Anda di halaman 1dari 13

KONTUSIO PARU

• Kontusio paru adalah memarnya jaringan


paru-paru yang umumnya disebabkan oleh
trauma tumpul pada toraks.
etiologi
• Kecelakaan lalu lintas
• Trauma tumpul dengan fraktur Iga yg multipel
• Cedera ledakan atau gelombang kejut yang
terkait dengan trauma penetrasi.
• Flail chest
• Dapat pula terjadi pada trauma tajam dg
mekanisme perdarahan dan edema parenkim
• Luka tembak
Patofisiologi
• Pendarahan dan edema
• Konsolidasi dan kolaps
• Ventilation and perfusion missmatch
• Kontusio paru dapat terjadi tanpa adanya
fraktur pada tulang rusuk atau flail chest, hal
ini dapat terjadi pada pasien muda.
• Anak-anak memiliki dinding dada yang lebih
fleksibel dibandingkan orang dewasa sehingga
dapat menahan tekanan dari luar. Hal ini
dapat menyebabkan terjadinya kontusio paru
tanpa ada fraktur iga
Gejala dan Tanda
• Pasien biasanya datang dengan tanda tanda
respiratory distress termasuk dispneu, PaO2 <
60, penurunan suara nafas pada aukultasi
yang akan diikuti wheezing pada 24 jam
selanjutnya.
• Pasien bisa datang dengan nyeri dada, sakit
saat menarik nafas, atau lecet dibagian dada
atau tulang belakang, riwayat trauma dada,
dan hemoptisis (>50% kasus)
Foto thoraks akan
membantu untuk
menanpilkan gambaran
tulang yang patah, bagian
paru yang mengalami injury
akan memberikan gambaran
konsolidasi dan ilfitrat
Tatalaksana
• 3 prinsip tatalaksana adalah stabilisasi keadaan
pasien, oksigenasi dan pulmonary mekanik yang
adekuat.
• Pasien tidak membutuhkan intubasi atau
ventilator mekanik apa bila PaO2 > 60%, RR < 24
• Analgetik juga dapat diberikan untuk mengurangi
rasa nyeri pasien untuk menghindari potensi
depresi nafas dapat diberikan anastesi lokal
seperti blok intercosta dan intrapleural
transkutan
Indikasi untuk managemen jalan nafas
invasif
• Indikasi mutlak
1. obstruksi
2. Apneu
3. Hipoksia
4. Perluasan hematoma leher
• Indikasi relatif kuat
1. koma, peningkatan tekanan intrakranial
2. kompromi ventilasi
3. pendarahan retroperitoneal masif
4. pasien dengan cidera mengancam jiwa
• Indikasi relatif
1. trauma maksilopati berat
2. memar paru luas