Anda di halaman 1dari 32

K3 & SOP JTR

PEMBELAJARAN PRAJAB DISTRIBUSI S1/D3


Pandaan, …………… 2017

Oleh : …………………
Unit : Unit Diklat ……….
TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta memahami K3 dan SOP JTR
dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur dan standar yang
berlaku di PT PLN (Persero)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN


KERJA (K3)

3
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)


Dasar Hukum
Sumber hukum yang paling mendasar tentang keselamatan kerja di Indonesia ialah Undang-
undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang-undang ini dibuat dengan
menimbang bahwa :

a. Bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam
melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta
produktivitas nasional.
b. Bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula
keselamatannya
c. Bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
d. Bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya upaya untuk membina norma-
norma perlindungan kerja
e. Bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat
ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan
masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi

4
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)


Dasar Hukum
produk energi listrik juga harus terjamin keselamatan da kesehatannya.
Upaya menegakkan keselamatan dan kesehatan kerja memang bukan kegiatan
meningkatkan keuntungan, tetapi upaya memanusiakan manusia dan membatasi dan atau
memperkecil kerugian dampak kecelakaan. Yang bertanggungjawab melaksanakan
tegaknya keselamatan dan kesehatan kerja ialah : manajemen, atasan pekerja, dan pekerja
itu sendiri.
Dengan terjaminnya keselamatan dan kesehatan, berarti terciptanya safe production , yang
bermuara kepada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

5
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Pengertian
Keselamatan kerja mengatur segala upaya guna mencegah/mengurangi terjadinya kecelakaan di tempat
kerja yang mana dapat mengakibatkan kerugian, baik jiwa/raga dan atau harta. Sedangkan kesehatan kerja
mengatur segala upaya guna mencegah/mengurangi sakit akibat melaksanakan kerja.
Dalam Undang-undang ini No. 1 tahun 1970, yang dimaksud dengan tempat kerja ialah segala tempat
dimana :
a. Tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan,
b. Dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana dirinci dalam pasal 2
c. Termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang
merupakan bagian-bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.
Dan selanjutnya bahwa tiap tempat kerja harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja seperti diurai
pada pasal 3. yakni :

Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :


a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan.
b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
6
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Pengertian
Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk
c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian
lain yang berbahaya.
e. Memberi pertolongan pada kecelakaan.
f. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.
g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap,
uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.
h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat bekerja baik physik maupun psychis,
peracunan, infeksi, dan penularan.
i. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
j. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Dan Menyelenggarakan penyegaran udara
yang cukup.
k. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
l. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.
m. Mengamankan dan memperalancar pengangkutan orang, binatang, tanaman
n. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.

7
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )

Tujuan K3 adalah mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang aman, sehat dan
sejahtera, sehingga akan tercapai :
a. Suasana lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman.
b. Tenaga kerja yang sehat fisik, mental, sosial, dan bebas kecelakaan.
c. Meningkatnya produktivitas dan efisiensi perusahaan.
d. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat tenaga kerja.

8
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja

Sesuai Undang-undang No. 1 tahun 1970 pasal 12, dengan peraturan perundangan diatur kewajiban
dan atau hak tenaga kerja untuk :
a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh Pegawai Pengawas dan atau Ahli
Keselamatan Kerja.
b. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.
c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang
diwajibkan.
d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan kerja dan
kesehatan kerja yang diwajibkan.
e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan
kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam
hal-hal khusus ditentuakan lain oleh Pegawai Pengawas dalam batas- batas yang masih
dapat dipertanggungjawabkan.

9
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Kecelakaan Kerja

Pengertian Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi pada seseorang karena hubungan kerja, dan
kemungkinan disebabkan oleh bahaya yang ada kaitannya dengan pekerjaannya.
Sedangkan kecelakaan dinas ialah kecelakaan yang terjadi karena hubungan kerja, baik karena
pekerjaan langsung ataupun dalam perjalanan menuju tempat kerja sampai kembali ke rumah
melalui jalan normal.

10
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Proses Kecelakaan
Kecelakaan ialah suatu insiden yang terjadi karena adanya bahaya dan dapat mengakibatkan
kerugian berupa jiwa/raga, harta, dan ataupun efisiensi perusahaan.

Urutan proses terjadinya kecelakaan:

11
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Kultur Lingkungan

Kultur lingkungan, dalam hal ini berupa :


• Tingkat kematangan budaya kerja
• Pola pikir lingkunganmasyarakat pada umumnya atau lingkungan tempat kerja pada khususnya
• Serta perhatian manajemen puncak dan menengah akan membentuk suatu behavior (paradigma,
sikap, dan perilaku) para pekerjanya dalam menegakkan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di
lingkungan kerja.
Lingkungan masarakat / tempat kerja yang secara sadar :
• Menjunjung tinggi harkat manusia sebagai ciptaan tuhan yang paling tinggi nilainya..
• Selalu berpikir selamat (think safety) di segala tindakannya, memiliki paradigma untuk memikirkan
keselamatan bagi manusia maupun bagi proses produksinya.
• Adanya komitmen yang tinggi dari manajemen untuk menegakkan KKK, dsb.
Akan membentuk visi dan misi yang lebih realistis untuk tercapainya safe production.

