Anda di halaman 1dari 50

OLEH:

SUKRON ROMADHON, M.Si


Definisi ilmu politik
 Dilihat dari sisi pembahasan aspek-aspek yg terkait
dengan politik  sudah sangat tua (SM)
 Pemikiran mengenai negara sudah
dikemukakan para filsuf: Plato,
Aristoteles, Confocius dsb.
 Di Indonesia: Negarakertagama
(Majapahit, XIII)
 Dilihat sebagai suatu cabang ilmu  relatif muda,
akhir abad ke-19. Kemudian berkembang sangat
pesat
Arti kata sifat politik
Ketatanegaraan, berkaitan
dengan pemerintahan.

Berkaitan dengan
kebijaksanaan pemerintahan

Banyak pertimbangan,
trampil, licik
Political historis
 Berasal dari kata polis, artinya negara kota.
(Aristoteles, 384-322 SM). Orang pertama kali yang
mengenalkan kata politik dan mengatakan bahwa
manusia pada dasarnya adalah zoon politic (makhluk
yang berpolitik).
Definisi
 Ilmu politik (science politique), negara menyebabkan
ilmu politik menjadi terkait dengan organisasi dari
lembaga yang memiliki sangkut paut dengan masalah
hukum. Jean Bodin (1530-1596)
 Bahwa semua fungsi pemerintahan dapat dimasukkan
dalam kategori legislatif, eksekutif, yudikatif.
Montesquieu (1689-1755)
 Ilmu politik adalah suatu disiplin akademis,
dikhususkan pada pengambaran, penjelasan,
analisa dan penilaian yang sistimatis mengenai
politik dan kekuasaan. (Adam Kuper dan
Jessica Kuper, Ensiklopedi ilmu-ilmu Sosial,
edisi 2, Machiavelli-world System, Jakarta: PT.
Rajawali Persada, 2000, hal. 796)
 Ada lima pandangan mengenai politik yakni
politik adalah:
1. Usaha yang ditempuh warga negara
untuk membicarakan dan mewujudkan
kebaikan bersama,
2. Segala hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan negara dan pemerintah,
3. Segala kegiatan yang diarahkan untuk
mencari dan mempertahankan kekuasaan
dalam masyarakat,
4. Kegiatan yang berkaitan dengan perumusan
dan pelaksanaan kebijakan umum dan
5. Sebagai konflik dalam rangka mencari dan
mempertahankan sumber-sumber yang
dianggap penting (Ramelan Surbekti,
Memahami ilmu Politik, Jakarta: PT
Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992, hal. 1-
2).
Dalam bukunya DASAR-DASAR ILMU POLITIK, Prof.
Mariam Budiardjo (ed.,10, 2005: 8) mengemukakan
bahwa politik memiliki bermacam-macam definisi.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa politik berkaitan
dengan berbagai macam kegiatan seperti
pengambilan keputusan (decision making), penentuan
kebijakan-kebijakan publik (public policies), distribusi
sumber-sumber daya. Untuk melakukan hal-hal
tersebut perlu memiliki kekuasaan (power) dan
kewenangan (authority).
Cara-cara untuk melaksanakan kekuasaan dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti persuasi dan
paksaan (coercion). Tanpa adanya unsur paksaan
kebijakan hanya merupakan rumusan keinginan.
• Politik pada dasarnya menyangkut tujuan-tujuan dari
seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi
seseorang (private goals).
• Lagi pula politik menyangkut kegiatan berbagai-bagai
kelompok termasuk partai politik dan kegiatan orang
seorang.
• Berdasarkan pengertian-pengertian di atas jelaslah bahwa
pokok-pokok perhatian dalam ilmu politik berkaitan
dengan;
1. Negara
2. Kekuasaan
3. Pengambilan keputusan
4. Kebijaksanaan
5. Pembagian (distribution) atau alokasi (allocation)
sumber daya
DEFINISI (kebijaksanaan)
• Adalah aspek dari semua perbuatan yang berkenaan
dengan usaha kolektif bagi tujuan-tujuan kolektif.
(Talcott Parson)
• Adalah koordinasi yang dapat dipercaya dari semua
usaha dan pengharapan manusiawi untuk
memperoleh tujuan masyarakat. (Karl deutch)
• Adalah tindakan yang dijalankan menurut suatu
rencana tertentu, terorganisasi dan terarah, yang
secara tekun berusaha menghasilkan,
mempertahankan atau merubah susunan
kemasyarakatan. (William Riker)
Definisi (kekuasaan)
 Adalah studi pembentukan dan pembagian
kekuasaan. (Harold lasswell dan abraham kaplan)
 Adalah suatu pola yang tetap dari hubungan-
hubungan manusiawi yang meliputi kekuasaan,
penguasaanatau kuasa yang tidak sedikit. (Robert A.
Dahl)
Definisi (negara)
 Adalah membahas organisasi-organisasi yang dikenal
sebagai negara. (fank J. Goodnow)
 Adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara. (J.
Barent)
Definisi (konflik dan kerjasama)
 Adalah perbuatan kemasyarakatan yang bertujuan
untuk mengatur secara mengikat konflik-konflik
kemasyarakatan mengenai nilai-nilai. (Gerhard
Lehmbruch)
Definisi (pembagian)
 Siapa ?????
 Memperoleh apa????
 Bilamana????
 Dengan cara apa????

