Anda di halaman 1dari 53

SHEAR WALL

ELEMEN STRUKTUR DINDING GESER


KATEGORI DINDING GESER BERDASARKAN GEOMETRINYA :

Flexural wall (dinding langsing), yaitu dinding geser


yang memiliki rasio hw/lw ≥ 2, dimana desain dikontrol
oleh perilaku lentur. Disipasi  mekanisme lentur
di dasar dinding

Squat wall (dinding pendek), yaitu dinding geser yang


memiliki rasio hw/lw ≤ 2, dimana desain dikontrol oleh
perilaku geser.

Coupled shear wall (dinding berangkai), dimana momen guling


yang terjadi akibat beban gempa ditahan oleh sepasang dinding,
yang dihubungkan oleh balok-balok perangkai, sebagai gaya-gaya
tarik dan tekan yang bekerja pada masing-masing dasar pasangan
dinding tersebut. Desain dikontrol melalui penerapan konsep
strong pier weak spandrel (balok perangkai).
Konsep Perencanaan Dinding Geser
Berdasarkan SNI 2847-2013

SNI 2847-2013

Flexural Wall Squat Wall

Desain Berdasarkan Desain Berdasarkan Desain Konsep


Gaya Dalam (Ps. 21.9.3) Gaya Dalam Kapasitas

Faktor reduksi geser 0,6


(Ps. 9.3.3a)

Persyaratan Detailing SNI 2847-2013  Berlandaskan pada konsep Life Safety


Konsep Perencanaan Dinding Geser
Berdasarkan SNI 2847-2013
dinding geser didesain berdasarkan gaya
Konsep Gaya Dalam dalam Vu dan Mu yang terjadi akibat
kombinasi beban gempa
( mengacu pada SNI 2847-2013
dan ACI 318-11)

Kuat geser nominal Vn dinding struktural harus memenuhi :

Vn  Acv  c  fc  t . f y
'

Acv = luas penampang total dinding struktural.
αc = 0,25 untuk hw/lw ≤ 1.5 ;
= 0,17 untuk hw/lw ≥ 2
ρt = rasio penulangan arah horizontal
(transversal)
Bila hw/lw ≤ 2, ρl tidak boleh kurang dari ρt
Konsep Perencanaan Dinding Geser
Berdasarkan SNI 2847-2013

Kenapa Konsep Gaya Dalam Bisa Diterima?

Pengaruh adanya tegangan aksial yang menghasilkan nilai kuat geser


bekerja pada dinding geser tidak yang bersifat konservatif
diperhitungkan
Memberikan kekuatan yang pada
Rasio Tulangan minimum horisontal umumnya melampaui kebutuhan
dan vertikal sebesar 0.0025 gaya geser yang terjadi

Beton dan tulangan longitudinal dalam Kuat lebih (overstrength) desain


lebar efektif flens, komponen batas, lentur dinding struktural yang
dan badan dinding harus dianggap dirancang diharuskan dijaga
efektif menahan lentur. serendah mungkin

Faktor reduksi geser (0,75) versus faktor Menghasilkan kuat lentur yang
reduksi lentur (0,9) lebih rendah daripada kuat geser
KONSEP PERENCANAAN DINDING GESER DAKTAIL

Lebar efektif sayap dinding (Ps. 21.9.5.2):

ℓf

ℓf ≤ ½ jarak dinding yang bersebelahan


ℓf ≤ ¼ tinggi dinding diatas penampang yang
ditinjau
Penulangan
Dinding Geser
Rasio Tulangan Longitudinal pada Elemen Batas
MEKANISME KERUNTUHAN DINDING GESER

Perilaku batas yang terjadi pada dinding geser dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Flexural behavior Mekanisme kelelehan pada tulangan yang menahan


lentur. Keruntuhan jenis ini pada umumnya bersifat
daktil.

Flexural-shear behavior Kelelehan yang terjadi pada tulangan yang


menahan lentur diikuti dengan kegagalan geser.

