Anda di halaman 1dari 66

Anatomi Seismogram

Oleh:
M. Taufik Gunawan

Disampaikan pada acara:


Diklat Teknis Geofisika Tahun 2014
Cipayung Bogor, 8 Mei 2014
• Pendahuluan
• Sumber seismik
• Gelombang seismik
• Seismogram (Waveform)
• Jenis seismogram
• GEMPABUMI adalah manifestasi dari pelepasan tiba-tiba energi
regangan yang terakumulasi selama interval waktu yang lama di
bagian atas bumi

• Gempa bumi memancarkan GELOMBANG SEISMIK ke segala arah


melalui interior bumi dan tercatat oleh instrumen di permukaan
bumi sebagai SEISMOGRAM

• SEISMOGRAM mencerminkan dampak gabungan dari sumber


gempabumi, jalur penjalaran gelombang, karakteristik instrumen,
dan kondisi khusus di lokasi stasiun

• Untuk memahami seismogram, diperlukan pengetahuan mengenai


sumber gempabumi, struktur internal bumi dan penjalaran
gelombang seismik. Disamping itu diperlukan pengalaman yang
luas dalam hal observasi dan atau identifikasi seismogram
• Animasi proses terjadinya gempabumi
• Tujuan mempelajari Anatomi Seismogram:

– Mengenali gelombang seismik

– Mengidentifikasi jenis gelombang seismik

– Menentukan waktu onset dan polaritas


gelombang seismik

– Menginterpretasi jenis sumber seismik melalui


interpretasi seismogram
Sumber
Seismik
Sumber Dari alam Sumber Buatan Manusia

Gempabumi Sumber yang Sumber yang Dipicu Oleh


tektonik Dikendalikan Sesuatu
Gempabumi Ledakan Nuklir Waduk yang
Vulkanik Mengimbas
Gempabumi
Gempabumi Gangguan Kultur
Runtuhan Getaran Akibat
Kegiatan
Mikroseismik Penambangan

Penyuntikan Air di
Suatu Area yang
Mengimbas
Gempabumi
• Gempa bumi terjadi karena
peristiwa patahnya lapisan batuan
terlemah dalam suatu bidang
patahan

• Daerah inisiasi energi seismik


akibat gempabumi di dalam bumi
disebut hiposenter

• Posisi di permukaan tanah tepat di


atas hiposenter adalah episenter
• Gempa bumi tektonik
disebabkan oleh
terjadinya slip pada
bidang patahan.
• Energi yang dilepaskan
akibat slip tersebut,
sebagian dilepaskan
berupa gelombang
gempabumi yang
menjalar melalui interior
bumi sampai dengan
permukaan bumi
MENGAPA DAN DIMANA GEMPABUMI TERJADI?
• Menurut Teori Lempeng
Tektonik, bagian paling atas
bumi dibagi menjadi dua
lapisan
• Lapisan bagian atas disebut
LITOSFER, dengan ketebalan
sekitar 100 km di bawah benua
dan 50 km di bawah lautan
terdiri dari kerak bumi (CRUST)
yang rigid dan mantel bagian
atas yang padat(UPPER MOST
SOLID MANTLE)
• Lapisan bagian bawah disebut
ASTENOSFER, meluas sampai
kedalaman sekitar 700 km,
terdiri dari batuan mantel yang
rapuh (lebih mampu untuk
deformasi dibandingkan dengan
litosfer)
• Kerak Bumi ( crust ) terpecah menjadi sekitar 11 lempeng besar dan sejumlah besar
lempeng-lempeng kecil . Lempeng –lempeng tersebut tidak stasioner melainkan
mengapung dalam pola yang kompleks dengan kecepatan antara 2-10 cm/ tahun diatas
batuan lunak di astenosfer . Digambarkan seperti rakit-rakit di atas danau

• Batas lempeng diklasifikasikan menjadi tiga kategori:

Batas dua lempeng yang konvergen , disebut TRENCHES


Batas dua lempeng yang divergen , disebut RIDGES
Batas dua lempeng yang bergerak horizontal melewati satu sama lain, disebut
TRANSFORM FAULTS

• Pada batas dua lempeng yang konvergen, apabila satu lempeng menekuk dibawah
lempeng yang lainnya dan menembus kedalam astenosfer yang lunak dan panas,
disebut sebagai SUBDUKSI.

