Anda di halaman 1dari 38

PENGANTAR RUKUNS

Disampaikan Oleh:
Tim Fasilitator Puslitbang Sumber Daya dan
Pelayanan Kesehatan dan Dit.Yankes Primer
pada:
Pembekalan Tim NS Batch XIII di BBPK Ciloto
Jakarta, 14 AGUSTUS 2019
ALUR PEMBELAJARAN
LINTAS PROGRAM: INDIKATOR BAHAN SIMULASI LOKMIN
DAN TARGET 22 Agustus 2019

Analisis
Masalah Penyusun Galery
Pengantar
Kesehatan an RUKUNS
RUKUNS
di wilayah RUKUNS dan
puskesmas Perbaikan

- Menetapkan urutan
- Analisis prioritas masalah - Menyusun - Galery
Situasi - Menentukan akar RUKUNS RUKUNS
- Peta Masalah penyebab masalah
- Menetapkan cara
- Identifikasi pemecahan masalah
Masalah
30 Juli 14 Agustus 23 Agustus 27 Agustus
2019 2019 2 2019 2019
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

Tim NS mampu melakukan analisis


situasi yang akan digunakan untuk:
perencanaan, pemantauan wilayah
setempat, pemantauan masalah
kesehatan, penilaian dan evaluasi
guna menunjang tugas dan fungsi
puskesmas
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

Peserta mampu:
•Mengidentifikasi data kinerja dan status
kesehatan di wilayah kerja puskesmas
•Menentukan prioritas masalah
•Mencari akar penyebab masalah
•Menetapkan cara pemecahan
masalah
PR sudah dikerjakan?

• Output pembelajaran minggu lalu (Data Kinerja dan


Status Kesehatan, tabel identifikasi masalah, Potensi
dan Kesimpulan) ditempel di dinding
• Apakah ada input dari lintas program terkait dengan
indikator, target dan pemecahan masalah
kesehatan yang akan dimasukkan dalam proses
RUKUNS hari ini ???
Puskesmas Dengan masalah
kesehatan:
• Luas ……
wilayah: … km2
- Jumlah Desa .. • Masih ada 50% bayi tidak ASI
- Jumlah Dusun .. Eksklusif
• Jumlah sasaran penduduk: • Masih ada 50 suspek TBC
- Bumil: .. belum ditemukan
- Bayi • …
- Balita • …
- Usia sekolah • …
- Remaja (L+P) • Pindahkan dari kolom 5 Tabel
- WUS Identifikasi Masalah
- PUS
- Lansia (L+P)
• Potensi wilayah, UKBM
- Posyandu
- Posbindu
- …..
• Jaringan:
- Fasilitas kesehatan di wilker …
- dll
6
CDR TBC
45,3%
Cakupan
KEK 52% K4 37,5%
Cuci tangan pakai
Peserta KB
sabun 41%
aktif 71% JPK 82%
DATA KINERJA Cakupan Proporsi
DAN STATUS K1 67,7% merokok
Gizi
KESEHATAN Buruk&Kurang
Linakes 69% 29,1%

Gizi Buruk 19,6%


Fe Bumil
10 orang 41,5%
ASI ekslusif UCI 50%
Imunisasi 25%
Lengkap Pasien TBC yg
60,7% Neonatal mnyelesaikan
KN1 TBC ISPA pengobatan
38,2% 12 kasus 521 kasus 82,3% AIDS 1
Neonatal KN
(no.1) kasus
Lengkap
38,2% Diare 37 kasus Gangguan
Anemia
1 orang DM mental
Kunjungan 28 kasus
meninggal 37 kasus 2 orang
bayi 33,3% Rumah
Sehat Malaria Stunting Hipertensi
Air
59% 73 37,21% 311 kasus
Bersih
69% kasus
Jaga
59%
Perilaku Tidak tersedia Belum dilakukan
Tidak ada
BAB 86% kit sanitasi konseling gizi
dokter
TABEL IDENTIFIKASI MASALAH
No Upaya Target Pencapaian Masalah
I UKM Essensial
1. Promosi Kesehatan Dipindahkan ke
2. Kesehatan Lingkungan tabel prioritas
masalah gizi
3. Kesehatan ibu anak & KB
4. Pelayanan gizi
- Stunting 5% 37,21% Masih ada 37,21%
stunting
- Fe Bumil 100% 41,5% Masih ada 58,5% Bumil
tidak mendapat Fe
- ASI ekslusif 100% 25,9% 74,1% bayi tidak
mendapat ASI ekslusif
5. Pencegahan Pengendalian
Peny
- Case Detection Rate TBC 85% 44,3% Masih ada 40,7% terduga
TBC belum ditemukan
II UKM Pengembangan
RENCANA USULAN KEGIATAN PUSKESMAS

1 Identifikasi
Masalah Kelompokkan menurut
5W jenis upaya, target,
1H pencapaian dan masalah

2
yang ditemukan

Penetapan
Urutan Prioritas
U-S-G
Masalah

3Mencari Akar
Penyebab Masalah
Menetapkan Cara
4 Penyelesaian
Masalah
Target Output hari ini…
MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH

Mengapa ada Prioritas masalah?

