Anda di halaman 1dari 47

HIV dan Dunia Yang

melingkupinya
(Stigma or not stigma)

Jaring permalasahan dunia HIV


Populasi kunci
Permalahan Medis
HIV di Masyarakat
Stigma dan Diskriminasi
APA ITU HIV ?
H UMAN ( Manusia )
I MMUNODEFICIENCY (Penurunan Daya Tahan Tubuh)
V IRUS
HIV adalah virus yang hidup,
berkembang dalam tubuh
manusia dan melemahkan sistem
kekebalan tubuh
APA ITU AIDS ?
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME

Kumpulan gejala penyakit yang di dapat akibat


menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat
infeksi HIV
Kekebalan tubuh dapat turun oleh karena
sebab lain, misal obat-obatan steroid paska
transplantasi
• ODHA = Orang dengan HIV / AIDS
• OHIDHA = orang yang hidup dengan orang
terinfeksi HIV
• MARP = most at risk population
– Populasi / kelompok dengan risiko tinggi
• Key Population / Populasi Kunci
– Populasi / kelompok yang menjadi kunci dalam
epidemi HIV dan mempunyai risiko terinfeksi HIV
– Gay, waria, LSL (lelaki seks dengan lelaki) lain, PS
(pekerja seks), WB (warga binaan)
• Gay : adalah orang yang tertarik dengan sesama jenis
(laki-laki tertarik dengan laki-laki)

• Waria : adalah orang yang “merasa dirinya


perempuan” sehingga dia tertarik dengan “lawan
jenis” (laki-laki)

• Pekerja seks:
– Direk / langsung : orang yang pekerjaannya melakukan
hubungan seks dengan tujuan transaksi komersial
– Indirek / tidak langsung : orang yang pekerjaam utamanya
bukan transaksi seksual tetapi bisa melakukannya sebagai
‘sampingan’ dari pekerjaannya
PENULARAN
 Selalu 2 orang
 
Pengidap HIV Sehat HIV+
(Odha) (Odha)

Virus HIV TIDAK MUDAH menular, cara penularannya


TERBATAS !!
TETAPI: sekali tertular,
SEUMUR HIDUP BISA menularkan
HIV didapatkan di

Darah dan produk


darah

cairan sperma

cairan vagina

air susu ibu


Cara2 penularan HIV
1. Seksual
- homo seksual L L
- hetero seksual
` L P
2. Narkoba suntik, transfusi darah

3. Penularan dari Ibu ke bayi


(PIKB)
Seksual

IDU/NS PIKB
Cara Pencegahan
Cara Penularan Cara & Program Pencegahan
Darah (transfusi, penggunaan • Skrining darah dan produk darah
jarum suntik yang terkontaminasi)
 sebelum ditransfusikan bersama
Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis
• Harm Reduction: Needle syringe
program, methadone, etc
Seksual • Abstinen

 •
Be faithful
Condom use consistently
• Program PMTS – Pencegahan HIV
Melalui Transmisi Seksual
Dari ibu ke anak
 Program PPIA – Pencegahan Penularan
HIV dari Ibu ke Anak

• Microbicide
Lain-lain
 • Post Exposure Prophylaxis
• Treatment as Prevention
Populasi Kunci: Populasi Rawan &
• PS potensial
• Waria Tertular:
• IDU • Klien PS
• LSL • Pasangan dari
• Warga Binaan orang dengan risiko
• Remaja
Masalah Medis:
HIV • Anak dari Ibu
• Keterlambatan Positif
diagnosis • Tenaga Kesehatan
• Koinfeksi
Tuberkulosis
• Koinfeksi Hepatitis
STIGMA
• IMS & DISKRIMINASI
• Ibu Hamil
•Terapi dan subsidinya KETIDAK TAHUAN
PENYEBAB STIGMA HIV
• Tiga penyebab kunci stigma
terkait HIV pada komunitas :
– Kurangnya kesadaran tentang
apa itu stigma dan mengapa
bisa merusak
– Ketakutan akan kontak karena
kurangnya pengetahuan
tentang transmisi HIV
– Penilaian pada pasien HIV
bahwa mereka terkait dengan
perilaku tidak bermoral
Populasi Kunci:
• PS
• Waria
• IDU
• LSL
• Warga Binaan

