Anda di halaman 1dari 25

FLAME

FOTOMETRI

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Meet
Our
Team
Agnie Luthfianza Fitri Octaviani Pipit

Ikhsan Zulian
Gaza Karim . A M. Diffa Ramadhan
Shalma Dwi . N
DASAR TEORI
Agenda Style
DASAR TEORI
01 Definisi, Tujuan, dan Prinsip

GAMBARAN ALAT
02 Bagian alat dan fungsinya, cara kerja, prosedur

PENGOLAHAN DATA
03 Perhitungan

APLIKASI
04 Kegunaan dalam berbagai bidang
DEFINISI

FLAME FOTOMETRI
Fotometri nyala adalah suatu metoda analisa yang
berdasarkan pada pengukuran besaran emisi sinar
monokromatis spesifik pada panjang gelombang
tertentu yang di pancarkan oleh suatu logam alkali
atau alkali tanah pada saat berpijar dalam keadaan
nyala dimana besaran ini merupakan fungsi dari
konsentrasi dari komponen logam tersebut.
PRINSIP
Fotometri nyala didasarkan pada
kenyataan bahwa sebagian besar unsur
akan tereksitasi dalam suatu nyala pada
suhu tertentu serta memancarkan emisi
radiasi untuk panjang gelombang
tertentu.
GANGGUAN
Gangguan Spectral Gangguan anion dalam larutan logam
Yaitu gangguan yang di Pada umumnya sinar dari emisi unsur-
sebabkan oleh unsur-unsur unsur akan lebih rendah apabila jumlah
lain yang terdapat bersama asam yang relatif tinggi gangguan anion
dengan unsur yang akan ini tidak akan nyata bila kadarnya lebih
dianalisa rendah dari 0,1M diatas kepekatan
tersebut asam sulfat, nitrat dan fosfat
akan memberikan akibat pada penurunan
sinar emisi logam

Gangguan dari sifat fisik larutan


Variasi sifat fisik dari larutan dapat
Gangguan ionisasi
memperkecil atau membesar
intensitas sinar yang akan Gangguan ini disebabkan
dianalisa, sehingga intensitas karena menggunakan suhu
yang terbaca tidak sesuai dengan nyala yang lebih tinggi
konsentrasi yang akan dianalisa
GAMBARAN ALAT
FLAME
FOTOMETER

fotometer nyala adalah alat yang


digunakan dalam analisis kimia
anorganik untuk menentukan
konsentrasi ion logam tertentu, di
antaranya natrium, kalium, lithium,
dan kalsium.

Modern PowerPoint Presentation


DESKRIPSI ALAT
PRINTER
berfungsi untuk
INKUBATOR
mencetak hasil
berfungsi untuk . analisis
mengkondisikan TOUCHSREEN
sampel pada suhu
tertentu berfungsi untuk
mengatur pengaturan
alat

TOMBOL POWER
berfungsi untuk
KIPAS menyalakan dan
mematikan alat
OUTLET berfungsi untuk pendingin
tempat untuk alat, terletak pada bagian
mengeluarkan hasil belakang alat
yang diserap
POMPA
berfungsi untuk
menggoyangkan
KONEKTOR RS-232 selang
menyambung ke sumber .
arus listrik
KUVET
sebagai tempat
sampel
SELANG ASPIRATOR
berfungsi untuk menyedot sampel.
Caranya adalah dengan menekan
tombol aspirator tersebut yang
SELANG PLASTIK
sebelumnya sampel sudah
terhubungkan dengan selang berfungsi untuk mengalirkan
aspirator sampel dari aspirator mengalir
melalui kuvet menuju pembuangan
ALAT BAHAN
ALAT & · Labu Ukur 100 mL · Aquadest
BAHAN ·
·
·
Labu Ukur 50 mL
Gelas Piala 250 mL
Buret 50 mL
·
·
·
Larutan Induk KCl
Sampel air jeruk nipis
Sampel air sawah
· Pipet takar 10 mL · Kertas saring
· Pipet gondok 10 mL
· Pipet tetes
· Pump pipet
· Flame Fotometer
PEMBUATAN LARUTAN KCl

PROSEDUR 1. Dibuat larutan standar KCl 50 ppm dari larutan


induk KCl 500 ppm dengan memipet larutan KCl 500
ppm sebanyak 10 mL dan diencerkan dengan
aquades dalam labu ukur 100 mL, lalu
dihomogenkan.
2. Dimasukkan larutan standar 50 ppm tersebut ke
dalam buret.
3. Lalu dibuat deret larutan standar Kalium yaitu 0;
1; 2; 4; 7; 10 ppm masing-masing dalam labu ukur 50
mL.
4. Kemudian diencerkan dengan aquadest dan
dihomogenkan.

