Anda di halaman 1dari 20

MONITORING / PEMANTAUAN

Fungsi Pemantauan :
Mencegah, mengoreksi (memperbaiki)
terjadinya penyimpangan,
penyelewengan, kelalaian
Mendidik bawahan agar melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan prosedur dan
aturan kerja yang berlaku
Mempertebal rasa tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas, wewenang, ....
 Definisi: Monitoring / Pemantauan adalah
prosedur analitik yang dipergunakan untuk
memperoleh informasi tentang sebab dan
akibat kebijakan publik.
 Mengetahui hubungan program dengan
hasil
 Menyediakan premis faktual untuk
mengambil kebijakan
 Bersifat eks post facto
 Menghasilkan situasi problematik ( policy
actions monitoringpolicy outcome)
 Policy outcomeevaluasi policy
performance
Tujuan Pemantauan

1.Menjaga agar kebijakan yg sedang


diimplementasikan sesuai dg tujuan dan
sasaran.
2.Menemukan kesalahan/penyimpangan
sedini mungkin
3.Memodifikasi kebijakan jika hasil
monitoring mengharuskan
Alasan Perlunya Monitoring /
Pemantauan

 Tidak semua hasil dapat diramalkan


sebelumnya
 Mengetahui gambaran umum hasil
kebijakan
 Menguji apakah hipotesis dalam
rekomendasi memang terdukung oleh
fakta dalam pelaksanaan
Pemantauan Kebijakan
merupakan sumber informasi
utama tentang implementasi
kebijakan
(Ex-Post Facto)
 Sumber informasi dlm monitoring
1. Dokumentasi : laporan
2. Survey : menjaring data dari
stakeholders, terutama
kelompok sasaran
3.Observasi lapangan : mengamati
data empiris guna meyakinkan dlm
membuat penilaian ttg proses
kebijakan
4.Wawancara :berbagai asfek
implementasi
5. Metode campuran dari berbagai
metode di atas
6.Focus group discusson (FGD) :
melakukan pertemuan dan diskusi
dengan para stakeholders yg
bervariasi. Informasi yg lbh valid
akan dpt diperoleh melalui cross
check
Fungsi Monitoring / Pemantauan
Kepatuhan (Compliance) apakah dlm
pelaksanaan sesuai dengan standard dan
prosedur yang telah ditetapkan
Pemeriksaan (Auditing)melihat
sejauhmana sumberdaya dan pelayanan
sampai pd sasaran
Akuntansi (Accounting) apakah ada
perubahan sosial dan ekonomi dalam
kurun waktu tertentu
Eksplanasi(Explanation)menjelaskan
mengapa terjadi perbedaan hasil & tujuan
Jenis-jenis Hasil Kebijakan :
 Keluaran (outputs) kebijakan ;
barang, layanan, sumber daya
yang diterima oleh sasaran
kebijakan
 Dampak (impacts) kebijakan;
 Dampak yang diharapkan/tidak
diharapkan
 Limbah kebijakan
 Pengaruhnya pada masa
sekarang/yang akan datang
 Biaya langsung/tidak langsung
Sumber Informasi
 Mesti relevant, reliable dan valid
 Mesti meliputi macronegative (faktor
besar apa yang menyebabkan tidak
jalan) dan micropositive (faktor
spesifik apa yang menyebabkan
berhasil)
 Biasanya didokumentasikan dalam
berbagai laporan (BPS, Bappenas,
dsb)
Tindakan Kebijakan Mempunyai
Tujuan :

Regulatif, Alokatif dan


dapat berakibat
distributif maupun
redistributif
Sifat Informasi yang diperlukan :
 Memantau hasil kebijakan yang
relevan
 Terfokus pada tujuan kebijakan
 Berorientasi pada perubahan
 Memungkinkan klarifikasi silang
atas keluaran dan dampak
dengan variabel lain
 Mengukur tindakan dan hasil
kebijakan secara
objektif/subjektif
Pendekatan Pemantauan :
 Akuntansi sistem sosial
 Eksperimentasi sosial
 Pemeriksaan sosial
 Sistem riset dan praktek
 Akuntasi Sistem Sosial ; pendekatan
dan metode yg memungkinkan analis
kebijakan memantau perubahan
kondisi sosial yg objektif dan subjektif
dari waktu ke waktu
 Unsur penting dlm akuntansi sistem
sosial adalah indikator sosial
 Kondisi sosial menunjuk pd kontek
eksternal (sosial & pisik) dan internal
(subjektif & persepsional) dari
manusia dlm masyarakat.
 Eksperimentasi Sosial : penggunaan
sejumlah besar kasus yg
berhasil/gagal dan progam mana yg
bekerja paling baik dan mengapa
 Digunakan untuk mencari solusi
masalah sosial dg cara
memaksimalkan perbedaan anatara
berbagai tindakan kebijakan dalam
suatu kelompok program yg kecil dan
dipilih secara cermat serta mengkaji
konsekwensinya
 Pemeriksaan Sosial : secara eksplisit
memantau hubungan antara masukan,
proses, keluaran dan dampak sebagai
usaha untuk mengikuti masukan
kebijakan

 Dalam pemantauan proses kebijakan,


pemeriksaan sosial menyediakan
informasi penting tentang apa yang
berlangsung di dalam “kotak hitam”
 Sistem Riset dan Praktek :
menerapkan perbandingan dan
pengujian secara sistimatis terhadap
hsl implementasi kebijakan pada
masa lampau
 Dua sumber informasi pendekatan ini
1. Studi kasus tentang formulasi dan
implementasi kebijakan
2. Laporan-laporan penelitian yg
mengupas hubungan antara
tindakan dan hasil kebijakan
 Metode ini menghasilkan informasi
tentang :
 1. Generalisasi empiris ttg sumber2
variasi hsl kebijakan
 2. Kesimpulan atas keyakinan peneliti
terhadap generalisasi
 3. Alternatif kebijakan / petunjuk
pelaksanaan yg dipengaruhi oleh
generalisasi tsb
Teknik Pemantauan :
 Sajian grafik
 Sajian tabel
 Angka indeks
 Analisis waktu berkala
terinterupsi
 Analisis berkala terkontrol
Langkah-langkah Pemantauan :
 Penetapan standard dan metode
pengukuran (fisik, biaya, modal,
pendapatan, program, yang tidak
dapat diraba, sasaran)
 Pengukuran kinerja (membandingkan
hasil yang dicapai dengan standard
yang telah ditentukan)
 Mengambil tindakan yang diperlukan