Anda di halaman 1dari 59

KLASIFIKASI ZAT GIZI BERDASARKAN

FUNGSI, JUMLAH DAN SUMBERNYA


TUJUAN PEMBELAJARAN

 Mengetahui ruang lingkup gizi


 Mengetahui hubungan gizi dengan kesehatan

 Mengetahui Pengelompokan zat gizi menurut


fungsinya.
 Mengetahui Pengelompokan zat gizi menurut
kebutuhan.
-
Zat gizi merupakan unsur yang terkandung
dalam makanan yang memberikan manfaat
bagi kesehatan manusia. Masing-masing
bahan makanan yang dikonsumsi memiliki
kandungan gizi yang berbeda
KLASIFIKASI ZAT GIZI BERDASARKAN
FUNGSINYA
PENGELOMPOKKAN ZAT GIZI MENURUT
FUNGSIUTAMANYA (TRI GUNA MAKANAN)

1. Zat Tenaga
2. Zat Pembangun
3. Zat Pengatur
ZAT TENAGA/PENGHASIL ENERGI

 Karbohidrat
 Lemak

 Protein

 Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi


yang diperlukan tubuh untuk melakukan
fungsinya.
 Dalam fungsi sebagai zat pemberi energi,
ketiga zat gizi ini dinamakan zat pembakar.
PERTUMBUHAN DAN PEMELIHARAAN JARINGAN
TUBUH

 Protein, mineral dan air adalah bagian dari


jaringan tubuh. Oleh karena itu diperlukan
untuk membentuk sel-sel baru, memelihara
dan mengganti sel-sel yang rusak.
 Dalam fungsi ini ketiga zat gizi ini dinamakan
zat pembangun.
MENGATUR PROSES TUBUH

Protein (PengaturProsesTubuh)
 Mengatur keseimbangan air di dalam sel.

 Bertindak sebagai buffer dalam upaya


memelihara netralitas tubuh
 membentuk antibodi sebagai penangkal
organisme yang bersifat infektif dan bahan-
bahan asing yang dapat masuk ke dalam
tubuh.
MENGATUR PROSES TUBUH
Mineral dan Vitamin (PengaturProsesTubuh)
 pengatur dalam proses –proses oksidasi, fungsi normal
syaraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi di
dalam tubuh termasuk proses menua
Air (PengaturProsesTubuh)
 melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, seperti sisa-
sisa/ekskresi dan lain-lain proses tubuh
ZatGiziEssensial
 Zat gizi yang diperlukan oleh tubuh tapi tubuh tidak
dapat mensintesanya atau tubuh tidak dapat
mensintesanya dalam jumlah yang cukup.
FUNGSI POKOK MAKANAN BAGI TUBUH
1. Memelihara proses tubuh dalam
pertumbuhan / perkembangan serta
mengganti jaringan tubuh yang rusak.
2. Memperoleh energi guna melakukan
kegiatan sehari-hari.
3. Mengatur metabolisme dan mengatur
berbagai keseimbangan air, mineral dan
cairan tubuh yang lain.
4. Berperan didalam mekanisme
pertahanan tubuh terhadap berbagai
penyakit.
KLASIFIKASI ZAT GIZI BERDASARKAN
JUMLAHNYA
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagi atas
dua, yaitu:
a. Zat gizi makro
 Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar
dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro
adalah karbohidrat, lemak dan protein.
b. Zat gizi mikro
 Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk
kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro
menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.
ZAT GIZI MAKRO
Jenis zat gizi makro, manfaat dan sumbernya yaitu:
 Karbohidrat: menghasilkan energi bagi tubuh (sumber 50-70% dari total energi yang
dibutuhkan). Sumbernya banyak terdapat di makanan pokok seperti beras, kentang,
jagung, singkong, dan lain-lain.
 Protein: membangun dan memelihara jaringan tubuh, berperan sebagai
pembentukan antibodi atau zat kekebalan tubuh. Protein juga dapat membantu
keseimbangan kadar air dalam tubuh. Berdasarkan sumbernya, protein
dikelompokkan ke dalam protein hewani dan protein nabati. Protein hewani
sebagain besar terdapat di daging-dagingan seperti ikan segar, telur, daging ayam,
daging sapi, susu, keju, dan lain-lain. Protein nabati banyak terdapat di kacang-
kacangan seperti kedelai, kacang hijau, tempe, tahu, dan oncom.
 Lemak: penghasil energi tubuh, melindungi organ penting seperti jantung, ginjal.
Lemak juga memelihara suhu tubuh dan sumber asam lemak penting (omega 3,
omega 6, DHA) yang membantu proses pembentukan sel saraf balita maupun janin
di masa kehamilan. Sumbernya terdapat di minyak tumbuh-tumbuhan (minyak
kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, dan sebagainya),
mentega, margarin, daging ayam dan daging sapi.
ZAT GIZI MIKRO
 Beberapa contoh vitamin
Vitamin A: termasuk vitamin larut dalam lemak. Vitamin A penting
untuk pertumbuhan, terutama kesehatan kulit, mata, dan menjaga
daya tahan tubuh. Sumber makanan vitamin A yaitu hati, kuning
telur, sayuran berwarna hijau tua seperti daun singkong, serta
sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning-jingga.

