Anda di halaman 1dari 22

ETIKA PENELITIAN

Kompetensi:
Mahasiswa akan dapat menjelaskan:
• Definisi etika
• Perkembangan etika
• Etika penyusunan proposal penelitian
• Aspek dalam etika penelitian
• Hak subyek manusia
• Hak partisipan lain
• Informed consent
Pendahuluan

Brockopp dan Hastings-Tolsma (2000)


Sejarah etika penelitian
Percobaan tidak berperikemanusiaan oleh pada dr NAZI
pada tahun 1960an kepada tahanan perang dunia 2
• Tahun 1964, World medical association mengeluarkan
aturan penelitian pada manusia (Deklarasi Helsinki 1)

Panduan bagi dokter dalam penelitian klinis,


baik terapeutik maupun non terapeutik

Informed concent tidak diwajibkan untuk


kondisi:
a. Subyek tidak mampu memberi persetujuan
(bayi, anak, pasien yang tidak sadar
b. Penelitian menggunakan rekam medis
c. bahan penelitian menggunakan jaringan
yang telah diawetkan, dan tidak bisa dilacak
• Tahun 1975 di Tokyo, World Health Assembly (WHA)
merevisi Deklarasi Helsinki I menjadi Deklarasi Helsinki II
• Revisi terus dilakukan pada pertemuan di Venesia (1983),
Hongkong (1985) sampai pertemuan WHA tahun 2000 di
Edinburg

Penelitian pada manusia harus ditinjau terlebih dahulu oleh panitia


melalui proses ethical clearence (consideration, comments and
guidance)
Penggunaan etika penelitian dalam
keperawatan

Berdasarkan pada:
• Nuremberg Code
• Deklarasi Helsinki
• ANA Human Right Guidelines for Nurses in Clinical &
Other Research
ANA Human Right Guidelines for Nurses in
Clinical & Other Research

• Hak manusia sebagai penerima layanan kesehatan


• Hak-hak orang yang terlibat dalam riset dengan arena
pelayanan kesehatan
• Tanggung jawab perawat dalam memberikan pelayanan,
dimana riset melanggar pelayanan kesehatan.
Spesifikasi aktivitas riset
Rasio risiko-manfaat
Anonimitas dan kerahasiaan
Keamanan terhadap kekerasan
Kebebasan
Partisipasi dengan sukarela

Privasi dan martabat Hak individu Bebas dari cidera

Informed concent

Komite penelaah

ANA, 1985 dalam Brockopp dan Hastings-Tolsma (2000)


Landasan hukum di Indonesia
• PANCASILA = azaz perikemanusiaan
• UU tentang Kesehatan No. 23/1992
• PP No. 39 / 1995
Perlindungan hak-hak manusia sebagai subyek penelitian dan
sangsi pelanggaran
Definisi etika
Etika Penelitian Ilmiah
( Polit & Beck, 2004).
• menghormati harkat dan martabat manusia
(respect for human dignity),
• menghormati privasi dan kerahasiaan subyek
penelitian (respect for privacy and
confidentiality),
• keadilan dan inklusivitas (respect for justice and
inclusiveness),
• memperhitungkan manfaat dan kerugian yang
ditimbulkan (balancing harms and benefits)

12
Prinsip Etik dalam Penelitian
Keperawatan
• Keselamatan. Menghormati otonomi partisipan,
penjelasan kepada partisipan tentang derajat dan
lama keterlibatan tanpa konsekuensi negatif dari
penelitian
• Kesehatan. Mencegah, meminimalkan kerugian dan
atau meningkatkan manfaat bagi semua partisipan.
• Kesejahteraan. Menghormati kepribadian
partisipan, keluarga dan nilai yang berati bagi
partisipan.
• Keadilan. Memastikan bahwa keuntungan dan
akibat dari penelitian terdistribusi secara seimbang
13
Risiko dan manfaat terlibat riset
Manfaat
• Fisik
• Emosional
• Spiritual
• Ekonomi
• Sosial
• Legal
Risiko
• Efek samping pengobatan
• Waktu untuk bepartisipasi
• Biaya finansial
• Tekanan terkait dengan isu sensitif yang diangkat
Populasi rentan
• Tahanan
• Anak-anak
Terpaksa terlibat karena
• Lansia
Karena kurang mampu
• Defisit kognitif atau emosional membuat keputusan
• Klien yang dirawat di RS
Pedoman Etik Penelitian Kesehatan
Komite Nasional Etik Penelitian Kesehatan (Rasad, 2003)

1. Keselamatan subyek penelitian diutamakan. Harus ada


persiapan dan cara mengatasi resiko tindakan penelitian
2. Keikutsertaan subyek bersifat sukarela yang dinyatakan
secara tertulis setelah subyek mendapatkan penjelasan
3. Subyek berhak mengundurkan keikutsertaan dalam
penelitian
4. Peneliti harus sudah berpengalaman, kalau tidak harus
ada supervisi
5. Proposal diteruskan kepada Panitia Penilai Proposal di
Institusi atau RS
6. Penelitian dilakukan setelah mendapat persetujuan
panitia penilai
18
Kesadaran peneliti dan usahanya
untuk dengan jelas dan lengkap
memberikan informasi tentang studi
yang dilakukan kepada peserta riset
Komisi etik di Indonesia
• Komisi etik Litbangkes
• Komisi etik di Fak Kedokteran
• Komisi etik gabung dengan RS
• Komisi etik bagian dari komisi medik RS
• Komisi etik Lembaga Penelitian
• Komisi etik ad hoc

20
Multidisiplin:
Medis dan non medis
Peduli thd kepentingan
masyarakat
Awam (lay person)
Seimbang untuk gender, usia,
sosial budaya, dan agama

21
Thank you