Anda di halaman 1dari 52

TONSILOFARINGITIS AKUT

MODERATOR :
DR. DYAH SILVIATY, SP.A.MH.KES

TUTOR :
DR. YENNY PURNAMA, SP.A.MKES
Lelly Sembodo
1102010150
IDENTITAS PASIEN
 Nama : An. YD
 Umur : 4 tahun
 Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Agustus 2010
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Alamat : KPAD Puspo Raya, Cibinong
 Suku Bangsa : Batak
 Agama : Protestan
 Pendidikan : Belum Sekolah
 Hubungan dengan orang tua : Anak kandung
 Tanggal masuk : 31 Agustus 2014
 No. CM : 357678
IDENTITAS ORANGTUA
Orangtua Ayah Ibu
Nama Tn. A Ny. S
Umur sekarang 36 tahun 36 tahun
Umur saat menikah 29 tahun 29 tahun
Perkawinan ke 1 1
Pendidikan terakhir SMA D3 Keperawatan
Pekerjaan TNI Perawat
Pangkat Sertu -
Agama Protestan Protestan
Suku bangsa Batak Batak
Penyakit, bila ada - -
ANAMNESA
Keluhan utama : Demam sejak 6 hari SMRS

• Demam.

6 hari SMRS
buang air besar disertai
5 hari SMRS darah

4 hari SMRS Batuk berdahak

BAB berdarah telah diobatin dengan bactrim, ibu


pasien sudah tidak mengeluh BAB berdarah ,demam
2 hari SMRS dirasakan turun setelah minum obat namun tidak
sampai batas normal, kemudian demam dirasakan
naik kembali.
 Riwayat pengobatan yang telah diperoleh :
Bactrim Syrup (diberikan 2 hari SMRS)

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat keluhan serupa : disangkal Riwayatsakit serupa : disangkal
Riwayat kejang demam : disangkal Riwayat penyakit asma : diakui,
Riwayat penyakit asma : disangkal ibu pasien
Riwayat alergi : disangkal Riwayat alergi : diakui,
Riwayat penyakit kuning : disangkal ibu pasien
alergi debu
Riwayat penyakit kuning : disangkal
Riwayat kencing manis : disangkal
Riwayat darah tinggi : disangkal
 Riwayat kehamilan G0P2A0
Selama kehamilan ibu pasien merasakan mual diawal
kehamilan. Selama kehamilan Ibu pasien tidak pernah sakit
berat, tidak mengkonsumsi obat-obatan, merokok atau alkohol
dan ibu pasien juga tidak rutin untuk kontrol kehamilannya ke
dokter setiap bulan.
Riwayat kelahiran
Penolong : Dokter
Cara persalinan : Spontan
Berat badan lahir : 3400 gram
Panjang badan lahir : 52 cm
Usia gestasi : 40 minggu
Keadaan bayi setelah lahir : langsung menangis
Kelainan bawaan : tidak ada
Anak ke :2
Riwayat perkembangan
Umur Perkembangan pubertas :
•Rambut pubis :
Pertumbuhan gigi I 6 bulan
Stage 1, tidak terdapat rambut pubis
Tengkurap 4 bulan

Duduk 5 bulan •Mammae :


Stage 1, stadium pertunasan
Berdiri 9 bulan payudara. Penonjolan payudara dan
Berjalan 15 bulan papilla sebagai tonjolan kecil.
Bicara 12 bulan
Menarche : belum
Membaca dan Menulis Belum bisa

Kesan:
pertumbuhan dan perkembangan sesuai
dengan usia
Riwayat Makan

Bubur Nasi
Usia ASI/PASI Buah/Biskuit
Susu Tim

0 – 2 bulan ASI - - -

2 – 4 bulan ASI - - -

4 – 6 bulan ASI - - -

ASI + susu
6 – 8 bulan Ya Ya Ya
formula
8 – 10 ASI + susu
Ya Ya Ya
bulan formula
10 – 12 ASI + susu
Ya Ya Ya
bulan formula
Riwayat Makan
Jenis Makanan Frekuensi
Nasi 3 x sehari, @ 1 centong nasi

Sayur 1-2 x sehari @ 1 mangkok kecil

Daging (ayam) 3-4 x dalam 1 minggu, @ 1 potong

Telur 5x dalam 1 minggu, 1 hari 1-2 kali, tiap kali 1 butir

Ikan 2x dalam 1 minggu, @ 1 potong

Tahu 3x dalam 1 minggu, 1 hari 2 kali, @ 1 potong

Tempe 4x dalam 1 minggu, 1 hari 2 kali, @ 1 potong

Susu ; Merk / takaran setiap hari, 1 hari 2-3 kali, tiap kali 250 cc / Dancow

Kesan: Kualitas dan kuantitas makanan cukup.