(Harold Lasswell)
Ilmu politik sebagai ilmu
pengetahuan
Pemikiran falsafi tentang
pertanyaan bagaimana
seharusnya politik itu

Penelitian empiris tentang politik


sebagaimana sekarang, dulu dan
dimasa yang akan datang

Pertimbangan kebijaksanaan
mengenai kebijaksanaan yang
akan dijalankan.
Lanjutan....
Sebelum kita merumuskan apakah politik dapat
dikategorikan sebagai suatu ilmu maka kita harus
merumuskan terlebih dahulu pengertian ilmu dan syarat-
syarat suatu ilmu.
Pengertian Ilmu
Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun dan pengetahuan
adalah pengamatan yang tersusun secara sistematis. Jadi
ilmu pengetahuan adalah keseluruhan dari pegetahuan
yang terkoordinasi mengenai pokok-pokok pikiran
tertentu.
Syarat-syarat Ilmu Pengetahuan
– Rasional
– Empiris
– Akumulatif
– Teoretis
– Sistematis
Obyek studi ilmu politik
Dalam Contemporary Political Science, terbitan
UNESCO 1950, ilmu politik dibagi dalam empat
bidang:

Teori politik
– Teori politik
– Sejarah perkembangan ide-ide politik
Lembaga-Lembaga Politik
– UUD
– Pemerintah (pusat, daerah, lokal)
– Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah
– Perbandingan lembaga-lembaga politik
– Hukum internasional
Partai-Partai Politik
 Partai-partai politik
 Golongan-golongan dan asosiasi-
asosiasi
 Partisipasi warga negara dalam
pemerintahan
 Pendapat umum
Hubungan Internasional
 Politik Internasional
 Organisasi Internasional
Ruang lingkup ilmu politik
Filsafat politik

Peradilan dan proses hukum

Proses eksekutif

Organisasi dan tingkah laku administratif

Partai politik dan kelompok kepentingan


Ruang lingkup ilmu politik
Pemungutan suara dan pendapat umum

Sosialisasi politik dan budaya politik

Perbandingan politik

Pembangunan politik

Politik dan organisasi politik


PO L I T I K PSIKOLOGI
KRIMINOLOGI

SOSIAL / SOCIETAS
SOSIOLOGI HUKUM
MASYARAKAT

ANTROPOLOGI PSIKOLOGI SOSIAL

EKONOMI
KOMUNIKASI PEMERINTAHAN

CATATAN :
MASING-MASING ILMU PENGETAHUAN MEMILIKI “FOCUS OF INTEREST”(OBYEK FORMAL)
DARI ASPEK TERTENTU YANG BERBEDA, WALAUPUN KESEMUA ILMU PENGETAHUAN TSB DI
ATAS MEMILIKI “OBYEK MATERIAL” YANG SAMA YAITU SOSIAL / MASYARAKAT / SOCIETAS ;
Lanjutan....
SEJARAH

