Anda di halaman 1dari 21

REKOMENDASI

AKSI KEBIJAKAN
• Negara kuat karena kebijakan unggul
• Tidak baik membangun dengan cara
memperkuat “civil society”, tetapi
melemahkan negara
• Membangun negara kuat dan unggul
memerlukan rakyat dan negara yang kuat
• Bagaimana membangun negara kuat tanpa
menjadi negara totaliter
• Negara boleh kuat, ttp harus akuntabel,
transparan, responsif, adil
• Tidak boleh negara kuat rakyat lemah, ttp
negara kuat, rakyat kuat
• Rekomendasi aksi kebijakan adalah
seleksi alternatif yang paling plausibel
dengan memperhatikan hipotesis etis
dan kausal guna menjawab pertanyaan
apa yang seharusnya dikerjakan
• Tujuan : memberikan alternatif
kebijakan yg paling unggul dibandingkan
dengan alternatif kebijakan yang lain
• Setiap rekomendasi kebijakan
memerlukan pendekatan normatif, tidak
hanya empiris atau evaluatif
• Rekomendasi kebijakan menghasilkan
informasi tetang kemungkinan
serangkaian aksi di masa yang akan
datang sehingga menghasilkan
konsekwensi yang berharga bagi
individu/kelompok/masyarakat
Karakteristik Rekomendasi Kebijakan
• 1. Action focus ; tindakan yang
disarankan (Tdk hanya apa yg akan
terjadi,ttp juga apa yg sebaiknya
terjadi & aksi apa yg harus dilakukan)
• 2. Prospective : menjelaskan keadaan
sebelum dan setelah aksi kebijakan
• 3. Fact-value interdefendensi
(keterkaitan antara fakta dan nilai &
penerimaan masyarakat)
• 4. Value-duality; nilai akhir (intrinsik) yg
menjadi tujuan & nilai ekstrinsik
sebagai sasaran antara untuk mencapai
manfaat
• Pemimpin politik berperanan besar dalam
penyusunan agenda kebijakan, baik atas
pertimbangan politik, publik, menangapi
masalah tertentu dan mengusulkan
penyelesaian masalah tersebut
• Kelompok dalam masyarakat akan
menggunakan berbagai cara untuk
memperjuangkan suatu isu masuk ke
agenda kebijakan
• Suatu masalah menjadi isu yang hidup
karena mempertahankan equalibirium
yang layak ( David Truman)
• Suatu isu mendapat perhatian karena ;
1. Melampaui proporsi suatu krisis / tidak
dapat terlalu lama didiamkan
2. Mempunyai sifat partikularitas
(menunjukkan dan mendramatisir isu yang
lebih besar)
3. Mempunyai aspek emosional & mendapat
perhatian media massa karena human
interes
4. Munculnya pertanyaan tentang kekuasaan
& legitimasi dan masyarakat
5. Isu sedang menjadi trend / diminati
masyarakat
• Cara menghalangi suatu isu masuk ke
dalam agenda kebijakan ;

