Anda di halaman 1dari 37

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB
PENGERTIAN GARAM
DAPUR
Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik
yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif
(anion), sehingga membentuk senyawa netral
(tanpa bermuatan). Komponen kation dan anion ini
dapat berupa senyawa anorganik seperti klorida,
dan ion monoatomik seperti fluorida, serta ion
poliatomik seperti sulfat. Natrium klorida, bahan
utama garam dapur adalah suatu garam.
Garam netral adalah garam yang bukan garam asam maupun garam basa.
Larutan Zwitterion mempunyai sebuah anionik dan kationik di tengah di molekul
yang sama, tetapi tidak disebut sebagai garam. Contohnya adalah asam amino,
metabolit, peptida, dan protein. Larutan garam dalam air (Misalnya natrium klorida
dalam air) merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan
arus listrik.
Warna
• Garam dapat berwarna macam-macam, seperti misalnya di bawah ini:
• kuning (natrium kromat),
• jingga (kalium dikromat),
• merah (kalium ferisianida),
• mauve (kobalt klorida heksahidrat),
• biru (tembaga sulfat pentahidrat, ferric hexacyanoferrate),
• ungu (kalium permanganat),
• hijau (nikel klorida heksahidrat),
• putih (natrium klorida/garam dapur),
• tidak berwarna (Magnesium Sulfate Heptahidrat) dan
• hitam (mangan dioksida).
 
Bau
• Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat (“
garam kuat ") biasanya stabil dan tidak berbau,
sedangkan garam yang terbentuk dari asam lemah
maupun basa lemah ("garam lemah ") lebih berbau
karena disebabkan oleh asam konjugasinya
Pembentukan garam :
• Reaksi kimia untuk menghasilkan garam antara lain:

• Reaksi antara asam dan basa, misalnya asam klorida (HCl) + amoniak (NH3) → amonium klorida (NH4Cl).

• Reaksi antara logam dan asam kuat encer, misalnya Mg + 2 HCl → MgCl2 + H2. Keterangan: logam mulia umumnya tidak bereaksi
dengan cara ini.

• Reaksi antara logam dan nonlogam, misalnya, Ca + Cl2 → CaCl2

• Reaksi antara basa dan oksida asam, misalnya, 2 NaOH + Cl2O → 2 NaClO + H2O

• Reaksi antara asam dengan oksida basa, misalnya, 2 HNO3 + Na2O → 2 NaNO3 + H2O

• Garam juga dapat dibentuk apabila 2 garam yang berbeda dicampur. Ion-ion mereka akan membentuk campuran baru, misalnya:

• Pb(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) → PbSO4(s) + 2 NaNO3(aq)


Cara Mengolah garam dapur :

Garam hendaknya disimpan dalam wadah kering, tertutup,


dan kedap udara agar tekstur garam tidak berubah dan tidak
berceceran. Apabila Anda suka membeli garam dalam bentuk
bongkahan, lebih baik disimpan dalam bentuk semula baru
ditumbuk sesuai kebutuhan. Garam cukup disimpan dalam
ruangan bersuhu normal, tidak perlu disimpan dalam kulkas.
Contoh Larutan Garam Dapur :

• Natrium klorida terdapat dalam garam dapur

• Natrium bikarbonat terdapat dalam baking soda

• Kalsium karbonat terdapat dalam kalsit

• Kalsium nitrat terdapat dalam saltpeter

• Kalium karbonat terdapat dalam potash


Varian garam ada banyak dengan bentuk, warna, kandungan, dan kegunaan yang berbeda-beda:

1. Garam meja
Garam yang satu ini paling banyak di rumah-rumah. Garam satu ini dipanen dari endapan garam yang berada di
bawah tanah.
Bentuknya sangat halus dan diolah agar tidak mudah menggumpal. Sebagian besar garam meja telah diberi
tambahan yodium untuk mencegah kekurangan yodium.

2. Garam kosher
Garam satu ini juga biasa ditemui di dapur-dapur rumah. Ukuran garam kosher besar-besar dan kasar. Butirannya
yang besar cocok untuk membumbui daging yang bakal memberi ledakan rasa pada masakan. Walau ukurannya
besar, rasanya cepat menyebar dan mudah larut pada makanan.

