Anda di halaman 1dari 36

Gangguan Kepribadian dan

Penyalahgunaan Zat
Review ulang
Supra-natural
pendekatan perilaku &
kejiwaaan Spiritual

Organo-Biologik Psiko-edukatif

Bidang Kajian Ilmu


BIO-PSIKO-SOSIAL

Alam
Lingkungan

Sosial-kultural
SIKLUS KEHIDUPAN
• Teori Tumbuh Kembang (FISIK)
• Teori perkembangan psikoseksual (S. Freud)
• Teori perkembangan psikososial (E. Erikson)
• Teori perkembangan psiko-kognitif (J. Piaget)
• Teori perkembangan moral (L. Kohlberg)
STRESS
“TRAUMA”
ASPEK ASPEK
PSIKO- SOSIO-
EDUKATIF KULTURAL
INDIVIDU EKSTERNAL
ANAK
ASPEK
INTERNAL
FISIK-BIOLOGIK

ADAPTASI MALADAPTASI
DEPENDENSI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

ANAK LINGK ANAK  LINGK

Normal Gangguan / Bermasalah


Lebih Matur REMAJA
Fisik Emosi Kognisi
DEWASA Somatik Perilaku
ANAK
ADAPTASI MALADAPTASI
DEPENDENSI
PROSES TUMBUH-KEMBANG
Lingkungan-Anak Anak- Lingkungan
Tugas/kebutuhan
perkembangan

Usia 0-2 th

Usia 2-6 th

Usia 6-12 th
GANGGUAN/BERMASALAH
NORMAL
MATUR REMAJA FISIK EMOSI KOGNISI
SOMATIK PERILAKU
ANAK
ADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 0-2 th
Lingkungan Kemampuan anak Tugas/kebutuhan
yang adaptif yang adaptif perkembangan
- Sikap keterlibatan yang - Keseimbangan regulasi - Homeostasis
menyenangkan, penuh internal (fisiologik, - Diferensiasi somato-
harapan, dedikasi, sensitivitas-responsivitas) psikologik/sensorimotor
protektif, sayang - Respon interaktif - Dependency, safety &
- Merangsang interaksi mencakup semua sistim & security
yang melibatkan semua contingent dgn pengasuh
sistim (senso-motor- - Kelekatan & saling
- Kemampuan mengenali
kognitif-afektif-sosial) sensomotorik semakin
- Responsif dan prediktif berkembang & bertujuan
terhadap tanda (signal) (diferensiasi gerak,
komunikasi anak benda, persona)

NORMAL
MATUR
ANAK
MALADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 0-2 th
Tugas/kebutuhan Kemampuan anak Lingkungan
perkembangan yang maladaptif yang maladaptif
- Homeostasis - Regulasi internal yang - Kacau, berbahaya,
- Diferensiasi somato- kacau, fisiologi tubuh abusive
psikologik tidak menentu - hiper/hipostimulatif
(sensorimotor) - mudah terangsang - hubungan/interaksi
- Dependency, safety & berlebihan personal yang dingin,
security (hiperexcitable) jauh, ambivalen, hostile
- Attachment-mutual - Menarik diri, apatis - tidak komunikatif, tidak
recognition - tidak ada keterlibatan / sensitif / menyalah
respons afektif/motorik artikan signal-signal
dengan orang lain komunikasi anak GANGGUAN /
- kemampuan sensorik-
motorik yg tidak harmonis BERMASALAH