• Bagian lempeng yang menekuk dan menurun disebut sebagai zona subduksi atau
WADATI - Benioff Zone, berasimilasi dengan mantel pada kedalaman sampai sekitar 700
km yaitu kira-kira pada batas bawah astenosfer karena suhu dan tekanan yang naik
terhadap kedalaman

• Sumber gempabumi biasanya terletak pada batas lempeng yaitu zona subduksi ,
Ridges dan zona Transform Fault serta sesar
SEISMISITAS DUNIA
• Gelombang seismik adalah gelombang elastis yang mendistorsi materi
yang dilewatinya

• Pada dasarnya ada 2 jenis gelombang seismik: GELOMBANG BADAN


(BODY WAVES) & GELOMBANG PERMUKAAN (SURFACE WAVES)

• Gelombang Badan merambat melalui interior bumi dan Gelombang


Permukaan merambat sepanjang permukaan bebas bumi atau di
sepanjang diskontinuitas lainnya di interior bumi. Gelombang Badan
merambat lebih cepat daripada Gelombang Permukaan.

• Gelombang Badan terdiri dari Gelombang Kompresional atau Gelombang


Longitudinal atau Gelombang Primer atau Gelombang P dan Gelombang
Shear atau GelombangTransversal atau Gelombang Sekunder atau
Gelombang S.

• Gelombang Permukaan terdiri dari Gelombang Love atau Gelombang L


dan Gelombang Rayleigh atau Gelombang R
• Gelombang seismik adalah gelombang elastis yang mendistorsi materi yang
dilewatinya
• Pada dasarnya ada 2 jenis gelombang seismik: GELOMBANG BADAN (BODY
WAVES) & GELOMBANG PERMUKAAN (SURFACE WAVES)
• Gelombang Badan merambat melalui interior bumi dan Gelombang Permukaan
merambat sepanjang permukaan bebas bumi atau di sepanjang diskontinuitas
lainnya di interior bumi. Gelombang Badan merambat lebih cepat daripada
Gelombang Permukaan.
• Gelombang Badan terdiri dari gelombang kompresional atau Longitudinal atau
primer atau P dan Shear atau Transversal atau gelombang sekunder atau S.
• Gerakan partikel dari gelombang P adalah gerakan yang silih berganti antara
kompresi ("dorongan") dan dilatasi("menarik"). Arah gerakan partikelnya
searah dengan arah penjalaran gelombang dan oleh karena itu arah gerakan
partikelnya tegak lurus terhadap muka gelombang (wave front).
• Gerakan partikel dari gelombang S adalah gerakan silih berganti secara
melintang. Arah gerakan partikelnya tegak lurus secara vertikal dan atau
horisontal terhadap arah penjalaran.
Nama/Jenis Gerakan Partikel Kecepatan Karakteristik Gelombang
Gelombang Gelombang

P, Kompresional Gerakan partikel dari gelombang VP ~ 5 – 7 km/s di Gelombang P menjalar paling


, Primer, P adalah gerakan yang silih Kerak Bumi; >~ 8 cepat dalam semua material,
Longitudinal berganti antara kompresi km/s di Mantel oleh karena itu Gelombang P
("dorongan") dan dan Inti Bumi; tercatat paling awal di
dilatasi(“tarikan"). Arah gerakan ~1.5 km/s di Air; Seismogram. Pada umumnya
partikelnya searah dengan arah ~0.3 km/s di Amlitudo nya lebih kecil dan
penjalaran gelombang dan oleh udara. frekuensinya lebih tinggi
karena itu arah gerakan dibandingkan dengan
partikelnya tegak lurus terhadap gelombang S dan gelombang
muka gelombang (wave front). permukaan.
S, Shear, Gerakan partikel dari gelombang VS ~ 3 – 4 km/s di Gelombang S tidak dapat
Sekunder, S adalah gerakan silih berganti Kerak Bumi; menjalar pada material cair, oleh
Transversal secara melintang. Arah gerkan >~ 4.5 km/s di karena itu tidak muncul pada Inti
partikelnya tegak lurus secara Mantel Bumi; Bumi (yang terdiri dari material
vertikal (SV) dan atau horisontal ~ 2.5-3.0 km/s di besi cair) atau di udara atau di
(SH) terhadap arah penjalaran. Inti Bumi Dalam magma. Kecepatan Gelombang
yang padat. S lebih kecil daripada gelombang
P olehkarena itu tercatat di
seismogram setelah gelombang
P.
Nama/Jenis Gerakan Partikel Kecepatan Gelombang Karakteristik Gelombang
Gelombang

