Anda di halaman 1dari 7

Tracheobronchial Injury

Trauma pada trakea atau bronkus utama >> jarang,


tapi bisa berpotensi fatal dan mengancam jiwa

mortality 10%

et : - tumpul (blunt)
{terjadi pada jarak 1inc/2,54 cm dari carina}
- tembus (penetrating)
{esophageal, carotid artery, and jugular vein
trauma} >> immediate surgical repair
symtoms :
- hemoptysis
- emfisema subkutan
- tension pneumothorax
- pergesaran mediastinal

kasus trakeobronkial penetrasi trauma :


- (3/4 trakea servikal)
- (1/4 toraks bronkus )
Trauma trakea >> sangat merusak dan sering disebabkan oleh
cedera deselerasi cepat yang parah atau gaya tekan

Cedera trakea dengan servikal >> obstruksi saluran napas bagian


atas, gangguan oksigenasi, dan sianosis.
Gejala : rasa sakit lokal, disfagia, hemoptisis, emfisema subkutan,
dan batuk

Trauma bronkial sering terjadi dengan gejala :


- hemoptisis
- emfisema subkutan
- tension pneumothorax dengan mediastinum bergeser
Tracheobronchial Injury
rongga pleura,
Tracheobronchial injury mediastintim, dan /
atau paru-paru
parenkim

tanda-tanda ruptur
mediastinum : lesi intrapleural ->
pneumomediastinum kebocoran udara yang
dan emfisema subkutan cukup besar
Diagnosis :
- definitive diagnosis is made with bronchoscopy
- CXR -> secondary findings
{ pneumothoraks, hematoma
mediastinum, empisema
subkutan/mediastinum, fracture of ipsi
lateral ribs I - V }
Management
- endotracheal intubation >> pemasangan pipa
endotrakea diluar cedera untuk kemungkinan
ventilasi dan mencegah aspirasi darah
- surgical repair (thoracotomy)