Vitamin B: termasuk vitamin larut air. Ada banyak jenis vitamin B
yaitu, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12. Kumpulan vitamin B disebut
dengan vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks penting untuk
mencegah penyakit beri-beri, memproduksi sel-sel darah merah,
serta dapat membantu mengubah karbohidrat, protein, dan lemak
menjadi energi. Makanan sumber vitamin B yaitu susu, telur, ikan,
keju, daging, kecambah, gandum, serealia, kacang-kacangan,
kentang, pisang, sayuran berwarna hijau, dan sebagainya.
ZAT GIZI MIKRO
 Vitamin C: termasuk vitamin larut air yang berfungsi
membantu penyerapan kalsium, mencegah infeksi,
membantu penyembuhan penyakit, meningkatkan daya
tahan tubuh, dan mencegah kanker serta penyakit
jantung. Makanan sumber vitamin C antara lain
terdapat pada sayur dan buah terutama yang berasa
asam seperti jeruk, nenas, rambutan, dan sebagainya.

Vitamin D: Jenis vitamin larut lemak yang membantu
penyerapan kalsium, penting untuk pembentukan dan
pemeliharaan tulang yang kuat. Makanan sumber
vitamin D yaitu kuning telur, hati, mentega, susu, keju,
ikan, dan minyak hati-ikan.
ZAT GIZI MAKRO
 Beberapa contoh mineral
Kalsium: kelompok mineral makro yang berfungsi dalam
pembentukan tulang dan gigi serta mengatur proses
pembekuan darah. Sumbernya terdapat dalam susu dan
hasil olahan susu seperti keju, ikan jika dimakan dengan
tulang termasuk ikan kering.
 Zat besi: termasuk mineral mikro yang dibutuhkan kurang
dari 100mg per hari. Berperan dalam menyalurkan oksigen
ke seluruh tubuh, membentuk sel darah merah, dan untuk
sistem kekebalan tubuh. Sumber makanannya seperti
daging, ayam, dan ikan. Selain itu juga terdapat dalam telur,
serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan
beberapa jenis buah seperti alpukat dan stroberi.
Iodium: jenis mineral mikro yang berfungsi dalam
pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Iodium
juga penting dalam perkembangan otak.
Makanan sumber iodium yaitu ikan, udang,
kerang, dan ganggan laut.
KLASIFIKASI ZAT GIZI BERDASARKAN
SUMBERNYA

Zat gizi dapat dikelompokkan berdasarkan


sumbernya. Berdasarkan sumbernya zat gizi
terbagi dua, yaitu nabati dan hewani.
Karbohidrat