HIV

STIGMA
& DISKRIMINASI
KETIDAK TAHUAN
Kecenderungan Epidemi ke Depan

Jumlah ODHA
2009: 298.000
2014: 501.400 PS

LSL

Penasun

Klien PS

14
Mereka yang belum terjangkau:

Populasi paling berisiko = > 6 juta:


• Penasun 200.000; W.Ps. 100.000
• Wanita Pekerja Seks 200.000
• LSL 700.000; W.Ps. 350.000

Masih banyak yang belum


terjangkau / terpapar
program kompherensif
Dunia Pecandu
• Mereka kelompok yang tersembunyi
• Permasalahan ada 3:
– Supply  berhubungan dengan ekonomi, hukum
(keberanian negara, polisi, pengadilan, dll)
– Demand  berhubungan dengan pengangguran,
life skills, dll
– Harm  berhubungan dengan perilaku pecandu
yang bergantian jarum dan alat suntik dan risiko
mereka terinfeksi HIV dan berbagai penyakit
lainnya
Harm Reduction
• Suatu program yang ditujukan untuk
mengurangi Dampak Buruk (Harm) akibat
perilaku menyuntik, antara lain pencegahan
HIV di kalangan pecandu
• Terdiri dari berbagai komponen, mulai dari
pemberian informasi untuk pencegahan
tertular hingga layanan pertukaran jarum dan
alat suntik steril
• Kadang menimbulkan kontroversi
Pekerja Seks
• Populasi yang lebih tersembunyi
• Tidak ada daerah yang melakukan “regulasi”
tentang kelompok ini
– Untuk pekerja seks, apakah ada regulasi lokalisasi?
Bila tidak ada maka transaksi bisa dimana saja dan
tidak ada yang mengawasi kesehatan
• Juga berhubungan dengan ketersediaan
lapangan kerja
LSL (Lelaki seks dengan Lelaki),
Waria dan Warga Binaan
• Kelompok yang tersembunyi dan marjinal
• Sering tidak diterima masyarakat sehingga
mereka “terpaksa” bekerja di sektor informal
dan bahkan kadang di jalanan
• LSL bukan hanya kelompok Gay tetapi banyak
lelaki yang melakukan seks dengan lelaki
untuk sebuah variasi dan perilaku sodomi di
Lapas  social networking yang semakin
rumit
Masalah Medis:
HIV
• Keterlambatan
diagnosis
• Koinfeksi
Tuberkulosis
• Koinfeksi Hepatitis
STIGMA
• IMS & DISKRIMINASI
• Ibu Hamil
•Terapi dan subsidinya KETIDAK TAHUAN
Permasalahan Medis
• Kelambatan datang berobat sering berakibat
fatal, kematian sekitar 16% di Indonesia
• Kelambatan diagnosis diakibatkan oleh:
– Ketidak tahuan pasien
– Adanya stigma dan tindakan diskriminasi dari diri
sendiri maupun orang lain
• Infeksi memular seksual yang tinggi di
Indonesia
– Karena keengganan menggunakan kondom
Permasalahan Medis
• Permasalahan TBC belum selesai sekarang
ditambah koinfeksi dengan HIV
– angka TB tetap tinggi dan permasalahan
pengobatan meningkat
– Koinfeksi sering berakibat fatal
• Pengobatan banyak masalah medis karena
efek samping
• Tidak banyak dokter dan tenaga medis yang
mau menggeluti HIV dan AIDS dan sering
terstigma
Populasi Rawan &
potensial
Tertular:
• Klien PS
• Pasangan dari
orang dengan risiko
• Remaja
HIV • Anak dari Ibu
Positif
• Tenaga Kesehatan

STIGMA
& DISKRIMINASI
KETIDAK TAHUAN
Kecenderungan Epidemi ke Depan

Jumlah ODHA
2009: 298.000
2014: 501.400 PS

LSL

Penasun

Klien PS

24
Mereka yang belum terjangkau:

Populasi paling berisiko = > 6 juta:


• Klien 3.100.000; W.Ps. 1.550.000

Masih banyak yang belum


terjangkau / terpapar
program kompherensif
Dampak HIV pada Kelompok /
Populasi lain