3. Garam laut
Berasal dari air laut yang diuapkan, garam laut biasanya tidak dimurnikan dan lebih kasar. Selain itu, garam laut
mengandung beberapa mineral seperti zinc, kalium, dan zat besi sehingga rasanya garam ini lebih kompleks.

4. Garam Himalaya
Garam ini dipanen dari Pakistan dekat dengan Himalaya. Warna merah muda pada garam berasal dari kandungan
kaya mineral yang terdapat di dalamnya, seperti magnesium, kalium, dan kalsium.
5. Garam Celtic
Garam satu ini dipanen dari laut Celtic di lepas pantai Prancis. Warna garam ini
khas, yakni abu-abu. Cocok digunakan untuk memasak ikan dan daging.
6. Kala namak
Berasal dari garam Himalaya yang telah disimpan sebelumnya pada toples yang
dicampur dengan arang, rempah, biji, dan kulit kayu. Lalu, dipanaskan sebelum
disimpan. Proses tersebut memberi warna garam hitam kemerah-merahan. Biasanya
digunakan oleh vegetarian.
7. Crystalline Sea Salt
Garam ini berasal dari pesisir Portugal dan California dengan tekstur yang
berbeda-beda. Ada yang bertekstur halus dan ada yang kasar. Ukurannya pun tidak
teratur tergantung dari seberapa cepat garam ini larut.
DIAGRAM ALIR GARAM DAPUR :
PENGERTIAN SODA :

Soda adalah zat natrium karbonat biasanya berupa cair. Warna asli
soda adalah putih atau transparan. Hal yang membedakan air soda
dengan air biasa adalah adanya gelembung-gelembung hasil karbonasi.
Soda siap minum umumnya diberi pewarna makanan, gula, dan
tambahan rasa.
FUNGSI SODA :

Soda mengandung natrium karbonat. Zat ini berfungsi untuk


menghilangkan karat pada logam. Soda juga digunakan untuk campuran
dalam sabun karena dapat membantu membersihkan.
Dalam bidang kuliner, soda digunakan untuk minuman, baking soda atau
pengembang untuk kue, dan lain-lain.
Soda juga bermanfaat untuk kecantikan. Soda mampu membantu
meredakan jerawat, menghilangkan komedo, dan memutihkan kulit.
Ada beberapa jenis soda yang perlu kita ketahui :

• Natrium Chlorida (NaCl) atau table salt/garam meja. Untuk penghasil rasa asin pada makanan.

• Natrium Carbonate (Na2CO3) Soda Ash atau washing soda. Luas digunakan sebagai elektrolit, water
softener, bahan untuk proses pewarnaan pakaian.

• Sodium Hydroxide (NaOH) atau Caustic Soda. Digunakan dalam banyak industri, terutama sebagai dasar
kimia yang kuat dalam pembuatan pulp dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen dan sebagai
pembersih saluran.

• Sodium peroxide (Na2O2) digunakan untuk pemutih pulp kayu untuk produksi kertas dan tekstil.

• Sodium nitrate (NaNO3). digunakan dalam produksi pupuk, kembang api dan bom asap, kaca dan
enamel tembikar, pengawet makanan, dan roket propelan padat.
• Sodium thiosulfate (Na2S2O3), digunakan untuk penggunaaan medis, sepertiobat
penawar keracunan sianida, atau terapi jamur kulit.
• Borax (Na2B4O7·10H2O) atau sodium borate, sodium tetraborate, or disodium
tetraborate, luas digunakan sebagai pengawet makanan, pembuatan detergent.

• Sodium Bicarbonate (NaHCO3) atau Baking Soda. Karena memiliki sifat dualisme (asam
dan juga basa), baking soda luas digunakan untuk memasak, personal hygiene, agen
pembersih perabot rumah tangga, pet care, pemadam api ringan, penggunaan medis,
biopestisida, supplement makanan ternak dan lain2.