You can simply impress your audience


and add a unique zing and appeal to
your Presentations.
PREPARASI SAMPEL AIR JERUK NIPIS

PROSEDUR 1. Siapkan jeruk nipis , kemudian diperas dan


dimasukkan kedalam wadah.
2. Setelah itu perasan air jeruk nipis disaring.
3. Kemudian dipipet air jeruk nipis sebanyak 1 mL
dan diencerkan dalam labu ukur 50 mL dan dipaskan
dengan aquadest.

You can simply impress your audience


and add a unique zing and appeal to
your Presentations.
PREPARASI AIR SAWAH

PROSEDUR 1. Dipipet air sumur sebanyak 1 mL, dipaskan


dengan aquades dalam labu ukur 50 mL.
2. Kemudian nilai emisi larutan diukur dengan
menggunakan Flame Fotometer.

You can simply impress your audience


and add a unique zing and appeal to
your Presentations.
PENGUKURAN EMISI KALIUM

PROSEDUR 1. Posisikan filter select pada posisi K


2. ON kan alat dan nyalakan api BBG
3. Alirkan udara melalui kompresor udara dan nyala
api harus biru dengan jalan memutar tombol fuel
4. Celupkan pipa kapiler plastik yang ada di ujung
atomizer ke dalam aquadest.
5. Tepatkan pembacaan emisi (E) K blanko angka
00,0 dengan memutar tombol blank.
6. Ganti aquadest dengan larutan standar 10 ppm K
dan atur emisi K pada angka 100,0 dengan memutar
tombol sensitivity mulai coarse dan diakhiri fine
7. Lalu ganti larutan dengan blanko yang awal
sampai didapatkan kembali angka 00,0
8. Celupkan pipa kapiler tersebut ke dalam deretan
larutan standar K mulai 0; 1; 2; 4; 7; dan 10 ppm.
Catat emisi Na masing-masingnya.
9. Ukur juga emisi larutan contoh (Cx) dan emisi
sampel.
APLIKASI
APLIKASI

Menentukan kadar Menentukan kadar 𝑁𝑎2 O


kalium dalam pupuk dan 𝑘2 O dalam semen

Menentukan kadar Menjernihkan air


kalium dan natrium
dalam air
PENGOLAHAN DATA
Data yang didapat

No Konsentrasi Emisi
1 0 0.02
2 1 0.12
3 2 0.24
4 4 0.42
5 7 0.79
6 10 100
7 Air jeruk nipis 0.18
8 Air sawah 0.26
9 Cx 0.96
Pengenceran Pembuatan
larutan induk larutan standar
Perhitungan (V x ppm)induk = (V x
· 0 ppm
V = = 0 mL
ppm)intermediet
(V x 500 ppm) = (100 mL · 4 ppm
x 50 ppm) V = = 4 mL
V = = 10 mL
· 1 ppm
V = = 1 mL

· 7 ppm
V= = 7 mL
· 2 ppm
V= = 2 mL

· 10 ppm
V = = 10 mL
PENGOLAHAN DATA
Persamaan Regresi Linear

NO X Y 𝑿𝟐 𝒀𝟐 X.Y
1 0 00 0 0 0
2 1 12 1 144 12
3 2 24 4 576 48
4 4 42 16 1764 168
5 7 79 49 6241 553
6 10 100 100 10000 1000
jumlah 24 257 170 18725 1781
Rata 4 42,8 28.33 3120.83 269.8
PENGOLAHAN DATA
R = 0,9964
b = 10,17
y = a + bx

42,8 = a + 10,17 (4)

42.8 = a + 40,68

a = 42,8 – 40,68

a = 2,12
Jadi, persamaan regresinya :
y = 2,12 + 10,17(x)
·
 · x → 0 ppm  · x → 7 ppm  · x → 10 ppm
y = 2,12+ 10,17(0) y = 2,12 + 10,17(7) y = 2,12+ 10,17(10)
=0 = 2,12+ 71,19 = 2,12+ 101,7
= 73.31 = 103.82
 · x → 1 ppm ·
y = 2,12 + 10,17(1)  · x → 2 ppm  x → 4 ppm
= 2,12 + 10,17 y = 2,12 + 10,17(2) y = 2,12+ 10,17(4)
= 12,29 = 0.35+ 20.34 = 2,12+ 40,68
= 22,46 = 42,8
THANKYOU