Anda di halaman 1dari 11

Asalamualaikum

LAYLI NURWAHIDA
NPM. 1130015074
PATOFISIOLOGI PADA GANGGUAN NUTRISI
DAN ASUHAN KEPERAWATAN ANAK:
OBESITAS
Definisi Obesitas
Obesitas didefinisikan sebagai kandungan
lemak berlebih pada jaringan adiposa. Secara
fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu
keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak
normal atau berlebihan di jaringan adiposa
sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Etiologi Obesitas
Obesitas terjadi jika dalam suatu periode waktu,
lebih banyak kilokalori yang masuk melalui
makanan dari pada yang digunakan untuk
menunjang kebutuhan energi tubuh, dengan
kelebihan energi tersebut disimpan sebagai
trigliserida di jaringan lemak peningkatan
masukan energi obesitas dapat disebabkan
oleh penurunan pengeluaran energi, atau
kombinasi keduanya.
Obesitas disebabkan oleh banyak faktor antara lain:
1.Genetik:Keturunan dari kluaraga
2. Lingkungan: gaya hidup juga memegang peranan
yang cukup terhadap kejadian obesitas.
3.Psikis:memberikan reaksi terhadap emosinya
dengan makan.
4.Kesehatan:Kelaianan kongenital dan kelaianan
neuroendokrin yang dapat menyebabkan obesitas.
5.Obat-obatan:menimbulkan keinginan makan
berlebihan sehingga menimbulkan obesitas.
Patofisiologi Obesitas
Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan
masukan dan keluaran kalori dari tubuh serta
penurunan aktifitas fisik (sedentary life style)
yang menyebabkan penumpukan lemak di
sejumlah bagian tubuh,pengontrolan nafsu
makan dan tingkat kekenyangan seseorang
diatur oleh mekanisme neural dan humoral
(neurohumoral) yang dipengaruhi oleh genetik,
nutrisi,lingkungan, dan sinyal psikologis.
Klasifikasi Obesitas
Klasifikasi obesitas dapat dibedakan
berdasarkan distribusi jaringan lemak, yaitu:

a)Apple-shapedd body (distribusi jaringan


lemak lebih banyak dibagian dada dan
pinggang)

b)Pear-shapedd body (distribusi jaringan


lemak lebih banyak dibagian panggul dan paha)
Penatalaksanaan obesitas
a. Merubah gaya hidup:Diawali dengan merubah
kebiasaan makan. Mengendalikan kebiasaan ngemil dan
makan bukan karena lapar tetapi karena ingin menikmati
makana,meluangkan waktu olah raga.
b. Terapi Diet:Mengatur asupan makanan agar tidak
mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang
berlebih, dapat dilakukan dengan diet yang terprogram
secara benar.
c. Aktifitas Fisik:Program penurunan berat badan, Untuk
penderita obesitas, terapi harus dimulai secara perlahan,
dan intensitas sebaiknya ditingkatkan secara bertahap.
d. Terapi perilaku:Untuk mencapai penurunan berat
badan dan mempertahankannya, pengawasan mandiri
terhadap kebiasaan makan dan aktifitas fisik.
Diagnosa keperawatan utama pada
pasien dengan kasus obesitas.
1. Ketidak seimbangan nutrisi lebih dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
asupan yang berlebihan terhadap
kebutuhan metabolik.
TERIMAKASIH