Shear behavior Dinding runtuh akibat geser tanpa adanya


kelelehan pada tulangan yang menahan lentur
( Dapat bersifat brittle atau daktail )
Sliding shear behavior Terjadi akibat adanya flexural cracks yang
terbuka lebar di dasar dinding. Keruntuhan
jenis ini sifatnya getas dan menghasilkan
perilaku disipasi yang jelek.
POLA KERUNTUHAN DINDING GESER

Keruntuhan yang tidak diinginkan akibat tidak dipenuhinya


persyaratan desain :

Tarik Diagonal

Sliding
POLA KERUNTUHAN DINDING GESER

menyediakan kontinuitas vertikal pada


Dinding geser sebagai sistem lateral struktur gedung
elemen penahan gaya lateral
memiliki keuntungan utama pada umumnya memiliki performance yang
cukup baik pada saat gempa

Beberapa kerusakan yang terjadi akibat gempa pada umumnya berupa cracking, yang terjadi
pada dasar dinding dan juga pada bagian coupling beam, khususnya untuk sistem dinding
berangkai.
Keruntuhan squat wall akibat tarik diagonal setelah beban
siklik bolak-balik.
SHEAR WALL FRAME INTERACTION
SQUAT SHEAR WALL
DAERAH SENDI
PLASTIS
BOUNDARY
ELEMENT
BOUNDARY
ELEMENT
BOUNDARY
ELEMENT
Sistem Dinding Berangkai
Sistem Dinding Berangkai
Sistem Dinding Berangkai

Mtotal = M1 + M2 + P x
E.Q. Jika P x  2/3Mtotal
Dinding Berangkai

Jika P x < 2/3Mtotal


Dinding Berangkai
Partial
M1 M2
P x P
Permasalahan pada Balok Perangkai

Sumber: Paulay, 1972

Sunday, August 18, 2019 26


BALOK PERANGKAI
(1) Balok perangkai dengan perbandingan  n /d < 4 diperkenankan untuk ditulangi dengan
kelompok tulangan yang disusun secara diagonal dalam dua arah berlawanan secara
simetris. Lihat Gambar 64 dan 65.

Avd = luas total tulangan


dalam kelompok tulangan
diagonal

A
Tampak Samping Potongan A-A

Gambar 64 Balok perangkai dengan kelompok tulangan yang


disusun secara diagonal
BALOK PERANGKAI
Aturan Detailing Tambahan
Aturan Detailing Tambahan
Persyaratan Tulangan Diagonal
• Setiap unit tul diagonal harus tda min. empat
tulangan yang disusun dalam suatu inti.
• Sisi inti tsb berukuran min. bw/2 dalam arah tegak
lurus bidang balok dan bw/5 dalam arah
ortogonalnya
• Gaya geser nominal yang dihasilkan tulangan
diagonal tersebut dapat dihitung sbb:

Sunday, August 18, 2019 35


Persyaratan Tulangan Balok Perangkai
• Tulangan diagonal harus dikekang sesuai persyaratan untuk
kolom SRPMK.
• Untuk keperluan perhitungan tul pengekang, Ag dapat
dihitung dengan menggunakan ketentuan ketebalan
selimut minimum (SNI Pasal 7.7) di keempat sisi setiap
kelompok tulangan diagonal.
• Setiap kelompok tulangan diagonal harus disalurkan
sebagai tulangan tarik ke dalam dinding struktural.
• Setiap kelompok tulangan diagonal harus diperhitungkan
dalam menentukan kuat lentur nominal balok perangkai.
• Tulangan dalam arah longitudinal dan transversal balok
perangkai harus dipasang dengan memenuhi ketentuan
minimum sesuai SNI Pasal 11.7.

