Anda di halaman 1dari 43

Hipertensi Portal

Shalini Nadarajah
0408482192159
dr. Muhammad Kemas Dahlan, SpB
Outline

Pendahuluan Tinjauan Pustaka

Kesimpulan
Pendahuluan
Etiologi
Definisi
 Disebabkan oleh peningkatan
 Peningkatan tekanan aliran darah
resistensi vaskular ke aliran darah
portal diatas 10-12 mmHg yang
portal
menetap

Epidemiologi

 60% pasien sirosis dekompensata


 40% pasien sirosis kompensata
 Sirosis hati (penyebab) >>> hipertensi portal
(mencakup 95% dari seluruh kasus hipertensi portal)
Tinjauan Pustaka
Anatomi Hati
• Organ sentral dalam metabolisme di tubuh
• Berat rata – rata 1500 g atau 2% dari berat tubuh total, hati menerima 1500 ml
darah per menit, atau sekitar 28% dari curah jantung.
• Terdiri dari dua jenis sel utama yaitu sel hepatosit yang aktif secara metabolis
 Berasal dari epitel dan sel kupfer yang bersifat fagositik
 Merupakan bagian dari sistem retikuloendotel.
• Keseluruhan terdiri dari ribuan lobulus, aliran darah diatur demikian sehingga
tiap lobulus dimasuki dari bagian perifer  menyusup ke tengah lobulus
melalui sinusoid  vena centralis
• Pertukaran zat dalam darah sinusoid dan hepatosit menjadi maksimal.
Fisiologi Hati
Menurut Guyton & Hall (2008), hati mempunyai beberapa fungsi yaitu:

a. Metabolisme karbohidrat

- menyimpan glikogen dalam jumlah besar


- mengkonversi galaktosa + fruktosa  glukosa, glukoneogenesis

b. Metabolisme lemak

- mengoksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi fungsi tubuh


yang lain
- membentuk sebagian besar kolesterol, fosfolipid dan lipoprotein
- membentuk lemak dari protein dan karbohidrat.
c. Metabolisme protein

- deaminasi asam amino


- pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh
- pembentukan protein plasma
- interkonversi beragam asam amino dan membentuk senyawa lain dari asam
amino

d. Lain-lain

- tempat penyimpanan vitamin


- menyimpan besi dalam bentuk feritin
- hati membentuk zat-zat - koagulasi darah dalam jumlah banyak
- hati mengeluarkan atau mengekskresikan obat-obatan, hormon dan zat lain.
Hipertensi Portal
Definisi

 Adalah peningkatan tekanan aliran darah portal diatas 10-12 mmHg yang
menetap, dimana tekanan dalam keadaan normal berkisar 4-8 mmHg.

 Juga didefinisikan sebagai sekumpulan gejala yang terjadi karena


peningkatan tekanan vena portal yang kronis.
Gejala Klinis

• Hematemesis 

• Melena 

• Ensefalopati akibat fungsi hati yang buruk 

• Asites 

• Hepatomegali 

• Splenomegali 

• Pelebaran vena dinding perut dan caput medusa 

• Ikterus 

Etiologi
Peningkatan tekanan porta dapat terjadi akibat beberapa hal berikut :
• Prehepatik : portal vein thrombosis 

• Posthepatic : gagal jantung kanan, perikarditis konstriktif, dll 

• Intrahepatik :
 Presinusoid: hepatitis kronik, primary biliary cirrhosis, granuloma in
schistosomiasis, tuberculosis, leukemia, dll 

 Sinusoidal: hepatitis akut, kerusakan akibat alkohol ( fatty liver, sirosis),
toksin, amiloidosis, dll 

 Postsinusoid: venous occlusive disease of the venules and small veins, Budd-
chiari syndrome (obstruksi vena hati yang besar) 

Gejala Klinis
Gejala klinis biasanya muncul akibat komplikasi yaitu :
• Hematemesis
• Melena
• Ensefalopati akibat fungsi hati yang buruk
• Asites
• Hepatomegali
• Splenomegali
• Pelebaran vena dinding perut dan caput medusa
• Ikterus
• >> perdarahan varises, splenomegali, dan anemia
Patogenesis
Pengukuran tekanan Porta
Metode yang paling sering digunakan untuk mengukur tekanan porta adalah
dengan menentukan hepatic vein pressure gradient (HVPG)

- kateter dimasukkan melalui vena femoralis atau jugularis  vena


hepatika kanan dengan panduan fluoroskopi.

- FVHP (Free Hepatic Venous Pressure) diperoleh dengan mengukur


tekanan vena saat kateter berada bebas di dalam lumen vena

- Untuk mengukur WHVP (Wedged Hepatic Venous Pressure), balon


kateter dikembangkan sehingga mendesak/menjepit lumen vena

- HVPG diperoleh dengan mengukur WHVP atau pengukuran tekanan


sinusoid hepar dan dikurangi dengan FVHP atau tekanan bebas vena
hepatika,di mana nilai normalnya adalah 3-5 mmHg.
Pemeriksaan Laboratorium
• Anemia
• Trombositopenia
• Leukopenia
• Anemia umumnya mikrositik hipokrom - perdarahan varises,
hipersplenisme, dan defisiensi besi.
• Fungsi hepar abnormal, dan adanya pemanjangan waktu
protrombin and hipoalbuminemia.
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk melihat varises.


