Anda di halaman 1dari 39

Laporan Kasus

GINEKOMASTIA

Oleh :
Iskandar, S.Ked
Balina E, S.Ked
E. Electa IRT, S.Kes

Pembimbing:
dr. Budianto. Sp.B (K) ONK

BAGIAN/SMF ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
RSUD ULIN BANJARMASIN

Oktober, 2010
PENDAHULUAN
• Ginekomastia  The term comes
from the Greek gynaik meaning
"woman" and mastos meaning
"breast"
• Definisi  pertumbuhan abnormal
pada payudara pria yamg merupakan
hasil dari ploriferasi dari kelenjar-
kelenjar payudara
PENDAHULUAN
Ginekomastia

dipicu oleh penurunan kadar hormon


testosteron dibanding estrogen

60 % dari seluruh kelainan pada dada laki-laki

bisa menyerang seseorang pada semua usia, tetapi


biasanya 40 % dari kasus yang ada terdapat pada
anak antara usia 14 – 15,5 tahun

Prevalensi penyakit ini terus naik hingga 60 %


pada akhir tahun 1970-an
Berikut dilaporkan sebuah kasus
seorang laki-laki, umur 20 tahun
dengan diagnosis Ginekomastia yang
dirawat di bangsal Bedah Umum
RSUD Ulin Banjarmasin.
LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama : Tn. Syarifudin
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Gang Sambi RT.II Batulicin
Anamnesis
• Benjolan pada payudara kanan
KU :

• Sekitar 3 bulan sebelum masuk RS pasien mengeluhkan


ada benjolan pada payudara kanannya. Pasien tidak
menyadari adanya benjolan tersebut. Awalnya pasien
merasakan sakit-sakit pada payudara kanannya yang
Riwayat terkadang bisa menjalar ke payudara kiri. Sakit yang
dirasakan hilang timbul. Lama kelamaan terdapat
Penyakit perbedaan ukuran antara payudara kanan dan kiri dimana
Sekarang: payudara kanan lebih besar. Os menyangkal bahwa
pernah mengalami benturan di daerah sekitar payudara.
Tidak ada demam sebelumya, nafsu makan os biasa saja.
Anamnesis

Riwayat Riwayat Ht Riwayat Riwayat


Penyakit (-), DM (-), penyakit konsumsi
Dahulu : Asma(-) yang sama (-) alkohol (-)

Riwayat
Penyakit
Penyakit yang sama (-)
HT (-)DM (-) Asma (-)
Keluarga.
Pemeriksaan Fisik
• KU : Tampak sakit ringan
• Kesadaran : Komposmentis
• Kulit :Tampak lembab
• Tanda vital
Pemeriksaan
Umum •

TD
N
: 120/80 mmHg
: 82 x/menit
• RR : 20 x/menit
• T : 36,0 oC
Pemeriksaan Fisik
Mata DBN

Telinga DBN

Pemeriksaan Pernapasan cuping


Hidung
Kepala / Leher hidung (-)

Mulut Sianotik (-)

Pe  tekanan vena
Leher jugularis (-),
Pe > KGB (-)
Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Paru
– I : gerak napas simetris
– P : fr. raba simetris
– P : sonor / sonor
– A : sn. vesikuler , ronkhi (-/-) wh(-/-)
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Jantung

I •: iktus (+), pulsasi jantung (-)

•: iktus (+) ICS V linea midclavicula,


P pulsasi jantung (+), suara yang teraba (-),
getaran / thrill (-)

•: batas kanan ICS IV linea parasternalis,


P batas kiri ICS IV – V linea midclavicula

A •: S1 dan S2 tunggal, reguler, bising (-)


Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Abdomen

• I : tampak datar
• P: supel, tonus otot tidak menurun, turgor
cepat kembali, tidak ada nyeri tekan,
hepar – lien – massa tidak teraba
• P: timpani, tidak nyeri ketuk
• A: bising usus (+) normal
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Pemeriksaan
Ekstremitas Tulang Belakang
Akral hangat,
DBN
Edema (-) dan parese
(-),
Refleks fisiologis (+)
normal,
Nyeri (-)
Refleks patologis (-)
STATUS LOKALIS
• Inspeksi : Benjolan pada payudara kanan, tidak
tampak kemerahan, retraksi kulit (-), permukaan
licin dan rata.
• Palpasi : Benjolan sebesar telur ayam pada
payudara kanan, konsistensi kenyal, batas tegas,
tidak terasa hangat pada perabaan, nyeri tekan (-),
tidak ditemukan pembesaran kelenjar axilla kanan
atau kiri..
• Perkusi : Dalam batas normal
• Auskultasi : Dalam batas normal
Gambar Payudara kanan Gambar Payudara kiri