FISIK EMOSI KOGNISI


SOMATIK PERILAKU
ANAK
ADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 2-6 th
Lingkungan Kemampuan anak Tugas/kebutuhan
yang adaptif yang adaptif perkembangan
- Mengagumi otonomi & - Kemampuan sensomo- - Meningkatkan integrasi
inisiatif anak torik yg lebih kompleks, & koordinasi, diferensiasi
- Toleran, tegas tapi terintegrasi & inovatif sensomotorik
suportif, tut wuri - keras kepala, menentang - Mengembangkan
handayani - banyak bertanya, banyak otonomi & inisiatif
- kesiapan emosional ide & fantasi - Meningkatkan
menghadapi fluktuasi - perhatian besar pada diferensiasi representasi
progresi-regresi anak dunia dongeng simbolik dunia objek dan
- membantu anak peristiwa (bahasa,
- bermain simbolik-imitatif imajinasi, fantasi)
menghadapi realitas (pretend play)
“hukum & aturan” - Sifat egosentrik menjadi
kehidupan - interaksi afektif kebersamaan yg terbatas
interpersonal meningkat
- bermain, melakukan
NORMAL kegiatan bersama masih
terbatas
MATUR
ANAK
MALADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 2-6 th
Tugas/kebutuhan Kemampuan anak Lingkungan
perkembangan yang maladaptif yang maladaptif
- Meningkatkan integrasi & - Pola perilaku dan afek yang - Terlalu ikut campur,,
koordinasi, diferensiasi tidak sesuai, sempit, kaku, mengatur, melarang/
sensomotorik stereotipik mengekang, inkonsisten,
- Mengembangkan otonomi & - Menarik diri, terlalu pasif, punitif
inisiatif penurut - Terlalu menuntut anak
- Meningkatkan diferensiasi diluar kemampuannya
- Kelekatan berlebih pada
representasi simbolik dunia pengasuh, cemas berpisah - Terlalu khawatir dan takut
objek dan peristiwa
- Hiperagresif, fluktuasi afek pada otonomi anak
(bahasa, imajinasi, fantasi)
yang kacau - Menghambat otonomi &
- Sifat egosentrik menjadi
- Tidak komunikatif, kurang inisiatif anak
kebersamaan yg terbatas
kontak dengan orang di
sekitarnya
- Sangat membatasi
imajinasi, bermain,
GANGGUAN /
berhubungan dengan
orang lain
BERMASALAH

FISIK EMOSI KOGNISI


SOMATIK PERILAKU
ANAK
ADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 6-12 th
Lingkungan Kemampuan anak Tugas/kebutuhan
yang adaptif yang adaptif perkembangan
- Membantu, mendorong - Mampu menyelesaikan - Pengoperasian sistim
anak memperluas tugas secara operasional representasional simbolik
diferensiasi representasi dan tuntas yang lebih kompleks
simbolik - Perhatian/daya tarik pada - “Task completion ability”
- Mendorong anak untuk diferensiasi tugas/ - Meningkatkan diferensiasi
asertif dan ekspresif kegiatan yang lebih luas pelbagai kegiatan/tugas
- Membantu anak - Mampu membedakan yang berhasil karya
memantapkan norma imagery dan realitas - Meningkatkan hubungan
sosial (“law & order”) - Kagum pada idola di luar interpersonal yang
- Mendorong &membantu orang tua bermakna dan luas
anak dalam pelbagai - Keinginan berteman dengan orang lain
“eksperimentasi” sesuai (hub.teman sebaya) (companionship, sharing)
fase perkembangan
(ketrampilan skolastik - - Lebih mampu menunda
NORMAL ekstraskolastik,teknologi, pemuasan segera
hub.interpersonal)
MATUR
ANAK
MALADAPTASI
PROSES TUMBUH-KEMBANG

Usia 6-12 th
Tugas/kebutuhan Kemampuan anak Lingkungan
perkembangan yang maladaptif yang maladaptif
- Pengoperasian sistim - Tidak didapatkan elaborasi - Takut, menyangkal kebutuhan
representasional simbolik representasi simbolik anak untuk makin mandiri,
kompetitif, dan memperluas
yang lebih kompleks - Kemampuan operasional tidak kesenangan akan kegiatan
- “Task completion ability” berkembang baikl bervariasi

- Meningkatkan diferensiasi - Masalah dalam mengikuti - Kurang menghargai prestasi anak,


