Anda di halaman 1dari 28

Hidrometri DAS Dra. Alif Noor Anna, M. Si.

Definisi
 Kegiatan pengumpulan data mengenai sungai, arti secara :
1. Luas
Mempelajari pengukuran air pada siklus hidrologi atau ilmu tentang pengumpulan dan pemrosesan data dasar
untuk analisa hidrologi.
2. Khusus
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kegiatan pengukuran dan pengolahan data aliran sungai yang
meliputi t.m.a, debit dan pengukuran sedimen/angkutan sedimen dari pos duga air.
 Data yang dimaksud :
a. Ketinggian permukaan air
b. Debit
c. Sedimentasi atau unsur aliran lain
 Mengukur dan menduga data hidrologi dapat diperoleh secara :
1. Langsung
infiltrasi, tinggi muka sungai dan kedalaman muka airtanah
2. Tidak langsung :
debit air(hasil perkalian antara kecepatan aliran air terhadap luas penampang basahnya), ataupun hidrograf
aliran(diturunkan dari data tinggi muka air per satuan waktu terhadap kurva/lengkung kalibrasi)
Faktor yang Mempengaruhi Volume Limpasan
• Faktor-faktor Iklim
• 1. Banyaknya presipitasi
• 2. Banyaknya evapotranspirasi

• Faktor-faktor DAS :
• 1. Luas DAS
• 2. Aspek slope.
• 3. Aspek elevasi
Faktor yg Mempengaruhi Run-off Menurut Waktu
A. Faktor-faktor meteorologis :
1. Presipitasi :
Tipe, intensitas, lama prresipitasi (durasi), agihan kawasan, agihan waktu, arah gerak hujan, frekuensi
terjadinya, presipitasi sebelumnya.
2. Unsur cuaca : suhu, radiasi, kelembaban angin
B. Faktor-faktor DAS :
1. Topografi : Bentuk DAS, Slope.
2. Geologi : Permeabilitas, kapasitas akifer.
3. Tanah : Tekstur, struktur infiltrasi.
4. Vegetasi : Penutup lahan vegetasi pada alur sungai.
5. Jaringan sungai : Kepadatan alur bifurcation rasio.
C. Faktor Manusia :
1. Waduk
2. Bangunan Air
3. Urbanisasi (tanah/permukaan lahan)
Macam Kegiatan
 Kegiatan yang dilakukan antara lain :
1. Pemilihan lokasi pengukuran aliran, yaitu lokasi pos duga air/AWLR.
2. Pengukuran tinggi muka air (t.m.a)
3. Pengukuran debit (Q).
4. Pembuatan lengkung debit.
5. Perhitungan Q dan membuat buku publikasi Q (discharge years books).
6. Pengukuran angkutan sedimen.
7. Perhitungan angkutan sedimen untuk membuat buku publikasi debit sedimen (sediment years
books).

 Air Yang Mensuplai Debit Sungai :


