Anda di halaman 1dari 25

AUDIT SIKLUS AKUISISI DAN

PEMBAYARAN : Pengujian
Pengendalian, Pengujian
Substantif atas Transaksi dan
Utang Usaha

Disusun oleh :
Kelvin Brema Sembiring 11160600117
Nurul Hikmah 11160600135
Fitri Kodariah 11160600136
Tujuan

Tujuan keseluruhan dalam audit siklus akuisisi dan


pembayaran adalah untuk mengevaluasi apakah
akun dipengaruhi oleh akuisisi barang dan jasa
serta pengeluaran kas untuk akuisisi tersebut telah
disajikan dengan wajar sesuai dengan standar
akuntansi.
Terdapat 3 klasifikasi transaksi
dalam siklus ini, yaitu:

1. Akuisisi barang dan jasa


2. Pengeluaran kas
3. Retur pembelian dan cadangan serta
potongan pembelian
Akun-akun dalam Siklus
Akuisisi dan Pembayaran
Fungsi bisnis dalam siklus serta
dokumen yang digunakan
Metodologi untuk merancang
pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi
1. Memahami pengendalian internal – akuisisi dan
pengeluaran kas
2. Menilai resiko pengendalian yang direncanakan – akuisisi
dan pengeluaran kas
3. Menentukan luas pengujian pengendalian
4. Merancang pengujian pengendalian dan pengujian
substantive atas transaksi untuk akuisisi dan pengeluaran kas
guna memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan
transaksi.
a. Prosedur audit
b. Ukuran sampel
c. Item yang akan dipilih
d. Penetapan waktu
Empat dari enam tujuan audit yang berkaitan
dengan transaksi akuisisi memerlukan
perhatian khusus sehingga harus diperiksa
secara lebih teliti.

1. Akuisisi yang dicatat adalah untuk barang dan


jasa yang diterima, yang konsisten dengan
kepentingan utama klien (keterjadian)
2. Akuisisi yang ada telah dicatat (kelengkapan)
3. Akuisisi yang telah dicatat secara akurat
(keakuratan)
4. Akuisisi telah diklasifikasikan dengan benar
(klasifikasi)
Tiga perbedaan yang penting antara
akuisisi dan pembayaran
dibandingkan dengan siklus lainnya,
yaitu :

1. Terdapat sejumlah besar akun yang terlibat


dalam siklus ini, termasuk akun laporan laba rugi
dan neraca. Hal ini meningkatkan potensi salah
saji klasifikasi, yang beberapa mungkin akan
memengaruhi laba.
2. Sudah lebih umum bagi transaksi dalam siklus ini
untuk menuntut pertimbangan yang signifikan,
seperti biaya lease dan konstruksi. Pertimbangan
tersebut mengakibatkan meningkatkan
kemungkinan salah saji.
3. Jumlah nilai uang setiap transaksi dalam siklus
mencakup rentang yang luas.
Tujuan Audit yang
berkaitan dengan
transaksi,
pengendalian kunci,
pengujian
pengendalian dan
pngujian substantif
atas transaksi untuk
akuisisi
Tujuan Audit yang
berkaitan dengan
transaksi,
pengendalian kunci,
pengujian
pengendalian dan
pngujian substantif
atas transaksi untuk
pengeluaran kas
Prosedur Analitis untuk Siklus
Akuisisi dan Pembayaran.
1. Membandingkan saldo akun 1. Salah saji utang usaha
beban yang berhubungan dan beban.
dengan akuisisi dengan
tahun sebelumnya.
2. Mereview daftar utang
usaha untuk melihat utang 2. Klasifikasi salah saji
yang tidak biasa, non untuk kewajiban non
vendor, dan utang dagang.
berbunga.
3. Membandingkan utang
3. Akun yang tidak
usaha individual dengan
tercatat atau tidak
tahun sebelumnya.
ada, atau salah saji.
4. Menghitung rasio, seperti
pembelian dibagi dengan
utang usaha, dan utang 4. Akun yang tidak
usaha dibagi dengan tercatat atau tidak
kewajiban lancer. ada, atau salah saji.
Menyelesaikan
Pengujian dalam
Siklus Akuisisi dan
Pembayaran :
Verifikasi Akun
Terpilih
Jenis Akun Lain dalam Siklus
Akuisisi dan Pembayaran
Audit atas Properti, Pabrik
dan Peralatan
Properti, Pabrik dan Peralatan adalah aset yang memiliki
umur yang diharapkan lebih dari satu tahun, digunakan
dalam bisnis, dan tidak diperoleh untuk dijual kembali.
Karena audit atas akun properti, pabrik dan peralatan
serupa, salah satu contohnya (peralatan) akan
digunakan untuk mengilustrasikan pendekatan ketika
mengaudit ketiga jenis akun.
Dalam audit atas peralatan dan akun-akun terkait,
auditor harus memisahkan pengujian ke dalam kategori
berikut :
1. Melaksanakan prosedur
analitis
2. Memverifikasi
akuisisi tahun berjalan