• Keterbatasan sumber daya;


– Keterbatasan tenaga
– Keterbatasan waktu
– Keterbatasan dana
PENENTUAN URUTAN PRIORITAS MASALAH

Urgency dilihat dari tersedianya waktu, mendesak


atau tidaknya masalah tersebut diselesaikan

Seriousness dilihat dari dampak masalah tersebut


terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, dan membahayakan sistem atau tidak

Growth seberapa kemungkinannya isu tersebut


menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah
penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan

Pemberian skor 1-5 (tidak boleh ada yang sama), 1 terendah dan 5 tertinggi
Langkah Menentukan Prioritas Masalah
Pendahuluan

• Pindahkan masalah ke
1 Buat Tabel U-
S-G
dalam tabel sesuai
Kerangka dengan
Teoritis kelompok upaya
kesehatan

Metodologi
berikan nilai pada masing-masing
2 kolom
U - S dan G
Pembahasan
• 5 sampai 1 atau 10
Range nilai sampai 1 (dari yang
paling tinggi sampai
3 Kesimpulan dari U-S-G
dengan paling rendah
nilainya)
- Permenkes 44/2016 -
S
Penting ditindaklanjuti!!!
PRIORITAS MASALAH
contoh :
Masalah POKOK U S G Total
No. Rangking
(bahasa negatif) (Urgency) (Seriously) (Growth) (U+S+G)
1.1 UKM Esensial - Promkes
55% anggota
1 3 3 3 9 1
keluarga merokok
34,6% RT belum
2 2 1 2 5 2
melakukan PHBS
50% desa siaga
3 1 2 1 4 3
belum/tidak aktif
PRIORITAS MASALAH
contoh :
Masalah POKOK U S G Total
No. Rangking
(bahasa negatif) (Urgency) (Seriously) (Growth) (U+S+G)
1.4 UKM Esensial - Gizi
Masih ada kasus
1 5 5 5 15 1
stunting 37, 2%
Masih ada 58,5%
2 bumil tidak 3 2 3 8 4
mendapat Fe
74,1% bayi tidak
3 mendapat ASI 2 5 4 11 2
ekslusif
10% balita kurus
4 belum mendapat 4 3 2 9 3
PMT
4,9% balita tidak
5 1 1 1 3 5
punya KMS
ANALISA PENYEBAB MASALAH

 Setelah dilakukan identifikasi dan menentukan


prioritas masalah selanjutnya dilakukan pencarian
akar penyebab masalah dengan why-why framework
melalui aktivitas curah pendapat (brainstorming)
 Penyebab masalah agar dikonfirmasi dengan data
di Puskesmas
 Beberapa metode yang dapat dipergunakan yaitu
dengan Diagram pohon masalah (Problem
Trees) atau Diagram Sebab Akibat dari
Ishikawa (diagram tulang ikan/ fishbone)
X4
WHY-WHY
X3
FRAMEWORK
X2 X2

a1

X1 b1
X2
a
x b b1
X3
b1

Z3
y Gizi Buruk c

Z2

Z1 z
d
e d1
Z1 d2

d2
d2
Masalah Inti
Merugikan negara
Meningkat
nya angka
Meningkatnya kematian
biaya Mengurangi
pengobatan Meningkatkan
produktivitas
angkakesakitan
Kanker Mulut dan Risiko Gangguan Jantung osteoporosis
mulut tenggorokan DM kardiovaskuler koroner
BBLR Keguguran pada
ISPA janin yang di
Ca/kerusakan kandung
paru Pada
Sistem kehamilan Organ
pernapasan reproduksi
TB paru rusak
55% Anggota
Keluarga Masih
Merokok
Perilaku kebiasaan Rendahnya Tidak
PHBS tidak tingkat tersedianya
Pergaulan Budaya diterapkan rumah sehat
pendidikan
masyarakat
Kurangnya Kurangnya
Lingkungan Merokok Pengetahuan
Tokoh masy infrastruktur
kerja perokok itu keren bahaya merokok
/adat merokok pendukung
Faktor Salah ekonomi desa
Kurangnya Ekonomi
stress persepsi Kurangnya
penyuluhan lemah
kordinasi lintas
sektor
Perekonomian
menurun