L, Love Gerakan partikelnya VL ~ 2,0-4,4 km / s Gelombang Cinta yang dispersif,


horizontal transversal tergantung pada frekuensi yaitu, kecepatan gelombang
(SH), tegak lurus rambatan gelombang dan tergantung pada frekuensi,
terhadap arah kedalaman penetrasi umumnya pada frekuensi rendah
penjalaran dan gelombang. Secara umum, kecepatan lebih tinggi.
umumnya sejajar gelombang Love sedikit Kedalaman penetrasi gelombang
dengan permukaan lebih cepat daripada Love juga tergantung pada
bumi. gelombang Rayleigh. frekuensi, dengan frekuensi yang
Gelombang Love eksis di lebih rendah gelombang Love
permukaan bumi dan dapat menembus lebih dalam.
amplitudonya menurun
dengan kedalaman.
R, Rayleigh Gerak partikelnya VR ~ 2,0-4,2 km / s Gelombang Rayleigh juga
kombinasi antara tergantung pada frekuensi dispersif dan amplitudo
gelombang P dan rambatan, dan umumnya menurun dengan
gelombang amplitudonya menurun kedalaman di Bumi. Penampilan
transversal vertikal dengan kedalaman. dan gerak partikel mirip dengan
(SV), tegak lurus arah gelombang air. Kedalaman
penjalaran dan penetrasi gelombang Rayleigh
umumnya juga tergantung pada frekuensi,
pergerakannya dengan frekuensi yang lebih
berbentuk elips. rendah dapat menembus lebih
dalam.
Gelombang
Seismik

Gelombang
Gelombang Bodi Permukaan

Gelombang P Gelombang Love


dan S dan Rayleigh
Gelombang Bodi – Gelombang P

Gerakan partikel dari gelombang P adalah gerakan yang silih


berganti antara kompresi ("dorongan") dan dilatasi(“tarikan"). Arah
gerakan partikelnya searah dengan arah penjalaran gelombang
Gelombang Bodi – Gelombang S

Gerakan partikelnya tegak lurus secara vertikal (SV) dan atau horisontal
(SH) terhadap arah penjalaran.
Surface waves - Rayleigh waves
Gelombang Rayleigh adalah
kombinasi dari gelombang P dan dan gelombang SV

Gerakan partikelnya adalah elips dalam bidang vertikal dan


sejajar dengan arah penjalaran.
Amplitudo menurun dengan kedalaman.
Gelombang Permukaan
Gelombang permukaan bersifat dispersif yaitu
kecepatan penjalaran tergantung pada frekuensi
Gelombang permukaan meluruh lebih lambat dengan jarak dari pusat
gempa r-1, dibandingkan dengan gelombang bodi yang meluruh lebih
cepat pada r-2. Oleh karena itu, gelombang permukaan lebih jelas pada
pada seismogram periode panjang

Contoh Gempabumi
Mw 7,7 Mw yang
terjadi di Vanuatu
dengan jarak 12.250
km.
Perhatikan
gelombang Love
nampak jelas pada
komponen
horisontal, dan
Rayleigh pada
komponen radial
dan vertikal
Perilaku material bumi dapat
dijelaskan oleh Hukum Hooke
yang menyatakan bahwa
besarnya regangan/tegangan
berbanding lurus dengan
besarnya stres. Bila batas
elastis material bumi
terlampaui maka material
tersebut menjadi patah
(misalnya, gempabumi)

Presentasi Skema hubungan antara


stres dan regangan/tegangan
• Gelombang seismik adalah gelombang elastis. Material bumi harus berperilaku elastis
untuk dapat dilalui oleh gelombang seismik. Tingkat elastisitas menentukan seberapa baik
gelombang seismik dapat ditransmisikan.
• Hubungan antara kecepatan Gelombang Seismik dengan Modulus elastis material bumi:

Vp = √ λ+ 2µ
ρ
Vs = √ µ
ρ
dimana, Vp dan Vs adalah kecepatan gelombang P dan dan kecepatan gelombang S
λ = konstanta Lame (dyne/cm2), μ = modulus geser atau rigiditas (dyne/cm2), ρ = densitas (g/cm3),
untuk λ ≈ μ Vp ≈ √ 3 Vs jelas bahwa VP> VS atau gelombang P tiba sebelum gelombang S

• Penjalaran gelombang seismik mengacu kepada beberapa konsep teori sinar gelombang,
yaitu; Prinsip Huygen, Prinsip Fermat, dan Hukum Snell.
• Prinsip Huygens menerangkan bahwa setiap muka gelombang dapat dianggap
memproduksi wavelet atau gelombang-gelombang baru dengan panjang gelombang yang
sama dengan panjang gelombang sebelumnya. Wavelet bisa diumpamakan gelombang
yang ditimbulkan oleh batu yang dijatuhkan ke dalam air.
• Prinsip Fermat adalah sebuah prinsip yang mendefinisikan
jarak tempuh yang terpendek dan tercepat yang dilalui oleh
cahaya atau gelombang.
• Hukum Snellius adalah rumus matematika yang meberikan
hubungan antara sudut datang dan sudut bias pada cahaya
atau gelombang lainnya yang melalui batas antara dua
medium isotropik berbeda
• Dari Prinsip Fermat dan Hukum Snell, digunakan untuk
menerangkan pembiasan gelombang (misalnya, Aki dan
Richards 1980 dan 2002; Lay dan Wallace, 1995; Shearer,
1999; Cerveny, 2001; Kennett, 2001): sebagai berikut:
sin i/v = s sin i = sx = 1/vapp ≡ p = konstan
Muka gelombang yang berasosiasi dengan lintasan gelombang melintasi batas dua
lapisan dengan kecepatan masing masing V1 dan V2 dimana v2> v1. Sinar pada
medium dua dibiaskan menjauhi vertikal, dengan sudut bias i2, dimana i2> i1.
Gelombang melalui model multi-layer dengan kecepatan konstan dalam
lapisannya tetapi kecepatannya meningkat kedalaman. Sudut i meningkat
sesuai dengan kedalaman
Ketika gempabumi terjadi, gelombang
seismik dipancarkan dari fokus
(hiposenter) ke segala arah melalui
bagian dalam bumi dan muncul lagi ke
permukaan bumi
Pada jarak antara
105-140 (103-142)
derajat gelombang P
dan S tidak dapat
direkam. Pada jarak
140-180 (142-180)
derajat, gelombang S
tidak dapat direkam.
Kedua daerah
tersebut dinamakan
Shadow zone
1. Perbandingan
waktu jalar
dengan jarak
angular dari
waktu
kedatangan
fase
gelombang
seismik dari
gempa bumi
dangkal

2. waktu tempuh
rata-rata dari
sumber
gempa
dangkal untuk
Berbagai fase
(Dari Bolt,
1982.)
Kurva waktu
penjalaran
gelombang
seismik terhadap
jarak untuk
gempabumi lokal
Perbandingan antara model kecepatan
gelombang seismik dengan struktur
interior bumi
Gambar diatas ini menunjukkan faktor / sub-sistem yang berbeda yang dapat
mempengaruhi catatan seismik dan informasi yang dapat diturunkan dari
analisis rekaman. Pengaruh kebisingan seismik dalam hal ini diabaikan.
Funsi waktu dan Seismograph
mekanisme sumber Permukaan Bumi
gempabumi Gelombang
Lapisan
Permukaan
Permukaan
Multiple
Efek penjalaran dan reflection
atenuasi gelombang
P
Respon Site S

Respon Instrumen
and Filtering

Seismogram
Berbagai respon instrumen yang menghasilkan berbagai bentuk
seismogram dari sumber gempabumi yang sama
Contoh Seismogram yang berbeda dari sumber gempabumi dan
jarak yang berbeda (Klinge, 2008)

Quarry blast explosion (104 km) Mining induced event (80 km) Local earthquake (110 km)

Regional earthquake (506 km) Teleseismic earthquake(86.5o )


Perbedaan seismogram gempabumi dan ledakan nuklir
Lokal : D < 100 km, rekaman gelombang seismik yang
sangat dipengaruhi oleh struktur kerak bumi dangkal

Regional : 100 < D < 1400 km (1° < D < 13°), rekaman didominasi
oleh gelombang seismik yang dibiaskan, atau dipantulkan
beberapa kali pada batas kerak-mantel.

