Anda di halaman 1dari 34

Konsep Teori

Luka Bakar
SYARIFAH QURROTU A’YUN
P27820117006
Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak
dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan
kimia dan radiasi juga oleh sebab kontak dengan suhu
rendah (Masjoer, 2003).

Luka bakar adalah kerusakan jaringan tubuh .terutama


kulit akibat langsung atau ekspose dengan sumber
panas (thermal), kimia, elektrik dan radiasi (Joyce,
MB,1997).
Luka bakar termal Luka bakar Luka bakar kimia Luka bakar
listrik radiasi
Agen pecendera dapat Terjadi dari tife
berupa api, air panas, Cedera listrik /kandungan agen Luka bakar bila
atau kontak dengan objek yang disebabkan pencedera, serta terpapar pada
panas, luka bakar api oleh aliran listrik konsentrasi dan bahan radioaktif
berhubungan dengan (herndon dkk, suhu agen. dosis tinggi (long,
asap/cedera inhalasi 1996). 1996) & (Doenges,
(cedera terbakar, kontak E.M, 2000)
dan kobaran api).
.
Fase Luka Bakar

Fase Akut Fase Lanjut


Dalam fase awal penderita Fase ini akan berlangsung
mangalami ancaman gangguan hingga terjadinya maturasi
airway, breathing, dan circulation parut akibat luka bakar dan
pemulihan fungsi organ-
organ fungsional

Fase Sub Akut


Masalah yang terjadi adalah
kerusakan atau kehilangan
jaringan akibat kontak dengan
sumber panas
Klasifikasi Luka Bakar
Berdasarkan Penyebab Derajat Luka Bakar

Luka bakar suhu tinggi


Luka bakar bahan kimia
Luka bakar sengatan listrik
Luka bakar radiasi

Keparahan Luka Bakar

 Luka bakar minor


 Luka bakar sedang
tak terkomplikasi
 Cedera luka bakar
mayor
Penggunaan “Rule of
Nine”
Kepala dan leher 9%
Ekstremitas atas kiri 9%
Ekstremitas atas kanan 9%
Tubuh bagian belakang 18%
Tubuh bagian depan 18%
Genitalia 1%
Ekstremitas 18%
Resusitasi Cairan
2-4 ml x kg BB x % luas luka bakar Rumus Konsensus
01
Separuh diberikan dalam 8 jam pertama, sisanya
diberikan dalam 16 jam berikutnya

1 ml x kg BB x % luas luka bakar Rumus Evans


02
Separuh diberikan dalam 8 jam pertama, separuh
sisanya dalam 16 jam berikutnya

03 Rumus Brooke Army


0,5 ml x kg berat badan x % luka bakar
03
separuh diberikan dalam 8 jam pertama; separuh sisanya
dalam 16 jam berikutnya.
Perawatan Luka Bakar