Riwayat Imunisasi

Jenis Imunisasi I II III IV V


BCG 2 bulan - - - -
Hepatitis B 0 hari 1 bulan 6 bulan - -
Polio 2 bulan 4 bulan 6 bulan - -
DTP 2 bulan 4 bulan 6 bulan - -
Campak 9 bulan - - - -
Lain-lain - - - - -

Kesan imunisasi dasar : Imunisasi dasar lengkap


Kesan imunisasi ulangan : Imunisasi ulangan lengkap
Jenis Lahi Mati
N Tanggal Lahir Abortu Keterangan
Kelami Hidup r (sebab
o (Usia) s kesehatan
n Mati )
22-01-2009
1 L  - - - TK B / sehat
(5 tahun 7 bulan
23-08-2010 Belum
2 P  - - -
(4tahun 0 bulan) Sekolah

Anggota Keluarga Lain yang serumah


Tidak ada

Masalah Dalam Keluarga


Tidak ada.
Status Rumah Tinggal
 Tinggal di perumahan, milik sendiri.
 Keadaan rumah :
Ventilasi rumah baik, pencahayaan cukup, rumah cukup rapi, dan
terdapat tumpukan mainan di pojok ruang keluarga. Sumber air
berasal dari PAM dan air tanah yang ditampung di dalam bak
yang terbuat dari semen sebagai sumber air yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terdapat selokan di depan rumah,
air selokan mengalir.
Lingkungan sekitar rumah :
Cukup bersih, lingkungan perumahan dekat dengan
rumah tetangga dan orang sekitar rumah tidak ada
yang menderita keluhan yang sama
Riwayat Penyakit yang pernah
diderita
Penyakit Usia Penyakit Usia
Diare 5 hari SMRS Morbili -
Otitis - Parotitis -
- Demam
Radang paru -
berdarah
Tuberkulosis - Demam tifoid -
Kejang - Cacingan -
Ginjal - Alergi -
Jantung - Pertusis -
Darah - Varicella -
Difteri - Biduran -
Asma - Kecelakaan -
Penyakit kuning - Operasi -
Batuk berulang - Lain-lain -
PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos mentis
 Status mental : Baik
 Berat Badan (BB) : 19 kg
 Tinggi Badan : 115 cm
 Lingkar Kepala : 49 cm
 Lingkar Lengan Atas : 20 cm
 Lingkar Dada : 70 cm
Status gizi : Z Score

Umur : 4 tahun
BB : 19 kg
TB : 115 cm

Status gizi : (Z Score)


 Berdasarkan BB/U = z score berada antara pecentil 0 – 2

 Berdasarkan TB/U = z score berada antara perentil 3 - 2

 Berdasarkan BB/TB = z score berada antara percentil 0 – (-1)

 BMI = berada pada percentile 0 – (-1)


PEMERIKSAAN FISIK
 Tanda-tanda vital :
 Tekanan Darah : 110/80 mmHg
 Nadi : 110 x/ menit, regular , isi cukup
 Respirasi : 20x/ menit, teratur
 Suhu : 37,6 oC (axilla)

Kepala: Normocephal, rambut hitam sedikit ikal, distribusi merata,


tidak mudah dicabut, ubun-ubun besar sudah menutup

Wajah : Simetris, kulit wajah pasien tidak nampak adanya kelainan,


warna sawo matang, nyeri tekan sinus tidak ada, ruam tidak
ada
PEMERIKSAAN FISIK
Mata :Kelopak mata tidak edema, tanda-tanda perdarahan tidak
ada, konjungtiva Tidak anemis, tanda peradangan pada
konjungtiva tidak ada, mata tidak merah, sklera tidak ikterik,
kornea dan lensa jernih, pupil bulat, diameter pupil
3mm/3mm,isokor,reflex cahaya langsung dan tidak langsung
+/+.
Telinga : Daun telinga simetris kanan dan kiri, lekukan
sempurna, tidak ada sekret, tidak ada perdarahan

