Anda di halaman 1dari 10

MATERIAL MAJU/

ADVANCED MATERIALS

Sunardi
PENGERTIAN DASAR

• Definisi dari material maju menurut advanced material


sector report, 2004 merupakan material dan modifikasi
dari material yang sudah ada untuk memperoleh
performa yang superior pada satu karakter atau lebih.
Material maju menunjukkan kekuatan yang lebih besar,
rasio densitas kekuatan yang lebih tinggi, kekerasan
yang lebih besar dan lebih unggul pada sisi termal,
elektrikal, optikal atau ciri-ciri kimiawi ketika
dibandingkan material tradisional.
PENGGOLONGAN MATERIAL MAJU
1. Besi dan alloy seperti biasanya dipergunakan untuk pesawat terbang dan digunakan
sebagai bahan dasar mobil di industri pertahanan. Selain itu dikembangkan juga pada
besi amorf berdasar campuran (alloys) yang dikombinasikan dengan liquid metal
yang menghasilkan kekuatan yang lebih besar, diestimasikan akan menjadi dua
sampai tiga kali lebih kuat daripada besi terbaik. Dan juga lebih ringan daripada
aluminium atau titanium akan tetapi lebih murah daripada material komposit.
2. Structural ceramic, jika keramik konvensional merupakan isolator maka keramik
oksida menghasilkan superkonduktor contohnya intan dan silicon carbide memiliki
konduktivitas termal yang tinggi daripada aluminium atau tembaga.
3. Polimer bermanfaat dalam mengurangi noise industri aerospace, transportasi,
konstruksi, medis, marine
4. Komposit maju merupakan perpaduan dari satu atau dua material yang berbeda baik
dari sifat fisik dan kimiawinya dan menghasilkan material dengan sifat yang sangat
berbeda. Biasaya komposit ini digunakan untuk material bangunan yaitu semen.
Umumnya juga digunakan untuk bangunan, jembatan dan struktur.
5. Elektronik, magnetic dan material optic seperti semikonduktor dimanfaatkan sebagai
Integrated electronic circuit, devais optoelektronik dan juga untuk photovoltaic
6. Medis dan dental material seperti alumina dan calcium phosphate glasses and carbon
fibre reinforced polylactic acid composites
7. Material katalis
8. Material untuk bahan bangunan
MENGAPA MATERIAL MAJU PENTING
DIPERHATIKAN
• Material maju merupakan unsur penting dalam mendukung bidang
fokus yang lainnya ( pangan, energi, transportasi dll)
• Material maju merupakan unsur penting dalam mendukung industri
manufaktur di Indonesia. Industri manufaktur merupakan pilar ekonomi
Indonesia, penyumbang terbesar dalam perolehan PDB (misalnya
semikonduktor,nano material, baja dll)
• Secara spesifik, beberapa material alam yang digolongkan material
maju merupakan unsur penting dan strategis di masa datang ( misal
logam tanah jarang)
• Dalam dunia militer, material maju juga sangat berperan dalam
pengembangan dan rekayasa pesawat, kapal perang, dan alat utama
sistem senjata lainnya.
• Selain itu untuk menuju ketahanan energi material maju sangat
diperlukan dalam pengembangan industri sel surya, pada batere Litium
untuk mobil listrik. Demikian juga dalam PLTN material maju
merupakan unsur utama instalasi nuklir (reaktor)
POTENSI SUMBERDAYA MATERIAL MAJU (1)

SUMBER DAYA ALAM


- Material dasar untuk material maju antara lain pasir silika, logam
tanah jarang, lithium, nikel , timah, besi (laterit), dll
- Sebagian besar material-material tersebut melimpah di Indonesia,
akan tetapi selalu hanya dimanfaatkan secara konvensional
sehingga nilai ekonominya menjadi rendah.
- Proses pengolahan menjadi bahan baku industri masih dilakukan di
luar negeri (UU no 4 2009 mengharuskan pengolahan dalam negeri)
POTENSI SUMBERDAYA MATERIAL MAJU (2)

