Anda di halaman 1dari 28

Kehamilan Ektopik Terganggu

(KET)
KELOMPOK 4
1. ZATA ZUMNI SALSABIL U. (P17311183036)
2. TRISKA FERDIANA P. (P17311183037)
3. LUTFIA SINTA NILA A. (P17311183038)
4. RINDI ANTIKA (P17311183039)
5. MAHARANI SAE S. (P17311183040)
6. MIRZA VADZILLA (P17311183041)
7. TINA ANDIKUMAHA (P17311183042)
8. RISA MAULIDIA S. (P17311183043)
9. LAILA FITRIA R. (P17311183044)
10. KHARISHMA NISSA H. (P17311183045)
11. RIZKY ADELINA G. (P17311183046)
12. MISNA KRISTINA (P17311183047)
Kehamilan Ektopik adalah Kehamilan yang terjadi
dan berada di luar batas endometrium yang normal.
Kehamilan ektopik biasanya terjadi pada Tuba Fallopi.
Kehamilan Ektopik adalah kehamilan yang terjadi
bila sel telur dibuahi berimplamentasi dan tumbuh di luar
endometrium kavum uteri (Ilmu Kebidanan, 2002 : 323).
Lebih dari 60% kehamilan ektopik
terjadi pada usia 20-30 tahun
dengan sosio-ekonomi rendah dan
tinggal di daerah dengan prevalensi
gonore dan prevalensi tuberkulosa
yang tinggi. Meningkatkan kejadian
kehamilan ektopik terganggu
biasanya disebabkan oleh :

Pemakaian antibiotik

Kontrasepsi IUD
Lokasi kehamilan Ektopik
LOKASINYA TEMPAT DAN
SUBLOKASI
Tuba Fallopi 98%
 Ampula tuba 93%
 Isthmus tuba 4%
 Interstisial tuba 2%
Kehamilan ektopik servikal 0.1%
Kehamilan ovarial 0.5%
Kehamilan abdominal 0.03%
Kehamilan interstisial 0.01%
KEHAMILAN TUBA

Fertilisasi terjadi di Ampulla Tuba. Kejadian dipengaruhi


oleh faktor sosial (golongan pendapatan rendah karena
kemungkinan berobat kurang).
KEHAMILAN INTERSTISIIL
Implantasi telur terjadi dalam pars interstitialis tubae.
Karena lapisan myometrium disini lebih tebal maka
rupture terjadi lebih lama kira-kira pada bulan ke 3 dan
ke 4.
KEHAMILAN ABDOMINAL
a. Kehamilan abdominal primer, di mana telur dari awal
mengadakan implantasi dalam rongga perut.
b. Kehamilan abdominal sekunder, yang asalnya kehamilan
tuba dan setelah rupture baru menjadi kehamilan
abdominal.
KEHAMILAN OVARICAL
Jarang terjadi dan biasanya berakhir dengan rupture
pada hamil muda.
KEHAMILAN SERVICAL
Nidasi terjadi di selaput lender servix. Dengan tumbuhnya telur,
servix menggelembung. Kehamilan servix biasanya berakhir
pada kehamilan muda karena menimbulkan perdarahan hebat
yang memaksa pengguguran.
Penyebab utama gangguan
transportasi hasil konsepsi pada tuba
Infeksi alat genetalia internal
01 khususnya tuba fallopi
Terdapat desakan dari dari luar
02 tuba
03 Operasi pada tuba fallopi

Kelainan kongenital alat


04 reproduksi internal
Terjadi migrasi intraperitoneal
05 spermatozoa atau ovum

06 Kelambatan implantasi
Infeksi alat genetalia internal khususnya tuba fallopi

 Infeksi STD akibat makin bebasnya


hubungan seksual pranikah
 Infeksi asenden akibat pemakaian IUD
 Bakteri khusus yang menyebabkan
gangguan tuba fallopi adalah Chlamydia
Trachomatis yang menimbulkan
penyempitan lumen tuba
Terdapat desakan dari dari luar tuba

a. Kisat ovarium atau mioma subserosa


sehingga pada bagian tertentu, lumen
tuba fallopi menyempit, akibatnya hasil
konsepsi tidak dapat lewat sehingga
tumbuh dan berkembang setempat
b. Endometriosis:
 Menimbulkan perlekatan dengan
sekitarnya sehingga terjadi
penyempitan lumen tuba fallopi
Operasi pada tuba fallopi

a. Operasi rekonstruksi tuba fallopi, tetapi


lumennya tidak selebar semula sehingga
hasil konsepsi tersangkut dan tumbuh
kembang di dalamnya
b. Rekanalisasi spontan dan sterilisasi tuba,
dengan pembukaan lumen yang tidak
sempurna dan terjadi penyempitan.
Akibatnya hasil konsepsi tersangkut dan
terjadi kehamilan ektopik
Kelainan kongenital alat reproduksi internal

