Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN JAGA

Selasa, 23 April 2019


VISUM MATI
“Kecelakaan Lalu Lintas”
Dpjp
dr. Arif Rahman Sadad, SH., Sp.F, MSi.Med.

RESIDEN JAGA :
dr. Hendrik
dr. Tri
Koass Jaga

 Ersananda Arlisa Putri (UNDIP)  Yessi Setianegari (UKI)


 Gabriella Diah P (UNDIP)  Adi Pratama Bulusa (UAJ)
 Wayan Dimas B (UNDIP)  Kesih Kalua (UAJ)
 Fadhillahafizh Ibnu Achir(UPN)  Kezia (UAJ)
 Rudolf Noer Addien B P (UPN)  Valentine Salim (UKRIDA)
 Anastasia Saskia Ratu L (UPN)  Selvia Marshella (UKRIDA)
Surat Permintaan Visum
A. TEMUAN YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH
1. Identitas Umum Jenazah
a. Jenis kelamin : Laki Laki e. Warna kulit : sawo matang
b. Umur : ± 50 tahun f. Warna pelangi mata : hitam
c. Berat badan : 64 kg g. Ciri rambut : hitam, pendek, lurus,
d. Panjang badan : 159 cm distribusi merata
h. Keadaan gizi : kesan gizi lebih (25,3kg/m2)
2. Identitas Khusus Jenazah
a. Tato :
1)Tato pertama pada lengan atas kanan, bentuk
menyerupai naga, dengan ukuran P: 19,5 cm,
L: 7 cm, warna hitam, di bagian bawah terdapat
tulisan “DRAGON”.
2)Tato kedua pada lengan atas kiri, bentuk
menyerupai bunga, dengan ukuran P: 14 cm,
L: 6 cm, warna hitam, bagian bawah terdapat
tulisan “HANK”.
2. Identitas Khusus Jenazah
b. Jaringan parut :
terdapat beberapa jaringan parut pada beberapa bagian
tubuh. Jaringan parut terbesar pada paha kiri bagian
belakang, bentuk tidak teratur, dengan ukuran P: 1,5 cm,
L: 1 cm, batas tidak tegas, warna lebih terang dari warna
kulit sekitar
c.Tahi lalat :
terdapat sebuah tahi lalat tepat pada pangkal hidung sisi
kanan, dengan ukuran Ø: 0,4 cm, batas tegas, warna
kehitaman
d. Tanda lahir : tidak ada
e. Cacat fisik : tidak ada
2. Identitas Khusus Jenazah
f. Pembungkus jenazah : sebuah kantong jenazah, warna jingga, bahan
terpal, dengan ukuran P: 199 cm, L: 93 cm , terdapat tulisan “BPBD
PROV JATENG” pada sisi depan, warna tulisan hitam.

g. Penutup jenazah :tidak ada


h. pakaian

1) Sebuah kaos lengan pendek tanpa kerah, warna 2) Sebuah celana panjang, warna biru tua, bahan
biru tua, bahan katun, merek “IE’TUNA 1978”, jeans, merek “WRENGLER”, dengan ukuran
dengan ukuran “XXXL”, dibagian depan terdapat “37”, terdapat empat buah kantong, dua buah
terdapat tulisan “THE HOLLOW BRIGHT kantong pada sisi depan kanan dan kiri, dua
IE’TUNA 1978”, terdapat bercak merah buah kantong pada sisi belakang kanan dan kiri
menyerupai darah pada bagian dada. celana
3) Sebuah celana dalam, warna merah tua, bahan katun, 4) Sebuah jaket, warna biru, bahan jeans, merek “CROSS
merek “MENC TANTU”, dengan ukuran “ XL”, FILE”, dengan ukuran “M”, terdapat empat buah kantong
tampak basah pada bagian depan pada sisi depan, dua buah kantong pada sisi atas , dan dua
buah kantong pada sisi bawah, terdapat tulisan “
KEPORAT” di kerah bagian dalam, tampak bercak merah
menyerupai darah di bagian belakang.
5) Sebuah ikat pinggang tanpa merek, warna
coklat, bahan kulit sintetis, dengan ukuran
P: 113 cm, L: 4 cm.

6) Sebuah helm, warna merah, bagian dalam warna


biru, merek “DAIRO HELMETS”, pada bagian luar
helm pecah dan ditemukan bercak menyerupai
darah pada bagian dalam helm