Hidroterapi setiap hari dan Mempertahankan nutrisi Mencegah hipotermia


teknik dengan debridemen yang adekuat

Pengkajian dan pemantauan yang


tajam terhadap luka.
Mengendalikan nyeri Mempertahankan mobilitas Semua daerah yang terbakar
sendi harus dibersihkan sekali tau 2x
dengan deterjen cair anti microbial
seperti klorheksidin dan
debridemen awal dimulai..
Perhitungan kebutuhan kalori basal dengan formula Harris Benedick
Sedangkan untuk kebutuhan kalori total perlu dilakukan modifikasi
formula dengan menambahkan factor aktifitas fisik dan faktor stress.
Pria : 66,5 + (13,7 X BB) + (5 X TB) – (6.8 X U) X AF X FS
Wanita : 65,6 + (9,6 X BB) + (1,8 X TB) - (4,7 X U) X AF X FS
Pengkajian ( Doengoes, 2000)
Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I believe
that this Template will your Time.
Pengkajian fisik psikososial
(doengoes,2000)
Aktifitas/istirahat
Sirkulasi
Tanda: Penurunan kekuatan, tahanan;
04 Tanda: (dengan cedera luka bakar lebih
keterbatasan rentang gerak pada area
dari 20% APTT) : hipotensi (syok);
yang sakit; gangguan massa otot,
02 penurunan nadi perifer distal pada
perubahan tonus.
01 ekstremitas yang cedera; vasokontriksi
perifer umum dengan kehilangan nadi,
Integritas ego kulit putih dan dingin (syok listrik);
Gejala: masalah tentang keluarga, takikardia (syok/ansietas/nyeri); disritmia
pekerjaan, keuangan, kecacatan. (syok listrik); pembentukan oedema
Tanda: ansietas, menangis, jaringan (semua luka bakar).
ketergantungan, menyangkal, menarik
diri, marah. 03
Eliminasi
Tanda: haluaran urine menurun/ tidak ada selama fase darurat; warna mungkin
hitam kemerahan bila terjadi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalam;
diuresis (setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi);
penurunan bising usus/tidak ada; khususnya pada luka bakar kutaneus lebih
besardah 20% sebagai stres penurunan motilitas/peristaltik gastrik.
Pengkajian fisik psikososial
(doengoes,2000)
Makanan/cairan
Tanda: oedema jaringan umum; Nyeri/kenyamanan
anoreksia; mual/muntah. 04 Gejala: Berbagai nyeri; contoh luka
bakar derajat pertama secara eksteren
02 sensitif untuk disentuh; ditekan; gerakan
Neurosensori 01 udara dan perubahan suhu; luka bakar
Gejala: area batas; kesemutan. ketebalan sedang derajat kedua sangat
Tanda: perubahan orientasi; afek, nyeri; sementara respon pada luka
perilaku; penurunan refleks tendon bakar ketebalan derajat kedua
dalam (RTD) pada cedera ekstremitas tergantung pada keutuhan ujung saraf;
luka bakar derajat tiga tidak nyeri.

Pernafasan 03
Gejala: terkurung dalam ruanGejala: Keamanan
terkurung dalam ruang tertutup; terpajan Tanda: Kulit umum: destruksi jaringan
lama (kemungkinan cedera inhalasi). dalam mungkin tidak terbukti selama 3-5
Tanda: serak; batuk mengii; partikel hari sehubungan dengan proses trobus
karbon dalam sputum; ketidakmampuan mikrovaskuler pada beberapa luka.
menelan sekresi oral dan sianosis;
Pemeriksaan Diagnostik
GDA dan sinar X dada
Elektrolit serum mengkaji fungsi
LED mendeteksi pulmonal, khusuanya
mengkaji ketidakseimbangan cairan pada cedera inhalasi
hemokonsentrasi dan biokimia asap.

Urinalisis Koagulasi
BUN dan kreatinin
menunjukkan mioglobin memeriksa faktor-faktor
mengkaji fungsi ginjal
dan hemokromogen pembekuan yang dapat
menandakan kerusakan menurun pada luka bakar
otot pada luka bakar masif.
ketebalan penuh luas
• Infographic Style Diagnosa Keperawatan
Doengus (2000)
Perubahan nutrisi : kurang dari
kebutuhan tubuh b.d status
Bersihan jalan nafas tidak efektif hipermetabolik (sebanyak 50 % -
b.d obstruksi trakeobronkial, 60% lebih besar dari proporsi normal
edema mukosa dan hilangnya pada cedera berat) atau
kerja silia (inhalasi asap). metabolisme protein.

Kerusakan mobilitas fisik b.d


Defisit volume cairan b.d
gangguan neuromuskular, nyeri/tak
peningkatan permeabilitas nyaman, penurunan kekuatan,
kapiler dan perpindahan cairan tahanan.
dari ruang intravaskular keruang
Kerusakan integritas kulit b.d trauma :
intertitial. kerusakan permukaan kulit karena
Resiko tinggi infeksi b.d destruksi lapisan kulit (parsial/luka bakar
dalam)
perubahan primer tidak adekuat
: kerusakan perlindungan kulit,
Gangguan citra tubuh (penampilan
jaringan traumatik.
peran) b.d krisis situasi : kejadian
traumatik peran klien tergantung,
Nyeri b.d kerusakan kulit/jaringan,
kecacatan dan nyeri.
pembentukan edema, manipulasi
jaringan cidera.
Intervensi
Keperawatan

Text Here Text Here Text Here Text Here


You can simply impress your You can simply impress your You can simply impress your You can simply impress your
audience and add a unique zing audience and add a unique zing audience and add a unique zing audience and add a unique zing
and appeal to your Presentations. and appeal to your Presentations. and appeal to your Presentations. and appeal to your Presentations.
Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d obstruksi
trakeobronkial, edema mukosa dan hilangnya
kerja silia (inhalasi asap).

Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif.


Kriteria Hasil : Menunjukkan bunyi napas jelas,
frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak
sianosis.
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri:

1. Kaji reflek menelan 1. Dugaan cedera inhalasi

2. Awasi frekuensi,irama sianosis, kedalaman pernafasan. 2. Menunjukkan ditres pernafsan/ edema.

3. Tinggikan kepala tempat tidur. Hindari penggunaan bantal 3. Meningkatkan ekspansi paru optimal/fungsi pernapasan.
dibawah kepala sesuai dengan indikasi.

4. Dorongan nafas dalam/batuk dan perubahan posisi sering.


4. Meningkatkan ekspansi paru, memobilisasi, dan drainase sekret.
5. Hisapan lendir pada perawatan ekstrim.
5. Membantu mempertahankan jalan nafas bersih.
6. Awasi 24 jam keluaran cairan.
6. Meningkatkan resiko edema paru.
Kolaborasi :
Kolaborasi :
1. Berikan O2 sesuai indikasi.
1. O2 memperbaiki hipoksemia.
2. Awasi/gambaran seri GDA.
2. Data dasar penting untuk pengkajian lanjut status pernafasan.
3. Kaji ulang isi ronsen.
3. Menunjukkan atelektasis/endema paru.
4. Berikan fisioterapi dada.
4. Mengalirkan aliran area dependen paru
Defisit volume cairan b.d peningkatan
permeabilitas kapiler dan perpindahan cairan
dari ruang intravaskular keruang intertitial.

Tujuan : Perbaikan keseimbangan cairan.


Kriteria hasil : Haluaran urine adekuat, tanda vital
stabil (suhu, TD, RR, N), membran mukosa lembab.
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. Awasi TTV. 1. Pedoman penggantian cairan.

2. Awasi haluaran urine. 2. Untuk menyakinkan rata- rata haluaran urine 30 – 50 ml/jam.

3. Timbang BB setiap hari. 3. Penggantian cairan tergantung BB pertama dan perubahan


selanjutnya.
4. Ukur lingkaran ekstremitas yang terbakar tiap hari.
4. Memperkirakan luas odema/ perpindahan cairan.
Kolaborasi :

1. Pasang kateter urine.


Kolaborasi :
2. Berikan penggantian cairan IV yang dihitung.
1. Memungkinkan ketat fungsi ginjal.
3. Awasi pemeriksaan laborator
2. Menggantikan cairan/elektrolit yang hilang.
4. Berrikan obat sesuai indikasi
3. Mengidentifikasi kehilangan darah.
Mis : Diuretik, contoh manitol
4. Mungkin diindikasikan untuk meningkatkan haluaran urine dan
(Osmitrol).
mencegah nekrosis.
Resiko tinggi infeksi b.d perubahan primer tidak
adekuat : kerusakan perlindungan kulit, jaringan
traumatik.

Tujuan : Tidak terjadi infeksi.


