Anda di halaman 1dari 16

JOURNAL READING

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PELATIHAN VESTIBULAR BRANDT-DAROFF


DAN MANUVER REPOSISI CANALITH EPLEY PADA BENIGN PAROXYSMAL
POSITIONAL VERTIGO (BPPV) DALAM JANGKA PANJANG : SEBUAH UJI
KLINIS PROSPEKTIF SECARA ACAK

Kevin Jonathan
(406172069)
Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
RSUD CIAWI
Objektif
• Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
adalah penyebab vertigo perifer paling umum.
Hal ini dapat didefinisikan sebagai vertigo
transien yang disebabkan oleh perubahan posisi
ABSTRAK kepala secara cepat, yang berkaitan dengan
karakteristik nistagmus posisional paroksismal.
• Tujuan dari studi kami adalah untuk meneliti dan
membandingkan efektivitas Epley’s Manuver dan
Brand-Daroff untuk pengobatan BPPV kanalis
posterior.
Metode
• Sebanyak 50 pasien dengan rentang usia 27 – 76
tahun yang didiagnosis dengan BPPV kanalis
posterior unilateral diacak secara prospektif
menjadi dua kelompok.
ABSTRAK • Pada kelompok 1 : diberikan perlakuan manuver
reposisi
• Pada kelompok 2 : diberikan perlakuan Brandt-
Daroff
• Perkembangan pasien diikuti tiap minggu, dipantau
selama 12 – 24 bulan untuk melihat kekambuhannya
Hasil
• Tingkat pemulihan pada kelompok 1 adalah 76%
(minggu 1), 96% (minggu 2) dan 100% (minggu 3)
ABSTRAK • Tingkat pemulihan pada kelompok 2 adalah 64%
(minggu 1), 88% (minggu 2) dan 100% (minggu 3)
• Tingkat kekambuhan pada kelompok 1, 7 pasien
(28%) dan kelompok 2, 5 pasien (20%)
Kesimpulan

ABSTRAK • Dapat disimpulkan bahwa latihan Brandt-Daroff


dan Epley’s Manuver termodifikasi hampir sama
efektif dalam pengobatan BPPV.
Jenis yang paling umum dari BPPV adalah BPPV kanalis semisirkularis
posterior, sekitar 85% dari total penderita BPPV. Penentuan kanal yang
memiliki kelainan pada BPPV penting untuk menentukan pengobatan.

Tes yang paling banyak digunakan untuk diagnosis BPPV dan


mengidentifikasi kanal yang memiliki kelainan yaitu tes Dix-Hallpike and tes
Roll.
PENDAHULUAN
Saat ini, manuver yang paling banyak digunakan untuk pengobatan kanal
posterior BPPV adalah prosedur reposisi canalith Epley.7 Di sisi lain, protokol
terapi fisik vestibular seperti latihan Brandt-Daroff didasarkan pada prinsip
kompensasi vestibular atau pada karakteristik resolusi spontan dari BPPV.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas manuver


Epley dan latihan Brandt-Daroff untuk pengobatan BPPV kanal posterior dan
untuk mengamati perbedaan resolusi BPPV pada terapi jangka pendek dan
jangka panjang.
Pasien dianamnesis tentang gejala yang mereka alami
(presentasi dari vertigo, faktor pencetus, durasi,
kekambuhan vertigo, disertai gangguan pendengaran,
tinitus, rasa penuh, dan intoleransi suara)

Pasien juga ditanyakan tentang gejala neurologis, masalah


METODE visual, dan riwayat penyakit sistemik, trauma, atau
penggunaan obat-obatan.