i. Perhiasan : tidak ada


j. Benda di samping jenazah : tidak ada
k. Lain-lain : tidak ada
B. TEMUAN YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU
TERJADINYA KEMATIAN
1. Lebam mayat : terdapat pada tengkuk, punggung, pinggang, warna merah
keunguan, hilang dengan penekanan.
2. Kaku mayat : terdapat pada kelopak mata.
3. Pembusukan : tidak ada.
C. Temuan Dari Pemeriksaan Tubuh Bagian Luar
1. Permukaan Kulit Tubuh
a. Kepala :
1)Daerah berambut : tidak ada kelainan.
2)Wajah :
a)Dahi: tidak ada kelainan.
b)Pipi: terdapat sebuah luka lecet dari hidung
hingga pipi sisi kanan, bentuk tidak teratur, dengan
ukuran P: 17 cm, L: 6 cm, batas tidak tegas, warna
kemerahan.
c)Dagu: tidak ada kelainan.
b. Leher : tidak ada kelainan.
c. Bahu : tidak ada kelainan.
d. Dada : tidak ada kelainan.
e. Perut : tidak ada kelainan.
f. Punggung : tidak ada kelainan.
g. Pinggul : tidak ada kelainan.
h. Bokong : tidak ada kelainan.
i. Dubur : tidak ada kelainan.
i. Anggota Gerak
1)Anggota gerak atas: jaringan di bawah kuku tampak kebiruan.
a)Kanan :
i)Terdapat sebuah luka memar pada siku kanan, bentuk tidak
teratur, dengan ukuran P: 6 cm, L: 3 cm, batas tidak tegas, i
warna merah kebiruan.

ii)Terdapat sebuah luka lecet pada pangkal jari telunjuk, bentuk


tidak teratur, dengan ukuran P: 1,5 cm, L: 1 cm, batas tidak
tegas, warna kemerahan.

iii)Terdapat sebuah luka lecet pada pangkal jari tengah, bentuk


tidak teratur, dengan ukuran P: 1,5 cm, L: 1 cm, batas tidak
ii
tegas, warna kemerahan.

iv)Terdapat sebuah luka lecet pada jari tengah ruas kedua, iii
bentuk tidak teratur, dengan ukuran P: 0,5 cm, L: 0,3 cm,
batas tidak tegas, warna kemerahan. iv
b)Kiri :
i)Terdapat dua buah luka lecet pada ibu jari ruas kedua. Luka
lecet pertama bentuk tidak teratur, dengan ukuran P: 0,7 cm,
L: 0,4 cm, batas tidak tegas, warna kemerahan. Luka lecet
kedua bentuk tidak teratur, dengan jarak 2 cm dibawah luka
pertama, dengan ukuran P: 0,7 cm, L: 0,4 cm, batas tidak tegas, Luka pertama
warna kemerahan.
Luka kedua
ii)Terdapat sebuah luka terbuka pada pertengahan ibu jari dan jari
telunjuk, bentuk tidak teratur, dengan ukuran P: 2 cm, L: 0,5
cm, D: 0,3 cm, batas tegas, tepi tidak rata, tebing luka tidak
rata, terdiri dari kulit, jaringan ikat, dasar luka jaringan ikat.
i. Anggota Gerak
2)Anggota gerak bawah : jaringan di bawah kuku
tampak kebiruan.
i)Kanan: terdapat sebuah luka lecet pada lutut
kanan, bentuk tidak teratur, dengan ukuran
P: 2 cm, L: 1,5 cm, batas tidak tegas, warna
merah kehitaman.

ii)Kiri : tidak ada kelainan.


2. BAGIAN TUBUH TERTENTU
a. Mata
1) Alis mata : terdapat sebuah luka terbuka pada alis mata
kanan, bentuk tidak teratur, dengan ukuran P: 0,8 cm,
L: 0,3 cm, D: 0,9 cm, batas tidak tegas, tepi tidak rata,
tebing luka tidak rata, terdiri dari kulit, jaringan ikat,
tulang, dasar luka tulang, tidak terdapat jembatan jaringan.
2) Bulu mata : warna hitam, tidak ada kelainan.
3) Kelopak mata: tidak ada kelainan.
4) Selaput kelopak mata : tampak pelebaran pembuluh darah
pada kedua selaput kelopak mata
5) Selaput biji mata : tampak pelebaran pembuluh darah pada
kedua selaput biji mata
6) Selaput bening mata : tampak lingkar penuaan
7) Manik mata : bentuk bundar, ukuran Ø 5 mm, ukuran
pupil mata kanan dan kiri sama
8) Pelangi mata : warna hitam, tidak ada kelainan
b. Hidung
1) Bentuk : tidak ada kelainan
2) Lubang hidung : tampak cairan warna
kemerahan menyerupai darah pada kedua lubang
hidung, cairan tambah banyak saat jenazah
dimiringkan
c. Telinga
1) Bentuk : tidak ada kelainan
2) Permukaan daun telinga : tidak ada kelainan
3) Lubang telinga : tampak cairan warna
kemerahan menyerupai darah pada kedua lubang
telinga, cairan tambah banyak saat jenazah
dimiringkan
d. Mulut: tampak cairan warna kemerahan
menyerupai darah pada rongga mulut, cairan
tambah banyak saat jenazah dimiringkan
1) Bibir atas : tampak kebiruan.
2) Bibir bawah : tampak kebiruan.
3) Selaput lendir mulut: tampak kebiruan.
4) Lidah : tidak ada kelainan.
5) Gigi-geligi

Rahang atas

Rahang bawah

6) Langit – langit mulut: tidak ada kelainan.


