Anda di halaman 1dari 21

PERTIMBANGAN ETIKA (ETHIC)

DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


DAN KEBIJAKAN
• Etika merupakan suatu sistem tentang
standar moralitas / nilai
• Etika merupakan cara pandang terhadap
standar moral dan nilai tertentu
• Organisasi yang tangguh membuat
keputusan berkualitas karena
mempertimbangkan etika
• Konsep “etika” sinonim dengan “moral”
• Etika merupakan refleksi filosofis tentang
moral dan berkaitan dg baik-buruk, benar-
salah
• Etika dapat diartikan kebiasaan, adat, akhlak,
watak (Bertens)
• Etika publik bahagian dari etika politik
• Etika publik mengatur “political society”
semua orang yg terlibat di lembaga negara
dan menjadi dasar kegiatan civil society
• Pertimbangan etika harus menjadi kriteria
dan prinsif pokok (axial principle) yg penting
dalam pengambilan keputusan
• Pertimbangan etika menjadi prinsip pokok,
inspirasi, pemandu, penjaga / pengawal,
pendorong, pembatas, dalam pembuatan
keputusan
• Etika (ethic) merupakan sebuah sistem, cara
pandang mengenai standar nilai / moralitas
dan nilai tertentu
• Etika membahas sisi dikhotomis cara pandang
baik-buruk, benar-salah
• Pengambil keputusan harus punya komitmen
terhadap penerapan moral dalam
pengambilan keputusan serta mempunyai
keberanian menerapkan prinsif etika dan
moralitas dalam aktifitas sehari-hari
Kebijakan Publik Sebagai Keputusan yang
Mengandung Konsekwensi Moral

• Perilaku penyelenggara Negara dlm menterjemahkan


kepentingan masyarakat akan mempengaruhi kebijakan
• Kebijakan itu mengandung konsekwensi moral, misal
dibidang ;
– Keadilan sosial;penilaian objektif menangani masalah
sosial, bukan kepentingan elit
– Pelayanan umum; setiap warganegara berhubungan dg
birokrasi pemerintah, maka dari itu birokrasi tdk di isi
orang yg lemah : etis, fisik,rasional, ilmu
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN ETIKA

