Anda di halaman 1dari 16

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN MAS

( Cyprinus carpio )

NAMA KELOMPOK :
DWIKI FAHREZA MODEONG
FETRIANA MODEONG
AZRIEL MODEONG

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMK NEGERI 1 KOTABUNAN
KAB BOLAANG MONGONDOW TIMUR
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT karna dengan ijin
dan kuasa-nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan prakerin
dengan judul “Pembenihan Ikan Mas ( Cyprinus carpio L ) ini sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.
Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini disusun berdasarkan hasil
praktek kerja industri selama dua bulan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar
Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi
Utara.
Yang mana tempat praktek kerja industri (PRAKERIN) yang di tempati
terdapat beberapa kegiatan kerja di bidang perikanan budidaya air tawar,
dengan itu dapat menyelesaikannya sehingga penulis selaku siswa dapat
menambah pengetahuan di luar bangku sekolah.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Akhir kata
penulis mengucapkan Terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ikan Mas (Cyprinus carpio L ) merupakan Ikan air tawar yang hidup di
perairan dangkal yang mengalir tenang dengan suhu20–25 °C.Ikan ini banyak
digemari Masyarakat karena rasa dagingnya yang gurih dan memiliki kadar
protein yang tinggi(16 %).IkanMas yang lazim disebut Ikan karper terkenal
cukup mudah dalam pemeliharaannya,memiliki tingkat pertumbuhannya yang
relatif cepat, tahan terhadap penyakit dan parasit.
Harga Ikan Mas di pasaran saat ini adalah Rp 45.000 per kilogram.
Ketersediaan benih yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup
merupakan salah satu kendala dalam pengembangan budidaya ikan Mas.
Untuk mempertahankan agar benih Ikan Mas tetap tersedia maka perlu
dilakukan kegiatan pembenihan. Pembenihan adalah usaha yang dilakukan
untuk mendapatkan benih dalam mendukung kegiatan budidaya.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktek magang ini adalah untuk mengetahui secara langsung
teknik pembenihan ikan Mas (Cyprinus carpio L) di BPBAT Tatelu dan mengetahui
permasalahan yang dihadapi dalam proses pemijahan serta mencari pemecahan
dari masalah tersebut.
Adapun manfaat dari praktek magang ini adalah dapat menambah
pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan memperluas wawasan dalam bidang
perikanan, khususnya dalam pembenihan ikan Mas (Cyprinus carpio L)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Taksonomi dan Morfologi
• Dalam Santoso (1993), klasifikasi IkanMas adalah sebagai berikut:
• Phylum : Chordata
• Klas : Pisces
• Sub klas : Teleostei
• Ordo : Ostariophysi
• Sub ordo : Cyprinoidae
• Famili : Cyprinidae
• Genus : Cyprinus
• Spesies : Cyprinus carpio

Ikan Mas memiliki bentuk badan panjang dan perbandingan panjang total dengan
tinggi badan, yakni 3:1. Apabilah bagian tengah badan dipotong,Ikan Mas memiliki
perbandingan tinggi badan dengan lebar badan, yakni 3:2. Warna tubuh Ikan Mas tergantung
pada varietas,yaitu merah, kuning,abu-abu,kehijaun dan ada yang belang.
Tubuh Ikan Mas terbagi tiga bagian, yaitu: kepala, badan dan ekor.Pada kepala
terdapat ekor, sepasang mata, hidung dan insang. Seluruh tubuh Ikan Mas ditutupi dengan
sisik yang besar berjenis ctenoit.Pada bagian itu terdapat ada gurat sisi, memanjang mulai
dari tutup ingsang sampai pangkat ekor. Morfologi ikan mas dapat diihat pada gambar 1.
Gambar 1.Morfologi Ikan Mas