Pekerja Seks
Pekerja Sektor
Konstruksi

Klien Pekerja Seks

Pasangan Klien
Isu Perempuan
Bayi dan Anak
Isu Perempuan
• Hak reproduksi dan seksual
• Kesehatan reproduksi
• Sebagai “korban” dari pasangan klien PS, IDU
• Kekerasan dalam rumah tangga
• Melahirkan anak yang kemungkinan tertular
• Memberi pendidikan jati diri pada anak
• Memberi pendidikan seks pada anak
• Dan lain-lain yang berhubungan dengan
keperempuannya
HIV

STIGMA
& DISKRIMINASI
Kenapa ada Stigma dan Diskriminasi yang
berhubungan dengan AIDS
Karena dianggap Infeksi HIV Infeksi HIV sering Banyak
sebagai penyakit berhubungan dianggap informasi yang
yang dengan perilaku sebagai hasil dari tidak akurat
mengancam (seperti gay, IDU, ketidak tanggung tentang
hidup maka PS) yang sudah jawabnya transmisi HIV
orang akan merupakan seseorang
berekasi dengan kelompok yang Kepercayaan
keras terstigma di agama dan
masyarakat moral yang
mengganggap
infeksi HIV
akibat dari
perilaku yang
melanggar
agama dan
moral
Hubungan antara HIV/AIDS dan sumber stigma
& diskiminasi(yang sebelumnya sudah ada
Sumber S & D
• S & D HIV/AIDS berhubungan dengan S & D
yang terkait :
– Seksualitas
– Gender
– Ras
– Kemiskinan
• Juga berhubungan dengan ketakutan terhadap
penularan dan penyakit, kematian, horor,
malu, perasaan bersalah dan lain-lain
Seksualitas
• Bagaimana perasaan bapak dan ibu ketika
berbicara tentang :
– Sex ?
– Infeksi menular seksual
– Homoseksualitas
– Prostitusi
– “selingkuh”
– Seks bebas dan penyimpangan seks
Gender
• Bagaimana perasaan dan pendapat bapak dan
ibu tentang:
– Peran laki-laki dalam seks ?
– Peran perempuan dalam seks ?
– Klien dan Pekerja Seks
Kelompok termarjinalisasi
• Bagaimana pendapat dan perasan bapak dan
ibu tentang:
– Pekerja seks
– Waria
– Lelaki seks dengan lelaki
– Pecandu
– Warga binaan
– Kelompok miskin
Lingkaran setan S & D
Dimana ada Stigma & Diskriminasi
Pemerintah Media Di Sektor Masyarakat:
Menteri sering Kesehatan
masih Lebih senang Salah informasi
menganggap memberitakan Karena takut Masih
sebagai AKIBAT yang negatif tertular  tidak menganggap
ULAH SENDIRI dan tidak mau merawat sebagai ulah
 tidak membantu sendiri
selesaikan promosi
masalah Seks adalah
keberhasilan taboo
(Menkominfo program
ditegur Melanie
Subono, dll)
Akibat ada Stigma & Diskriminasi
Pemerintah Media Di Sektor Masyarakat:
Kesehatan
Banyak peraturan Tidak memberi ODHA dan
yang tidak edukasi pada Pelanggaran Hak OHIDA
mendukung masyarakat  Asasi Manusia dikucilkan
penanggulangan stigma tidak
misal perda selesai2 Pasien tetap Masyarakat
pelacuran dll memularkan semakin tidak
karena tidak tahu mau tahu
Belum ada pencegahan
sistem yang solid penularan Anak-anak tidak
Masih project diajarkan
based dengan benar
Efek stigma terhadap perkembangan
HIV/AIDS

• Meningkatkan diskriminasi
• Pelanggaran HAM (ODHA dan keluarganya)
• Pemicu epidemi HIV/AIDS
• Menghambat upaya pencegahan dan
perawatan
• Pasien akan berlarut-larut dalam diam dan
penyangkalan
• Memperkuat marginalisasi pada ODHA dan
siapa saja yang rentan terhadap infeksi HIV
Strategi Menangani Stigma