Protein

Lemak
Macam-macam zat
gizi
Vitamin

Mineral

Air
• Karbohidrat adalah zat-zat gizi yang
diperoleh dari makanan pokok.
• Fungsi sumber tenaga yang
paling mudah untuk diurai, sebagai zat
penghasil tenaga utama dalam tubuh
• Contoh: nasi, buah-buahan segar, dll. Dan
Karbohidrat Sederhana (gula, sirup,
permen, coklat, dll).
• Karbohidrat berdasarkan gugus penyusun
gulanya dapat dibedakan menjadi
monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
• Sumber : Serealia, umbi-umbian, jagung, dll
• Kekurangan : Kekurangan karbohidrat
mengakibatkan kelaparan, dan apabila terjadi
bersama kekurangan protein mengakibatkan
penyakit marasmus.
• Kelebihan : Obesitas, diabetes
BACK
• Fungsi :
1. proses tumbuh kembang
2. mengganti sel tubuh yang rusak
3. untuk perkembangan otot selama
pembinaan latihan
4. sebagai sumber tenaga ketika
cadangan karbohidrat berkurang
• Berkisar antara 15-20%. Asupan protein
yang seimbang akan menjaga kesehatan
dan kekuatan tubuh.
• Sumber : Ikan, daging-dagingan,
unggas, telur, kacang-kacangan,susu,
dsb
• Kekurangan : Kekurangan protein dapat
menyebabkan penyakit kwashiorkor (busung
lapar), dengan ciri-ciri : Wajah bulat seperti
bulan, wajah memelas, rambut pirang dan
mudah lepas, edema (bengkak) pada kaki, otot
tubuh tidak berkembang dengan baik.

• Kelebihan : jika dikonsumsi berlebihan akan


menambah beban fungsi hati dan ginjal.
BACK
• Lemak dapat dibagi menjadi 3 ;
a.lemak yang terlihat
ex: mentega, lemak hewan
b. lemak yang tidak terlihat
ex: lemak daging, keju dan bahan makanan
rendah lemak seperti susu skrim, yoghurt
• Sedangkan asam lemak dapat dibagi menjadi 2,
yaitu :
1) Lemak Nabati (asam lemak tak jenuh) ,
terkandung dalam minyak wijen, minyak
jagung, minyak zaitun, minyak kacang, dll.
2) Lemak Hewani (asam lemak jenuh /
Kolesterol), terkandung dalam kandungan
energi pada lemak 2 kali lebih besar daripada
pada karbohidrat dan protein, namun lebih
sukar untuk diuraikan. Asupan per harinya
berkisar antara 20-30%. Lemak hewani
terkandung pada kuning telur, daging, dll.
• Lemak memberi rasa, bentuk dan aroma pada
makanan, serta melarutkan vitamin
(vitaminA,D,E dan K). Lemak juga dapat
melindungi bagian/organ tuubuh dari benturan
dan hawa dingin.
• Sumber : daging, wijen, minyak, telur, susu dan
olahannya, dsb
• Kekurangan : Mudah lapar
• Kelebihan : Penyempitan pembuluh darah yang
berakibat hipertensi, obesitas, konsentrasi
menurun, dsb
BACK
Vitamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan
tubuh untuk tumbuh dan menjalankan fungsinya
dengan baik. Berbeda dengan mineral yang tidak
mudah rusak, vitamin mudah rusak dan berubah
bentuk jika terkena panas atau asam.

Struktur vitamin akan berubah ketika masuk ke


dalam tubuh. Tubuh tidak menyerap vitamin dalam
bentuk awal, melainkan diserap dalam bentuk
provitamin (vitamin yang belum aktif). Vitamin
memiliki sifat mudah larut dalam air dan lemak,
namun tidak dengan mineral.
Fungsi vitamin dalam tubuh berbeda-beda
tergantung jenisnya. Dan berikut ini jenis-jenis
vitamin beserta sumber, fungsi serta akibat dari
kekurangan vitamin tersebut (defisiensi).

A B1 B2 B3 B5
B6 B7 B9 B12 C
D E K
VITAMIN A

Fungsi: mengoptimalkan perkembangan janin,


meningkatkan daya tahan tubuh, anti aging, anti
oksidan dan memerangi penyakit malaria.

Sumber: hati, minyak ikan, daging, susu, wortel,


serta sayuran dan buah berwarna orange.