12
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Bahaya
Tidak setiap bahaya mengakibatkan kecelakaan. Tapi kecelakaan terjadi karena ada bahaya, baik itu
berupa :

1. Tingkah laku yang tak aman (unsafe act).


2. Kondisi yang tak aman (unsafe condition).
3. Manajemen/ prosedur yang tak benar / tak ada (miss manajemen).

13
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Bahaya
Insiden.

Suatu kejadian yang tidak diinginkan, bias berbentuk kecelakaan ataupun near misses yang
dapat merugikan. Kerugian dapat berbentuk cidera/tewas, rusaknya barang / material, dan
ataupun menurunnya efisiensi produksi.

Contoh kecelakaan : kejatuhan benda, terjepit, terkena listrik, terbakar.


Contoh near miises : tersandung pipa atau terpeleset tanpa luka maupun rusaknya benda.

14
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Bahaya

JARAK MINIMUM AMAN KERJA MENURUT SNI / PUIL 2000

TEGANGAN U JARAK AMAN MINIMUM


(ANTARA FASE DAN BUMI) (cm)
DALAM kV

1 50
12 60
20 75
36 100

15
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Bahaya
LAMANYA TEGANGAN SENTUH MENURUT SNI / PUIL 2000

TABEL : BESAR DAN LAMA TEGANGAN SENTUH MAKSIMUM

BESAR TEGANGAN SENTUH (V) LAMA SENTUHAN MAKSIMUM (DETIK)

AC (RMS) DC

< 50 < 120


50 120 5.0
75 140 1.0
90 160 0.5
110 175 0.2
150 200 0.1
220 250 0.05
280 310 0.03
16
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Bahaya
Kerugian.

Baik sang korban maupun perusahaan pemilik tempat kerja mengalami kerugian.
Kerugian bagi korban kecelakaan (bila ia pekerja) meliputi :
• Cidera, cacat tetap, bahkan tewas itu berarti menurun/hilangnya
kesempatan mendapatkan prestasi (penghasilan) karena
menurun/hilangnya kemampuan kerja.
• Menurunnya moril dan rasa peran keberadaannya di lingkungan keluarga, masayarakat,
maupun lingkungan tempat kerja.
Kerugian bagi perusahaan antara lain meliputi :
• Biaya perawatan korban.
• Biaya untuk pemberian santunan-santunan.
• Waktu produksi berkurang.
• Rusaknya peralatan dan atau material, sehingga menurunnya
kemampuan produksi.

17
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Bahaya
Kerugian.

Untuk mencegah / mengurangikerugian bagi manusia (pekerja dan atau orang lain) dan kerugian
perusahaan akibat kecelakaan, kita harus menghilangkan / mengurangi bahaya (unsafe act,
unsafe condition, dan miss manajemen) tersebut. Salah satu upaya untuk mencegah /
mengurangi bahaya antara lain :
• Mengadakan identifikasi bahaya (unsafe act, unsafe condition, dan miss
mana-jemen) dan tindakan / cara mengatasinya.
• Setiap bekerja selalu berpikir tentang selamat (think safety).
Dll.

18
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Keselamatan Dalam Bekerja
Tempat Kerja Bertegangan

Hal penting diperhatikan bila memasuki ruang kerja listrik :


• Mendapat ijin yang berwenang dan diawasi oleh petugas.
• Jangan sendirian (minimal dua orang).
• Sehat jasmani dan rohani.
• Pakaian kering dan bersepatu dengan sol berbahan isolasi.
• Gunakan alat pengaman yang diperlukan sesuai spesifikasinya (missal: tegangan ijin,
daya hantar, dll).
• Perhatikan rambu-rambu peringatan yang ada.
Berada pada jarak yang aman

19
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Keselamatan Dalam Bekerja

Bekerja Pada Bebas Tegangan.


• Perhatikan perlengkapan bebas tegangan :
• Tempat kerja telah dinyatakan aman oleh Pengawas.
• Perlengkapan yang dikerjakan harus dibumikan.
• Bila ada sirkuit ganda :
• Pekerjaan dilakukan pada salah satu sirkuit.
• Masing-masing kawat harus dibumikan pada kedua ujungnya .
• Tempat yang berdekatan dengan yang dikerjakan
• Harus ada penanggungjawab / pengawas penuh pada sirkuit tersebut.
• Pekerjaan boleh dimulai bila semua persyaratan tersebut atas telah dipenuhi.