Mantel Bagian Atas : 13 ° <D <30 °, rekaman didominasi oleh gelombang


seismik yang bersumber pada kedalaman 70-700 km,
dari bagian yang kompleks struktur internal bumi.

Teleseismik : D > 30°, gelombang langsung P-dan S- yang relatif


sederhana, namun diikuti oleh kedatangan gelombang
yang dari mantel, begitu juga dari inti dan
refleksi permukaan.
(Lay & Wallace, 1995; Stein & Wysession, 2003)
Seismogram
untuk gempabumi Lokal dan Regional
(0°<D≤15°))
Fase Gelombang Seismik di Kerak Bumi :

Pg/Sg = Gelombang P/S dari sumber di Kerak Bumi


bagian atas.

Pn/Sn = Gelombang P/S dari sumber di Mantel bagian


atas.

Pb(P*)/Sb(S*) = Gelombang P/S dari sumber di Kerak bumi bagian


bawah.

PmP/SmP = Refleksi gelombang P/S dari lapisan


Mohoreflection from the outer side of the Moho.
Pg

Pn
Kurva waktu tiba gelombang seismik Lokal
dan Regional terhadap jarak

Jarak dimana gelombang Pg dan


Pn tiba dalam waktu yang sama
Penjalaran gelombang seismik Lokal
Pg

Sg

Seismogram Mag : 5.0, Kedalaman:12 km, Jarak: 0.5o , difilter: 0.7 – 2 Hz.
Pn Pg Sn

Seismogram Mag : 6.1, Kedalaman:6 km, Jarak: 3.6o , difilter: 0.1 – 1 Hz.
Pn Sn

Seismogram Mag : 6.1, Kedalaman: 6 km, Jarak: 12o , difilter: 0.7 – 2 Hz.
Sn

Pn

Seismogram Mag : 5.0, Kedalaman: 114 km, Jarak: 4.4o , difilter: 0.7 – 2 Hz.
Seismogram gempabumi dangkal (kedalaman = 8 km) di wilayah
Bohemia Vogtland arah barat laut Eropa Tengah, tercatat pada
tujuh stasiun dalam jarak jangkauan episenter 10 km dari stasiun
Wern dan 180 km dari stasiun(GEC2).
Seismogram gempabumi dangkal (kedalaman = 8 km) di wilayah
Bohemia Vogtland arah barat laut Eropa Tengah, tercatat pada
tujuh stasiun dalam jarak jangkauan episenter 10 km dari stasiun
Wern dan 180 km dari stasiun(GEC2).
Perbandingan dua seismogram yang tercatat pada seismograph periode pendek komponen vertikal
yang sudah difilter di stasiun MOX, akibat dua gempa bumi di Italia Utara (1: 28 Mei 1998, 2: 24
Oktober 1994) jarak episenter hampir sama (masing-masing: 505 km dan 506 km) dan dengan hanya
sedikit berbeda back azimuth (masing-masing: 171 ° dan 189 °).
Perhatikan amplitudo yang sangat berbeda antara Pn dan Pg, karena heterogenitas kerak bumi
sepanjang penjalaran gelombang atau perbedaan orientasi patahan yang berhubungan dengan
perbedaan sudut take-off dari Pn dan Pg
1. Fase gelombang yang penting dalam seismogram dengan sumber
gempabumi lokal adalah Pg, Sg, Lg dan Rg dan seismogram dengan
sumber gempabumi regional adalah Pn dan Sn, yang tiba pada jarak 1,3 ° -
2°.
2. Gelombang P biasanya lebih jelas direkam pada komponen vertikal dan S
pada komponen horisontal
3. Konten frekuensi gempabumi lokal (D <2 °) biasanya tinggi (f ≈ 0,2-100 Hz).
Oleh karena itu dapat jelas tercatat pada seismograph periode pendek atau
seismograph broad band yang difilter dengan tingkat sampling f ≥ 80 Hz.
4. Durasi keseluruhan seismogram periode pendek lokal dan regional berkisar
antara beberapa detik sampai beberapa menit.
5. Perhatikan bahwa Pg umumnya tidak tercatat pada seismogram dari
sumber gempabumi di kerak samudera. Juga, untuk gempabumi dalam
(sub-kerak) tidak memiliki fase kerakbumi lokal dan regional
GEMPABUMI TELESEISMIK (15° < D ≤ 180°)
L

