Anda di halaman 1dari 9

Rekayasa Pondasi 1

3.8 Pondasi telapak asimetris


 Dalam mendesain denah & ukuran pondasi telapak dapat dijumpai kendala keterbatasan
lahan maupun adanya struktur lain yang tidak boleh dibongkar, seperti jaringan perpipaan,
pondasi bangunan lama.
 Utk penempatan jaringan perpipaan atau kabel, perlu dibuat lubang pada pelat pondasi.
 Dalam kondisi demikian tdk dimungkinkan lagi pemakaian denah pondasi simetris, sehingga
dipakai bentuk pondasi telapak asimetris. (Gb. 56)

 Terhadap beban normal, diusahakan


resultan beban sentris terhadap pusat
berat alas pondasi, sehingga beban
terbagi merata pada tanah dasar :
 σ = P/ A ≤ σijin
Dalam analisis kapasitas dukung diperlukan beberapa langkah sbb :
 Dicari letak pusat berat alas pondasi berdasarkan statis momen alas pondasi
 Dibuat sumbu x dan y melalui pusat berat alas pondasi
 Dicari besarnya inersia pada kedua sumbu x dan y

Kapasitas dukung tanah pada suatu titik (x,y) dihitung sbb :

𝑃 𝑀𝑦 . 𝑋 𝑀𝑥 . 𝑌
𝜎= + +
𝐴 𝐼𝑦 𝐼𝑥

P termasuk berat pondasi dan tanah di atasnya. Syarat : σmin ≥ 0


Rumus lain (tanpa berat pondasi + tanah) :

𝑃 𝑀𝑦 . 𝑋 𝑀𝑥 . 𝑌
𝜎= + + +𝑞
𝐴 𝐼𝑦 𝐼𝑥

Q = beban terbagi rata akibat pondasi + tanah


Contoh soal 3.4 :
 Denah dan ukuran pondasi seperti Gambar 57.
 Beban kolom = 270 t
 Tebal pelat pondasi = 0,80 m
 Muka atas pelat pondasi rata dg muka tanah, γbeton
= 2,5 t/m3.
 Hitung σmaks dan σmin pada alas pondasi !

Penyelesaian :
Pusat berat alas pondasi : misal x0 dari tepi kanan, y0 dari tepi atas.
Luas alas pondasi, A = A1 – A2 = 3.3 – 0,5 . 1 = 8,5 m2
Statis momen alas pondasi terhadap tepi kanan :
A . x0 = A1 . x1 – A2 . x2
8,5 . x0 = 9 . 1,5 – 0,5 . 0,5  x0 = 1,559 m
Statis momen alas pondasi terhadap tepi atas :
8,5 . y0 = 9 . 1,5 – 0,5 . 0,25  y0 = 1,574 m
Beban kolom P1 = 270 T, eksentris terhadap pusat berat O (x0 , y0 )
ex = + 0,059 m; ey = + 0,074 m

Berat pondasi P2 = 8,5 . 0,8 . 2,5 = 17 T sentris terhadap O


P = P1 + P2 = 270 + 17 = 287 T
Letak koordinat titik sudut pelat pondasi terhadap titik pusat O

Titik Absis x (m) Ordinat y (m)


A - 1,441 + 1,574
B + 0,559 + 1,574
C + 0,559 + 1,074
D + 1,559 + 1,074
E + 1,559 - 1,426
F - 1,441 -1,426

Tegangan yg terjadi di bawah pondasi dihitung dg rumus :


𝑃 𝑀𝑦 . 𝑋 𝑀𝑥 . 𝑌
𝜎= + +
𝐴 𝐼𝑦 𝐼𝑥
Karena My positif dan Mx positif diperkirakan σmaks terjadi di titik B atau D,
sedangkan σmin di titik F :