SUMBER DAYA MANUSIA


• Peneliti-peneliti di Indonesia telah mumpuni dalam pengembangan
teknologi material maju,
sel surya  BPPT, LIPI, Tekmira, ITB, UI, ITB, PT Len
– LTJ (logam tanah jarang)  Batan, LIPI, Tekmira ESDM, ITB, PT Timah
– nano material  BPPT, ITB, UI, LIPI
– batere lithium  LIPI, Batan, PT Nipress, ITS, UI, ITB
– baja  PT KS, ITB, LIPI.
– PT lain
POTENSI SUMBERDAYA MATERIAL MAJU (3)

• SARANA PRASARANA LITBANG


- Sarana dan prasarana yang berupa alat laboratorium dan alat uji
untuk pengembangan material maju masih sangat minim.
- Sel surya  belum adanya DSS (reaktor untuk pemurnian pasir
silika menjadi silikon)
- LTJ  diperlukan pembangunan reaktor untuk proses bahan baku
- Nano material  belum adanya alat untuk membuat material
sampai skala nano
- Batere lithium  belum mempunyai alat untuk pembuatan sel
batere (impor dari Cina)
- Material katalis belum didukung secara lengkap di PT/lemlitbang
PEMANFAATAN MATERIAL MAJU

• ENERGI
- Sel surya
- Reaktor nuklir
- Penyimpanan energi  batere lithium

• MANUFAKTUR
- Nano material
- Superkonduktor dan semikonduktor untuk TIK
- Alloy, komposit, polimer untuk keperluan kendaraan (mobil listrik, pesawat
terbang, kapal )

• TEKNOLOGI KESEHATAN
- Untuk keperluan gigi tiruan

• Teknologi Pangan
RENCANA TINDAK DUKUNGAN IPTEK
PADA PENGGUNAAN MATERIAL MAJU
• Ristek akan mempersiapkan road map riset dan pengembangan material maju termasuk sinergi
dengan bidang fokus lainnya
• Ristek akan mengkordinasikan dan mengalokasikan pembiayaan riset dalam bentuk konsorsium
menggunakan dana APBN dan mendorong pembiayaan riset dari dunia industri dalam konsep
pembiayaan litbang 1% dari GDP (Inisiatif 1-747), misalnya konsorsium vaksin dengan Bio Farma
• Ristek akan melakukan inventarisasi kemampuan, dengan target tahun 2014 sudah diperoleh suatu
metodologi pipe line dari hulu kearah hilir pengolahan sumberdaya mineral Indonesia dengan
melibatkan seluruh komponen SINas
• Ristek akan mengembangkan program-program inisiatif baru yang lebih difokuskan pada
pembuatan prototipe yang berorientasi pada industri di hilir untuk mendukung program ketahanan
energi, pangan, pertahanan dan keamanan, transportasi serta kesehatan
• Ristek akan mengembangkan rancang bangun sel surya, pengembangan sel batere lithium, litbang
baja untuk mendukung industri pembangkit listrik(termasuk PLTN), eksplorasi dan pemanfaatan
LTJ, pengembangan reaktor nuklir serta pengembangan silika untuk industri semi dan super
konduktor (industri manufaktur)
• Secara khusus, dukungan pada pengembangan sel batere lithium untuk pembuatan prototipe mobil
listrik dalam tahun 2014 dan 2015
• Program pengembangan rancang bangun sel surya: membentuk konsorsium sel surya dari SDM
yang telah tersedia, pengembangan SNI untuk sel surya, pengembangan centre of excellence
dalam bidang sel surya (termasuk pilot project pengolahan silika menjadi sillkon grade)
PENUTUP

• Kementerian Ristek terus mendukung kegiatan-kegiatan riset,


kordinasi riset berupa pembentukan konsorsium, berkomunikasi
dengan para stakeholder, dunia usaha dan industri untuk
mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
• Kementerian Ristek akan terus menerus memberikan dukungan
regulasi yang mengoptimalkan penggunaan material maju untuk itu
kordinasi dengan kementerian terkait akan ditingkatkan
• Kementerian ristek akan mendukung pengujian-pengujian dari hasil
riset (prototipe) untuk menaikkan TRL hasil riset tersebut sehingga
pada saatnya impor bahan baku dan bahan penolong untuk industri
manufaktur menggunakan material maju sudah dapat dihentikan