SEISMOGRAM BROADBAND TIGA KOMPONEN DARI GEMPA BUMI DI ISLANDIA 04 JUNI


1998 TERCATAT DI STASIUN GRF-ARRAY GRA1 (D = 22,5 °). GELOMBANG P, S DAN
GELOMBANG PERMUKAAN DAPAT DIKENALI DENGAN BAIK.
Seismogram Broad-Band kecepatan, Vertikal-komponen dari gempabumi merusak di Düzce, Barat
Laut Turki, tercatat oleh 12 stasiun dalam kisaran jarak 14,5 ° sampai 19,5 °. (Sumber data dari NEIC-
QED: 12 November 1999, waktu 16:57:20 ; posisi: 40.79 ° LU, 31,11 ° BT, kedalaman = 10 km, Mw = 7.1).
Gelombang seismik melalui mantel dan inti
Bumi dengan nama masing-masing fase
gelombang sesuai dengan nomenklatur
internasional. Gelombang seismik yang
berwarna merah merupakan hasil rekaman
gelombang bodi yang tercatat oleh
seismograph Displacement analog Broad
Band 3 komponen Kirnos SKD di stasiun
MOX, Jerman, D = 112,5 °
Perbandingan 2
Sesimogram
yang tercatat di
stasiun CLL
dari sumber
gempabumi
yang arahnya
berlawanan
pada jarak yang
Hampir sama
yaitu di
perbatasan
Chile-Bolivia
dan Kepulauan
Mariana
Fase-fase gelombang Bodi yang melalui lapisan bumi
NOMENKLATUR GELOMBANG TELESEISMIK

p = gelombang P datang dari fokus (hiposenter) ke atas sampai permukaan bumi


pP = gelombang P datang dari fokus (hiposenter) ke atas sampai permukaan bumi P
kemudian dipantulkan lagi kebawah oleh permukaan bumi dan kemudian sampai
ke permukaan bumi.
P = gelombang P datang dari fokus (hiposenter) ke bawah sampai permukaan bumi
PP = gelombang P yang dipantulkan sekali oleh permukaan bumi
PPP = gelombang P yang dipantulkan dua kali oleh permukaan bumi
Pdiff = gelombang P yang dibiaskan oleh permukaan bagian luar inti luar
c = gelombang yang direfleksikan oleh permukaan bagian luar inti luar
K = gelombang P yang melewati bagian dalam inti luar
KK = gelombang P yang dipantulkan sekali oleh permukaan bagian dalam inti luar
KKK = gelombang P yang dipantulkan dua kali oleh permukaan bagian dalam inti luar
i = gelombang P yang dipantulkan sekali oleh permukaan bagian luar inti dalam
I = gelombang P yang melewati inti dalam
Gelombang S tidak dapat melewati inti bagian luar karena inti bagian luar merupakan
material cair yang terdiri dari material besi cair .
1. Jenis utama dari fase gelombang seismik dari
sumber teleseismic (tergantung pada rentang
jarak) gelombang longitudinal P, PDIF, PKP, PCP,
SCP, PP, dan PPP dan gelombang transversal S,
Sdif, SKS, ScS, PS, SS, dan SSS.

2. Gelombang longitudinal sangat baik dicatat oleh


komponen vertikal dan radial sedangkan
gelombang shear sangat baik dicatat oleh
komponen transversal dan atau komponen radial.
3. Gempabumi Teleseismik sangat baik dicatat
oleh seismograf broadband resolusi tinggi 3-
komponen dengan dinamic range yang besar
dan dengan sampling rate f = 20 Hz.
4. Gelombang permukaan mempunyai amplitudo
paling tinggi untuk gempabumi teleseismik
sedangkan untuk gempabumi dalam dan
ledakan nuklir amplitudonya lebih kecil.
Pustaka;
Borman, P. (2002), IASPEI-New Manual
of Seismological Observatory
Practice (NMSOP),
GeoForschungsZentrum Potsdam.
Kulhanek, O. (1990), Anatomy of
Seismogram, Elsevier Science
Publisher B.V., Netherland.