Hidung : Bentuk normal,deviasi septum tidak ada, mukosa


hidung tidak hipermis, terdapat secret bening ,
perdarahan tidak ada,nafas cuping hidung tidak
ada.
PEMERIKSAAN FISIK
 Mulut :Mukosa lembab, tidak ada sianosis, lidah kotor(-),
lidah tremor tidak ada, perdarahan gusi tidak ada,
tonsil T3-T3, faring hiperemis

Leher : trakea di tengah, simetris, deviasi trakhea tidak ada,


pembesaran kelenjar tiroid tidak ada, pembesaran kelenjar
getah bening tidak ada

Thorax :Bentuk normal, jaringan parut tidak ada,


ruam tidak ada, retraksi dinding dada tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Paru :
 Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis, tidak ada retraksi interkostal
 Palpasi : Vokal fremitus kanan sama dengan kiri
 Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
 Auskultasi : Suara napas vesikuler +/+, rhonki dan wheezing tidak ada.

Jantung :
Inspeksi : Ictus kordis tidak tampak.
Palpasi : Ictus kordis teraba di ICS IV linea midclavicula sinistra, tidak
kuat angkat,thrill tidak ada.
Perkusi : Batas Jantung kanan di ICS V linea parasternal dekstra
Batas Jantung kiri di ICS V linea midclavicula sinistra
Batas Pinggang Jantung di ICS III linea parasternal sinistra
Auskultasi : Bunyi Jantung I dan II reguler, murmur dan gallop tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
 Inspeksi :Datar, tidak ada luka, tidak ada sikatrik, tidak
ada perdarahan, tidak ada ruam
 Auskultasi : Bising usus (+) normal (6x/menit)
 Palpasi : Supel, hati dan lien tidak teraba,turgor kulit
baik, CVA -/-, nyeri tekan (-)
 Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen

Ekstremitas : Akral hangat, tidak ada sianosis, tonus baik,


capillary refill< 2”, edema (-),petekie (-) di
kedua tungkai bawah, panas (-), ruam tidak
ada
Refleks
Refleks Fisiologis
 Refleks biseps : + (normal) /+ (normal)
 Refleks triseps : + (normal) /+ (normal)
 Refleks patella : + (normal) /+ (normal)
 Refleks Achilles : + (normal) /+(normal)

Refleks Patologis Rangsang Meningeal :


• Refleks babinski : -/- •Kaku kuduk :-
• Refleks Oppenheim : -/- •Brudzinsky II : -/-
• Refleks Chaddoks : -/- •Brudzinsky I : -/-
• Refleks Gordon : -/- •Kernig : -/-
• Refleks Schaefer : -/- •Lasegue : -/-
• Refleks Gonda : -/-
PEMERIKSAAN PENUNJANG HASIL Tanggal : 31-08-2014
JENIS PEMERIKSAAN NILAI RUJUKAN
Pukul : 15.17

HEMATOLOGI
Hematologi Rutin
Hemoglobin 12-16 g/dL 11.2
Hematokrit 37-47% 31
Eritrosit 4.3-6.0 juta/uL 4.1
Leukosit 4.800-10.800/uL 21900
Trombosit 150.000-400.000/uL 277000
MCV 80-96 fL 76
MCH 27-32 pg 28
MCHC 32-36 g/dL 37
Kimia Klinik
Natrium (Na) 132-145 mmol/L 133
Kalium (K) 3.1-5.1 mmol/L 3.4
Klorida (Cl) 32-36 mmol/L 98
IMUNOSEROLOGI
Widal
S. Typhi O - -
S. Paratyphi AO - -
S. Paratyphi BO - -
S. Paratyphi CO - -
S. Typhi H - -
S. Paratyphi AH - -
S. Paratyphi BH - -
S. Paratyphi CH - -
RESUME
 Pasien anak perempuan berusia 4 tahun datang dengan
keluhan demam yang dirasakan secara mendadak sejak 6
hari SMRS. Demam dirasakan hilang timbul, terus-menerus,
demam tanpa disertai dengan menggigil, kejang ataupun
keringat malam. Lima hari SMRS pasien mengeluh buang air
besar disertai darah. Darah berwarna merah segar dan isinya
air dan terdapat sedikit ampas. Buang air besar kurang lebih
3-4x.Ibu pasien tidak memperhatikan bau fesenya. Empat
hari SMRS pasien mengaku batuk. Batuk berdahak berwarna
kuning kehijauan tanpa disertai darah. Batuk disertai dengan
pilek, cairan bewarna bening. Terdapat nyeri menelan
sehingga nafsu makan pasien terganggu. Batuk pilek tanpa
disertai sesak napas dan muntah
 Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak
sakit sedang, kesadaran komposmentis. Tekanan darah :
110/80 mmHg, Nadi : 110 x/ menit, regular , isi cukup,
Respirasi : 20x/ menit, teratur dan Suhu : 37,6 oC (axilla).
Pada pemeriksaan mulut didapatkan faring hiperemis dan
tosil T3-T3. Pada pemeriksaan labolatorium didapatkan
Hb/Ht/Erit/Leuk/Trombo/MCV/MCH/MCHC:
11.2/31/4.1/21900/277000/76/28/37.
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS KERJA
Tonsilofaringitis akut et causa susp Bakteri
Riwayat Disentri