Di Pelayanan Kesehatan
Strategi untuk mengatasi stigma
Ajak petugas kesehatan untuk membicarakan tentang sikap,
perasaan, ketakutan, dan perilaku mereka.
Bantu mereka untuk mengatasi ketakutan terhadap status
HIV pasien dan perasaan jenuh.
Ajarkan keterampilan dalam menangani pasien secara
sensitif.
Kembangkan kode etik praktek. Perbaharui tenaga kesehatan
tersebut dalam pengetahuan HIV dan stigma melalui in-
service training. Dapatkan feedback dari klien.
Di Masyarakat
Strategi untuk mengatasi stigma:

Libatkan tokoh masyarakat dalam memasyarakatkan anti-


stigma.
Gunakan ODHA sebagai role model dan fasilitator.
Atur pertemuan-pertemuan masyarakat, pertemuan peer grup,
dan kunjungan rumah (home visit).
Buatlah hubungan baik antara klinik dan masyarakat.
Berikan informasi kepada anggota masyarakat mengenai apa
saja yang mereka bisa terlibat dalam memberikan perawatan
kepada ODHA, seperti perawatan fisik, konseling, dan
sebagainya.
Petugas HBC (Home Based Care)

Strategi untuk mengatasi stigma:


Jangan menggunakan baju seragam selama
melakukan home visit.
Tingkatkan kesadaran dengan memberikan
informasi yang benar terntang HIV, TB, dan stigma;
dan tentang bagaimana merawat ODHA dan
pasien TB.
Kelompok agama/kepercayaan
Strategi untuk mengatasi stigma:
• Gunakan rumah ibadah (masjid, gereja, dll) sebagai tempat
untuk mendiskusikan stigma.
• Sadarkan pengikut agama/jamaah tersebut bahwa mereka
telah menstigmatisasi: menyalahkan dan memvonis orang
yang mendapat HIV.
• Berikan pendidikan kepada para tokoh agama mengenai
stigma dan bantu mereka dalam menjalankan peran sebagai
pemimpin dalam mengatasi stigma (aksi anti-stigma).
• Dorong mereka untuk bisa menjadi konselor yang tidak
menstigmatisasi; dan sebagai role model untuk merawat
ODHA tanpa menstigmatisasi
Tempat kerja
Strategi untuk mengatasi stigma:

Dapatkan dukungan dari pemilik perusahaan atau manager


tempat bekerja dengan menciptakan lingkungan saling
percaya, sehingga pekerja tidak akan kehilangan pekerjaan
bila mereka membuka status HIV mereka.
Bekerjalah dengan manager untuk membuat kebijakan
dalam kesehatan dan kesinambungan kesempatan kerja.
Masukkan/hubungkan stigma dengan keuntungan, misal
tawarkan VCT dan ARV, berikan pendidikan pada pekerja
tentang hak-hak mereka.
Berikan dukungan support grup ODHA di tempat kerja.
Media

Strategi untuk mengatasi stigma:


Berikan informasi terkini dan benar. Hindarkan image yang
mengancam.
Berikan pandangan yang positif tentang ODHA: tunjukkan
gambar-gambar ODHA yang dalam kondisi sehat dan yang
hidup normal dan bisa memberikan kontribusi secara aktif
kepada keluarga mereka dan masyarakat.
Libatkan ODHA dalam mendidik para pekerja media tentang
masalah ini.
Populasi Kunci: Populasi Rawan &
• PS potensial
• Waria Tertular:
• IDU • Klien PS
• LSL • Pasangan dari
• Warga Binaan orang dengan risiko
• Remaja
Masalah Medis:
HIV • Anak dari Ibu
• Keterlambatan Positif
diagnosis • Tenaga Kesehatan
• Koinfeksi
Tuberkulosis
• Koinfeksi Hepatitis
STIGMA
• IMS & DISKRIMINASI
• Ibu Hamil
•Terapi dan subsidinya KETIDAK TAHUAN
Simpulan
• Dunia HIV merupakan hal yang kompleks
• Diperlukan komitmen dan upaya keras untuk
membantu penanggulangan
– Dimulai dari sektor masing-masing
– Dimulai dari mencari informasi yang benar
– Dimulai dengan “membuka” mata hati dan pikiran
untuk menerima dan menyadari adanya
permasalahan HIV