a. Tuba fallopi memanjang sehingga dalam


perjalanan “blastula” terpaksa melakukan
Implantasi dan menimbulkan kehamilan
ektopik
b. Terdapat divertikulum dalam tuba fallopi
sehingga hasil konsepsi dapat melakukan
implantasi dan menimbulkan kehamilan
ektopik
Terjadi migrasi intraperitoneal spermatozoa atau ovum

a. Terjadi kehamilan ektopik pada uterus


rudimenter
b. Terjadi kehamilan pada ovarium
Kelambatan implantasi

Kelambatan implantasi hasil


konsespsi menyebabkan
implantasi terjadi di bagian bawah
kavum uteri dalam bentuk plasenta
previa dan kehamilan servikalis
Prognosis Kehamilan Ektopik Terganggu
Sebagian besar kehamilan ektopik
We yang terganggu (rupture) mempunyai
Create prognosis yang baik artinya tindakan
Quality pertolongan berhasil baik dan tidak terlalu
banyak terjadi kematian.
Keadaan ini disebabkan oleh
timbulnya nyeri mendadak sehingga
keluarga secepatnya melakukan
pertolongan dan selanjutnya dirujuk
ketempat dengan fasilitas tindakan operasi.
Perkembangan janin tergantung dari
beberapa jenis faktor, yaitu : tempat
implantasi, tebalnya dinding tuba dan
banyaknya pendarahan yang terjadi oleh
invasi trofoblas.
Gambaran Klinis KET

Apakah kehamilan ektopik masih


utuh

Apakah kehamilan ektopik sudah


rupture
Diagnosis Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik intak

Kehamilan ektopik
subakut

Ruptur kehamilan
ektopik akut
Diagnosis Kehamilan Ektopik Intak

Pemeriksaan Hormon
• Progesteron dan human chorionic
gonadotrophin
Ultrasonografi
Laparoskopi untuk
• Konfirmasi diagnostic
• Terapi
Diagnosis Kehamilan Ektopik subakut
Hasil Pemeriksaan
Gejala Kliniknya • Nyeri-tegang abdomen
• Ketegangan Adneksa
• Nyeri Perut
• Terdapat massa adneksa
• Amenorea
• Pembesaran uterus
• Perdarahan pervaginam
• Perubahan orthostatik
• Pusing Konfirmasi Diagnosis • Badan panas-dehidrasi
• Gejala hamil muda • Fungsi kavum douglass,
• Pengeluaran massa terdapat darah encer dan tanpa
bekuan darah
• Laparoskopi diagnostic “Gejala hamil ektopik
• Terdapat darah dalam kavum subakut sebagian besar
dijumpai pada Kehamilan
abdomen Isthimus” sehingga
• Dijumpai letak kehamilan perdarahannya terjadi
ektopik perlahan.
Diagnosis Ruptur Kehamilan Ektopik akut

Penderita tampak anemis, sakit, mungkin sudah di sertai


gangguan pernapasan dispneu Ruptur hamil ektopik
dengan cepat
menyebabkan banyak
Tensi turun, akral dingin dan nadi meningkat darah menuju kavum
abdomen, sehingga
Pemeriksaan dijumpai: secara total mengubah
hemodinamik sirkulasi
• Tanda cairan/darah bebas di dalam abdomen sistemik dan
• Abdomen nyeri
Pemeriksaan dan tegang
dalam:
menimbulkan kolaps
yang disertai syok.
• Nyeri goyang pada serviks
• Teraba-massa pada adneksa
• Kavum douglass menonjol
Pemeriksaan Pendukung
Tes kehamilan

Laparoskopi

ultrasonografi (USG),

kuldosentesis
cont,,,,
Kematian di USA terjadi sekitar 2-3% oleh
karena:
 Pertolongan terlambat diberikan
 Kehamilan ektopik yang terganggu
berlokalisasi di interstrisium tuba sehingga
terjadi perdarahan banyak dan mendadak
sehingga berakhir dengan syok irreversible
 Terjadi sebagian besar pada kalangan
negro yang karena kemiskinannya, tidak
mampu mendapatkan pertolongan
adekuat.
Referensi

Diane M. Fraser, m. A. (2009). Buku ajar


bidan edisi 14. jakarta: EGC.
Prof.dr. I.B.G. Manuaba, d. I. (2007).
Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC.
Sinclair, C. (2003). Buku Saku Kebidanan.
Jakarta: EGC.
TERIMAKASIH
APA ADA PERTANYAAN ?