20
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)
Keselamatan Dalam Bekerja
Bekerja Pada Keadaan Bertegangan

• Memiliki ijin kerja dari yang berwenang sesuai kompetensinya.


• Minimum harus 2 (dua) orang ( 1 pengaawas, 1 pekerja).
• Pekerja dalam keadaan sadar, tidak mengantuk, tidak mabuk.
• Pekerja berdiri di tempat yang berisolasi.
• Pekerja menggunakan alat pengaman diri dan peralatan kerja utama yang diwajibkan.
• Semua peralatan harus telah diperiksa setiap kali mau dipakai sesuai petunjuk yang
diberikan.
• Cuaca harus baik, tidak mendung, tidak hujan.
• Dilarang menyentuh peralatan listrik bertegangan dengan telanjang.
• Dilarang bekerja dalam keadaan bertegangan di ruang dengan bahaya kebakaran, ruang
lembab, ruang sangat panas.

21
8/18/2019
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3)

Keselamatan Dalam Bekerja


Bekerja di dekat instalasi bertegangan :

• Harus tahu jarak minimum aman dari perlengkapan bertegangan


• Perlengkapan yang digunakan bebas dari kebocoran isolasi atau imbas yang
membahayakan, selain harus dibumikan.
• Tidak menggunakan peralatan yang panjang, tali dari logam, tangga yang diperkuat
dengan logam.
• Jika jarak tidak aman, harus menggunakan pengaman dari bahan isolasi.

22
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP)

23
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

Standard Operation Procedure (SOP)


Pengertian SOP

Adalah suatu bentuk ketentuan tertulis berisi prosedur / langkah kerja


atau komunikasi yang dipergunakan untuk melaksanakan suatu proses
kegiatan dengan hasil yang terukur,
Dalam bahasa Indonesia SOP disebut dengan Prosedur Tetap dan
disingkat Protap.

24
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

SOP dalam Pelaksanaan pekerjaan Jaringan Distribusi 20 KV dan peralatan


berikut petugasnya, terdiri dari :

 SOP Sistem Jaringan Distribusi


 SOP Komunikasi
 SOP Lokal Jaringan Distribusi.
SOP Konstruksi, Pemeliharaan dan Pengoperasian

25
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

KOMPONEN DALAM SOP

1. Pihak yang terkait


2. Perlengkapan Kerja
3. Prosedur Komunikasi
4. Prosedur Langkah-langkah Kerja

26
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

PIHAK YANG TERKAIT


Semua unsur / pihak / bagian / bidang yang harus terlibat /
dilibatkan dalam proses suatu kegiatan

Contoh :

Pengoperasian jaringan :
 Komisioning, Piket Pengatur Distribusi, Dispatcher, Operator

Pemeliharaan Jaringan :
 Piket Pengatur Distribusi, Bagian Operasi Distribusi, Logistik,
Teknisi

27
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

PERLENGKAPAN KERJA

Perlengkapan kerja untuk melaksanakan kegiatan harus dipenuhi spesifikasi dan


jumlahnya

Perlengkapan kerja :
• Perkakas kerja
• Alat bantu kerja
• Alat Ukur
• Alat Pelindung Diri ( APD ) atau Alat K3
• Berkas Instalasi / Alat yang akan dioperasikan
• Lembaran Format Pelaksanaan dan Pelaporan.

28
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

PROSEDUR KOMUNIKASI

Berisi tentang urutan berkomunikasi dengan pihak yang terkait dengan dari mulai
persiapan kegiatan. saat kegiatan sampai dengan pelaporan kegiatan pekerjaan.

Peralatan berkomunikasi :
- Handy-talky ( HT )
- Radio Transceiver
- Power Line Carrier Telephone (PLCT)
- Fiber Optik
- Telephone Umum (PT Telkom).

29
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

PROSEDUR LANGKAH-LANGKAH KERJA

Berisi tentang urutan dalam melaksanakan pekerjaan mulai dari persiapan pekerjaan,
pelaksanaan pekerjaan, pemeriksaan pekerjaan sampai pelaporan pekerjaan
Penyimpangan terhadap langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan kegagalan

30
8/18/2019
Standard Operation Procedure (SOP)

PT. PLN ( PERSERO ) SOP Kode Unit :


UDIKLAT PANDAAN

JENIS PEKERJAAN DIS.HAR.019(2).A

Halaman 1/7

PETUGAS :

KOORDINASI : WAKTU YANG DIBUTUHKAN

PERALATAN KERJA PERALATAN UKUR

PERALATAN K-3 MATERIAL / ALAT BANTU

PROSEDUR KERJA

LANGKAH KERJA

Diagram Satu Garis

LAPORAN PEKERJAAN

31
8/18/2019
Terima Kasih