• Sodium Laureth Sulfate atau sodium lauryl ether sulfate (SLES), memiliki rumus kimia
CH3(CH2)10CH2(OCH2CH2)nO[[sulfur|S]O3Na. SLES adalah deterjen dan surfaktan yang biasa
ditemui di tempat-tempat yang menjual produk perawatan tubuh, seperti sabun, shampo,
pasta gigi, dll. SLES efektif sebagai unsur pembuat busa. SLES telah terbukti dapat
menyebabkan iritasi pada mata atau kulit pada eksperimen dengan hewan dan beberapa
test pada manusia
DIAGRAM ALIR SODA :
PENGERTIAN ASAM KLORIDA ( HCL )
Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hydrogen klorida (HCL). Ia
adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam
lambung. Senyawa ini juga digunakan secara halus dalam industry. Asam
klorida harus ditangani dengan mewanti keselamatan yang tepat karena
merupakan cairan yang bersifat korosif.
Asam klorida diproduksi dalam bentuk larutan 38% HCL (pekat).
Konsentrasi yang lebih besar daripada 40%dimungkinkan secara
kimiawi,namun laju penguapan sangatlah tinggi, sehingga penyimpanan
dan penanganannya harus dilakukan dalam suhu rendah.
FUNGSI DAN MANFAAT ASAM KLORIDA (HCL)
• Asam Klorida digunakan pada industry logam untuk menghilangkan karat
• Sebagai bahan baku pembuatan Vinyl Chlorida, yaitu monomer pembuatan
plastic PVC
• Asam Klorida dimanfaatkan pula untuk mengatur pH (keasaman)
• Asam Klorida juga berguna sebagai bahan pembuatan cairan pembersih porselen
• Kegunaan-kegunaan lain dari asam klorida diantaranya adalah pada proses
produksi baterai, kembang api, dan lampu blitz kamera.
Kandungan kimia semen :

•Trikalsium silikat
•Trikalsium aluminat
•Tetrakalsium aluminofe
•Gipsum
•Dikalsium silikatProduksi semen
Langkah utama proses produksi semen :

1. Penggalian/Quarrying:Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen: yang
pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur (calcareous
materials) dan yang kedua adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat
(argillaceous materials

2. Penghancuran: Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primer bagi material
yang digali.

3. Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untuk menentukan
komposisi tumpukan bahan.

4. Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkut tumpukan yang
sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana perbandingan berat umpan
disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi. Material kemudian digiling sampai kehalusan
yang diinginkan.
5. Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah
tercampur rata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas
yang terdiri dari serangkaian siklon ketika terjadi perpindahan panas antara umpan
campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Pada kiln
yang bersuhu 1350-1400 °C, bahan berubah menjadi bongkahan padat berukuran
kecil yang dikenal dengan sebutan klinker, kemudian dialirkan ke pendingin klinker,
tempat udara pendingin akan menurunkan suhu klinker hingga mencapai 100 °C.
6. Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker
dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan
aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke
klinker dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum
untuk semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen
dihancurkan dalam sistem tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan
kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo
semen.
Jenis-jenis Semen dan Fungsinya :
1. Semen Portland Type I 
Fungsi semen portland type I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang
tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan
awal.

2. Semen PortLand type II
Fungsi semen portland type II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton
massa yang memerlukan ketahanan

3. Semen Portland type III
Fungsi semen portland type III digunakan untuk konstruksi bangunan yang
memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan
terjadi
4. Semen Portland type IV
Fungsi Semen Portland type IV digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah
dan kenaikan panas harus diminimalkan. Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton
masif

5. Semen Portland type V
Fungsi semen portland type V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air
yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah
pabrik

6. Super Masonry Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur
betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton
7. Oil Well Cement, Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan
gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi
8. Portland Composite Cement (PCC)
Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur
bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan lebih
mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak.

9. Super ” Portland Pozzolan Cement” (PPC)
Dapat digunakan secara luas seperti :
- konstruksi beton massa (bendungan, dam dan irigasi)
- Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat (Bangunan
tepi pantai) .
- Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
Diagram alir semen :
Keramik :
• Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos
yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami
proses pembakaran.
• Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan
keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk
menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti
gerabah, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik
berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru
mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang
berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2).
Sifat Keramik

Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik
adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional
seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya. Sifat lainya
adalah tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari tanah
liat. Kekuatan tekan tinggi merupakan sifat yang membuat penelitian tentang
keramik terus berkembang.
JENIS-JENIS KERAMIK :
1. Keramik Biasa 
Ukuran keramik biasa berbeda-beda. Mulai dari 30 cm persegi sampai 80
cm persegi. Bahkan ada juga keramik biasa yang memiliki ukuran memanjang,
yakni sekitar 15 x 30 cm.
2. Keramik Terazzo
• Era 70-an merupakan puncak keemasan dari keramik terazzo. Dahulu
masyarakat menyukai keramik ini karena menampilkan
kesan tradisional. Tentunya dengan harga dan ukuran yang beragam. Mulai
dari ukuran 20×20 cm sampai 60×60 cm. Beberapa tempat umum seperti
villa, cafe dan rumah makan bahkan masih menggunakan keramik terazzo
untuk menguatkan kesan jadul khas tempo dulu.
3. Keramik Granit Alam
• Keramik granit diyakini mampu menciptakan kesan sejuk dan lebih asri.
• Memang harga keramik ini sangatlah mahal, meskipun demikian, harga tetaplah
sebanding dengan kualitas.
4. Keramik Homogeneous Tile
• Keramik homogeneous tile nyatanya hampir mirip dengan marmer atau batu
granit alam.
• Ada yang berukuran 40×40 cm, 60×60 cm hingga yang paling besar yakni 100×100
cm. Bahkan, baru-baru ini keramik homogeneous tile berukuran besar sedang
menjadi trend dan laku keras di pasaran.
DIAGRAM ALIR KERAMIK :
PENGERTIAN KACA :

Kaca merupakan substansi yang keras dan rapuh, serta


merupakan padatan amorf. Bahan- bahan pembuatan kaca
bersifat armoft yang mana dapat meleleh dengan mudah.
Komponen utama dari kaca adalah silika. Dalam kehidupan
sehari-hari kaca digunakan sebagai cermin.
 Pembuatan kaca
1. Dapatkan jumlah yang cukup pasir silika.
pasir silika adalah bahan utama dalam pembuatan kaca.
2. Tambahkan natrium karbonat dan kalsium oksida ke pasir
natrium karbonat atau soda, menurunkan suhu yang diperlukan untuk
membuat kaca komersial. Oksida magnesium atau alumunium juga dapat
ditambahkan untuk membuat kaca lebih tahan lama
3. Tambahkan bahan kimia lainnya untuk memperbaiki kaca untuk tujuan yang
akan digunakan. Penambahan paling umum untuk kaca dekoratif memimpin
oksida, yang memberikan kilauan dalam kristal gelas, serta kelembutan untuk
membuatnya lebih mudah untuk memotong dan juga menurunkan titik lelah.
4. Menambahkan bahan kimia untuk menghasilkan warna yang diinginkan didalam
gelas.
5. Tempatkan adonan kedalam wadah tahan panas yang baik atau pemegang.

6. Cairkan campuran menjadi cairan


untuk gelas silika komersial, hal ini dilakukan dalam tungku berbahan bakar
gas, sedangkan kacamata khusus dapat dibuat menggunakan melter listrik
tungku pot atau kiln.

7. Menyeragamkan dan meghilangkan gelembung dari gelas cair.


mengaduk campuran dengan ketebalan konsisten dan menambahkan bahan
kimia seperti natrium sulfat, natrium klorida
8. Membentuk kaca cair
dapat dilakukan dalam salah satu dari beberapa cara :
kaca cair dapat dituangkan kedalam cetakan dan biarkan dingin. Sejumlah besar dari kaca
cair dapat berkumpul diujung tabung berongga, yang kemudian di tiup kedalam sementara
tabung dihidupkan. Gelas dibentuk oleh udara yang masuk ketabung, gravitas menarik pada
kaca cair dan alat apapun glassblower menggunakan untuk bekerja gelas cair. Kaca cair dapat
dituangkan kedalam bak timah cair untuk dukungan dan mengecam dengan nitrogen
bertekana untuk membentuk dan memolesnya. Kaca dibuat dengan metode ini disebut kaca
menapung

9. Biarkan kaca dingin

10.Mensterilkan kaca untuk memperkuat


Proses ini disebut annealing, dan menghapus semua titik stres yang mungkin telah terbentuk
di kaca selama pendinginan. Setelah proses ini selesai kaca kemudianann dapat dilapisi
dilaminasi atau diperlakukan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan