Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT SESSION

APPENDISITIS AKUT

NUR OCTAVIANI – 12100118039

INSTALASI ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF


RSUD AL-IHSAN BANDUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2019
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. R
Umur : 38 tahun
Status Pernikahan : Sudah menikah
Pekerjaan : BUMD
Alamat : Bojong soang
Pendidikan terakhir : SMA
Masuk rumah sakit : 26 April 2019
Keluhan utama: Nyeri perut bagian kanan bawah
ANAMNESIS
Pasien datang ke RSUD Al-Ihsan Bandung dengan keluhan nyeri perut bagian
kanan bawah sejak 5 jam SMRS. Nyeri dirasakan tiba-tiba dan terus menerus
menyebabkan pasien menjadi sulit untuk berjalan seperti biasanya dan lebih nyaman
untuk berbaring di tempat tidur. Nyeri terasa menjalar ke pinggang. Pasien
mengeluhkan mual tetapi tidak ada muntah. Pasien tidak merasakan badannya
demam. Pasien mengaku jarang memakan sayuran dan buah-buahan.
Pasien memiliki riwayat gastritis sejak satu tahun yang lalu. Pasien mengaku
dirinya sering merasakan nyeri di daerah ulu hati. apabila tidak tertahankan pasien
sering ke IGD Rumah Sakit untuk pengobatan. Pasien merasa nyerinya berkurang
apabila sudah diberikan obat ketorolac yang disuntik.
PEMERIKSAAN FISIK
• Kesadaran : compos mentis
• Tekanan darah : 120/75 mmHg
• Nadi : 88x/menit
• Respirasi : 20x/menit
• Suhu : 36,6ᵒC
STATUS GENERALIS
Kepala : konjungtiva tidak anemik, sklera tidak ikterik
Leher : KGB tidak membesar, JVP tidak meningkat
Thorax:
• Pulmo
• Bentuk gerak dada simetris
• VBS kanan = kiri, ronchi (-), wheezing (-)
• Jantung
• S1dan S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
• Ictus cordis di ics IV midclavicular line
Ekstrimitas : akral hangat, CRT < 2 detik
STATUS LOKALIS ABDOMEN
Inspeksi : datar
Palpasi : lembut, nyeri tekan McBurney point (+), rovsing sign (+)
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Pemeriksaan lain : obturator sign (+), psoas sign (+)