a. Presipitasi (langsung/tak langsung).
b. Limpasan permukaan (surface runoff).
c. Limpasan bawah permukaan (sub surface flow).
d. Debit air tanah (ground water discharge).
e. Lelehan salju (snow melt).
1. Pemilihan Tempat Pengukuran Aliran
• Kriteria :
• 1. Mudah dicapai
• 2. Ketelitian : lokasi terpilih disesuaikan dengan
tipe dan macam alat.
• 3. Kemantapan : hubungan tinggi muka air dan Q
mempunyai perubahan yang sedikit (dari t ke t).
• 4. Kesinambungan : peralatan tetap permanen.
2. Pengukuran Tinggi Muka Air (tma)
• Tinggi muka air (stage hight, gauge hight) sungai adalah elevasi
permukaan air (water level) pada suatu penambang melintang sungai
terhadap suatu titik tetap yang elevasinnya telah diketahui.
• Tinggi muka air biasanya dinyatakan dalam satuan meter (m) atau
centimeter (cm). Fluktuasi permukaan air sungai menunjukan adanya
perubahan kecepatan aliran dan debitnya.
• Pengukuran tinggi muka air merupakan langkah awal dalam
pengumpulan data aliran sungai sebagai data dasar hidrologi.
• Alat yang digunakan : AWLR (otomatis), peilskal/mistar duga air (manual)
3. Pengukuran Debit (Q)
• Debit (Q) : sejumlah air yang mengalir melalui
penampang (A) dalam waktu tertentu.
• Pengukuran debit memperhatikan :
- Keadaan alliran sungai
- Besar atau kecil sungai
• Dalam pengukuran debit yang diukur :
- Penampang basah
1. Mid-section method
2. Mean-section method
- Kecepatan rata-rata
1. Current meter
2. Pelampung
Metode Pengukuran
Debit Sungai
• Pemilihan metode tergantung pada kondisi (jenis sungai, tingkat turbulensi aliran) dan tingkat ketelitian yang akan
dicapai.
• Velocity Area Method : dengan menggunakan Current Meter atau pelampung
• Slope Area Methd : menggunakan rumus hidrolika (Chezy dan Manning)
• Dilution Method/Tracer Method : menggunakan larutan NaCl, radioaktif, dan EC-Meter
• Bangunan Air : memanfaatkan bangunan ukur pada irigasi
• Volumetric Method : menggunakan wadah yang berisi ukuran volume
Velocity Area Method
• Distribusi kecepatan aliran di dalam alur tidak sama arah horisontal
maupun arah vertikal.
• Kecepatan aliran pada tepi alur tidak sama dengan tengah alur, dan
kecepatan aliran dekat permukaan air tidak sama dengan kecepatan
pada dasar alur.
• Pada prinsipnya adalah pengukuran luas penampang basah dan
kecepatan aliran.
• Kecepatan merupakan jarak yang ditempuk dalam satuan waktu.
• Penampang basah (A) diperoleh dengan pengukuran lebar permukaan
air dan pengukuran kedalaman dengan tongkat pengukur atau kabel
pengukur. (mid-section method atau mean-section method)
• Kecepatan aliran dapat diukur dengan metode : metode current-meter
• Distribusi Kecepatan Aliran
dan metode apung.
– A : teoritis
– B : dasar saluran kasar dan banyak tumbuhan
– C : gangguan permukaan (sampah)
– D : aliran cepat, aliran turbulen pada dasar
– E : aliran lambat, dasar saluran halusF : dasar
saluran kasar/berbatu
Current Meter

• Current meter adalah alat untuk


mengukur kecepatan aliran
(kecepatan arus).
• Oleh karena distribusi kecepatan
aliran di sungai tidak sama baik
Tipe Mangkok/Canting/
arah vertikal maupun horisontal,
(Cup Type)
maka pengukuran kecepatan
aliran dengan alat ini tidak cukup
pada satu titik.
• Debit aliran sungai dapat diukur
dengan beberapa metode. Tidak
semua metode pengukuran
debit cocok digunakan.
Tipe Baling Baling
(Propeler Type)
Dimana
V : kecepatan (m/detik)
a,b : konstanta alat
n : putaran/waktu

Kedalaman Nilai kedalaman Kecepatan rata rata


sungai (m)
0 – 0,6 0,6d
0,6 - 3 0,2d dan 0,6d 0,5
3-6 0,2d 0,6d dan 0,8d
0,25
>6 S 0,2d 0,6d 0,8d dan B
0,1

d : kedalaman pengukuran
S : permukaan sungai
B : dasar sungai
V : kecepatan aliran (m/detik)
Penampang Basah Sungai
Mean Section Method

Dimana
a : luas seksi
Mid Section Method d : kedalaman seksi
q : debit seksi
Vn : kecepatan seksi n
b : jarak seksi
Pelampung

Dimana
Q : debit (m3/detik)
A : luas penampang basah (m2)
k : koefisien pelampung
u : kecepatan pelampung
(m/detik)
Nilai koefisien pelampung (k) diperoleh
dari persamaan YB Francis sbb

Dimana

k : koefisien pelampung
:
h : kedalaman tangkai
d : kedalaman air
Slope Area Method
Tabel Koefisien Manning
L Rumus Manning

a
b

Dimana
Q : debit (m3/detik)
A : luas penampang basah (m2)
n : koefisien Manning

A
p : perimeter basah (m) Rumus Chezy
p
V : kecepatan pelampung (m/detik)
Dilution Method
• Pengukuran debit dengan menggunakan bahan kimia (pewarna) 1. Metode Injeksi Tetap
yang dialirkan dalam aliran sungai. Q : debit sungai (m3/detik)
• Sering digunakan untuk jenis sungai yang aliran airnya tidak q : debit injeksi larutan
beraturan (turbulence). C0 : knsntrasi sungai sblm trcampur
1. Mudah larut dalam aliran sungai C1 : konsentrasi larutan
2. Bersifat stabil C2 : knstrasi sungai campur larutan
3. Mudah dikenali pada kosentrasi rendah. 2. Metode Injeksi Sesaat
4. Tidak bersifat meracuni biota perairan dan tidak Q : debit sungai (m3/detik)
menimbulkan dampak (negatif) yang permanen pada V : volume larutan
badan perairan. T : waktu
5. Relatif tidak terlalu mahal harganya. C1 : konsentrasi larutan
• Metode larutan didasarkan pada perhitungan perbedaan C2 : knstrasi sungai campur larutan
konsentrasi ion yang terkandung dalam air dan menggunakan
alat Electric Conductivity Meter (EC-Meter).
• Dalam pengukuran digunakan garam dapur (NaCl), yang mudah
didapat dan tidak berpengaruh terhadap tanaman maupun ikan.
Bangunan Air
Cipolleti Parshal Romijn

Vlughter Thomson
Volumetric Method

• Digunakan untuk mengukur debit pada


mata air, saluran irigasi.
• Alat yang dibutuhkan berupa :
1. wadah yang terdapat ukuran
volume/wadah yang sudah diketahui
volumenya.
2. Penghitung waktu
Soal 1
• 1. Hasil pengukuran bekas banjir suatu sungai sbb:
 Beda tinggi muka air sebesar 5 cm pada jarak 10 m
 Luas Penampang basah air banjir 120 cm2
 Wetted perimeter terukur 40 m
 Kekasaran alur sungai diperkirakan 0,035
• Perkirakan debit banjir yang telah terjadi dalam sungai tersebut
Soal 2
• Dalam survei pengukuran debit pada saluran empat persegi panjang diketahui:
1. kecepatan rerata pelampung dari 5 kali pengukuran adalah 2,5 m/dt.
2. Saluran tsb mempunyai lebar 2 m dan
3. ketinggian air pada saat pengukuran 0,5 m.
4. Pelampung yang digunakan berupa bambu dg pemberat, ternyata mempunyai koefisien resesi
kecepatan 0,85.
5. bila diketahui kekasaran Manning 0,02 dan
6. beda tinggi muka air sebesar 10cm pada jarak 20 m
• Perkirakan gradien sungai ?
Soal 3
• Pengamatan 10 m pada saluran irigasi yang
1. berpenampang empat persegi panjang mempunyai beda tinggi air 5 cm.
2. Saluran tersebut mempunyai lebar 4 m,
3. mengalir air setinggi 1 m,
4. koef kekasaran manning pada saluran tsb 0,025 ternyata mempunyai
5. debit sebesar 0,95 m/det.
• Bila besaran tersebut diterapkan pada rumus Chezy, hitunglah koef Chezy pada saluran tersebut.
Soal 4
• Pengukuran debit dengan metode apung diperoleh data sbb:
1. Panjang seksi 50m
2. Waktu yang dibutuhkan pelampung dari ttk 1 ke ttk 2 selama 18 dt
3. Koef penurunan pelampung (K) 0,75
4. Gradioen hidrolik 25 m
5. bila lebar penampang rerata 1,5m
6. dan kedalaman air 0,85 m
• Berapa koef Manning ?
Soal 5
Dalam pengukuran tampang lintang (cross section) sungaidiperoleh data seperti tabel di bawah. Hitung debit
sungai tersebut.
Soal 6
• Pengukuran sungai disajikan pada tabel di bawah. Hitung debit denngan metode mid section method , bila
diperoleh persamaan dari current meter V= 0,03+2,5 N, dalam hal ini V dalam m/det dan N= jml
putaran/detik
Soal 7
Air kran dengan luas penampang 2 cm2 mengisi bak mandi dengan volume 10 liter dengan kecepatan 10 cm/s.
Berapakah, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh bak mandi?
Jawaban:
kita rubah liter menjadi m3 yaitu 0,01 m3 serta merubah cm2 ke m2
• Q = V/t
• A . v = V/t
• t = V/ A. v
• t = 0,01/0,0002 . 0,1
• t = 1/2 . 10-3
• t = 1000/2 = 250 sekon
Soal 8
• Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa liter/detik debit air tersebut ?
jawaban
Diketahui
volume (v) = 3.600 m³
= 3.600.000 dm³
= 3.600.000 liter
waktu (t) = 1 jam = 3.600 detik
Maka debitnya = 3.600.000 liter
3.600 detik
= 1.000 liter/detik
Sekian

TERIMAKASIH