. Tentukan cara-cara pelaporan yang sederhana tetapi cepat dan tepat.

Bumi Kresna
Bumi Kresna
Bumi Kresna
Pemisahan jaringan intelijen di bawah
permukaan
 Pemisahan jaringan Intelijen mencakup syarat-syarat pemisahan, yaitu dengan
cara melakukan pemisahan dan hal-hal yg perlu diperhatikan sbb:

A. Syarat-syarat dilakukan pemisahan, ialah:


1. Jaringan membelot kepada pihak lain (lawan) shg tdk
setia lagi thd pihak sendiri dan sangat membahayakan.
2. Jaringan bermuka dua (double agen/ face) yakni
bekerja pada pihak sendiri dan pada pihak lain(lawan).
3. Apabila jaringan menolak/ menarik diri untuk tidak mau
bekerja sama dengan agen organik Intelijen.
4. Sasaran sdh tidak ada lagi atau kualitas baket telah
berkurang atau krn alasan keamanan

Bumi Kresna
B. Cara melaksanakan pemisahan;

1. Terhadap jaringan membelot ke pihak lain(lawan) yang bermuka dua,


dgn cara:
a. Mengidentifisir kesalahan2 penyimpangan yg
dilakukan oleh jaringan.
b. Jaringan dilakukan/ diadakan Interogasi.
c. Membuat BA Interogasi sbg bahan penindakan
lanjutan oleh pimpinan.
d. Terhadap perbuatan jaringan yg dinilai kasusnya berat
dan mengancam keselamatan negara harus dilakukan
tindakan pengamanan sesuai petunjuk pimpinan.

2. Terhadap jaringan yg menolak/ menarik diri, dgn cara:


a. Panggil dan berikan penjelasan.
b. Memberikan penghargaan baik berupa materiil/
ucapan terima kasih.
c. Menghimbau kepada jaringan tsb untuk bersedia lagi
menjadi jaringan bilamana diperlukan.
Bumi Kresna
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemisahan

1.Ada saat menghadapi jaringan yang membelot/ bermuka


dua,agen organik Intelijen selalu waspada dari kemungkinan
jaringan melakukan tindakan yg membahayakan diri agen
organik Intelijen atau dirinya sendiri dan mengamati secara terus
menerus setiap perilaku yang bersangkuatan di lapangan/
masyarakat, kemungknan akan sakit hati/ balas dendam
terutama terhadap pihak sendiri.

2.Dalam memberikan penghargaan tidak dengan surat


penghargaan, karena kemungkinan akan disahgunakan.

3.Persiapkan pengakhiran dengan baik untuk menghindari


jaringan bekerja sama dgn pihak lawan
Bumi Kresna
Bumi Kresna Bumi Kresna
Bumi Kresna
Bumi Kresna