Perusahaan harus
mencatat
penambahan selama
tahun berjalan
dengan benar karena
aset memiliki
pengaruh jangka
Panjang terhadap
laporan keuangan.
Karena pentingnya
akuisisi periode
berjalan dalam audit
peralatan, auditor
menggunakan tujuh
tujuan audit yang
berkaitan dengan
saldo seperti tabel
berikut ini :
3. Memverifikasi pelepasan
tahun berjalan
Prosedur berikut digunakan auditor untuk memverifikasi
pelepasan tahun berjalan :
1. Mereview apakah aset yang baru diakuisisi
menggantikan aset yang ada
2. Menganalisis keuntungan dan kerugian atas pelepasan
aset serta pendapatan rupa-rupa yang diterima dari
pelepasan aset
3. Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk,
perubahan peralatan terkait komputer utama yang
mahal, pajak properti, atau cakupan asuransi untuk
indikasi penghapusan peralatan
4. Melakukan tanya jawab dengan manajer dan personil
produksi mengenai kemungkinan pelepasan aset
4. Memverifikasi Saldo Akhir
Akun Aset
A. Melakukan prosedur untuk memperoleh bukti yang terkait dengan
tujuan audit yang berkaitan dengan saldo aset tetap. Adapun dua
tujuan auditor ketika mengaudit saldo akhir akun peralatan yaitu :
1. Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal
neraca (eksistensi)
2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (Kelengkapan)
Ketika merancang pengujian audit untuk memenuhi pengujian
tersebut, auditor harus :
a) Mempertimbangkan sifat pengendalian internal terhadap
peralatan
b) Memutuskan apakah perlu memverifikasi eksistensi setiap item
peralatan yang tercantum dalam file induk

B. Melaksanakan prosedur audit yang terkait dengan penyajian dan


pengungkapan aset tetap.
5. Memverifikasi Beban
Penyusutan
Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling
penting untuk beban penyusutan adalah keakuratan.
Auditor berfokus pada penentuan apakah klien
mengikuti kebijakan penyusutan yang konsisten dari
periode ke periode dan apakah perhitungan klien sudah
benar.
6. Memverifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Dua tujuan yang biasanya yang ditekankan dalam audit
atas saldo akhir akumulasi penyusutan adalah :
1. Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file
induk sama dengan buku besar umum
2. Akumulasi penyusutan dalam file induk sudah akurat
Audit Beban Dibayar Di
muka
Pengendalian internal untuk asuransi dibayar di muka,
dibagi kedalam tiga kategori :

1. Pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan


asuransi dengan cara melakukan otorisasi yang tepat
atas polis asuransi yang baru dan pembayaran premi
asuransi.
2. Pengendalian terhadap register asuransi
3. Pengendalian terhadap penghapusan beban asuransi
Pengujian Audit :

Biasanya auditor melakukan prosedur analitis berikut untuk asuransi


dibayar dimuka :
1) Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dengan tahun
sebelumnya
2) Menghitung rasio asuransi dibayar di muka terhadap beban
asuransi dan membandingkan dengan tahun sebelumnya
3) Membandingkan cakupan polis asuransi yang diperoleh dari klien
dengan skedul tahun sebelumnya
4) Membandingkan saldo asuransi dibayar dimuka selama tahun
berjalan
5) Mereview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul asuransi
dibayar dimuka dengan pejabat klien yang berwenang atau
broker asuransi terkait.
AUDIT KEWAJIBAN AKRUAL

Mengaudit Pajak Properti Akrual


1. Memperoleh skedul pembayaran pajak property
dari klien dan membandingkan setiap pembayaran
dengan skedul tahun sebelumnya untuk
menentukan apakah semua pembayaran telah
dicantumkan dalam skedul yang disiapkan klien.
2. Auditor mengevaluasi kelayakan pajak properti
untuk mengestimasi akrual
3. Auditor memverifikasi pajak properti akrual dengan
menghitung kembali bagian dari total pajak yang
dikenakan pada tahun berjalan atas setiap bagian
properti.
AUDIT AKUN LABA DAN BEBAN

Dua konsep berikut dalam audit atas akun laba dan


beban akan diperlukan mempertimbangkan tujuan
laporan laba rugi :
1. Penandingan laba dan beban periodic diperlukan
untuk menentukan hasil operasi yang tepat.
2. Aplikasi prinsip prinsip akuntansi yang konsisten selama
periode yang berbeda diperlukan untuk
komparabilitas.
Bagian audit yang secara langsung mempengaruhi akun-
akun laba dan beban :
 Prosedur analitis
 Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas
transaksi
 Pengujian atas rincian saldo
Thanks