Meningkatnya angka Ketergantungan


pengangguran sosial tinggi
Produktivitas
rendah
Meningkatnya Kualitas SDM Meningkatnya
angka kematian menurun angka kesakitan

Keterbatasan Kecerdasan Tingginya risiko Gangguan


motorik/kapabilitas kurang penyakit reproduksi
STUNTING
Tidak Kurang Rendahnya Rendahnya
Pola Asuh Gizi Bumil garam
ASI Pendidikan ekonomi
Gizi beryodium
Anemia KEK BBLR
remaja Kurang Rendahnya
Metabol Pengetahuan
Kualitas & kuantitas Bumil pengetahuan Daya beli
isme Tidak kadarzi rendah
asupan kurang Perokok ttg stunting
Infeksi aktif/pasif PHBS
Keamanan Kurangnya
Pengetahu penyakit
an
pangan Kondisi rumah dana alokasi
lokal tidak sehat daerah
MTBS
DIAGRAM ISHIKAWA
• Konsep yang diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa
dan tergolong sebagai cause and effect diagram
• Dinamakan diagram tulang ikan karena menyerupai
tulang ikan dimana permasalahan diibaratkan sebagai
kepala dan faktor penyebab sebagai duri-durinya
• Idealnya disusun dengan mengacu pada teori
• Capaian akhir merupakan kesepakatan atas
sebab –sebab yang paling utama
• Tanyakan mengapa hal tersebut menjadi sebab yang
paling mungkin terjadi, jika sudah tidak dapat terjawab
lagi maka sebab tersebut menjadi sebab pokok yang
mengakibatkan permasalahan
DIAGRAM ISHIKAWA

SDM
Metode
Faktor
Faktor

Faktor Faktor

Masalah
Faktor Faktor

Faktor

Sarana
Dana Lingkungan
contoh :
METODE
MANUSIA
Tidak ada penyegaran
Peran kader belum Penyuluhan kurang
optimal
Banyaknya/ masih ada
dukun Data bumil tidak akurat (PWS)

Peran LS masih kurang SOP kurang


Bidan tdk tinggal di desa Pengetahuan
Dukungan keluarga kurang Kemitraan bidan & dukun
kurang belum bjalan optimal
Persalinan di
Tidak ada kendaraan fasyankes 9,6 %
khusus bagi petugas
persalinan Budaya : lebih nyaman ke dukun
Kurangnya sarana penyuluhan Transpot
petugas tdk ada Wilayah kepulauan
Tidak ada air bersih
Tidak ada transportasi umum Dukungan dana minim
Tingkat ekonomi rendah
Kurangnya peralatan
kebidanan Alokasi dana desa tidak ada
Tdk punya BPJS

LINGKUNGAN
SARANA DANA
Gizi remaja METODE
Pendidikan MANUSIA tidak baik
Kurangnya Edukasi
keluarga
Gizi bumil kurang Penyuluhan gizi (penyuluhan)
Pengetahuan Keluarga
masa remaja
kurang
minim
Kurangnya sosialisasi petugas
BBLR kesehatan ke Kader di lingkungan
Peran orang tua rendah masyarakat
terhadap kesehatan anak
Tidak Asi Ekslusif
(kesadaran ikut posyandu Terdapat kasus
stunting
sebesar 39,59%
Akses terhadap pelayanan
kesehatan kurang Bantuan sosial Kondisi lingkungan rumah tidak
tidak merata sehat
Tempat untuk kegiatan
Akses sanitasi dan air Posyandu belum
bersih kurang memadai Tingkat ekonomi
rendah Adat istiadat
Media promosi kurang

LINGKUNGAN
SARANA DANA
manusia metode
Kurangnya pemahaman Kurangnya pengetahuan tntng
Dukungan masyarakat akan jamban PHBS
keluarga sehat
kurang Kurangnya pemicuan jamban
sehat
Peran Lintas Sektor
Pengetahuan kurang
tentang TB Pengadaan deklarasi ODF
kurang
Peran kader Kurangnya kerjasama antarnakes
belum Kurangnya dukungan lintas
optimal sektoral
Tidak ada Tidak ada
Kurangnya kesadaran pasien jamban
training untuk
untuk sembuh secaratotal
kader SEHAT 88
%
Kurangnya tingkat
sarana Tidak memiliki ekonomi
penyuluhan JKN/BPJS rendah
Adat dtiadat
Media Pendidikan
BABS
penyuluhan rendah
Alokasi dana
masih kurang tidak mereta
Ttidak ada lahan
jamban
1.Leaflet
2.Lembar balik Tidak tersedia
sedikit dana yang air bersih
3.Poster dll
dialokasikan untuk
Keterbatasan kegiatan promotif
tenaga dan preventif Rumah sehat
kesehatan kurang