e. Alat kelamin: Laki-Laki
1)Pelir : sudah disunat, tampak cairan warna putih
kekuningan pada lubang pelir.
2)Kantung pelir : terdapat dua buah biji pelir
dalam kantung pelir, tidak ada kelainan
3. Tulang - tulang
a. Tulang tengkorak : tidak ada kelainan
b. Tulang wajah : teraba derik pada tulang pipi
c. Tulang belakang : tidak ada kelainan
d. Tulang dada : tidak ada kelainan
e. Tulang-tulang panggul: tidak ada kelainan
f. Tulang anggota gerak : tidak ada kelainan
4. TEMUAN DARI PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hallo Test: (-) Negatif
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan dari pemeriksaan atas
jenazah tersebut maka saya simpulkan bahwa jenazah adalah seorang
laki-laki, umur kurang lebih lima puluh tahun, kesan gizi lebih.
Didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa luka memar pada
wajah; luka lecet pada wajah, anggota gerak atas dan anggota gerak
bawah; didapatkan tanda patah tulang wajah. Didapatkan tanda mati
lemas. Sebab kematian tidak dapat ditentukan sesuai dengan
permintaan penyidik. Waktu kematian diperkirakan dua sampai
empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan
TINJAUAN PUSTAKA
TRAUMATOLOGI

TRAUMA : Kekerasan
LOGOS : Ilmu

Ilmu yang mempelajari semua aspek yang


berkaitan dengan kekerasan terhadap jaringan
tubuh yang masih hidup

Dahlan, Sofwan. Ilmu Kedokteran Forensik. Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Diponegoro. 2007
Dahlan, Sofwan. Ilmu Kedokteran Forensik. Pedoman Bagi Dokter
dan Penegak Hukum. Semarang: Badan Penerbit Universitas Memar
Diponegoro. 2007
Tajam
Luka lecet
Tumpul

Mekanik Luka robek

Benda mudah Fraktur


Fisik
pecah
TRAUMA
Kombinasi

Kimia Golongan asam atau basa


Memar
Memar merupakan salah satu bentuk luka yang ditandai dengan kerusakan jaringan
tanpa disertai diskontinuitas permukaan kulit.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh pecahnya kapiler sehingga darah keluar dan
meresap ke jaringan sekitar.
Mula-mula terlihat pembengkakan berwarna merah kebiruan. Sesudah 4 sampai 5
hari berubah menjadi kuning kehijauan dan sesudah lebih dari seminggu menjadi
kekuningan.
LUKA LECET

Disebabkan oleh rusaknya atau lepasnya lapisan luar dari kulit

SIFAT LUKA
Jenis luka
lecet : gores, Permukaan
tekan, serut,
geser Bentuk dan batas Tepi luka tertutup oleh
luka tidak teratur tidak rata krusta, warna
merah kecoklatan
Dahlan, Sofwan. Ilmu Kedokteran Forensik. Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2007
FRAKTUR

• Hilangnya kontinuitas tulang , tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik
Definisi yang bersifat total maupun yang parsial
Fraktur

• Kebanyakan fraktur terjadi karena kegagalan tulang menahan tekanan terutama


tekanan membengkok, memutar dan tarikan
Proses
Terjadinya
Fraktur

Solomon L, Warwick D, Nayagam S, Apley A. Apley's system of orthopaedics and fractures. 9th ed. London: Hodder Education; 2010.
Fraktur Terbuka
Fraktur Linier
Berdasarkan
Kedaan Perlukaan
Fraktur Fraktur Tertutup
Berdasarkan Kominutif
Gambaran/ Pola
garis fraktur Fraktur
Fraktur Diastase Konveksitas
Berdasarkan
Lokasi Fraktur
Fraktur Basis
Fraktur
Depressed
Kranii
DEFINISI

Kecelakaan
• Suatu kejadian tidak terencana dan tidak terkontrol yang merupakan aksi atau reaksi dari suatu objek,
substansi, dan manusia sehingga mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat
menimbulkan kerugian baik bagi manusia maupun kerusakan pada properti.

Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 Pasal 1 (24)


• Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja yang
diakibatkan oleh kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban
manusia dan atau kerugian harta benda.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan BAB I Ketentuan Umum Pasal I

Kecelakaan lalu lintas


• Suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan
dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau
kerugian harta benda
Kendaraan bermotor
• Setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain
kendaraan yang berjalan diatas rel
Kendaraan tidak bermotor
• Setiap kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia dan/atau hewan
Menurut Pasal 229 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat
tergolong kecelakaan lalu lintas berat
Analisa kasus
Hasil pemeriksaan Analisa Kasus

Laki laki, perkiraan usia ± 50 tahun, kesan gizi lebih Identitas

Didapatkan luka memar, luka lecet, teraba derik pada pipi kanan Kekerasan tumpul

Lebam mayat masih hilang dengan penekanan, kaku mayat pada Waktu kematian dua jam hingga
kelopak mata, pembusukan tidak ada. empat jam sebelum
pemeriksaan
Diduga terlibat kecelakaan lalu lintas. UU No. 22 Tahun 2009
Tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan
TERIMA KASIH 