DIAGNOSIS BANDING
Tonsilofaringitis akut et causa Virus
Abses Peritonsilar
PEMERIKSAAN ANJURAN
 Darah lengkap
 Kultur swab tenggorok
 Rapid antigen-detection (RADT)
 ASTO
 Pemeriksaan feses lengkap
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
 volume cairan kristaloid perhari yang diperlukan untuk
BB 19 kg
Jumlah cairan = 1000 + { 50 x BB }
= 1000 + { 50 x 9 }= 1000 + 450 = 1450 cc / 24 jam
IFVD RL 1500 cc/24 jam
 Paracetamol 3x200 mg IV
 Cefotaxim 3x500 mg IV
 Ambroxol syrup 3x2 ½ cth
PENATALAKSANAAN

Non-Medikamentosa
 Tirah baring

 Diit : makan biasa (energi : 1500 kcal/hari)

PROGNOSIS
Qua ad vitam : ad bonam
Qua ad fuctionam : ad bonam
Qua ad sanationam : dubia ad bonam
FOLLOW UP PASIEN
02 September 2014 03 September 2014
S Batuk berdahak, Demam tidak ada, mual (-), muntah (-), nafsu makan mulai Ibu pasien mengeluh anaknya masih batuk berdahak, Demam (-), mual (+),
membaik, , BAK (+), BAB (+) berampas dan tidak berdarah , BAB darah (-) muntah (-), BAK (+), BAB (+) berampas, tidak berdarah dan tidak berlendir,
nafsu makan membaik
O Keadaan umum : Tampak sakit sedang Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Keasadaran : Compos Mentis Keasadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda vital: Tanda-tanda vital:
- TD : 110/80 mmHg N : 110 x/ menit, - TD : 110/80 mmHg N : 100 x/ menit,
- R : 20 x/ menit S : 36,7 oC - R : 22 x/ menit S : 36,6 oC
Kepala : Normocephal Laboratorium : hb/ht/erit/leko/trombo/mcv/mch/mchc :
Wajah : Simetris, nyeri tekan sinus (-), ruam (-) 11.2/32/4.1/20000/409000/79/27/35
Mata :edema palpebra (-/-), tanda-tanda perdarahan (-/-), konjungtiva anemis (- Kepala : Normocephal
/-), sklera ikterik (-/-) Wajah : Simetris, nyeri tekan sinus (-), ruam (-)
Telinga : sekret (-/-), perdarahan (-/-) Mata :edema palpebra (-/-), tanda-tanda perdarahan (-/-), konjungtiva anemis (-/-),
Hidung : sekret (-/-), perdarahan (-/-), NCH (-) sklera ikterik (-/-)
Mulut : Mukosa bibir lembab, lidah kotor (-), perdarahan gusi (-), T3- Telinga : sekret (-/-), perdarahan (-/-)
T3 faring hiperemis Hidung : sekret (-/-), perdarahan (-/-), NCH (-)
Leher : simetris, pembesaran KGB (-), ruam (-) Mulut : Mukosa bibir kering, lidah kotor (-), perdarahan gusi (-) T3-T3
Thorax : bentuk normal, jaringan parut (-), ruam (-) faring tidak hiperemis
Paru : Suara napas vesikuler +/+, rhonki (-/-) wheezing (-/-) Leher : simetris, pembesaran KGB (-), ruam (-)
Jantung : Bunyi Jantung I/II reguler, murmur (-), gallop (-) Thorax : bentuk normal, jaringan parut (-), ruam (-)
Abdomen : datar, supel, ruam (-), bising usus (+) hati dan lien tidak teraba, Paru : Suara napas vesikuler +/+, rhonki (-/-) wheezing (-/-)
nyeri tekan (-) Jantung : Bunyi Jantung I/II reguler, murmur (-), gallop (-)
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2”, edema (-), ptekie (-) Abdomen : datar, supel, ruam (-), bising usus (+) hati dan lien tidak teraba, nyeri
tekan (-)
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2”, edema (-), ptekie (-)
FOLLOW UP PASIEN

