Anda di halaman 1dari 9

DIAGNOSIS

Diagnosis Klinis
Gejala klinis yang menonjol dari invaginasi
dikenal dengan “Trias Invaginasi”, yang terdiri
dari:
» Nyeri perut yang datangnya secara tiba-tiba, nyeri bersifat
serang serangan, nyeri menghilang selama 10-20 menit,
kemudian timbul lagi serangan (colicky abdominal pain).
» Teraba massa tumor di perut bentuk bujur pada bagian
kanan atas, kanan bawah, atas tengah, kiri bawah atau kiri
atas (palpebra abdominal mass).
» Buang air besar campur darah dan lendir ataupun terjadi
diare (red currant jelly stools).
Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan
peningkatan jumlah neutrofil segmen (>70%).
Pemeriksaan Radiologi
• Foto polos abdomen
didapatkan distribusi udara didalam usus tidak merata, usus
terdesak ke kiri atas, bila telah lanjut terlihat tanda-tanda
obstruksi usus dengan gambaran “air fluid level”. Dapat
terlihat “free air“ bila terjadi perforasi.
Foto Polos Abdomen yang Menunjukkan Gambaran Foto Polos Abdomen yang menunjukkan dilatasi dari
Obstruksi Usus dengan “Air Fluid Level” usus halus dan terkumpulnya gas kuadran kanan bawah
dan kuadran atas
• Barium enema
dikerjakan untuk tujuan diagnosis dan terapi, untuk diagnosis
dikerjakan bila gejala-gejala klinik meragukan, pada barium
enema akan tampak gambaran cupping, coiled spring
appearance yang dapat terlihat pada gambar
Barium enema dengan kontras udara menunjukkan Barium enema menunjukkan intussusepsi di colon desenden
intususepsi di caecum
• Ultrasonografi
pemeriksaan ultrasonografi
menunjukkan gam-baran
target sign pada potongan
melintang invaginasi dan
pseudo kidney sign pada
potongan longitudinal
invaginasi
Gambaran USG Abdomen menunjukkan tanda klasik dari
intussusepsi di dalam intussupien
Diagnosis Banding
• Gastro – enteritis, bila diikuti dengan invaginasi dapat ditandai jika
dijumpai perubahan rasa sakit, muntah dan perdarahan.
• Diverticulum Meckel, dengan perdarahan, biasanya tidak ada rasa
nyeri.
• Disentri amoeba, pada keadaan ini diare mengandung lendir dan
darah, serta adanya obstipasi, bila disentri berat disertai adanya
nyeri di perut, tenesmus dan demam.
• Enterokolitis, tidak dijumpai adanya nyeri di perut yang hebat.
• Prolapsus recti atau Rectal prolaps, dimana biasanya terjadi
berulang kali. Pada colok dubur didapati hubungan antara mukosa
dengan kulit perianal, sedangkan pada invaginasi didapati adanya
celah