Anda di halaman 1dari 16

KERAJAAN

SRIWIJAYA
Alfira Yuanita
Annisa Salsabila
Farah Fakhira
Khairunnisa Firyal
Sintia Aris T
- X SCIENCE 4 -
PEMBUKAAN :
Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang
pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi
pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan
membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung
Malaya, Sumatera, Jawa, dan pesisir Kalimantan.
Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" atau
"gemilang", dan wijaya berarti "kemenangan" atau
"kejayaan", maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan
yang gilang-gemilang".
SEJARAH BERDIRINYA KERAJAAN
SRIWIJAYA
Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7;
seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi
Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Selanjutnya prasasti
yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu
prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran
pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut
dikarenakan beberapa peperangan di antaranya serangan dari raja
Dharmawangsa Teguh dari Jawa pada tahun 990, dan tahun 1025
serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183
kekuasaan Sriwijaya di bawah kendali kerajaan Dharmasraya.
SEJARAH BERDIRINYA KERAJAAN
SRIWIJAYA
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Buddha yang berdiri di
Sumatera pada abad ke-7. Pendirinya adalah Dapunta Hyang.
Kerajaan ini pernah menjadi kerajaan terbesar di Nusantara, bahkan
mendapat sebutan Kerajaan Nasional I sebab pengaruh kekuasaannya
mencakup hampir seluruh Nusantara dan negara-negara di
sekitarnya.

Letaknya sangat strategis. Wilayahnya meliputi tepian Sungai Musi di


Sumatera Selatan sampai ke Selat Malaka (merupakan jalur
perdagangan India – Cina pada saat itu), Selat Sunda, Selat Bangka,
Jambi, dan Semenanjung Malaka.
SUMBER SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA
1 . Berita dari China
Dalam perjalanannya untuk menimba ilmu agama Buddha di India, I-
Tsing pendeta dari Cina, singgah di Shi-li-fo-shih (Sriwijaya) selama
enam bulan dan mempelajari paramasastra atau tata bahasa
Sanskerta. Kemudian, bersama guru Buddhis, Sakyakirti, ia menyalin
kitab Hastadandasastra ke dalam bahasa Cina. Kesimpulan I-Tsing
mengenai Sriwijaya adalah negara ini telah maju dalam bidang agama
Buddha.
SUMBER SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA
2. Berita dari Arab
Berita Arab menyebutkan adanya negara Zabag (Sriwijaya). Ibu
Hordadheh mengatakan bahwa Raja Zabag banyak menghasilkan
emas. Setiap tahunnya emas yang dihasilkan seberat 206 kg. Berita
lain disebutkan oleh Alberuni. Ia mengatakan bahwa Zabag lebih
dekat dengan Cina daripada India. Negara ini terletak di daerah yang
disebut Swarnadwipa (Pulau Emas) karena banyak menghasilkan
emas.
SUMBER SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA
3. Berita dari India
Prasasti Leiden Besar yang ditemukan oleh raja-raja dari dinasti Cola
menyebutkan adanya pemberian tanah Anaimangalam kepada biara
di Nagipatma. Biara tersebut dibuat oleh Marawijayattunggawarman,
keturunan keluarga Syailendra yang berkuasa di Sriwijaya dan Kataka.

Prasasti Nalanda menyebutkan bahwa Raja Dewa Paladewa dari


Nalanda, India, telah membebaskan lima buah desa dari pajak.
Sebagai imbalannya, kelima desa itu wajib membiayai para
mahasiswa dari Kerajaan Sriwijaya yang menuntut ilmu di Kerajaan
Nalanda.
SUMBER SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA
4. Berita dari Dalam Negeri
Disimpulkan sebagai ;
Pertama, pendiri Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri
Jayanegara yang berkedudukan di Minangatwan. Kedua, Raja
Dapunta Hyang berusaha memperluas wilayah kekuasaannya dengan
menaklukkan wilayah di sekitar Jambi. Ketiga, Sriwijaya semula tidak
berada di sekitar Pelembang, melainkan di Minangatwan, yaitu
daerah pertemuan antara Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar
Kiri. Setelah berhasil menaklukkan Palembang, barulah pusat
kerajaan dipindah dari Minangatwan ke Palembang.
MASA KEJAYAAN
Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada masa
pemerintahan Balaputradewa. Ia mengadakan hubungan dengan raja
Dewapaladewa dari India. Dalam prasasti Nalanda yang berasal dari
sekitar tahun 860 M disebutkan bahwa Balaputradewa mengajukan
permintaan kepada raja Dewapaladewa dari Benggala untuk
mendirikan biara bagi para mahasiswa dan pendeta Sriwijaya yang
belajar di Nalanda. Balaputradewa adalah putra Samaratungga dari
Dinasti Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah tahun 812 – 824
M.
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN SRIWIJAYA
Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan besar dan masyhur. Selain mendapat
julukan sebagai Kerajaan Nasional I, Sriwijaya juga mendapat julukan
Kerajaan Maritim disebabkan armada lautnya yang kuat. Raja-rajanya yang
terkenal adalah Dapunta Hyang (pendiri Sriwijaya) Balaputradewa, dan
Sanggrama Wijayatunggawarman. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit
diketahui bahwa Raja Dapunta Hyang berhasil memperluas wilayah
Kerajaan Sriwijaya dari Minangatwan sampai Jambi.

