Anda di halaman 1dari 33

BEDSIDE TEACHING

KARBUNKEL

Disusun oleh :
Kelompok XLIX-F
Preseptor: Lina Damayanti, dr., Sp.KK

Presentan :
Amelinda Nur A (4151151401)
Fajar Nugraha (4151151407)
Made Fitrika (4151151419)

Partisipan:
Dinan Fatimah (4151151408)
Ghiffari Al A G (4151151431)
Suci Mutia (4151151461)
Keterangan Umum
Nama : An. LL
Suku bangsa : Sunda
Umur : 25 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Baros, Cimahi
Pekerjaan : TNI
Pendidikan : SMA
Pendidikan Istri : SMA
Pekerjaan Istri : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Status Marital : Menikah
Jaminan Kesehatan : BPJS
Keluhan Utama

Bisul yang terasa nyeri di tungkai bawah kiri.


Penjabaran keluhan utama
Sejak ± 4 hari yang lalu bisul pada tungkai bawah kiri
membesar dari ukuran sebesar biji jagung menjadi ukuran
uang koin Rp.100,- yang terasa gatal dan nyeri, karena gatal
Os sering menggaruk bisul, sehingga bisul menjadi pecah dan
menjadi keropeng berwarna kecoklatan. Keluhan disertai
adanya demam.
Perjalanan Penyakit
Keluhan pertama kali timbul ± 6 hari yang lalu,
keluhan berupa tiga buah bisul baru seukuran biji
jagung yang terasa nyeri. 2 buah bisul terletak di bawah
lutut dan 1 bisul di atas pergelangan kaki yang terasa
gatal dan nyeri. ± 4 hari yang lalu hari yang lalu bisul-
bisul membesar menjadi seukuran uang koin Rp.100,-
yang terasa gatal dan nyeri. 2 bisul di bawah lutut
tampak menyatu. Karena gatal, Os menggaruk bisulnya
hingga pecah dan menjadi keropeng-keropeng
kecoklatan. Selain itu, sejak ± 2 hari yang lalu pasien
mengeluhkan demam.
Faktor Etiologi, Predisposisi, dan Presipitasi

Os mengaku sedang menjalani pelatihan sejak 2 minggu


terakhir sehingga banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dan
tidak menyadari ada lecet pada tungkai bawah kiri
Os memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari menggunakan
sabun dan handuk sendiri serta mengganti pakaian dengan
pakaian yang baru dicuci. Pasien tidak memakai celana ketat.
Sumber air di rumah Os berasal dari sumur bor.
Faktor Etiologi, Predisposisi, dan Presipitasi
(lanj)
Os memiliki kebiasaan makan yang baik, yaitu 3 kali
sehari. Riwayat sering lapar, sering haus dan sering BAK tidak
ada.
Riwayat penyakit kulit sebelumnya tidak ada. Riwayat
digigit serangga tidak ada.
Os tinggal dalam satu rumah bersama istrinya. Os
mempunyai kebiasaan tidur satu kasur bersama istrinya. istri Os
tidak memiliki keluhan bisul serupa dengan Os.
Riwayat Pengobatan

Pasien belum melakukan pengobatan.


Anamnesis Tambahan

Riwayat penyakit kulit sebelumnya tidak ada.


Riwayat diabetes melitus tidak ada.
Riwayat konsumsi kortikosteroid tidak ada.
Riwayat alergi obat tidak ada.
Status Generalis
Status Generalis:
Kesan Sakit: Tampak sakit ringan
Tanda vital : TD : 110/80 ; N : 72 x/menit;
R : 18 x/menit; S : 37,60C
Status gizi : TB : 168 cm IMT: 21.3 kg/m2
BB : 60 kg Status Gizi : Normoweight
• Kepala : Simetris
Mata : Konjungtiva : anemis -/-
Sklera : ikterik -/-
Mulut : gigi geligi : tidak ada kelainan
THT : Tonsil : T1 – T1 tenang
Faring : tidak hiperemis
• Leher : KGB : Inspeksi : tidak ada pembesaran
Palpasi : tidak teraba benjolan
• Dada : Bentuk dan gerak simetris
Jantung : Bunyi jantung I dan II murni reguler
Batas Jantung: normal
Paru : VBS kanan=kiri, ronkhi-/-, wheezing-/-
Perut : Datar lembut, BU (+) normal, NT (-)
Hati dan Limpa : tidak teraba
Ekstremitas : KGB Aksila : Inspeksi : tidak terlihat membesar
Palpasi : tidak teraba
KGB Inguinal: Inspeksi : tidak terlihat membesar
Palpasi : tidak teraba
KGB Poplitea: Inspeksi : tidak terlihat membesar
Palpasi : tidak teraba
Refleks fisiologis : KPR+/+ ; APR+/+
Refleks patologis : -/-
Genitalia : Dalam batas normal
Status Dermatologikus
Distribusi : Regioner
Ad regio : Permukaan ekstensor tungkai bawah kiri
Lesi : 3 buah, sebagian diskret sebagian konfluens,
bentuk tidak teratur, ukuran numuler, batas tegas
, menimbul dari permukaan, basah.
Efloresensi : Nodus eritema dengan krusta sanguinolenta dan
krusta pustulosa di atasnya
Pemeriksaan Penunjang
Sediaan langsung dengan pengecatan Gram diambil dari
pustula. Hasil dilihat pada mikroskop dengan pembesaran
1000x:
• Leukosit PMN (+) banyak
• Kokus, gram positif (+)
Kokus
gram
(+)