Sejarah pada dasarnya memperhatikan


data dan fakta dari masa lampau. Ilmu
Politik menggunakan data dan fakta dari
masa lampau untuk menemukan pola-
pola yang dapat membantu menentukan
suatu proyeksi masa depan.
FILSAFAT
Filsafat merupakan suatu usaha rasional untuk
menjelaskan persoalan-persoalan yang bersifat
universe (alam semesta), filsafat berusaha menemukan
asas-asal alam semesta.
Ilmu Politik berkaitan dengan filsafat terutama yang
menyangkut sifat hakiki, asal mula, dan nilai dari
negara. Negara dan manusia dianggap sebagai bagian
dari alam semesta.
SOSIOLOGI
Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam
usahanya memahami latar belakang, susunan, dan
pola kehidupan sosial dari pelbagai golongan dan
kelompok dalam masyarakat. Dengan memanfaatkan
konsep-konsep dalam sosiologi sarjana ilmu politik
dapat mengetahui sejauh mana stratifikasi sosial
mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh keputusan
kebijaksanaan, legitimasi politik, sumber-sumber
kewenangan politik, pengendalian sosial, dan
perubahan sosial.
ANTROPOLOGI
• Anthropologi menyumbang pengertian-pengertian
dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan
satuan-satuan sosial budaya.
• Perhatian sarjana ilmu politik terhadap anthropologi
makin meningkat sejalan dengan bertambahnya
perhatian dan penelitian tentang kehidupan serta
usaha modernisasi politik di negara-negara baru.
Mula-mula penelitian politik terhadap negara-negara
baru bersifat makro dengan asumsi pengutan negara
secara nasional akan dapat mengatasi berbagai
persoalan pada level mikro (desa, suku bangsa,
kedaerahan, agama, dstnya). Namun anthropologi
menunjukan bahwa betapa rumitnya mengelola
kehidupan nasional pada level mikro.
ILMU EKONOMI
• Ilmu ekonomi merupakan suatu ilmu sosial yang sering
digunakan untuk menyusun perhitungan-perhitungan
ke depan, yaitu terutama yang berkaitan dengan usaha
manusia untuk mengembangkan serta membagi
sumber-sumber yang langka untuk kelangsungan
hidupnya. Studi ilmu ekonomi pada dasarnya bersifat
planning-oriented, choice-oriented. Planning-oriented
berpengaruh pada pengertian pembangunan politik,
dan choice-oriented berpengaruh pada penelitian
mengenai decision-making. Dalam membuat kebijakan
ekonomi, seorang ahli ekonomi dapat bertanya kepada
sarjana politik mengenai sistem politik manakah yang
efektif untuk mencapi tujuan ekonomi?
PSIKOLOGI SOSIAL
• Psikologi sosial mempelajari hubungan timbal balik
antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor
yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan
kelompok atau golongan. Pendekatan yang digunakan
dalam psikologi sosial adalah kehidupan orang
perorangan.
• Dengan menggunakan pendekatan psikologi sosial, ilmu
politik dapat menganalisa makna dan peran ‘orang-
orang kuat, kondisi-kondisi sosial ekonomi serta ciri-ciri
kepribadian yang memungkinkan memiliki pengaruh
yang besar terhadap politik. Psikologi sosial juga dapat
menjelaskan sikap dan reaksi kelompok terhadap
keadaan yang dianggap baru dan asing ataupun yang
berlawanan dengan konsensus masyarakat
ILMU BUMI & ILMU HUKUM
• Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti
perbatasan, desakan penduduk, daerah pengaruh
mempengaruhi politik.
• Rudolf Kiellen (1864-1993) menganggap bahwa di
samping faktor ekonomi dan anthropologis, ilmu bumi
mempengaruhi karakter dan kehidupan nasional dari
rakyat dan karena itu mutlak harus diperhitungkan
dalam menyusun politik luar negeri dan politik
nasional.