Gambar Payudara kanan dan kiri


Pemeriksaan Laboratorium Darah (3 Agustus 2010)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Hematologi
Hemoglobin 16,2 12.0 – 16.0 g/dl
Leukosit 9,2 4.0 – 10.5 Ribu/ul
Eritrosit 5,52 3.90 – 5.50 Juta/ul
Hematokrit 46 35 – 45 Vol%
Tombosit 317 150 – 450 Ribu/ul
RDW-CV 13,3 11.5 – 14.7 %
MCV 82,4 80.0 – 97.0 Fl
MCH 29,3 27.0 – 32.0 Pg
MCHC 35,6 32.0 – 38.0 %
Neutrofil % 60,8 50.0 – 70.0 %
Limfosit % 26,4 25.0 – 40.0 %
MID % 4,1 4,00 – 11.0 %
Neutrofil # 0,39 2,50 – 7,00 Ribu/ul
Limfosit # 2,43 1,25 – 4,00 Ribu/ul
MID # 1,20 - Ribu/ul
PROTROMBIN TIME
Hasil PT 12,4 11,5 – 15,5 detik
APTT
Hasil APTT 34,9 26,0 – 37,0 detik
Diagnosis
Ginekomastia Dexter

Terapi
 Pro Mastektomi
Tgl KU Obyektif Assesment Penatalaksanaan

N : 90 x/menit
8-08-2010 Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
RR : 20 x/menit

N : 88 x/menit
9-08-2010 Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
RR : 20 x/menit

10-08- N : 84 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 18 x/menit

11-08- N : 88 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

12-08- N : 80 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

13-08- N : 88 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 24 x/menit

14-08- N : 88 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 22 x/menit

15-08- N : 80 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit
16-08- N : 82 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

17-08- N : 86 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

18-08- N : 85 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

19-08- N : 86 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit

20-08- N : 90 x/menit
Baik Gynecomasti Pro Mastektomi
2010 RR : 20 x/menit
Ginekomastia
• Ginekomastia merupakan
pertumbuhan abnormal yang
bersifat jinak pada payudara
pria yang merupakan hasil dari
proliferasi komponen kelenjar
payudara.
Etiologi
• Ginekomastia dipicu oleh
ketidakseimbangan hormon stimulan
pertumbuhan mammae. Hormon
stimulans pertumbuhan mamae yang
dominan adalah estrogen, sedangkan
androgen mempunyai efek inhibisi
yang lemah
Ginekomastia
Pembahasan

infeksi

Malnutrisi trauma

Faktor yang
mempengaruhi
Kelainan
organ
keseimbangan Pemakaian
reproduksi
pria
hormon obat-obatan

Gagal ginjal
hipertiroid
kronik
Klasifikasi Pembahasan

Fisiologis Patologis Idiopatik


Defisiensi
Pada neonatus
testosteron

Peningkatan
Pada Pubertas produksi
estrogen

Pada usia
Obat-obatan
lanjut
Patofisiologi

Ketidakseimbangan
androgen dan estrogen

Konsentrasi androgen
menurun

Peningkatan sekresi
estrogen
Patofisiologi

Perpanjangan
duktal

Peningkatan Proliferasi
Hiperplasia
epitel sekresi fibroblast
estrogen periduktal

Peningkatan
vaskularisasi
Manifestasi Klinis

1. Manifestasi klinis pada seluruh kasus dan


pada semua usia ditandai dengan adanya
pembesaran payudara abnormal.
Parameter Ginekomastia pubertas Ginekomastia patologis
onset Usia 10-18 tahun Sebelum usia 10 tahun
Obat penyebab Tidak ada Riwayat positif
Riwayat keluarga Ginekomastia transien Ginekomastia permanen
Penyakit kronis (-) Hati, ginjal, fibrosis kistik,
hipertiroid, kolitis ulseratif, trauma
dinding dada

Penyakit genital (-) Orkitis, trauma testis,


kriptorkismus, hipospadia

Awitan pubertas Normal dan sebelum terjadi Prekoks atau setelah terjadi
ginekomastia ginekomastia
Pemeriksaan fisis Gizi baik, testis membesar, pubertas Kurang gizi, goiter, testis kecil
stadium II-IV atau asimetris,

under masculinized

mamae Pusat cakram di bawah papila Keras, asimetris tidak di bawah


papila, limfadenopati regional
Laboratorium
• Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan sesuai dengan
gambaran klinis
• Uji faal ginjal, hati, dan tiroid diin
• Anak laki-laki dengan tanda hipogonadisme, pubertas
prekoks, atau makroginekomasti harus ditentukan kadar LH,
FSH, estradiol, testosteron, dehidroepiandrosteron sulfat
(DHAS), dan HCG darah dikasikan pada penyakit kronik
Radiologis
• USG
• MRI
• Mammografi
Penatalaksanaan
• Pada 90% kasus ginekomastia
pubertas regresi spontan terjadi
dalam 3 tahun dan dalam 6 bulan
dengan terapi medis.
• Pada ginekomastia pubertas biasanya
hanya memerlukan penentraman hati
dan dukungan psikososial.
Penatalaksanaan

Medis Bedah

naloksifen, klomifen
testosteron atau
sitrat, tamoksifen,
dihidrotestosteron
testolakton, danazol
Penutup
• Telah dilaporkan seorang penderita laki-
laki umur 20 tahun yang datang ke RSUD
Ulin dengan keluhan benjolan pada
payudara kanan dan setelah dilakukan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang ditegakkan
diagnosis yaitu ginekomastia dexter.
Penderita akan direncakan operasi
mastektomi.