Sel
PMN
Resume
Seorang pria berusia 25 tahun pekerjaan sebagai TNI
datang ke Poliklinik Kulit & Kelamin RS Dustira Cimahi dengan
kelainan kulit berupa krusta pustulosa pada tungkai bawah kiri
yang terasa nyeri.
Sejak ± 6 hari yang lalu muncul tiga buah nodus eritema
berukuran lentikuler pada tungkai bawah kiri yang terasa nyeri
dan gatal, 2 buah bisul terletak di bawah lutut dan 1 bisul di atas
pergelangan kaki yang terasa gatal.
Sejak ± 4 hari yang lalu hari yang lalu nodus eritema
membesar menjadi numuler yang terasa nyeri dan gatal, 2 nodus
eritema di bawah lutut tampak menyatu. Karena gatal, Os
menggaruknya hingga pecah dan menjadi krusta pustulosa dan
krusta sanguinolenta. Selain itu, sejak ± 2 hari yang lalu pasien
mengeluhkan febris.
Resume (lanj)
Os mengaku sedang menjalani pelatihan sejak 2
minggu terakhir sehingga banyak melakukan aktivitas di luar
ruangan dan tidak menyadari ada lecet pada tungkai bawah
kiri
Os memiliki higienitas baik. Pasien tidak memakai
celana ketat.
Os memiliki kebiasaan makan yang baik.
Riwayat bisul serupa pada anggota keluarga tidak ada.
Riwayat pengobatan tidak ada
Resume (lanj)
Riwayat penyakit kulit sebelumnya tidak ada.
Riwayat diabetes melitus tidak ada.
Riwayat konsumsi kortikosteroid tidak ada.
Riwayat alergi obat tidak ada.
Resume
Status Generalis

Tekanan darah, nadi, repirasi dalam batas normal


Suhu : febris
Kepala, leher, thoraks dan abdomen dalam batas normal
Ekstremitas : KGB inguinal, aksila dan poplitea tidak
teraba membesar
Resume
Status dermatologikus
Distribusi : Regioner
Ad regio : Permukaan ekstensor tungkai bawah kiri
Lesi : 3 buah, sebagian diskret sebagian konfluens,
bentuk tidak teratur, ukuran numuler, batas tegas
, menimbul dari permukaan, basah.
Efloresensi : Nodus eritema dengan krusta sanguinolenta dan
krusta pustulosa di atasnya
Resume
Pemeriksaan Penunjang:
Pewarnaan Gram dari sediaan langsung yang diambil dari
pustula. Hasil dilihat pada mikroskop dengan pembesaran
1000x:
• Leukosit PMN (+) banyak
• Kokus gram positif (+)
Diagnosis banding :
1. Karbunkel + furunkel
2. Ektima
Diagnosis kerja:
Karbunkel + furunkel
Usulan Pemeriksaan
1. Darah rutin
2. Pemeriksaan kultur bakteri dan resistensi
Penatalaksanaan
• Umum
– Menjaga higienitas yang baik.
– Menjaga daya tahan tubuh (makan minimal 3x/hari secara
teratur dan bergizi)
– Bila terjadi luka, luka harus segera dibersihkan dan diobati.
Penatalaksanaan
• Khusus :
– Topikal:
• Solusio asam salisilat 1‰ (kompres terbuka) selama 10 menit, 3x/hari (hingga
lesi kering)
• Krim Gentamisin sulfat 0,5 % dioleskan 2x sehari (setelah lesi kering)
– Sistemik:
• amoxicilin tablet 3x500 mg, selama 5 hari
• paracetamol tablet 3x500 mg, selama 5 hari, jika demam
Topikal
Kompres Asam Salisilat 1‰
R/ As. Salisilat 1
Aqua ad 1000
m.f.l.a sol
∫ u.e.

Krim Gentamisin Sulfat 0,5%


R/ Krim Gentamisin Sulfat 0,5 % tube No. I (5gr)
∫ u.e.
Sistemik

R/ amoxicilin tab 500 mg. No. XV


∫ 3 dd 1 p.c
R/ paracetamol tab 500 mg. No. XV
∫ 3 dd 1 p.c prn
Prognosis
• Qou ad vitam : ad bonam
• Quo ad funtionam : ad bonam
• Quo ad sanationam : ad bonam
TERIMA KASIH