Kekurangan vitamin A dapat mengkaibatkan rabun


senja, katarak, infeksi saluran pernapasan,
menurunnya daya tahan tubuh dan kulit yang tidak
sehat

BACK
VITAMIN B1 (THIAMIN)

Fungsi: membantu proses oksidasi tubuh untuk


memperoleh energi dan mencegah penyakit beri-beri

Sumber: kacang hijau, daging, kulit beras, sayuran


dan roti

Kekurangan vitamin B1 menyebabkan kulit kering


dan bersisik serta daya tahan tubuh berkurang

BACK
VITAMIN B2 (RIBOFLAVIN)

Fungsi: pernapasan dalam sel (respirasi selular),


menjaga keutuhan jaringan saraf, dan mempercepat
pemindahan rangsang sinar ke saraf mata.

Sumber: hati, telur, susu dan ragi

Kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan


turunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik,
mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan

BACK
VITAMIN B3 (NIASIN)

Fungsi: membantu pembebasan energi dari


makanan dan sintesis asam lemak.

Sumber: hati, telur, jamur dan kacang tanah.

Kekurangan vitamin B3 mengakibatkan


terganggunya sistem pencernaan, otot mudah kram
dan kejang, insomnia, badan lemas, mudah muntah
dan mual-mual.

BACK
VITAMIN B5 (ASAM PANTOTENAT)

Fungsi: membantu metabolisime karbohidrat,


protein dan lemak dalam tubuh

Sumber: daging, susu, sayur hijau, ginjal, hati dan


kacang hijau

Kekurangan vitamin B5 mengakibatkan otot mudah


menjadi kram, sulit tidur, gangguan emosi

BACK
VITAMIN B6 (PRIODIKSIN)

Fungsi: membantu mencerna protein dan respirasi


selular

Sumber: telur, daging, kentang dan kubis

Kekurangan vitamin B6 menyebabkan pelagra (kulit


pecah-pecah), keram pada otot dan insomnia (sulit
tidur)

BACK
VITAMIN B7 (BIOTIN)

Fungsi: Metabolisme Energi, pertumbuhan rambut


dan kuku, menurunkan berat badan dan menjaga
kadar gula dalam darah.

Sumber: Swiss chard, roti gandum, telur ayam,


wortel, susu, keju, ikan salmon dan kacang-
kacangan

Kekurangan vitamin B7 dapat menimbulkan penyakit


Dermatitis, Hyperesthesia dan Paresthesia,
Keratokonjungtivitis, Anorexia, Anemia dan
terganggunya fungsi jantung.
BACK
VITAMIN B9 (ASAM FOLAT)

Fungsi: pembentukan sel darah merah, perbaikan


DNA, Perkembangan bayi, pembentukan jaringan
tubuh, mengoptimalkan fungsi otak, pertumbuhan
rambut.

Sumber: selada, bayam, asparagus, semangka,


belewah, biji bunga matahari, kacangkacangan, hati
dan kuning telur.

Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan


terganggunya fungsi otak, pertumbuhan tulang
belakang, sariawan, diare, dll.
BACK
VITAMIN B12 (KOBALAMIN)

Fungsi: pembentukan sel darah merah, sintesis


asam nukleat dan pembelahan sel.

Sumber: daging, telur, susu, hati dan ragi (makanan


hasil fermentasi)

Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia


(kurang darah) dan mudah lelah

BACK
VITAMIN C (ASAM ASKORBAT)

Fungsi: menjaga ketahanan tubuh terhadap penyakit


infeksi dan racun, menurunkan kolesterol, serta
mencegah penyakit jantung (dalam dosis tinggi),
hipertensi, diabetes melitus dan kanker

Sumber: buah-buahan misalnya jeruk, tomat, pepaya


dan sayuran hijau lainnya

Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan mudah


infeksi pada luka, gusi berdarah dan rasa nyeri pada
persendian.

BACK
VITAMIN D (KALSIFEROL)

Fungsi: meningkatkan penyerapan kalsium dan


fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.