PROSES
PENENTUAN PENGAMBILAN PENERAPAN PEENGAWASAN
TUJUAN KEPUTUSAN KEPUTUSAN BERKELANJUTAN

FEED BACK
• Arti Penting Etika (Bertens)
1. Sebagai nilai moral dan norma yg menjadi
pegangan seseorang / kelompok dlm
mengatur tingkahlaku (sistem nilai)
2. Kumpulan azas / nilai moral (kode etik)
3. Sebagai ilmu tentang baik-buruk, benar-
salah (filsafat moral)
• Aliran Utama Etiket (Chandle dan Plano)
1. Emperical Theory : etiket diperoleh dari
pengalaman manusia dan diterima secara
umum
2. Rational Theory : Baik buruk sangat
tergantung dari rasional / alasan dan logika
yg melatar belakangi suatu perbuatan,
bukan pengalaman
3. Intuitif Theory : etika tidak harus berasal
dari pengalaman dan logika, tetap manusia
secara alamiah dan otomatis memiliki
pemahaman tentang salah-benar
4. Revelation Theory : benar salah berasal
dari kekuasaan di atas manusia, yaitu
Tuhan
• Perilaku pengambil keputusan dipengaruhi ;
1. Lingkungan eksternal ; sosial, politik,
ekonomi, budaya, agama, hukum
2. Lingkungan internal ; desain, struktur
organisasi
• Jika tata nilai yang terbangun baik, maka akan
terbentuk cara pandang tentang bagaimana
mengelola organisasi dengan baik
• Organisasi perlu membangun sistem
pengawasan perilaku yang baik untuk
menyaring perilaku yang sesuai-tidak sesuai
dengan tujuan organisasi
• Nilai yang berpengaruh terhadap pembuatan
keputusan ;
1. Nilai-nilai organisasi / budaya organisasi
2. Nilai politik ; alternatif kebijakan
berdasarkan kepentingan politik
3. Nilai pribadi : melindungi dan
mengembangkan kepentingan ekonomi,
reputasi / kedudukan
4. Nilai kebijakan : pembuatan kebijakan
berdasarkan persepsi tentang kepentingan
masyarakat / kepercayaan berdasarkan
berdasarkan moral benar dn pantas
• Kriteria Etika dalam Pengambilan Keputusan ;
1. Paham manfaat ; keputusan dibuat untuk
menghasilkan kebaikan / manfaat terbesar
bagi jumlah terbesar.
Pertimbangan etika difokuskan terhadap
bagaimana tujuan dapat dicapai
2. Fokus pemenuhan kebutuhan ; sebuah
keputusan harus memberi tempat bagi
penghargaan dan perlindungan atas hak
dasar individu
• Lanjutan...........
3. Pertimbangan keadilan ; pengambilan
keputusan ditekankan pada penerapan
aturan main yang jelas, adil dan tidak
memihak
4. Pemenuhan kewajiban ; organisasi dan
anggota harus saling bermanfaat. Organisasi
yg efektif memiliki kemampuan tinggi
untuk menyeimbangkan pencapaian
tujuan (organisasi-anggota). Penetapan
tujuan organisasi dan proses pengambilan
keputusan akan selalu diisi pertimbangan
etika
5. Pandangan terhadap efek reputasi ;
organisasi yang menjadikan etika sebagai
landasan pengambilan keputusan akan
dinilai positif oleh publik. Penilaian positif
merupakan pra-syarat utama untuk
mendapatkan kriteria organisasi
berreputasi baik, begitu pula sebaliknya
• Pertimbangan etika muncul pada setiap tahap
pengambilan keputusan
• Pertimbangan etika dalam pengambilan
keputusan mulai dari penentuan tujuan,
proses pengambilan keputusan, penerapan
dan feed back serta pencapaian tujuan pada
masa yang akan datang
• Dimensi Pelayanan Publik yang Berkualitas ;
1. Tujuan ; memuat upaya pelayanan publik
yg berkualitas dan relevan.
2. Modalitas ; meliputi sistem dan prinsif
dasar pengorganisasian praktek pelayanan
publik (akuntabelitas, transfaransi,
netralitas)
3. Integritas publik ; menentukan rasionalitas
politik terdiri dari rasionalitas dan
keutaman (kualitas moral pelaku)
• Pelayanan Publik yg berkualitas & Relevan
TUJUAN

ETIKA PUBLIK

MODALITAS ;
AKUNTABILITAS TINDAKAN ;
TRANSPARANSI INTEGRITAS PUBLIK
NETRALITAS
• Integritas publik dapat diihat dari konsistensi
sikap etis, bukan kemampuan penalaran
moral, ttp juga membiasakan diri melakukan
yang baik.
• Ketika memiliki kompetensi teknis dan
leadership yg memadai memungkinkan untuk
memperkecil risiko mengalami dilema etis.
• Kompetensi etis dan leadership memberi
informasi bagi pejabat publik untuk
mengambil keputusan dan bertindak sesuai
dengan etika publik
KOMPETENSI TEKNIS ; Pengetahuan terspesialisasi, pengetahuan
• K hukum,manajemen program, manajemen strategis, manajemen
sumberdaya

KOMPETENSI LEADERSHIP ;
KOMPETENSI ETIKA ; penilaian dan penetapan
manajemen nilai, kemampuan tujuan,keterampilan manajemen
penalaran moral, moralitas hard/soft, gaya manajemen,
pribadi & publik, etika keterampilan poli6ik dan
organisasional, evaluasi negosiasi

SEGI TIGA KOMPETENSI PROFESIONALISME


PELAYANAN PUBLIK