• Ilmu Hukum
• Ilmu hukum sejak masa dahulu banyak hubungannya
dengan ilmu politik, oleh karena mengatur dan
memaksakan undang-undang (law enforcement)
merupakan salah satu kewajiban negara yang penting
TEORI POLITIK
1. TEORI
a. GENERALISASI YANG ABSTRAK TENTANG BEBERAPA FENOMENA ;
b. GENERALISASI YANG DISUSUN BERDASARKAN KONSEP-KONSEP ;
c. KONSEP LAHIR DALAM PIKIRAN (MIND),KARENANYA BERSIFAT ABSTRAK ;
d. KONSEP MERUPAKAN ALAT PENTING UNTUK BERPIKIR, KARENA KONSEP ADALAH
SUATU IDEA ;
2. KONSEP-KONSEP YANG DIBAHAS DALAM TEORI POLITIK ANTARA LAIN :
a. MASYARAKAT ;
b. NEGARA ;
c. KEKUASAAN ;
d. KEDAULATAN ;
e. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA ;
f. PERUBAHAN SOSIAL ;
g. PERKEMBANGAN POLITIK ; DLL

3. THOMAS JENKIN, MEMBEDAKAN DUA MACAM TEORI POLITIK :


a. TEORI POLITIK YANG MEMPUNYAI DASAR MORAL DAN MENENTUKAN NORMA-
NORMA POLITIK (NORMS FOR POLITICAL BEHAVIOR) ;
1) TEORI INI MASUK GOLONGAN “VALUTIONAL” (MENGANDUNG NILAI) ANTARA
LAIN TERDIRI DARI :
a) FILSAFAT POLITIK ;
b) TEORI POLITIK SISTEMATIS ;
c) IDEOLOGI ; DSB.
TEORI POLITIK (1)
2) TEORI POLITIK VALUTIONAL MEMPUNYAI TUGAS :
a) MENENTUKAN PEDOMAN DAN PATOKAN YANG BERSIAFAT MORAL DAN NORMA MORAL ;

b) MENCOBA MENGATUR HUBUNGAN MASYARAKAT UNTUK KESEJAHTERAAN, STABILITAS


DAN DINAMIKA MASYARAKAT ;

c) MEMPERJUANGKAN TUJUAN MORAL DAN MENETAPKAN KODE ETIK YANG DIJADIKAN


PEGANGAN DALAM KEHIDUPAN POLITIK ;

d) MENDIDIK WARGA MASYARAKAT MENGENAI NORMA DAN NILAI-NIALI DALAM


MASYARAKAT ;
3) TEORI POLITIK VALUTIONAL INI DIBAGI DALAM TIGA KELOMPOK :

a) FILSAFAT POLITIK (POLITICAL PHILOSOPHY) ;


- MENCARI PENJELASAN RASIONAL ;
- MELIHAT HUBUNGAN ANTARA SIFAT DAN HAKEKAT
KEHIDUPAN POLITIK DUNIA ;
- PERSOALAN YANG MENYANGKUT ALAM SEMESTA (METAFISIKA DAN
EPISTEMOLOGI) YANG HARUS DIPECAHKAN DULU SEBELUM PERSOALAN
DITANGGULANGI ;
CONTOH :
MENURUT PLATO, KEADILAN MERUPAKAN HAKEKAT ALAM
SEMESTA DAN MERUPAKAN PEDOMAN MENCAPAI “THE GOOD LIFE” ;
TEORI POLITIK (2)
b) TEORI POLITIK SISTEMATIS (SYSTEMATIC POLITICAL THEORY) :

 MENDASARKAN DIRI ATAS PANDANGAN YANG DITRIMA SAAT ITU


 MENCOBA MEREALISASIKAN NORMA-NORMA SUATU PROGRAM POLITIK ;
 LANJUTAN FILSAFAT POLITIK DAN MERUPAKAN NORMA-NORMA DALAM KEGIATAN
POLITIK ;
 CONTOH :
 ABAD XIX, TEORI POLITIK BANYAK MEMBAHAS MENGENAI HAK-HAK INDIVIDU YANG
DIOPERJUANGKAN TERHADAP KEKUASAAN NEGARA ;

c) IDEOLOGI POLITIK (POLITICAL IDEOLOGY) :