Sumber: susu, minyak ikan, dam kuning telur

Kekurangan vitamin D menyebabkan gigi rusak,


kejang-kejang otot, rakitis (kaki berbentuk O)

BACK
VITAMIN E (TOKOFEROL)

Fungsi: berperan penting dalam sistem reproduksi


dan mencegah penyakit kanker paruparu.

Sumber: biji-bijian, sayuran, telur, mentega dan susu

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan


kemandulan

BACK
VITAMIN K (KOAGULASI)

Fungsi: berperan dalam pembekuan darah dan


dapat mencegah keguguran

Sumber: bayam, tomat, wortel

Kekurangan vitamin K mengakibatkan darah sulit


membeku jika terluka dan pendarahan di dalam
tubuh.

BACK
MINERAL

Makro mineral adalah mineral yang ada di dalam


tubuh lebih dari 0.01% dari berat badan dan
dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih dari 100
mg/hari seperti :

KALSIUM FOSFOR NATRIUM KALIUM SULFUR

KROMIUM ZAT BESI YODIUM MAGNESIUM MANGAN

BORON
MOLIBDENUM SELENIUM SENG
KALSIUM

Kalsium adalah salah satu mineral penting untuk menjaga


kesehatan tulang dan gigi Anda.

Kalsium juga berperan penting untuk proses


kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan
darah, dan sistem imunitas.

Konsumsi 2 gelas susu perhari sudah cukup untuk memenuhi


kebutuhan kalsium Anda.

Buah dan sayuran yang mengandung Kalsium : sayuran berdaun


hijau, seperti kangung, daun singkong, bayam, daun pepaya, daun
kacang panjang, brokoli.
FOSFOR

Fosforus juga bertanggung jawab terhadap proses mineralisasi


tulang dan gigi.
Selain itu, fosforus juga mengatur keseimbangan pH darah Anda.

Kekurangan mineral ini menyebabkan otot Anda terasa lebih lemah


sedangkan jika terlalu berlebih, menyebabkan terjadi nya proses
kalsifikasi (pengerasan) pada organ-organ tubuh yang tidak
seharusnya seperti ginjal, Daging, ikan, unggas, telur dan susu
merupakan sumber fosforus yang utama.
NATRIUM

Fungsi utama natrium yaitu menjaga keseimbangan cairan dalam


tubuh, serta menjaga dan mengatur tekanan osmotik agar cairan
tidak keluar dari darah dan masuk ke dalam sel.

Dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, natrium bekerja sama


dengan kalium.

Natrium juga berperan dalam transmisi sara, kontraksi otot,


absorpsi glukosa, dan sebagai alat angkut zat-zat gizi melalui
membran sel.
KALIUM

Bersama-sama dengan natrium, kalium memegang peranan


penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan eletrolit
serta keseimbangan asam-basa di dalam tubuh.

Kalium juga berperan dalam transmisi saraf dan rekasasi otot serta
sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam
metabolisme energi, sintesis glikogen, dan protein.

Buah dan sayuran yang mengandung Kalium : jeruk, semangka,


pisang, sayuran hijau, tomat, kentang, kacang polong, dan wortel.
SULFUR

Fungsi sulfur antara lain membantu menjaga keseimbangan


oksigen untuk fungsi otak.

Selain itu sulfur bersama-sama dengan vitamin B kompleks


membantu memperlancar metabolisme dalam tubuh dan
membantu melawan infeksi akibat bakteri.

Buah dan sayuran yang mengandung Sulfur : kacang-


kacangan, bawang putih, bawang bombay, dan kubis-
kubisan.

Mineral mikro terdapat dalam tubuh kurang dari 0.01% berat


tubuh dan hanya dibutuhkan dalam jumlah kurang dari 100
mg/hariARIA
KROMIUM

Kromium dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat dan


lemak. Bersama-sama dengan insulin, kromium berfungsi
untuk memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel.

Buah dan sayuran yang mengandung Kromium : kentang,


cabai hijau, apel, pisang, bayam, wortel, dan jeruk.
ZAT BESI

Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul


hemoglobin sel-sel darah merah.

Hemaglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian


oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Zat besi juga berperan dalam metabolisme energi, termasuk


sintesis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam sistem
kekebalan tubuh.

Buah dan sayuran yang mengandung Zat besi : sayuran hijai


seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan daun pepaya.
YODIUM

Fungsi yodium adalah untuk pertumbuhan normal;


membakar kelebihan lemak tubuh, serta menjaga kesehatan
rambut, kuku, kulit, dan gigi.

Buah dan sayuran yang mengandung Yodium : bawang


merah atau tanaman lain yang ditanam di daerah dekat
pantai.
MAGNESIUM

Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor


berbagai enzim dalam tubuh.

Magensium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi


biologi di dalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan
dengan metabolisme energi, karbohodrat, lemak, protein, dan
asam nukleat.

Selain itu, magnesium juga berperan dalam sintesis


degradasi, dan stabilitas gen DNA

Buah dan sayuran yang mengandung Magnesium : sayuran


hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
MANGAN

Mangan berperan sebagai kofaktur berbagai enzim yang


membantu bermacam proses metabolisme.

Enzim yang berkaitan dengan mangan berperan dalam


sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang, serta
mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas.

Mangan juga berperan dalam pengontrolan gula darah,


metabolisme energi, fungsi hormon tiroid, fungsi otak, dan
untuk pengontrolan neurotransmiter.

Buah dan sayuran yang mengandung Mangan : kacang-


kacangan, sayuran berdaun hijau, bit, dan gandum.
MOLIBDENUM

Molibdenum bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim,


mengkatalis reaksi oksidasi reduksi, penawar racun alkohol
metabolisme sulfur, dan mencegah anemia.

Buah dan sayuran yang mengandung Molibdenum : kembang


kol, kacang polong, bayam, bawang putih, jagung, kentang,
bawang bombay, kacang tanah, semangka, wortel, dan kubis.
SELENIUM

Selenium bekerja sama denga vitamin E berberan sebagai


antioksidan dalam sistem enzim.

Di samping, selenium juga berperan mencegah terjadinya


serangan radikal bebas, melindungi membran dari kerusakan
oksidatif, membantu reaksi oksigen dan hodrogen pada
tahap akhir rantai metabolisme, serta membantu sintesi
immunoglobulin sebagai kekebalan tubuh.

Buah dan sayuran yang mengandung Selenium : bawang,


tomat, brokoli, kubis dan gandum.
SENG

Seng berperan dalam proses kekebalan tubuh, memelihara


kesehatan mata, menghambat virus, mengurangi risiko
kanker, menjaga kesehatan organ vital laki-laki, dan
mempercepat proses penyembuhan luka.

Buah dan sayuran yang mengandung Seng : kacang-


kacangan, biji-bijian, legum, dan gandum.
BORON

Boron mempunyai efek positif terhadap pencegahan


osteoprosis dan osteoartritis dengan cara meningkatkan
penggunaan kalsium dan magnesium

Fungsi boron tersebut bersifat sinergis dengan vitamin D


dalam memperkuat tulang. Boron juga diduga dapat
membantu memelihara fungsi sarat.

Selain itu, boron juga mempunyai mekanisme kerja yang


berhubungan dengan fungsi membran sel sarat serta terbukti
memiliki aktivitas antiinflamasi (antiperadangan).
Aktivitasnya sangat signitifkan, terutama untuk pencegahan
penyakit pradangan, seperti rematoid, artritis, dan asma.
Buah dan sayuran yang mengandung Boron : BACK
jamur, kacang-kacangan dan asparagus.
AIR
Air sangat dibutuhkan untuk menjaga cairan tubuh tetap
seimbang.

Sedangkan elektrolit adalah cairan dalam tubuh dalam bentuk


larutan, berfungsi sebagai penghantar rangsang saraf.

70% tubuh manusia terdiri dari cairan, sehingga bila kurang minum
akan menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan sangat
berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidup.

Ciri-ciri air minum yang sehat dan baik untuk diminum adalah:
tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Sedangkan air yang tidak sehat mengandung banyak kuman,


sehingga justru menimbulkan penyakit, seperti diare.