Sunday, August 18, 2019 36


Wall spandrel
Ketentuan Umum Balok Perangkai

Ketentuan umum balok perangkai


Menurut SNI 2847-2013 Pasal 21.9
1. Balok perangkai dengan perbandingan ln/h ≥ 4 harus
memenuhi ketentuan perencanaan untuk balok SRPMK,
kecuali,
― perbandingan bw terhadap h tidak perlu < 0,3, dan
― bw tidak harus > 250 mm,
bila dapat dibuktikan melalui analisis, stabilitas lateral
balok perangkai mencukupi.

37
Wall spandrel
Ketentuan Umum Balok Perangkai

2. Balok perangkai dengan perbandingan ln/h < 4 boleh


ditulangi dengan kelompok tulangan yang disusun secara
diagonal dalam 2 arah berlawanan secara simetris

3. Bila:
 perbandingan ln/h < 2, dan

1
Vu melebihi Acp
 f c ' ketentuan (2) di atas harus
dipenuhi, 3

kecuali bila dapat dibuktikan melalui analisis:


a. lepasnya balok tersebut tidak akan mengganggu integritas
komponen struktural (maupun non struktural) dan sambungannya
terhadap struktur utama.
b. reduksi kekakuan dan kekuatan balok tidak akan terlalu
mempengaruhi tahanan gravitasi struktur secara keseluruhan.

Sunday, August 18, 2019 38


Desain Wall spandrel
3. Komponen Vertikal dan Horizontal C dan T
ln
cos  
ln 2   h  2 d ' 
2

h  2d '
sin  
ln 2   h  2 d ' 
2

d’
Tu

 d’
Cu

ln
Sunday, August 18, 2019 39
Persyaratan Tulangan Diagonal
Baja Tulangan Diagonal
4. Kebutuhan Tulangan Diagonal untuk Geser

Bila semua geser yang terbentuk pada balok didesain untuk


dipikul sepenuhnya oleh tulangan diagonal, maka:

2Avd f y sin   Vu
Vu
Avd 
2 f y sin 

=0,75

Sunday, August 18, 2019 41


Baja Tulangan Diagonal
4. Kebutuhan Tulangan Diagonal untuk Lentur

Bila semua momen yang terbentuk pada balok didesain


untuk dipikul sepenuhnya oleh tulangan diagonal, maka:

Avd f y cos   h  2d '  M u


Mu
Avd 
 f y cos   h  2d '

=0,9
Kebutuhan tulangan diagonal di atas dibandingkan dengan
kebutuhan berdasarkan gaya geser. Ambil yang terbesar.

Sunday, August 18, 2019 42


Diagonal Reinforcement
Penulangan Diagonal

Penentuan dimensi inti tulangan diagonal harus


menyesuaikan dengan desain tulangan shearwall,
terutama di daerah special boundary element, karena di
daerah ini tulangan biasanya dipasang lebih rapat.

Sunday, August 18, 2019 43


Diagonal Confinement
6. Tulangan Transversal u Penulangan Diagonal

5. SNI 2847-2013 Pasal 21.9.7.4c mengharuskan persyaratan


tul trasversal SRPMK pada Pasal 21.6.4 dipenuhi untuk
desain tulangan transversal pada inti tulangan diagonal,
yaitu:

SNI Pasal 21.6.4:


Total luas penampang hoop tidak kurang dari salah satu
yang terbesar antara

 shc f c '  Ag  0,09shc f c '


Ash  0,3   1  dan Ash 
 f  A f yh
 yh  ch 

Sunday, August 18, 2019 44


Contoh Detailing Tulangan Diagonal
2 D22

5 D25
Tulangan vertikal
balok kopel
D13 @500

Tulangan horizontal
balok kopel
D13 @300
Crossties
D13 @100

Closed hoop
D13 @100

213 mm 311 mm Zone Persilangan


Sunday, August 18, 2019 45
Aturan Detailing Tambahan
Aturan Detailing Tambahan
FOTO PELAKSANAAN
MAXIMUM Vn DINDING GESER
PIER /PILAR DINDING
PIER /PILAR DINDING
PIER /PILAR DINDING
DETAIL PILE CAP