Anda di halaman 1dari 28

DEP BEDAH RUMKITAL DR RAMELAN SURABAYA

OLEH
Dr. Heru Seno Wibowo, Sp.B(K)BD
PENDAHULUAN
 25 % penyebab kematian, < 45 tahun
 Terlambat meningkatkan morbiditas & kematian
 Intoksikasi, narkoba, multitrauma sulit diagnosa
MEKANISME TRAUMA
 Trauma Tumpul :
Tekanan/ lindasan
Mengiris
Deselerasi
 Trauma Tembus :
Luka Tusuk
Luka Tembak
DIAGNOSA
 Pemeriksaan Fisik
 Diagnostik Peritoneal Lavage (DPL)
 USG (FAST : Focused Abdominal Sonografi for
Trauma)
 CT Scan
 Laparoscopi
 Pemeriksaan Khusus (IVP : UGI Foto)
DIAGNOSTIC PERITONEAL LAVAGE
(DPL)
 INDIKASI
1. Halangan pemeriksaan Fisik
2. Trauma Abdomen + Hipotensi
(Haemodinamik tidak stabil)
 KONTRA INDIKASI
1. Jelas ada defans muskuler
2. Pernah laparatomy (relatif)
3. Kegemukan yang sangat
4. Tanda0tanda Koagulopati (relatif)
PEMERIKSAAN FAST (USG)
 Menilai adanya cairan dalam rongga abdomen
 Jumlah cairan minimum 200 cc
 Sensivitas tinggi
 Non Invasis
 Bisa dilakukan bedside
focused abdominal sonography for trauma
PEMERIKSAAN FAST (USG)
Memerlukan Training
Bisa untuk penderita
dengan hemodinamik tidak
stabil
Bisa untuk “ follow up”
tentang bertambahnya
cairan (darah)
Indikasi sama dengan DPL
PEMERIKSAAN CT- SCAN
 Pemeriksaan non invasif
 Perlu “operator”
 Hemodinamik harus stabil
 Perlu transport ke tempat pemeriksaan CT-
Scan
 Biaya cukup tinggi
PEMERIKSAAN CT-SCAN

 Sensitivitas tinggi untuk cairan dan


darah dlm rongga intra dan
retroperitoneal
 Sensitivitas tinggi untuk organ solid
(hepar dan lien)
 Perlu kontras untuk pemeriksaan
(enhanced CT-Scan)
 Dapat menjelaskan adanya perforasi
viscus/usus (dg enhanced CT-Scan)
PENANGANAN AWAL
PENANGANAN TRAUMA TAJAM
PENANGANAN DEFINITIF
TRAUMA TUMPUL
PENANGANAN

TERAPI KONSERVATIF
OBSERVASI - EKSPEKTIF
 Untuk mencegah “negative laparatomy”
 Contoh : trauma hepar satad I, II, III, trauma lien stad
I, II, III (hemodinamik stabil, perdarahan berhenti)
 RSU Dr. Soetomo 1999-2000 (AS) : 36.5%
PENANGANAN

LAPARATOMI
 Akses & Exposure
 Hemostasis – Reseksi – Rekontruksi
 Demage Control Surgary
PENANGANAN
DAMAGE CONTROL SURGERY (DCS)

 Penderita trauma dengan perdarahan dan hipotermi,


koagulopati sangat mungkin meninggal dimeja
operasi
Tidak mampu mengatasi perdarahan
Tidak mampu menutup luka operasi abdomen
tanpa tegangan
Penderita trauma dengan perdarahan dan hipotermi,
koagulopati sangat mungkin meninggal dimeja OP
Tidak mampu menutup luka operasi abdomen tanpa
tegangan
DCS

LETHAL TRIAD OF DEATH


ASIDOSIS

KEMATIAN

HIPOTERMI KOAGULOPATI
DCS

TAHAP I :
 Kontrol perdarahan & kontaminasi
 Intra Abdomen Packing
 Tempory Closure

TAHAP II :
 Penghangatan
 Atasi koagulopati
 Max hemodinamik & Ventilatory support
 Injury identification/survey tertier

TAHAP III
 Ambil pack
 Terapi / repair definitif
CDS

INDIKASI
 Perdarahan 4 – 5 liter: transfusi masiv > 10
 Hipotermi (temp < 350C
 Metabolic Asidosis (PH < 7.35)
 Koagulopati
 Resusitasi/waktu Operasi > 90 menit
DCS PADA TRAUMA ABDOMINAL

KONTROL PERDARAHAN
Packing
Ballon Catheter Tamponade
Angiographic Embolization
DCS PADA TRAUMA ABDOMINALA

CONTROL SPILLAGE
Jahitan jelujur satu lapis
Ligasi segmen usus pada kedua ujung-ujungnya
Exteriosasi
Drainage external dengan drain (bilier dan pancreas)
Pancreatico duodenectomi tanpa rekontruksi
DCS PADA TRAUMA ABDOMINAL

KONTROL TRAUMA VASKULER


Packing atau ligasi pada trauma vena
Trauma Arteri “Temporary Stended” atau “Primary
Repair”

PENUTUPAN SEMENTARA
Jahitan jelujur
Fowel Clip Closure
Kantong Plastik/Bogota Bag
DCS PADA TRAUMA ABDOMINALA

KOMPLIKASI
Missed injured
Fistula
Infeksi
Thrombo Emboli
Komplikasi Kulit
KEADAAN YANG DAPAT MENYERTAI TRAUMA
ABDOMEN
 Hematom Retroperitoneal (HR)
 Abdominal Compartemen Syndrom (ACS)
HR
ORGAN RETROPERITONEAL YG DAPAT MENGALAMI
CEDERA

G.I.T
 Esofagus Terminal
 Duodenum (bag 2,3,4)
 Sal empedu ekstrahepatik
 Pankreas
 Kolon asc dan desc distal
 Uterus
UGT
 Ginjal
 Adrenal
 Ureter
 Vesika Urinaria Distal
 Uterus
HR

HR
ORGAN RETROPERITONEAL YG DAPAT MENGALAMI
CEDERA
SISTIM VASKULER
Aorta dan cabang-cabangnya
V. Cava Inferior dan cabang masuknya
V. Porta dan cabang masuknya

MUSKULOSKELETAL
Psoas mayor & minor
Iliacus
Quardratus lumborum
Duafragma Torako – Abdominal
Kolumna Vertebralis
Tulang pelvis