Menurut Partosueiryo dan Warseno (2011), ciri-ciri morfologi beberapa IkanMas yang banyak di
jumpai di Masyarakat antara lain:
- IkanMas Majalaya
- IkanMas Punten
- IkanMas Merah
- IkanMas Taiwan
- IkanMas Kumpay
- IkanMas Karper Kaca
- IkanMas Kancra DoMas
- IkanMas Sinyonya
2.3 Pengelolaan Induk
Induk Ikan Mas yang akan di pijahkan akan dipelihara di kolam khusus secara
terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupa pellet dengan
kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan Ikan Mas sebanyak 3% perbobot
biomassa perhari. Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari. Ikan Mas yang diseleksi
sudah dapat dipijahkan setelah berumur 1,52 tahun dengan bobot lebih besar dari
2 kg,sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dengan bobot lebih besar dari 0,5
kg. Untuk membedakan jantan dan betina dapat dilakukan dengan jalan mengurut
perut kearah ekor. Jika keluar cairan putih dari lubang kelamin maka Ikan tersebut
jantan (Santoso 1993).
BAB III
KEADAAN UMUM LOKASI
3.1 Sejarah Umum
• Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu adalah salah satu UPT Direktorat Jendral PerIkanan
Budidaya yang diberi amanah untuk perIkanan budidaya dikawasan Timur Indonesia. Dalam perIkanan tugas
melaksanakan penerapan teknik pembenihan dan pembudidayan Ikan air tawar serta pelestarian sumberdaya
induk atau jenis Ikan.
• Berdasarkan Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan NO.06/PERMEN-KP/2014 dengan menyelenggarakan
fungsi melaksanakan uji terap teknik dan kerjasama, produksi, budidaya, yang meliputi bagian timur Indonesia
yaitu Sulawesi, Maluku dan Papua.
• Dalam melaksanakan tugas BPBAT Tatelu menyelenggarakan fungsinya:
• Identifikasi dan penyusunan rencana program teknis dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta laporan.
• Pelaksanan uji terap teknik perIkanan budidaya air tawar.
• Pelaksanan peyiapan bahan stndardisasi perikanan budidaya air tawar.
• Pelaksanan sertifikasi sistem perikanan budidaya air tawar.
• Pelaksanan kerjasama teknis perikanan air tawar`
• Pengelolan dan pelayanan sistem informasi dan publikasi perIkanan budidaya air tawar.
• Pelaksanaan pengujian laboratorium persyaratan kelayakan teknis perIkanan budidaya air tawar.
• Pelaksanaan pengujian mutu pakan,residu,serta kesehatan Ikan dan lingkungan budidaya air tawar
• Pelaksanaan bimbingan teknis laboratorium pengujian.
• Pengelolaan produksi induk unggul,benih bermutu,dan sarana produksi perIkanan budidaya air tawar
• Pelaksanaan bimbingan teknis perIkanan budidaya air tawar
• Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
3.2 Visi dan Misi
• VISI
• Mewujutkan Perikanan Budidaya yang mandiri, berdaya saing dan
berkelanjutan berbasiskan Kepentingan Nasional

• MISI
• Mewujudkan kemandirian perikanan pembudidaya melalauipemanfaatan
sumber daya berbasis pemberdaya Masyarakat
• Mewujutkan produk perikanan budidaya berdaya saing melalui meningkatan
teknologi inovatif.
• Memanfaatkan sumberdaya perikanan budidaya secara berkelanjutan.
BAB IV
BAHAN DAN METODE
– 4.1Waktu dan Tempat
• KegiatanPrektekKerjaIndustriinidilaksanakandariTanggal14
januari2019sampaidengantanggal 14 maret2018di Balai Perikanan Budidaya Air
Tawar (BPBAT) Tatelu, kabupatenMinahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara
• 4.2 Alat dan Bahan
• Tabel 1.Alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan selama kegiatan disajikan pada
Tabel 2dan Tabel 3
• 4.3 Persiapan Kolam Pemijahan
• Pada persiapan kolam pemijahan, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu
pengeringan kolam pemijahan, dengan membuka saluran pengeluaran air dan
menguras air pada kolam pemijahan sampai kering. Setelah kolam pemijahan
kering, maka dilakukan pembersihan kolam pemijahan dengan cara menyikat
dinding dan dasar kolam hingga bersih. Pembersihan kolam pemijahan dilakukan
dengan tujuan agar kotoran yang ada dalam kolam tidak mengganggu proses
pemijahan. Sesudah dilakukan pembersihan kolam langka selanjutnya yaitu
pengisian air pada kolam yang telah dibersihkan, dengan tinggi air 70cm.
Selanjutnya dilakukan pemasangan happa pada kolam pemijahan. Ukuran happa
yang digunakan yaitu 4,2 m. Tujuan dilakukanya pemasangan happa pada kolam
pemijahan yaitu melindungi telur hasil pemijahan dari gangguan, selain itu juga
memberikan kemudahan saat pemindahan induk yang telah memijah. Selanjutnya
dilakukan pemasangan kakaban pada happa pemijahan, tujuannya yaitu sebagai
tempat melekatnya telur saat terjadi pemijahan.
• 4.4 Seleksi Induk
Tujuan seleksi induk adalah untuk mendapatkan induk IkanMas yang
sehat, unggul dan layak untuk budidaya Ikan sesuai dengan CPIB. Pemilihan
calon induk meliputi pemilihan induk jantan dan induk betina seperti pada
(Gambar 3)
Gambar 5.Kegiatan Seleksi Induk Matang
Gonad