Pasien dites dengan videonystagmograpi (VNG)


Tidak menggunakan obat-obatan
yang memiliki aktivitas di sistem Tidak mengkonsumsi alkohol Tidak memakai make-up pada
vestibuler selama 3 hari sebelum dalam 48 jam terakhir mata
pemeriksaan
METODE
• Didapatkan sebanyak 63 pasien yang memiliki keluhan vertigo posisional dievaluasi
oleh VNG.
• 50 pasien BPPV kanal posterior unilateral  ikut serta dalam penelitian
• 2 pasien BPPV kanal anterior
Tidak ikut serta
• 8 pasien BPPV kanal horisontal
dalam penelitian
• 2 pasien BPPV kanal posterior bilateral & 1 pasien vertigo sentral

• Dilakukan 2 manuver terhadap 50 pasien yang termasuk dalam penelitian, manuver


Epley (kelompok 1) dan latihan Brandt-Daroff (kelompok 2) dan selanjutnya diikuti
selama 3 minggu ke depan
• Pasien tanpa vertigo dan nistagmus dianggap sembuh; mereka yang memiliki
vertigo dan/atau nystagmus dianggap kegagalan pengobatan  dilakukan manuver
ulang sesuai kelompoknya
HASIL
• 50 pasien dengan BPPV kanal posterior unilateral diacak menjadi dua kelompok dan
diberi perlakuan yang berbeda :
• Kelompok 1 : manuver Epley termodifikasi
• Kelompok 2 : latihan Brandt-Daroff
• BPPV biasanya terjadi pada orang tua; hal ini paling sering
terlihat antara usia 50 – 70 tahun. Hal ini dijelaskan oleh
perubahan yang berkaitan dengan usia degeneratif yang
menyebabkan puing-puing otokonial, mengambang bebas dan
menemukan jalan mereka ke dalam kanalis semisirkularis,
sehingga menyebabkan BPPV.

• Wanita sekitar 1,6 – 2 kali lebih mungkin untuk mengalami BPPV


DISKUSI daripada laki-laki.

• Penyebab BPPV :
• Penyakit telinga dalam : trauma kepala, neurinitis vestibular,
labyrinthitis, dan penyakit Meniere
• Penyakit telinga tengah : otitis media kronis, otosklerosis
• Lain-lain : infeksi saluran pernapasan atas, operasi
berkepanjangan, dan bed-rest berkepanjangan
•Dix-Hallpike
Maneuver
Epley
Maneuver
Brandt-Daroff
Exercise
• Cohen HS, dkk
Tingkat pemulihan serupa pada manuver reposisis canalith
termodifikasi (Epley’s manuver), manuver pelepasan termodifikasi,
dan latihan Brandt-Daroff
• Karanjai, dkk
Mengacak 48 pasien untuk manuver Epley, manuver Semont, atau
latihan Brandt-Daroff. Tingkat penyembuhan adalah 87% pada
kelompok Epley, 75% pada kelompok Semont, dan 56% pada
DISKUSI kelompok Brandt-Daroff.
• Amor-Dorado JC, dkk
• Tingkat pemulihan akhir minggu pertama : Epley 80,5% , Brandt-
Daroff 25%
• Tingkat pemulihan akhir bulan pertama : Epley 92,7% , Brandt-
Daroff 54,5%
• Tingkat kekambuhan setelah 48 bulan : Epley 35% , Brandt-Daroff
36%
• Latihan vestibular Brandt-Daroff adalah sama efektifnya dengan
manuver reposisi canalith Epley dalam pengobatan BPPV dengan
tingkat kekambuhan yang sama rendahnya. Oleh karena itu, kedua
perawatan dapat dimanfaatkan sesuai dengan keadaan pasien.

• Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil


KESIMPULAN kontroversial untuk latihan Brandt-Daroff, latihan tersebut dapat
diberikan sebagai pilihan pengobatan utama untuk pasien saat
manuver reposisi canalith tidak dapat dilakukan (misalnya,
masalah serviks atau carotid stenosis). Selain itu, latihan Brandt-
Daroff diterapkan untuk pasien dengan BPPV, sehingga pasien
dapat dirawat di rumah saja.