SARANA dana lingkungan


0komanan
manusia metode
Dukungan
Kurangnya penjaringan bumil
Kurangnya tenaga bidan
keluarga
kurang
Kurangnya KIE/penyuluhan
Pengetahuan Peran Lintas Sektor
tentang kurang
pentingnya Kurangnya kemitraan dukun da n bidan
bersalin
difasyankes Peran kader ada
Kurangnya kerjasama antarnakes
belum Posya Tidak
optimal ndu ada
Belum Persalin
maksi
Tidak ada
training untuk mal an n o n
kader fasyank
es 26.67%
Kurangnya tingkat
sarana Tidak memiliki ekonomi
penyuluhan JKN/BPJS rendah
Lingkungan
Pendidikan
Media promosi sosial
Tingkat rendah
masih kurang kemiskinan
tinggi
Keterbatasan Orang tua,
SDM suami Banyaknya
sedikit dana yang jumlah dukun
Tidak ada dialokasikan untuk
posyandu kegiatan promotif
bumil/kelas bumil dan preventif Tradisi/
kepercayaan
Akses sulit

SARANA dana lingkungan


manusia metode
Penjaringan suspect TB belum
Kurang Pengetahuan & kesadaran optimal
optimalnya masyarakat rendah
petugas
menemukan Tidak ada tenaga Lab Khusus
kasus TB Masyarakat belum
PARU mendapatkan
penyuluhan
Kurangnya pengetahuan tentang PHBS

Ketidakseimbanga Jarang masyarakat yang mau


n jumlah petugas memeriksakan diri Kerjamasama nakes dan linsek
dengan wilayah belum maksimal
kerja puskesmas
68%
Kurangnya kesadaran pasien kasus
untuk sembuh secaratotal
TBC

Kurangnya
anggaran dana
Media dan alat Tidak memiliki untuk program
promosi TB JKN/BPJS TB Keluarga
Paru di
Puskesmas
masih minim Blm ada petugas yg sedikit dana yang
kopeten dibidangnya dialokasikan untuk KeluargaDukun
Sampel yang kegiatanpromotif gan keluarga
sering dan preventif masih kurang
didapatkan Blm tersedia sarana lab kepada
bukan dahak orat orium anggota
Butuh banyak keluarga yang
melainkan air
terobosan baru pada memilikigejala
liur .
program untuk TB Paru
penanganan TB
Mtivasi PMO kurang

sarana dana lingkungan


PENETAPAN CARA PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan diagram Simulasi: 15 menit


ishikawa –pohon masalah

BRAIN STORMING Kesepakatan

List cara
pemecahan
TABEL PEMECAHAN MASALAH masalah
PELAKSANAAN BRAIN STORMING/
No Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Kesepakatan
Masalah Pemecahan Masalah Pemecahan
Masalah
1 Stunting • Gizi remaja tidak • Penyuluhan Gizi Penyuluhan gizi
39,59% baik • Pameran Gizi terutama remaja,
• dll Pameran gizi

• Akses pelayanan • Pusling Kunjungan rumah


kesehatan kurang • Kunjungan rumah gizi &PHBS
• dll
• Kondisi • Bedah rumah Penyuluhan PHBS
lingkungan rumah • Penyuluhan
tidak sehat • dll
• Media promosi • Minta media di Pembuatan/pengad
kurang Dinkes aan media promosi
• Pembuatan/Penga
daan media
TABEL PEMECAHAN MASALAH
KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT
 Masalah prioritas Puskesmas ...................
UKM Esensial
a. Promkes :
b. Kesling :
c. Gizi:
d. KIA-KB:
e. P2P:
 Tentukan 1 masalah prioritas yang akan menjadi bahan
“simulasi lokakarya mini puskesmas” pada tanggal
22 Agustus 2019
Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
Jadilah orang yang
berhasil dengan
kegigihan
dan
jadilah orang yang
sukses
dengan kejujuran

erima kasih
36
36
Pengingat tugas hari ini
• Tabel USG
• Fish Bond + Mohon masalah
• Tabel Brain storming atau Tabel pemecahan
masalah
• Kesimpulan & tindak Lanjut