Gambar 6.IndukJantan dan Betina


BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang dilakukan selama 2 bulan di
Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, diperoleh data sebagai berikut
.
• 5.1 Persiapan kolam pemeliharaan induk
• Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas
pengelolaannya.Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas
500 meterpersegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak.
Sedangkan biladiberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas
150 200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang
dengandinding bisa ditembok atau kolam tanah Pintu pemasukan air bisa
dengan paralon dan dipasang saringan,
• 5.2 Seleksi calon induk
• Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk memilih calon indukan yang
berkualitas baik:
• Pertama, lakukan seleksi calon indukan sejak calon indukan berukuran 100-200
gram.
• Tips yang kedua, untuk umur indukan betina sebaiknya tidak kurang dari 1,5-2
tahun dengan berat minimal 2 kg per ekor. Untuk indukan jantan umurnya tidak
kurang dari 8 bulan dengan berat minimal 0,5 kg per ekor.
• Kenampakan indukan harus berbadan mulus, tidak cacat, sirip-siripnya tidak rusak.
Ikan mas yang baik untuk indukan kepalanya lebih kecil dari badannya. Insangnya
bersih, tidak ada bintik-bintik putih. Lensa matanya tampak jernih.Sisik di kedua
sisi badannya simetris, tidak ada lekukan dan patahan. Warna sisik cerah, sisik yang
kusam menandakan ikan terlalu tua. Sisik tersusun rapi dan ukurannya relatif
besar. Ekornya baik dan kuat. Panjang ekornya lebih besar dibanding dengan
lebarnya.
• Nah, perlu diperhatikan agar calon indukan harus berasal dari keturunan yang
berbeda, baik jantan maupun betina. Supaya tidak terjadi inbreeding yang
menurunkan kualitas benih ikan.
• VI. KESIMPULAN DAN SARAN
• 6.1 Kesimpulan
• Teknik pembenihan ikan Mas di BPBAT Tatelu dapat dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut :
• Tahapan pemijahan yang meliputi persiapan pematangan induk, wadah
pemijahan berupa bak, seleksi induk, pengeringan kolam, pembalikan tanah
kolam, pengapuran, pemupukan, pemberian pakan, pengukuran pertumbuhan
larva, pengelolaan kualitas air serta hama dan penyakit.
• JumlahTelur yang dihasilkan induk betina ikan mas yang dipijahkan 984.560 butir,
dan jumlahtelur yang terbuahi 790.880 butir, dan jumlahlarava yang menetas
626.000 ekordengan rata-rata Fartilization rate (FR) 80,3 % dan rata-rata Hatching
rate (HR) 79,1 %.
• Tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas pada kolam pada pendederan I yaitu
51,3%,Panjang akhirbenihsetelahpemeliharaan di kolampendederan I adalah 1–3
cm sedangkanberatakhirbenihadalah 2,2–3,5 g;
• 6.2. Saran
• Dari kegiatan pembenihanikan Mas di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (
BPBAT) TateluMinahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara ada beberapa saran yaitu:
• 1.Sebaiknya pemeliharaan larva dicobalakukan di kolam beton agar terhindar
darihama.
• 2. Pemeliharaan larva dilkolampendederan I ikan mas dilakukan di kolam tanah
maka perlu dilakukan penjagaan agar predator (burung) dapat diminimalisir
kemudian sumber air juga perlu diperhatikan. Diharapkan air yang akan dipakai
untuk pemeliharaan larva dengan air yang bersih.
• 3. Pemberian pakan pada larva ikan Mas di BPBAT Tatelu sebaiknya dapat
dilakukan 3-4 kali sehari dalam jumlah pakan yang sedikit agar pertumbuhan larva
lebih optimal.
• 4. Pemberianpakanalamidapnia, moina di kolampendederan I harusrutin di
berikansetiaphariselama 10 hari.