Dibandingkan sirosis, pada NCPH lebih sering ditemukan varises
esofagus, namun gastropati lebih jarang. Pada ultrasonografi, akan
ditemukan hepar normal. Biopsi hepar penting untuk mengeklusi
sirosis sebagai penyebab hipertensi portal.
Terapi

• Medikamentosa : 

- Octreotide/Somatostatin : 1 mcg/Kg BB/jam sampai 12 jam setelah
perdarahan berhenti
- Vasopressin : 0,33 U/Kg BB selama 20 menit dan dilanjutkan
dengan dosis yang sama tiap jam 

Terapi
• Skleroterapi endoskopik

Terapi preventif perdarahan varises esofagus : 

• B-blocker: propanolol 0,5 mg/Kg BB/12 jam 

• Skleroterapi preventif 

• Ligasi Varises endoskopik (jarang) 

• Transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) 

• Splenektomi 

• Devaskularisasi 

• Transplantasi hati 

Maximum
Nama Obat Kelas Starting Dose
Dose
Propranolol nonselective β blocker 40 mg dua kali sehari 640 mg/hari

Nadolol nonselective β blocker 40 mg sehari 320 mg/hari

Timolol nonselective β blocker 10 mg sehari 40 mg/hari


Isosorbide
long acting nitrate 20 mg sehari 240 mg/hari
mononitrate
Spironolactone antagonis aldosteron 25 mg sehari 400 mg/hari

Furosemide loop diuretic 40 mg dua kali sehari -


splanchic
Octreotide 50 mcg bolus, diikuti 50 mcg/jam 50 mcg/hari
vasoconstrictor
Terapi Endoskopik

Penanganan endoskopik untuk varises meliputi endoscopic


sclerotherapy dan endoscopic variceal ligation (EVL).
Ligasi dilakukan dengan cara menaruh karet pada varises 
menyebabkan nekrosis mukosa dan submukosa  terbentuk
jaringan parut.
Endoscopic sclerotherapy dilakukan dengan menyuntikkan agen
sklerosis (etanolamin oleat) ke dalam atau di dekat varises.
Agen ini akan menyebabkan trombosis lokal dan inflamasi diikuti
pembentukan jaringan parut.
Terapi Operasi

Shunt/bypass procedure dibedakan menjadi total shunts yang


menghubungkan darah dari vena portal ke sirkulasi sistemik dan
selective shunts seperti distal splenorenal shunts, mesenterico-left
portal vein bypass.
Ablative procedures dilakukan setelah shunt gagal atau tidak dapat
dilakukan, dan pada situasi emergensi.
Pada prosedur ini dilakukan devaskularisasi esofagogastrik dan
splenektomi.
Tipe operasi shunt pada hipertensi portal

Prosedur shunting untuk hipertensi portal dapat dibagi


menjadi tiga jenis:
•Portacaval
•Splenorenal
•Mesocaval
Transjugular intrahepatic portosystemic
shunt (TIPS)

• Shunt portosystemic intrahepatik transjugular (TIPS) adalah koneksi


yang diciptakan dengan kuat di dalam hati antara portal dan sirkulasi
sistemik.
• TIPS ditempatkan untuk mengurangi tekanan portal pada pasien
dengan komplikasi terkait dengan hipertensi portal.
• Prosedur ini telah muncul sebagai alternatif yang kurang invasif untuk
pembedahan pada pasien dengan penyakit hati stadium akhir.
Terapi
Penegakan Diagnosis
-Nama
Identitas -Usia dan jenis kelamin
-Alamat (tempat
tinggal)

Karakteristik usia
Usia puncak – 40 thn Jenis kelamin
Usia lanjut terutama Pria>>wanita
60-80thn - severe
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis utama dari hipertensi portal adalah
perdarahan pada:
varises gastroesofagus
splenomegali dengan hipersplenism
Asites
enselopati hepatik akut maupun kronik.
Manifestasi Klinis
• Hipersplenism dan Pancytopenia
• Post-systemic collateral
• Ensefalopati hepar
• Sindrom hepato-renal
• Asites dan Edema
• Spontaneous bacterial peritonitis
Prognosis

• Hipertensi portal akibat kelainan intrahepatik mempunyai


prognosis yang buruk. Hipertensi portal umumnya bersifat
progresif sejalan dengan memburuknya fungsi hati.
• Secara umum, prognosis NCPH lebih baik dibandingkan CPH;
perdarahan varises, asites, dan ensefalopati hepatik lebih jarang
terjadi. Jika tidak terjadi perdarahan varises, survival rate 10 tahun
hampir 100%.
Kesimpulan

Hipertensi portal merupakan peningkatan PPG antara vena portal


dan vena cava inferior lebih dari 5 mmHg. Non-cirrhotic portal
hypertension merupakan hipertensi portal yang bukan disebabkan
oleh sirosis hepatis. Pada NCPH akan ditemukan hepar yang normal.
Terapi NCPH dengan obat-obatan untuk mengurangi tekanan portal,
terapi endoskopik untuk mengatasi varises esofagus, dan operasi.
Terima Kasih