Nyeri tekan
(+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Hb : 12,9
• Leukosit : 12.100
• Eritrosit : 4,59
• Hct : 40,4
• Trombosit : 358.000
• AST : 10
• ALT : 11
• Ureum : 17
• Kreatinin : 1.00
• GDS : 105
DIAGNOSIS BANDING
• Appendicitis akut
• Appendicitis perforasi
TINDAKAN
• Appendictomy
PROGNOSIS
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad functionam : ad bonam
• Quo ad sanasionam : ad bonam
APPENDISITIS
Definisi
• Peradangan pada apendiks vermiformis
• Apendisitis merupakan kasus bedah akut abdomen yang paling sering di temukan
Epidemiologi
• Apendisitis dapat ditemukan pada semua umur namun <1 tahun jarang dilaporkan
• Insidens tertinggi pada kelompok umur 20-30 tahun
Etiologi
• Infeksi bakteri:
parasit: E. Coli, entamoeba histolytica, trichuris trichiura, enterobius vermikularis
• Erosi membran mukosa apendiks
• Tersumbatnya lumen oleh Fekalit
• Hiperplasi jaringan limfoid
• Diet rendah serat
Embriologi
• Perkembangan appendiks pada minggu ke-8 sebagai suatu tonjolan pada caecum
• Pd bayi berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya.
Anatomi Appendiks
• Panjang appendiks pd dewasa antara 2-22 cm dgn rata2 panjang 6-9cm.
• Menghasilkan lendir 1-2 ml/hari
• Lendir dicurahkan ke dalam lumen dan dialirkan ke sekum
• Hambatan dalam pengaliran bisa menjadi salah satu penyebab appendisitis
• Disebut tonsil abdomen krn banyak dtemukan jaringan Limfoid
• Jaringan limfoid muncul sekitar 2 minggu stlh lahir
• Meningkat slama pubertas usia 12-20 th menetap sampai dewasa berjumlah sekitar
200 folikel
• Pada usia 60 th mengalami atropi dan menghilang
• Apendiks vermiformis disangga oleh mesoapendiks (mesenteriolum) yang bergabung
dengan mesenterium usus halus pada daerah ileum terminale.
• Orificiumnya terletak 2,5 cm dari katup ileocecal.
• Mesoapendiknya merupakan jaringan lemak yang mempunyai pembuluh
appendiceal dan terkadang juga memiliki limfonodi kecil.
• Pada pangkal apendiks terdapat valvula appendikularis gerlachi
Letak Appendiks
• 12 o clock: Retrocolic or retrocecal
(dibelakang cecum atau colon)
• 2 o clock: Splenic (ke atas kiri – Preileal
and Postileal)
• 3 o clock: Promonteric (secara
horizontal menuju ke kiri ke arah sacral
promontory)
• 4 o clock: Pelvic (turun ke dalam pelvis)
• 6 o clock: Subcecal (di bawah
caecum dan menuju ke inguinal canal)
• 11 o clcok: Paracolic (menuju keatas
kanan) 1,2,4
Letak apendiks
Vaskularisasi Appendiks
• Vaskularisasi apendiks mendapatkan
darah dari a. Apendikularis cabang
dari a. ileocaecalis, yang merupakan
cabang dari a. mesenterika superior,
• Arteri apendikuler adalah cabang
terminal dari arteri ileokolika dan
berjalan pada ujung bebas
mesoapendiks. Kadang-kadang pada
mesenterium yang inkomplet, arteri ini
terletak pada dinding sekum
• Persarafan parasimpatis berasal dari cabang n.vagus yang mengikuti a.mesenterika
superior dan a.apendikularis
• persarafan simpatis berasal dari n.torakalis X. Oleh karena itu, nyeri visceral pada
apendisitis bermula disekitar umbilikus
PATOFISIOLOGI

Tekanan
Bendungan
Obstruksi intraluminal
mukus
meningkat

Apendisitis akut
Aliran limfe
lokal  nyeri
terhambat
epigastrium
Obstruksi vena,
edema
Ekresi mukus Tekanan terus bertambah, dan
berlanjut meningkat bakteri akan
menembus
dinding

Peradangan
mengenai
Apendisitis
peritoneum
supuratif akut setempat  nyeri
kanan bawah
Infark dinidng
Aliran arteri Apendisitis
apendiks +
terganggu gangrenosa
gangren

Apendisitis Dinding
perforasi pecah
Klasifikasi Apendisitis
Appendicitis Akut Sederhana (Cataral Appendicitis)
• Proses peradangan baru terjadi di mukosa dan sub mukosa disebabkan obstruksi.
Sekresi mukosa menumpuk dalam lumen appendiks dan terjadi peningkatan tekanan
dalam lumen yang mengganggu aliran limfe, mukosa appendiks jadi menebal,
edema, dan kemerahan. Gejala diawali dengan rasa nyeri di daerah umbilikus, mual,
muntah, anoreksia, malaise, dan demam ringan
Appendicitis Akut Purulenta (Supurative Appendicitis)
• Tekanan dalam lumen yang terus bertambah disertai
edema menyebabkan terbendungnya aliran vena pada
dinding appendiks dan menimbulkan trombosis.
Keadaan ini memperberat iskemia dan edema pada
apendiks. Mikroorganisme yang ada di usus besar
berinvasi ke dalam dinding appendiks menimbulkan
infeksi serosa sehingga serosa menjadi suram karena
dilapisi eksudat dan fibrin.
• Ditandai dengan rangsangan peritoneum lokal seperti
nyeri tekan, nyeri lepas di titik Mc Burney, defans
muskuler, dan nyeri pada gerak aktif dan pasif. Nyeri dan
defans muskuler dapat terjadi pada seluruh perut disertai
dengan tanda-tanda peritonitis umum.
Appendicitis Akut Gangrenosa
• Bila tekanan dalam lumen terus bertambah, aliran darah
arteri mulai terganggu sehingga terjadi infrak dan
ganggren. Selain didapatkan tanda-tanda supuratif,
appendiks mengalami gangren pada bagian tertentu.
Dinding appendiks berwarna ungu, hijau keabuan atau
merah kehitaman. Pada appendicitis akut gangrenosa
terdapat mikroperforasi dan kenaikan cairan peritoneal
yang purulen.
Manifestasi klinis
Gejala
• Nyeri samar-samar dan tumpul di daerah epigastrium di sekitar umbilikus
• Mual muntah
• Nafsu makan berkurang
• Dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ke titik Mc.Burney
• Konstipasi

