Anda di halaman 1dari 18

PENGERTIAN IMUNISASI

 Imunisasi adalah proses menginduksi imunitas secara buatan baik dengan


vaksinasi (imunisasi aktif) maupun dengan pemberian antibodi (imunisasi
pasif).

 Imunisasi aktif: menstimulasi sistem imun untuk membentuk antibodi dan


respon imun seluler yang melawan agen penginfeksi
 imunisasi pasif: proteksi sementara melalui pemberian antibodi yang
diproduksi secara eksogen maupun transmisi transplasenta dari ibu ke janin.
MANFAAT IMUNISASI

 Menurut WHO (World Health Organization)


program imunisasi di Indonesia memiliki tujuan untuk
menurunkan angka kejadian penyakit dan angka kematian
akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
RESPON IMUN PADA IMUNISASI
SASARAN IMUNISASI

A. Imunisasi Rutin
 Bayi (0-11 bulan) >> hepatitis B, BCG, polio, DPT, & Campak
 Anak batita (15-36 bulan)>> DT (Difteri Tetanus), Campak, & Tetanus Toksoid
 Wanita Usia Subur >> Tetanus Tokosid

B. Imunisasi Lanjutan
 Bayi dan Anak sekolah dasar
 PIN (Pekan Imunisasi Nasional) >> polio (0-5 tahun)
JENIS-JENIS IMUNISASI

Imunisasi pasif
pemberian antibody kepada Imunisasi Aktif
resipien, dimaksudkan untuk memasukkan virus yang sudah
memberikan imunitas secara dilemahkan atau dimatikan ke
langsung tanpa harus memproduksi dalam tubuh.
sendiri zat aktif tersebut untuk BCG,DPT,Polio, Campak,HB.
kekebalan tubuhnya.
Kelengkapan Imunisasi
Lanjutan..

IMUNISASI BCG
 Bacillus Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang
dibiak berulang selama 1-3 tahun sehingga didapatkan hasil yang tidak virulen tetapi masih
mempunyai imunogenitas
 Dosis pemberian : 0,05 ml sebanyak 1x
 Cara penyuntikan : Disuntikan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas
 Kontraindikasi
1. Uji tuberkulin >5mm
2. Penderita/risiko tinggi infeksi HIV
3. Keganasan sumsum tulang belakang/sistem limfe
4. Gizi buruk
5. Demem tinggi
6. riwayat TB
Lanjutan..

 Efek samping:
1. Demam 1-2 minggu
2. Kemerahan ditempat suntikan, menjadi pustula kemudian pecah jadi luka>>
sembuh sendiri>> jaringan parut
3. Kadang-kadang terjadi pem. Kelenjar regional diketiak/leher
Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan
Imunisasi

• Tingkat pendidikan ibu bayi


• Tingkat pengetahuan ibu bayi
• Status pekerjaan ibu bayi
• Pendapatan keluarga
Faktor • Jumlah anak
pemudah • Dukungan keluarga
Lanjutan..

• Ketersediaan
sarana&prasarana
• Peralatan
Faktor imunisasi(lemari es,
vaccine
Pendukung carrier/termos,cold
box,freeze tag)
• Keterjangakauan tempat
pelayanan imunisasi
• Petugas imunisasi
• Kader kesehatan
Faktor • Persiapan
penguat • pelaksanaan
• pembinaan
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Keberhasilan Program Imunisasi

Tersedia sarana- Pengetahuan


prasarana masyarakat ttg
kesehatan kesehatan

Penerimaan
masyrakat
terhadap program
kesehatan
MUTU

 Program kesehatan yang diberikan kepada masyarakat luas,


selayaknya sudah melalui uji coba, memenuhi persyaratan ilmiah dan
medis

 Penyimpanan dan distribusi vaksin butuh dikontrol secara serius untuk


menghindari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab
Perencanaan Berbasis Fakta

 Hal penting yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan adalah


data yang tersedia secara akurat dan up to date, baik menyangkut
demografi (penduduk sasaran), perilaku masyarakat, lingkungan dan
keturunan (genetik)

 Idealnya data-data tersebut seharusnya tersedia jika peran/fungsi aparat


desa/kelurahan/RT/RW dioptimalkan dalam registrasi kependudukan
Daya Jangkau Program

 Tempat tinggal penduduk yang tidak berkumpul dalam


suatu daerah yang sama, atau bisa dikatakan tersebar
dalam wilayah yang luas menyebabkan timbulnya
kesulitan untuk tercapainya cakupan progam imunisasi
secara penuh.
Jenis Kelamin Pasien

 Penelitian NCIB: jenis kelamin memilki ratio 1:1 dan tidak


terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin
dengan tingkat keberhasilan imunisasi

TEKNOLOGI DAN INFORMASI


 Teknologi>>Informasi yang diterima masyarakat akan menentukan
kepercayaan masyarakat terhadap program-program kesehatan,
termasuk imunisasi.
Pendidikan

 Dengan tingkat pendidikan yang sudah semakin baik menyebabkan


masyarakat Indonesia sudah mampu lebih mengerti maksud, tujuan,
dan manfaat program-program kesehatan

SOSIAL
 Pada daerah yang terisolir, peranan tokoh masyarakat seperti pemuka
agama dan kepala desa mungkin dapat mempengaruhi tinggi
rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program-program
kesehatan pemerintah seperti imunisasi.