A Tonsilofaringitis akut Tonsilofaringitis akut


P- Tirah baring - Tirah baring
- Diit : energi 1800 kalori - Diit : energi 1800 kalori
- IFVD RL 1500 ml/24 jam - IVFD RL 1500 ml/24 jam
- Paracetamol syrup 3x1 ½ cth PO - Paracetamol syrup 3x1 ½ mg PO (prn)
- Cefotaxim 3x500 mg IV - Cefotaxim 3x500 mg IV
- Ambroxol syrup 3x2 ½ cth - Ambroxol 3x2 ½ cth
- Nebulizer 3x1 dengan NaCL 0.9% - Nebulisasi 3x1 dengan NaCL 0.9%
dan Barotec dan Barotec
14 Januari 2014

S Ibu pasien mengatakan sudah tidak batuk dan pilek. Demam (-), mual (-),
A Tonsilofaringitis akut
muntah (-), nafsu makan meningkat, BAK (+), BAB (+) berampas tidak
berdarah dan tidak berlendir P - Pasien boleh pulang
O Keadaan umum : baik
Keasadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda vital:
- TD : 110/70 mmHg N : 115 x/ menit,
- R : 20 x/ menit S : 36,8 oC
Kepala : Normocephal
Wajah : Simetris, nyeri tekan sinus (-), ruam (-)
Mata :edema palpebra (-/-), tanda-tanda perdarahan (-/-), konjungtiva
anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga : sekret (-/-), perdarahan (-/-)
Hidung : sekret (-/-), perdarahan (-/-), NCH (-)
Mulut : Mukosa bibir kering, lidah kotor (-), perdarahan gusi (-
), tonsil T1-T1 tidak hiperemis
Leher : simetris, pembesaran KGB (-), ruam (-)
Thorax : bentuk normal, jaringan parut (-), ruam (-)
Paru : Suara napas vesikuler +/+, rhonki (-/-) wheezing (-/-)
Jantung : Bunyi Jantung I/II reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : datar, supel, ruam (-), bising usus (+) hati dan lien tidak
teraba, nyeri tekan (-)
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2”, edema (-), ptekie (-), panas (-)
TINJAUAN PUSTAKA
TONSILOFARINGITIS AKUT
ANATOMI TONSIL 1
DEFINISI 1,2

 Istilah faringitis akut adalah digunakan untuk menenukan


semua infeksi akut pada faring, termasuk tonsillitis
(tonsilofaringitis) yang berlangsung hingga 14 hari.
ETIOLOGI 1,3,4
PATOGENESIS 1,2

Memerlukan penjamu
yang rentan dan
difasilitasi dengan
kontak yang erat.

Bakteri atau virus dapat secara langsung menginvasi mukosa faring

Masa inkubasi
yaitu 24-72 jam.
Respon peradangan local
MANIFESTASI KLINIK 1,6

 Nyeri tenggorokan dengan


awitan mendadak
 Disfagia akibat infeksi bakteri Sterptococcus
 Demam.

Rinore
Nyeri kepala suara serak
Nyeri perut Batuk
Muntah Konjungtivitis
Mual dan muntah diare
Faring hiperemis
Tonsil bengkak dan dengan eksudasi
KGB leher anterior bengkak dan nyeri
Uvula bengkak dan merah Sebagian disebabkan oleh
virus
DIAGNOSIS1

 gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan


penunjang.
TATALAKSANA1

 Usaha untuk membedakan faringitis bakteri dan virus


bertujuan agar pemberian antibiotic sesuai indikasi.
Tonsilektomi 1

Children Hospital of Pittsburgh Study


 7 atau lebih episode infeksi tenggorokan yang di terapi dengan
antibiotik dua tahun sebelumnya
 5 atau lebih episode infeksi tenggorok yang diterapi antibiotik
setiap tahun selama dua tahun sebelumnya,
 3 atau lebih episode infeksi tenggorok yang diterapi dengan
antibiotik setiap tahun selama 3 tahun sebelumnya.