Tanda:
• Demam >37,5 C s/d 38,5 C
• Kembung
• Mc. Burney sign
• Obturator sign
• Rovsing sign
• Psoas sign
Lokasi Nyeri
• Letak titik McBurney adalah 1/3 lateral garis imajiner yang
menghubungkan Spina Iliaka Anterior Superior (SIAS) dan
umbilikus
• Dengan palpasi Mc Burney sign :
• Nyeri tekan
• Nyeri lepas
• Defans muskular lokal, defans
muscular menunjukkan adanya
rangsangan peritoneum parietal
• Rovsing sign : perut
kiri bawah ditekan ,
akan terasa nyeri pd
perut kanan bawah
• Menggambarkan
iritasi pada
peritonium
• Obturator sign:
fleksi dan
endorotasi sendi
panggul + nyeri.
Menunjukkan
adanya
peradangan pada
M. Obturatorius di
rongga pelvis
• Psoas sign:
Rangsangan
m.psoas
penderita dlm
keadaan
terlentang ,
tungkai kanan
ditahan
pemeriksa pasien
diminta
hiperekstensi
atau fleksi aktif
• + jika nyeri pd perut
kanan bawah
Rectal Touche
• Nyeri tekan
pada arah jam
9 sampai 12
ALVARADO Score
M • Migratory of pain (1)
A • Anorexia (1)
N • Nausea/ vomitus (1)
T • Tenderness (2)
R • Rebound tenderness (1)
E • Elevation of temperature (1)
L • Leukositosis (2)
S • Shift to the left (1)
Interpretasi
• Skor 1-4: tidak dipertimbangkan mengalami apendisitis akut
• Skor 5-6: dipertimbangkan kemungkinan dx apendisitis akut tetapi tidak membutuhkan
operasi segera atau dinilai ulang
• Skor 7-8: dipertimbangkan dx apendisitis akut
• Skor 9-10: hampir definitif mengalami dx apendisitis akut dan dibutukan tindakan
bedah
Penatalaksanaan
• Open appendectomy:

• Antibiotik
- Pada apendisitis gangrenosa/perforata
- Preoperatif, antibiotik broad spectrum intravena diindikasikan untuk mengurangi infeksi
pasca bedah
• Post operatif, diteruskan selama 24 jam tanpa komplikasi, diteruskan selama 5-7 hari
kasus apendisitis ruptur/dengan abses, diteruskan sampai 7-10 hari kasus apendisitis
ruptur dengan peritonitis difus

• Pencegahan
- Diet tinggi serat
- Defekasi yang teratur
Prognosis
• Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi -> prognosisinya baik.
• Setelah operasi masih dapat terinfeksi pada 30% kasus apendiks perforasi/gangrenosa
• Serangan berulang dapat terjadi bila apendiks tidak diangkat
Terimakasih.......

Anda mungkin juga menyukai