 BERDASARKAN KEPERCAYAAN ADANYA DAN DAPAT TERCAPAINYA TERTIB SOSIAL DAN


POLITIK YANG IDEAL ;
 IDEOLOGI POLITIK (BUKAN HASIL RENUNGAN) MEMPUNYAI TUJUAN UNTUK
MENGGERAKKAN KEGIATAN POLITIK ;
 IDEOLOGI POLITIK MEMPUNYAI UNSUR KEPERCAYAAN YANG DIPEGANG OLEH SUATU
MASYARAKAT (COMMUNITY BELIEF) UNTUK MENGGERAKKAN MANUSIA ;
 IDEOLOGI POLITIK SERING MENGALAMI PERUBAHAN YANG MENDALAM ;
 CONTOH : DEMOKRASI ; LIBERALISME ; FASISME
TEORI POLITIK (3)
b. TEORI POLITIK YANG MENGGAMBARKAN DAN MEMBAHAS FENOMENA DAN
FAKTA-FAKTA POLITIK TANPA MEMPERSOALKAN NORMA-NORMA ATAU NILAI-
NILAI ;
CATATAN : TEORI POLITIK INI DISEBUT “NON VALUTIONAL”, BERSIFAT DESKRIPTIF DAN
KOMPARATIF ;

4. TIMBULNYA TEORI POLITIK


a. MANUSIA BERUSAHA MENJELASKAN DAN MENGARTIKAN LEMBAGA KEHIDUPAN
BERSAMA DALAM NEGARA TENTANG :

 KEKUASAAN DAN BATAS KEKUASAN NEGARA ;


 TUJUAN SERTA TUGAS NEGARA ;

b. KARENANYA TEORI POLITIK :


 BERHUBUNGAN ERAT DENGAN KEHIDUPAN NEGARA PADA WAKTU TIMBULNYA TEORI
POLITIK ;
 DAPAT MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN POLITIK DAN MENYATUKAN MANUSIA UNTUK
MENGADAKAN PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN NEGARA

 BERMAKSUD DAN BERTUJUAN MEMPERTAHANKAN POLITIK YANG ADA (STATUS QUO)


ATAU MELAKUKAN PERUBAHAN KEHIDUPAN POLITIK KENEGARAAN (MENGUBAH STATUS
QUO) ;
Lanjutan...
Hal-hal yang dibahas dalam teori politik antara lain:
 Masyarakat
 Kelas sosial
 Negara
 Kekuasaan
 Kedaulatan
 Hak dan Kewajiban
 Kemerdekaan
 Lembaga-lembaga negara
 Perubahan sosial
 Pembangunan politik
 Modernisasi
Raymond Garfield Gatelli Dalam Bukunya “Political Science” Membedakan :
1. Teori Politik Konservatif :
 Mempertahankan Kondisi Status Quo ;
 Pendukungnya adalah mereka yang sedang berkuasa dan memperoleh manfaat dan keuntungan dari
sistem dan kehidupan politik yang sedang berlangsung ;
 Contoh : inggris abad xviii dimana lembaga-lembaga politiknya sempurna, sesuai keadaan, hingga sulit
terjadi perubahan ;
2. Teori Politik Radikal :
 Bertujuan mengadakan perubahan dalam sistem kenegaraan dan kehidupan politik yang ada ;
 Biasanya ditekan dan dibatasi ruang geraknya oleh penguasa, karena gerakan ini
menyebarluaskan fahamnya untuk mendapat dukungan masyarakat ;
 Apabila teori politik radikal berhasil, cenderung menjadi konservatif, mempertahankan yang telah
dicapai dan tidak menghendaki perubahan (konservatif)
 Pendukung Teori Ini Adalah :
 Orang-orang Yang Tidak Memegang Kekuasaan ;
 Orang-orang Yang Tidak Memperoleh Manfaat Dari Sistem Yang Ada ;
 Contoh : Teori Perjanjian Sosial Yang Membenarkan Adanya Kedaulatan Rakyat ;
Konsep Dasar Ilmu Politik
1. Negara (state)
2. Kekuasaan (power)
3. Pengambilan keputusan (decision making)
4. Kebijakan (policy, beleid)
5. Pembagian (distribution) atau alokasi (allocationi)
NEGARA
 Roger F Soltau: ilmu yg mempelajari negara,
tujuan negara dan lembaga yang akan
melaksanakan tujuan itu; hubungan antara negara
dengan warga negaranya serta dengan negara lain
 J Barents: mempelajari kehidupan negara yang
merupakan bagian dari kehidupan masyarakat
mempelajari negara untuk melakukan tugasnya
Lanjutan......
 Negara merupakan integrasi dari kekuasaan
politik
 Negara adalah merupakan organisasi pokok
dari kekuasaan politik
 Negara adalah alat dari masyarakat yang
mempunyai kekuasaan untuk mengatur
hubungan manusia dalam masyarakat dan
menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam
masyarakat
lanjutan……….

