Anda di halaman 1dari 23

Sumber Hukum Islam

Kelompok 8

Shiba Afra Y M Zita Fuady

Monica Briliana Rafial


Kompetensi Dasar

1.8

Meyakini al-Qur’an, Hadits dan ijtihad sebagai sumber


hukum islam

2.8

Menunjukkan perilaku ikhlas dan taat beribadah sebagai


implementasi pemahaman terhadap kedudukan al-Qur’an,
Hadits dan ijtihad sebagai sumber hukum islam
Meyakini al-Qur’an, Hadits dan
ijtihad sebagai sumber hukum islam
Sumber hukum islam merupakan suatu rujukan,
landasan, atau dasar yang utama dalam pengambilan
hukum islam. Hal tersebut menjadi pokok ajaran
islam sehingga segala sesuatu haruslah bersumber
atau berpatokan kepadanya. Hal tersebut menjadi
pangkal dan tempat kembalinya segala sesuatu. Ia
juga menjadi pusat tempat mengalirnya sesuatu.
Al-Qur’an

Dari segi bahasa, al-Qur’an berasal dari kata qara’a – yaqra’u –


qira’atan – qur’anan. Yang berarti sesuatu yang dibaca atau
bacaan. Dari segi istilah, al-Qur’an adalah Kalamullah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam bahasa arab,
yang sampai kepada kita secara mutawattir, ditulis dalam
mushaf, dimulai dengan surah al-Fatihah dan diakhiri dengan
surah an-Nas.
Kedudukan Al-Qur’an

Sebagai sumber hukum islam, al-Qur’an memiliki kedudukan


yang sangat tinggi. Al-Qur’an merupakan sumber utama dan
pertama sehingga semua persoalan harus merujukdan berpedoman
kepadanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. Dalam al-
Qur’an:
‫سو َل َوأُو ِلي‬ َّ ‫َّللا َوأ َ ِطيعُوا‬
ُ ‫الر‬ َ َّ ‫ين آ َمنُوا أ َ ِطيعُوا‬ َ ‫يَا أَيُّ َها الَّ ِذ‬
ِ َّ ‫َي ٍء فَ ُر ُّدوهُ ِإلَى‬
‫َّللا‬ ‫أاْل َ أم ِر ِم أن ُك أم ۖ فَإِ أن تَنَازَ أعت ُ أم ِفي ش أ‬
‫اّلل َو أاليَ أو ِم أاْل ِخ ِر ۚ َٰذَ ِل َك َخي ٌأر‬
ِ َّ ‫ون ِب‬َ ُ‫سو ِل ِإ أن ُك أنت ُ أم تُؤأ ِمن‬ ُ ‫الر‬ َّ ‫َو‬
‫يل‬ ً ‫س ُن تَأ أ ِو‬
َ ‫َوأ َ أح‬

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah


Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika
kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah
dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya.
ِ َّ‫ق ِلت َ أح ُك َم بَي َأن الن‬
‫اس‬ ِ َ ِ‫ح‬ ‫أ‬
‫ال‬ ‫ب‬ ‫اب‬
َ َ ‫ت‬‫ك‬ِ ‫أ‬
‫ال‬ ‫أك‬
َ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫إ‬
ِ ‫َا‬ ‫ن‬‫ل‬‫أ‬ َ‫ز‬ ‫أ‬
‫ن‬ َ ‫يإِنَّا أ‬
‫َصي ًما‬
ِ ‫ين خ‬ َ ‫َّللاُ ۚ َو ََل ت َ ُك أن ِل ألخَا ِئ ِن‬
َّ ‫اك‬َ ‫ِب َما أ َ َر‬
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu
dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili
antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan
kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang
yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang
berkhianat.
Kandungan hukum dalam al-Qur’an

Akidah atau Keimanan


Keimanan terhadap hal-hal yang ghaib yang terangkum dalam
rukun iman (arkanu iman)

Syari’ah atau Ibadah


tata cara ibadah
(Mahdah)(Ghairu Mahdah)
Hukum Ibadah
Hukum Mu’amalah

Akhlak atau Budi Pekerti


Perilaku manusia
Hadits atau Sunnah

Dari segi bahasa, hadits berarti perkataan atau ucapan. Menurut


istilah, hadits adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan
(taqrir) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Hadits juga
dinamakan sunnah. Hadits adalah ucapan atau perkataan
Rasulullah saw., sedangkan sunnah adalah segala apa yang
dilakukan oleh Rasulullah saw., yang menjadi sumber hukum
islam
Bagian Bagian Hadits

Sanad Rawi

Matan
Kedudukan Hadits

Sebagai sumber hukum islam, hadits berada satu tingkat


di bawah al-Qur’an, yang harus dijadikan sandaran
berikutnya adalah hadits tersebut. Hal ini sebagaimana
firman Allah Swt:
َ ‫سو ُل فَ ُخذُوهُ َو َما نَ َها ُك أم‬
ۚ ‫ع أنهُ فَا أنت َ ُهوا‬ َّ ‫يو َما آتَا ُك ُم‬
ُ ‫الر‬ َ
ِ ‫ش ِدي ُد ا أل ِعقَا‬
‫ب‬ َ َّ ‫َواتَّقُوا‬
َ َّ ‫َّللا ۖ ِإ َّن‬
َ ‫َّللا‬

Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu,


maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya
bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras
hukumannya.
Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an

Sanad Sanad

Sanad Sanad
Macam Macam Hadits

Mutawattir Masyhur

Ahad

Sahih Maudu’

Hasan Da’if
Ijtihad

Kata ijtihad berasal dari bahasa Arab, ijtahada – yajtahidu –


Ijtihadan yang berarti mengerahkan segala kemampuan,
bersungguh-sungguh mencurahkan tenaga, atau bekerja secara
optimal. Secara istilah, Ijtihad adalah mencurahkan segenap
tenaga dan pikiran secara sungguh-sungguh dalam menetapkan
suatu hukum. Orang yang melakukan Ijtihad dinamakan
Mujtahid.
Syarat Melakukan Ijtihad

Memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam

Memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa


Arab, ilmu tafsir, usul fikih, dan tarikh (sejarah)

Memahami cara merumuskan hukum (istinbat)

Memiliki keluhuran akhlak mulia


Kedudukan Ijtihad

Ijtihad memiliki kedudukan sebagai sumber hukum


Islam setelah al Qur’an dan hadits. Ijtihad dilakukan jika
suatu persoalan tidak ditemukan hukumnya dalam al-
Qur’an dan hadits. Namun demikian, hukum yang
dihasilkan dari ijtihad tidak boleh bertentangan dengan
al-Qur’an maupun hadits.
Bentuk-bentuk Ijtihad

Ijma’ Maslahah Mursalah

Qiyas
Pembagian Hukum Islam

Wad’i Taklifi

Wajib
Sunnah
Haram
Makruh
Mubah
Menunjukkan perilaku ikhlas dan taat beribadah
sebagai implementasi pemahaman terhadap
kedudukan al-Qur’an, Hadits dan ijtihad sebagai
sumber hukum islam
Terima Kasih