Kriteria hasil :Mencapai penyembuhan luka
tepat waktu, bebas eksudat, purulen dan tidak
demam.
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. Isolasi yang tepat 1. Untuk menurunkan proses infeksi

2. Tekankan teknik cuci tangan yang baik untuk semua individu 2. Mencegah kontaminasi silang

3. Gunakan skort,sarung tangan, masker dan teknik aseptik ketat. 3. Mencegah terpejan pada organisme infeksius.

4. Batasi pengunjung. 4. Mencegah kontaminasi silang dari pengunjung.

5. Berikan perawatan khusus pada mata. 5. Mata membengkak karena infeksi

6. Ganti balutan dan bersihkan area terbakar. Cuci area degngan agen
pembersih ringan.
6. Air melembutkan dan membantu membuang balutan dan jaringan parut
7. Bersihkan jaringan nekrotik.
7. Meningkatkan penyembuhan.
8. Periksa luka tiap hari.
8. Identifikasi adanya penyembuhan .
9. Awasi TTV untuk demam.
9. Indikator sepsis.
Kolaborasi :
Kolaborasi :
1 Berikan agen topikal sesuai indikasi,
1. Membantu untuk mencegah/ mengontrol infeksi luka.
Mis :Mafedin asetat (sulfaminol).
Antibiotik pilihan pada infeksi luka bakar invasif.
2. Berikan obat denbgan tepat, contoh : Tetanus toksoid / antitoksin
2. Kerusakan jaringan/ perubahan mekanisme pertahanan meningkatkan risiko
klostridial dengan tepat.
terjadinya tetanus atau gangren.
Nyeri b.d kerusakan kulit/jaringan, pembentukan
edema, manipulasi jaringan cidera.

Tujuan : nyeri berkurang / hilang


Kriteria hasil : melaporkan nyeri berkurang /
terkontrol,menunjukan ekspresi wajah / postur tubuh
rileks,berpartisipasi dalam aktivitas danistirahat
dengan tepat.
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. tutup luka sesegera mungkin kecuali perewatan luka 1. suhu tubuh berubah dan gerakan udara dapat
bakar metode pemajanan pada udara terbuka menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung saraf
2. tinggikan ekstremitas luka bakar secara periodik 2. peninggian mungkin di perlukan pada awal untuk
3. kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi/ karakter dan menurunkan pembentukan edema
intensitas (skala 0-10) 3. mengidentifikasi terjadinya komplikasi
4. dorong ekpresi perasaan tentang nyeri 4. pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat
5. tingkatkan periode tanpa gangguan menigkatkan mekanisme koping
5. kekurangan tidur dapat meningkatkan persepsi
nyeri/kemampuan koping menurun

kolaborasi :
Kolaborasi :
1. metode IV sering di gunakan pada awal untuk
1. berikan analgesik (nerkotik dan non nerkotik) sesuai
memaksimalkan efek obat
indikasi
Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
b.d status hipermetabolik (sebanyak 50 % - 60%
lebih besar dari proporsi normal pada cedera
berat) atau metabolisme protein.

Tujuan : nutrisi adekuat


Kriteria hasil : BB stabil,regenerasi jaringan
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. auskultasi bising usus 1. ileus sering berhubungan dengan periode pasca luka
2. pertahankan jumlah kalori ketat,timbang tiap bakar,tetapi biasanya dalam 46-48 jam dimana makanan
hari,kaji ulang persen area permukakn tubuh oral dapat di mulai
terbuka/luka tiap minggu 2. pedoman tetap untuk memasuki kalori
3. berikan makanan dalam porsi kecil sedikit tapi 3. membantu mencegah distensi gaster/ketidaknyamanan
sering dan meningkatkan pemasukan
4. berikan kebersihan oral sebelum makan 4. mulut bersih mengkatkan rasa dan membantu nafsu
makan yang baik
Kolaborasi : kolaborasi :

1. rujuk ke ahli diet 1. berguna dalam membuat kebutuhan nutrisi individu dan
2. berikan makanan sedikit melalui selang enterik bila mengidentifikasi rute yang tepat
di butuhkan 2. memberikan makanan bila pasien tidak mampu untuk
mengkonsumsi kebutuhan kalori total harian
Kerusakan mobilitas fisik b.d gangguan
neuromuskular, nyeri/tak nyaman, penurunan
kekuatan.