SIFAT-SIFAT NEGARA
1. SIFAT MEMAKSA
Agar peraturan perundangan ditaati oleh
rakyatnya
2. SIFAT MONOPOLI
Negara mempunyai monopoli dalam
menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Ex:
negara menyatakan bahwa suatu aliran
kepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang
karena bertentangan dengan tujuan masyarakat.
3. SIFAT MENCAKUP SEMUA
Peraturan perundangan berlaku untuk semua
tanpa kecuali.
LANJUTAN....
Unsur-Unsur Negara
1. Wilayah
Menempati suatu wilayah dengan batas-
batas tertentu
2. Penduduk
3. Pemerintah Mempunyai suatu organisasi
yang berwenang untuk merumuskan dan
melaksanakan keputusan-keputusan yang
mengikat bagi seluruh rakyat.
4. Kedaulatan
Kekuasaan yang tertinggi untuk embuat
undang-undang dan melaksanakannya.
LANJUTAN……………
Tujuan dan Fungsi Negara
 Negara dapat dipandang sebagai asosiasi
manusia yang hidup dan bekerjasama untuk
mengejar beberapa tujuan bersama.
 Tujuan terakhir setiap negara ialah
menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya.
Kekuasaan
 Harold D. Laswell dan A. Kaplan berpendapat bahwa
“ilmu politik mempelajari pembentukan dan
pembagian kekuasaan”. Sedangkan Deliar Noer
mengatakan bahwa “ilmu politik memusatkan
perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan
bersama atau masyarakat.”
lanjutan.....
 Sumber kekuasaan:
1. Kekerasan fisik (ex: polisi dan penjahat)
2. Kedudukan (ex: komandan dan
bawahannnya)
3. Kekayaan(ex: pengusaha kaya yang
mempengaruhi politikus)
4. Kepercayaan (ex: pemuka agama dan
umatnya)
lanjutan…………..
 Diantara banyak bentuk kekuasaan, ada suatu bentuk
yang penting yaitu kekuasaan politik
 Kekuasaan politik merupakan kemampuan untuk
mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik
terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan
tujuan-tujuan pemegang kekuasaan sendiri
Lanjutan....
 Untuk menggunakan kekuasaan politik harus ada:
1. Penguasa (pemegang kekuasaan)
2. Alat/sarana kekuasaan
Kebijakan
 Hoogerwerf (2007) mendeskripsikan kebijakan
pemerintah sebagai obyek dari ilmu politik,
menceritakan bagaimana proses terbentuknya
sebuah kebijakan, serta mempelajari asal muasal dan
dampak dari kebijakan umum.
 David Easton (1971), berpendapat bahwa ilmu politik
mempelajari bagaimana tata cara pembentukan
kebijakan umum.
Lanjutan....
 Pengambilan keputusan
 Joyce Mitchell: politik adalah pengambilan kpts
kolektif atau pembuatan kebijakan umum utk seluruh
masy.
 Karl W Deutch: politik adalah pengambilan kptsn
melalui sarana umum (public means)
Lanjutan...
Kebijakan Umum
 David Easton: studi mengenai terbentuknya
kebijakan umum
 Hoogerwerf: obyek dari IP adalah kebijakan
pemerintah, proses terbentuknya, serta
akibat2nya
Alokasi
 Harold D. Laswell (1959), mendeskripsikan “politik
adalah masalah siapa mendapat apa, kapan dan
bagaimana”
 David Easton (1965), mengatakan bahwa “sistem
politik adalah keseluruhan dari interaksi-
interaksiyang mengatur pembagian nilai-nilai secara
autoritatif (berdasarkan wewenang) untuk dan atas
nama masyarakat)
Lanjutan...
 Distribusi dan alokasi: pembagian dan
penjatahan dr nilai2 (values) dlm masyarakat
 Harold Laswell: Politik adalah masalah siapa
mendapat apa, kapan dan bagaimana (who gets
what, when, and how)
 David Easton: sistem politik adalah
keseluruhan dr interaksi2 yg mengatur
pembagian nilai2 scr autoritatif utk dan atas
nama masy
Sekian
dan
terima kasih