Pemerintahan Raja Balaputradewa berhasil mengantarkan Sriwijaya


menjadi kerajaan yang besar dan mencapai masa kejayaan. Balaputradewa
adalah putra Raja Syailendra, Samaratungga, yang karena dimusuhi
saudarinya, Pramodhawardhani (istri Raja Pikatan dari wangsa Sanjaya),
terpaksa melarikan diri ke Sriwijaya. Saat itu, Sriwijaya diperintah oleh Raja
Dharmasetu, kakek dari ibunda Balaputradewa.
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN
SRIWIJAYA
Letak Sriwijaya sangat strategis, yakni di tengah jalur perdagangan
India - Cina, dekat Selat Malaka yang merupakan urat nadi
perhubungan daerah-daerah di Asia Tenggara. Menurut Coedes,
setelah Kerajaan Funan runtuh, Sriwijaya berusaha menguasai
wilayahnya agar dapat memperluas kawasan perdagangannya.

Untuk mengawasi kelancaran perdagangan dan pelayarannya,


Sriwijaya menguasai daerah Semenanjung Malaya, tepatnya di
daerah Ligor. Adanya hubungan perdagangan dengan Benggala dan
Colamandala di India, lalu lintas perdagangan Sriwijaya makin ramai.
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA

Sriwijaya merupakan salah satu pusat agama Budha yang penting


pada saat itu. Sampai awal abad ke-11 M, Kerajaan Sriwijaya masih
merupakan pusat studi agama Buddha Mahayana. Dalam relasinya
dengan India, raja-raja Sriwijaya membangun bangunan suci agama
Budha di India. Fakta ini tercantum dalam dua buah prasasti, yaitu
prasasti Raja Dewapaladewa dari Nalanda, yang diperkirakan berasal
dari abad ke-9 M; dan prasasti Raja Rajaraja I yang berangka tahun
1044 M dan 1046 M.
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA

Berkaitan dengan komoditas yang diperdagangkan, berita Arab dari


Ibn al-Fakih (902 M), Abu Zayd (916 M) dan Mas‘udi (955 M)
menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu cengkeh, pala, kapulaga,
lada, pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus, gading, timah,
emas, perak, kayu hitam, kayu sapan, rempah-rempah, dan penyu.
Barang-barang ini dibeli oleh pedagang asing, atau dibarter dengan
porselen, kain katun dan kain sutera.
KEMUNDURAN KERAJAAN SRIWIJAYA
1) Faktor geologis, yaitu adanya pelumpuran Sungai Musi sehingga
para pedagang tidak singgah lagi di Sriwijaya.
2) Faktor politis, yaitu jatuhnya Tanah Genting Kra ke tangan Siam
membuat pertahanan Sriwijaya di sisi utara melemah dan
perdagangan mengalami kemunduran. Di sisi timur, kerajaan ini
terdesak oleh Kerajaan Singasari yang dipimpin Kertanegara. Akibat
dari serangan ini, Melayu, Kalimantan, dan Pahang lepas dari tangan
Sriwijaya. Desakan lain datang dari Kerajaan Colamandala dan
Sriwijaya akhirnya benar-benar hancur karena diserang Majapahit.
3) Faktor ekonomi, yaitu menurunnya pendapatan Sriwijaya akibat
lepasnya daerah-daerah strategis untuk perdagangan ke tangan
kerajaan-kerajaan lain.
DAFTAR PUSTAKA ;
http://www.cpuik.com/2013/07/sejarah-kerajaan-sriwijaya.html
http://kerajaan-singasari.blogspot.com/2013/10/sumber-sejarah-
berdirinya-kerajaan.html
http://sejarah-bangsa-kita.blogspot.com/2009/12/puncak-kejayaan-
sriwijaya.html
http://budaya-1990.blogspot.com/2012/01/kehidupan-sosial-dan-
budaya-kerajaan.html
SEKIAN DARI KELOMPOK
KAMI

Wassalamuallaikum wr. wb.