Tujuan : kerusakan mobilitas fisik tidak


terjadi
Kriteria hasil : menyatakan dan menunjukan
keinginan berpartisipasi dalam aktivitas,nyeri
berkurang / hilang
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. Perhatikan sirkulasi,gerakan dan sensasi jari secara 1. Meningkatkan posisi fungsional pada ekstremitas
sering 2. Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan
2. Lakukan latihan rentang gerak secara konsisten parut dan kontraktur
3. Beri obat sebelum aktivitas 3. Menurunkan kekakuan otot
4. Jadwalkan pengobatan dan aktivitas perawatan 4. Meningkatkan kekuatan dan tolerasi pasien terhadap
5. Bantu dalam mobilitas aktivitas
5. Meningkatkan keamanan ambulasi

Kolaborasi :
Kolaborasi :

1. Berikan tempat tidur yang nyaman 1. Mencengah tekanan lama pada jaringan

2. Bersihkan dan tutup luka bakar dengan cepat 2. Untuk menurunkan jaringan parut dan infeksi
Kerusakan integritas kulit b.d trauma : kerusakan
permukaan kulit karena destruksi lapisan kulit
(parsial/luka bakar dalam)

Tujuan : integritas kulit normal / baik


Kriteria hasil : adanya regenerasi
jaringan,mencapai penyembuhan luka tempat waktu
pada area luka
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

Pra operasi 1. Memberikan informasi dasar tentang kebutuhan penanaman kulit


dan kemungkinan petunjuk tentang sirkulasi pada area graft.
1. Kaji /catat ukuran,warna,kedalaman luka,perhatikan jaringan
2. Menyiapkan jaringan untuk penanaman dan menurunkan resiko
nekrotik dan kondisi di sekitar luka.
infeksi/ kegagalan draft
2. Berikan perawatan luka bakar yang tepat dan terkontrol
Pasca operasi
infeksi
1. Menurunkan pembengkakan/pembatasan resiko pemisahan draft
Pasca operasi
2. Area mungkin di tutupi oleh bahan dengan permukaan tembus
1. Tinggikan area draft bila mungkin/tepat
pandang tak reatif untuk mmenghilangkan robekan dari epitel baru
2. Pertahankan balutan diatas area draft baru dan atau sisi
/melindungi jaringan sembuh
donor sesuai indikasi con : berlubang,petroleum,tak berekat

Kolaborasi :
Kolaborasi :
1. Graf kulit diambil dari kulit orang itu sendiri atau orang meninggal
1. Siapkan /bantu prosedur bedah balutan biologis.con :
(donor mati) digunakan untuk penutupan sementara pada luka
hemograft (alograft)
bakar luas sampai kulit orang itu siap di tanam.tes graft
2. Heterograft
2. Kulit graft mungkin dari binatang dengan penggunaan yang sama
untuk heterograft yang berlubang
Gangguan citra tubuh (penampilan peran) b.d
krisis situasi : kejadian traumatik peran klien
tergantung, kecacatan dan nyeri.

Tujuan : untuk menyatakan penerimaan situasi diri


Kriteria hasil : memasukan perubahan konsep diri
tanpa harga diri negatif
Intervensi Rasional
Mandiri : Mandiri :

1. Kaji makna kehilangan/perubahan pada 1. Episode traumatik mengakibatkan perubahan tiba-


pasien/orang terdekat tiba,membuat perasaan kehilangan pada kehilangan
2. Terima dan akui ekspresi frustasi,ketergantungan aktual /yang di rasakan
marah,perhatiakn perilaku menarik diri 2. Penerimaan perasaan sebagai respon normal terhadap
3. Persikap realitis dan positif selama apa yang terjadi perbaikan
pengobatan,pada penyuluhan kesehatan,dan 3. Meningkatkan kepercayaan dan mengadakan hubungan
menyusun tujuan dalam keterbatasan antara pasien dan perawat
4. Berikan penguatan positif terhadap kemajuan dan 4. Kata – kata penguatan dapat mendukung terjadinya
dorong usaha untuk mengikuti tujuan rehabilitasi koping positif

Kolaborasi : Kolaborasi :

1. Rujuk terapi fisik,konsul pskiatrik,con : layanan 1. Membantu dalam identifikasi cara untuk meningkatkan
sosial ,psikologis sesuai kebutuhan /mempertahankan kemandirian
Thank You
Insert the Sub Title
of Your Presentation