American Academy Otolaryngology and Head and Neck Surgery


3 atau lebih episode infeksi tenggorokan yang diterapi dalam setahun
sebagai bukti yang cukup untuk melakukan tindakan pembedahan.
KOMPLIKASI1
 otitis media
 ulkus kronik
 Rinosinsusitis
 otitis media
 Mastoiditis
 adenitis servical
 abses retrofaringeal
 parafaringeal
ANALISIS KASUS
Demam
- Toksin
Eksogen
- Mikroorganisme
Pirogen
Endogen IL-1, IL-6, TNF-α, dan IFN

Endotelium Prostaglandin Meningkatkan


hipotalamus patokan
termostat (di
Hipotalamus)

Hipotalamus akan menganggap suhu sekarang


lebih rendah dari suhu patokan yang baru
sehingga ini memicu mekanisme-mekanisme
untuk meningkatkan panas
Disentri

Diare yang disertai darah dalam tinja

Diakibatkan oleh :
o Shigella
oCampylobacter Jejuni
oEntamoeba Hystolytica

1. Anoreksia
2. Kerusakan mukosa usus
3. Penurnan berat badan
Batuk

rasangsangan pada
reseptor batuk
Upaya pertahan
tubuh

Refleks normal Di luar Dalam rongga


yang melindungi rongga thorax
tubuh kita thorax

Laring,
Trakea,
Bronkus
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Status gizi : normoweight

Tanda vital
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 110 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 37,60C

Pemeriksaan Fisik
Hidung : secret + berwarna bening.
Mulut : tonsil T3-T3 dengan faring hiperemis
Pemeriksaan penunjang

 Leukositosis hingga 3 hari perawatan di Rumah Sakit


 Tanggal 31-08-2014 = 21.900/ʯL
 Tanggal 03-09-2014 = 20.000/ʯL,.

Leukositosis dapat terjadi


akibat adanya infeksi bakteri
Penatalaksanaan
Jumlah cairan = 1000 + { 19 x BB }
= 1000 + { 20 x 9 } = 1500 + 450 = 1450 cc / 24 jam
IFVD RL 1500 cc/24 jam (3 kolf)

Paracetamol 3x200 mg IV (prn)


Parasetamol diberikan untuk antipiretik dan analgetik.
Dosis paracetamol untuk pasien ini dengan
BB 19 kg = 10-15 mg/kgBB/hari = 190-285 mg/hari
Penatalaksanaan
 Cefotaxim 3x500mg IV
Cefotaxim merupakan antimikroba golongan sefalosporin generasi III.
Sefalosporin merupakan golongan Betalaktam, mekanisme kerja antibiotic
ini ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba.
Dosis = 50 – 200 mg/kgBB/hari dalam 4-6 dosis
Ambroxol syrup 3x2 ½ cth
Ambroxol merupakan golongan mukolitik yang berfungsi sebagai
pengencer dahak.
Dengan dosis 1.5 mh/kgBB/hari.
BB 19 kg = 19x1.5 = 25.5 mg
Dengan sediaan syrup 15/5ml = 25.5/15 = 1.7 ml sehingga 2 ½ cth
Prognosis
Quo ad vitam ad bonam Tidak mengancam nyawa bila
tatalaksananya tepat

Quo functionam ad bonam

Karena organ-organ vital pasien


masih berfungsi dengan baik

Quo ad sanactionam dubia ad bonam

Dipengaruhi oleh banyak factor salah satunya adalah factor penjamu yaitu
system kekebalan tubuh dan lingkungan yaitu sering nya pajanan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nastiti dkk. 2010. Buku Ajar Respirologi Anak. Ikatan Dokter Anak
Indonesia.
2. Adam, Boies dan Higler. 1997. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta :
EGC.
3. Michael R. 2011. Streptococcus Pharyngitis. The New England Journal of
Medicine : 364;7.
4. Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1994. Buku Ajar
Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : FKUI.
5. Soedarmo dkk. 2012. Buku ajar Infeksi dan pediatric Tropis. Ikatan Dokter
Anak Indonesia.
6. Soepardi dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
Kepala dan Leher. Fakultas Kedokteran niversitas Indonesia.
7. Pitaro M. Streptococcus Pharingitis. The Health Care of Homeless Persons.
8. Guideline for The Diagnosis and Treatment of Acute Pharyngitis. 2006.
TERIMA KASIH