1. Menggunakan kekerasan
2. Menggunakan nilai-nilai dan
kepercayaan - kepercayaan yang
berlaku (kebudayaan politik)
3. Pengelolaan konflik ( Peter Bachrach)
Langkah-langkah Rekomendasi
• 1. Merumuskan pertanyaan secara tepat
(jelas,spesifik)
• 2. Tentukan secara khusus kpd siapa
saran akan ditujukan (yg
berkewenangan membuat
kebijakan dan melaksanakan urusan
tsb)
• 3. Identifikasi masalah yg ingin
dipecahkan :pengamatan atas kondisi
yang sedang bermasalah (latar
belakang masalah, keterkaitan antar
berbagai asfek, peran masing-masing asfek
dan semenjak kapan kondisi itu terlihat)
Konseptualisasi (gejala yang dominan
dibuat secara substansial, masalah
digolongkan sebagai masalah ekonomi,
politik dan sebagainya, spesifikasi
masalah)
• 4. Memastikan tujuan / sasaran yg ingin
dicapai
• 5. Menentukan asumsi-asumsi yang
diperlukan
• 6. Mengidentifikasikan para pelaku dan
pihak-pihak terkait (aktor,
stakeholder)
• 7. Identifikasi strategi alternatif
pemecahan masalah
• 8. Menentukan kriteria dan menganalisis
strategi alternatif atas dasar
kriteria (menentukan kriteria yang
sesuai dengan tujuan; objektif,
ilmiah.Tentukan out comes yang
ingin dicapai
Kriteria Kelayakan alternatif ;
• Politik ; dukungan politik merealisasi
kebijakan atau yg paling bisa diterima
• Ekonomi ; dampak secara ekonomi :daya
saing,pertumbuhan ekonomi,pemerataan
pendapatan (yg paling efisien)
• Keuangan ; kelayakan biaya-keuntungan,
kemudahan mendapat dukungan biaya
• Administrasi ; kelembagaan dpt
dilaksanakan dan persyaratan apa yg
harus dipenuhi
• Tekonologi ; dukungan teknologi yg
sesuai
• Sosial budaya ;dukungan pemimpin
Agama dan tokoh-tokoh masyarakat
• Teknik Merumuskan Kebijakan ;
1. Rutin ; Berulang setiap waktu/ periode
2. Analogis : perumusan suatu kebijakan
dipandang ada persamaan dg yg lain
(lokasi, kondisi lingkungan sosbud)
3. Kreatif / inovatif : adanya terobosan
baru : intuisi, imajinasi, kesungguhan,
penggabungan, integrasi dan keselarasan
berbagai aspirasi masyarakat
• Pengembangan alternatif ;
1. Metode status quo : penentuan alternatif dg
cara menilai setiap alternatif
2. Metode survey cepat : menanyakan masalah dan
solusi kpd individu / kelompok
3. Tinjauan pustaka : berbagai sumber literatur,
jurnal dan kasus diberbagai bidang
4. Perbandingan dg pengalaman nyata :
mengetahuai pengalaman yg menunjukkan
alternatif yg dpt diimplementasikan
5. Metode analogi : pemecahan masalah dg
mendefinisikan masalah maupun
mengidentifikasi kemungkinan alternatif
Pertanyaan Untuk Menentapkan
Rekomendasi Kebijakan
• 1. Kebutuhan nilai dan peluang apa yang
sedang menjadi issue dan alternatif
apa yang tersedia dan memuaskan
• 2. Apa tujuan yang ingin dicapai dan
bagaimana pengukurannya
• 3. Berapa besar biaya,hambatan yang
mungkin dihadapi
(budaya,politik,hukum)
• 4. Apakah ada efek samping/akibat lain
yang dapat/tdak dpt diantisipasi
• 5. Seberapa jauh nilai/manfaat berubah
sepanjang waktu
Metode Rekomendasi
• 1. Pemetaan sasaran : menyusunan tujuan
dan sasaran serta hubungannya dengan
alteternatif kebijakan
• 2. Klarifikasi nilai ; untuk mengidentifikasi
dan mengklasifikasi premis nilai atas
dasar seleksi terhadap sasaran
kebijakan
• 3. Kritik nilai ; untuk menguji mana diantara
argumen kebjk yang lbh meyakinkan
dlm debat kebjk. Pusat perhatian
adalah konflik tujuan dan nilai yang
membatasi setiap aktor kebijakan
• 4. Perumusan elemen biaya;
mengklasifikasi dan
mendeskripsikan semua biaya atas
suatu program
• 5. Estimasi biaya ; mengukur elemen-
elemen apa yg hrs diukur (biaya
tanah/m, pekerja pd kategori
tertentu
• 6. Harga bayangan ; membuat keputusan
subjektif ttg nilai dari manfaat dan
biaya ketika harga pasar tdk dpt
dipercaya / tidak tersedia
• 7. Pemetaan hambatan ;
mengidentifikasi keterbatasan dan
hambatan dlm mencapai sasaran
kebjk/program (hambatan fisik,
hukum, politik, anggaran,
organisasional
• 8. Internalisasi biaya : memasukkan
biaya yang relevan ke dlm
struktur elemen biaya internal
• 9. Diskonting ; prosedur untuk
memperkirakan nilai saat ini dari
biaya dan manfaat yg akan
diperoleh pd masa yang akan datang
• 10. Analisis sensitivitas ; guna
mengetahui sensivitas hasil dari
analisis biaya manfaat / biaya-
efektifitas terhadap asumsi-
asumsi alternatif tentang
kemungkinan tingkat
biaya/manfaat tertentu benar-
benar akan terjadi
• 11.Analisis plaussibilitas ; menguji
rekomendasi yg menentang
pertanyaan yang berlawanan /
debat kebijakan
Bentuk Penyalahgunaan Wewenang (Edwin
Flippo,1983)

• 1.Ketidak jujuran
• 2.Perilaku yang buruk
• 3.Konflik kepentingan
• 4. Melanggar peraturan perundangan
• 5. Perlakuan tidak adil kepada bawahan
• 6. Pelanggaran prosedur
• 7. Tdk menghormati kehendak pembuat peraturan
perundangan
• 8.Pemborosan / inefisiensi
• 9.Menutupi kesalahan
• 10.Kegagalan mengambil prakarsa