dingin dan tidak peduli
pelbagai kegiatan/tugas pelajaran sekolah
- Inkonsisten dalam disiplin (terlalu
yang berhasil karya - “Sense of self” tidak permisif/punitif)
- Meningkatkan hubungan terdiferensiasi, sempit, kaku - Mempertahankan ikatan simbiotik
interpersonal yang - egosentrik dalam hubungan dengan orangtua
bermakna dan luas dengan dengan orang lain - Melarang atau terlalu melibatkan
orang lain (companionship, anak dalam kompetisi
sharing) - Hubungan afektif dangkal,
menarik diri, tidak tertarik
- Tuntutan pendidikan diluar batas
kemampuan anak
GANGGUAN /
pada hubungan teman sebaya
- Tidak tertarik pada kegiatan
- Memakai anak untuk kepuasan
narsistik orangtua
BERMASALAH
yang bervariasi
- masalah dalam kemandirian FISIK EMOSI KOGNISI
SOMATIK PERILAKU
STRES & MEK PEM DIRI
• PROSES PENYESUAIAN DIRI DAN MEKANISME
PEMBELAAN PSIKOLOGIK
• Rumusan: I + S  R [A + MPP(MPPS atau MPPTS)]
•  Berhasil  Psikopatologi (-)
•  Gagal  Psikopatologi (+)
– I = Individual Make Up
– S = Stresor
– R = Reaksi
• A = Ansietas
• MPP = Mekanisme Pembelaan Psikologik (S=sadar, TS=tidak
sadar)
STRES & MEK PEM DIRI
• Individual Make Up: Kepribadian manusia yang merupakan
gabungan antara faktor-faktor temperamen (faktor genetik
dan faktor konstitusi yang dibawa saat lahir) dan faktor-
faktor karakter (faktor yang dipelajari sesudah lahir yang
dipengaruhi oleh faktor temperamen dan faktor eksternal).
• Stresor: Berbagai faktor (fisik, psikologis, maupun sosial-
budaya) yang menyebabkan stres.
• Reaksi: Rangkaian peristiwa psikologik yang timbul akibat
seseorang menghadapi stresor.
• Ansietas: Suatu reaksi emosional yang timbul dalam diri
seseorang akibat terjadi gangguan keseimbangan dalam
kehidupan psikologis dalam dirinya. Reaksi emosional ini
pada umumnya bersifat tidak menyenangkan (distress).
STRES & MEK PEM DIRI
• Mekanisme Pembelaan Psikologik
(MPP/Defence Mechanism): Mekanisme yang
dihasilkan oleh ego dalam rangka
mempertahankan keseimbangan psikologik atau
mencegah terjadi disintegrasi kepribadian akibat
adanya suatu ansietas.
• MPP ini dapat merupakan suatu produk yang
melalui proses berpikir yang sadar (analisis
masalah dan kemampuan individu) atau dapat
juga sebagai produk dari proses yang tidak
disadari (berdasarkan pengalaman sebelumnya
dan umumnya tidak rasional).
STRES & MEK PEM DIRI
• Bilamana MPP berhasil menghilangkan ansietas
maka tidak terjadi gejala atau gangguan jiwa
(tidak ada psikopatologi). Sebaliknya, bila MPP
gagal, timbul gejala atau gangguan jiwa (ada
psikopatologi).
– MPPS: Menghadapi Masalah (attack, approach),
Menghindari Masalah (avoidance), atau Kompromi
(compromised).
– MPPTS: Represi, Identifikasi, Penyangkalan, Proyeksi,
Introyeksi, Penyusunan Reaksi, Regresi, Salah Pindah,
Pelepasan, Rasionalisasi, Intelektualisasi, Fantasi,
Disosiasi, Konversi, Sublimasi.
BUTIR-BUTIR GANGGUAN JIWA
• Sindrom Psikologik / Perilaku
• Distres
• Disabilitas
BERBAGAI GANGGUAN JIWA
• Gangguan Mental Organik dan Gangguan Mental dan Perilaku
Akibat Penyalahgunaan Zat Psikoaktif.
• Skizofrenia, Gangguan Skizotipal, dan Gangguan Waham
• Gangguan Mood (Afektif)
• Gangguan Neurotik, Gangguan Somatoform, dan Gangguan
yang Berkaitan dengan Stres.
• Sindrom Perilaku yang Berhubungan dengan Gangguan Fisiologis
dan Faktor Fisik.
• Gangguan Psikoseksual.
• Gangguan Kepribadian
• Gangguan Tidur
• Gangguan Mental dengan Onset Biasanya pada Masa Kanak-kanak
dan Remaja:
• Kode Z: Faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan
berhubungan dengan pelayanan kesehatan.
Gangguan kepribadian
• Definisi kepribadian (Kaplan & Saddock):
totalitas sifat emosional dan perilaku yg
menandai kehidupan seseorang dari hari ke
hari dalam kondisi yg biasanya; kepribadian
relatif stabil dan dapat diramalkan
• Definisi gangguan kepribadian (Kaplan &
Saddock): varian dari sifat karakter tsb yang
diluar rentang yg ditemukan pada sebagian
besar orang
Inti pemahaman:
• Gangguan bila:
- sifat kepribadian tidak fleksibel
- maladaptif
- menyebabkan gangguan fungsional yang
bermakna atau penderitaan subjektif
• Pola nya maladaptif, tidak fleksibel yg
berhubungan dan mengesankan dirinya dan
lingkungan
Klasifikasi jenis gangguan (Diagnostic &
Statistical Manual of Mental Disorder/
DSM IV)
• Kelompok A (orang aneh & eksentrik)
gg paranoid, skizoid, skizotipal
• Kelompok B (orang dramatik, emosional, tidak
menentu)
gg kepribadian antisosial, ambang, histrionik,
narsistik
• Kelompok C (tampak cemas & ketakutan)
gg kepribadian menghindar, dependen, obsesif
kompulsif, gg kepribadian ytt (mis pasif agresif)
Etiologi (1)
• Faktor genetika
kelomp A sering ditemukan pd keluarga
skizoprenik, terutama skizotipal.
Kelomp B  keluarga gg penyalahgunaan alkohol.
Depresi keluarga kepribadian ambang
gg ambang  gg mood
gg histrionik somatisasi
• Faktor temperamental
anak tipe takut pola menghindar
ibu pencemasanak pencemas
Etiologi (2)
• Faktor hormonal
misalnya orang impulsif : hormon tinggi pada
testoteron, 17-estrodiol, estrone
• Faktor psikolanalitik
misalnya: orang dependenmasalah di masa
oral (netek)
orang kikir, keras kepala, teliti
berlebihanmasalah di periode anal (BAB)
Klasifikasi (PPDGJ) F60-F69
• F60 gg kepribadian khas
• F61 gg kepribadian campuran lainnya
• F62 perubahan kepribadian yg berlangsung lama yg tidak
diakibatkan oleh kerusakan otak atau penyakti otak
• F63 gg kebiasaan dan impuls
• F64 gg identitas jenis kelamin
• F65 gg preferensi seksual
• F66 gg psikologis dan perilaku yg berhubungan dgn
perkembangan & orientasi seksual
• F68 gg kepribadian dan perilaku masa dewasa lainnya
• F69 gg kepribadian dan perilaku masa dewasa lainnya ytt
Prevalensi Statistik
• Gg. Kepribadian paranoid : ada sekitar 0,5-
2,5% diantara populasi umum, dan 10-30%
diantara gg. Jiwa psikotik, dan 2-10% diantara
pasien diluar kesehatan mental yang
terdeteksi
• Gg. Kepribadian Schizoid : jarang ditemukan
dalam konteks klinis
• Gg. Kepribadian Schizotypal : ada sekitar 3%
dalam populasi umum
• Gg. Kepribadian Antisosial : ada sekitar 3%
pria dalam populasi umum, sekitar 1 % dalam
populasi umum, 3-30% dalam konteks pasien
klinis
• Gg. Kepribadian Borderline : 2% dalam
populasi umum, 10% dalam pasien diluar
kasus klinis, 20% pasien kasus psikotik. 30-60%
dalam kasus pasien gg. Kepribadian.
• Gg. Kepribadian Histrionic : 2-3% dalam
populasi umum, 10-15% dalam kasus pasien
klinis maupun pasien umum yang terpetakan
• Gg. Kepribadian Narsistik : 2-16% dalam
populasi klinis dan kurang dari 1% populasi
umum (2003, coba bila diteliti di masa
sekarang??K-POP fenomena)
• Gg. Kepribadian Menghindar : 0,5-1% dalam
populasi umum, 10% dalam kelompok pasien
di luar masalah mental/klinis
• Gg. Kepribadian Dependen : paling banyak
ditemukan dalam semua masalah gg
kepribadian
Penyalahgunaan Zat
• Adalah penggunaan zat secara terus menerus
bahkan sampai seterusnya hingga terjadi
masalah.
• Definisi ketergantungan NAPZA (ICD 10, revisi
1992) digolongkan dalam : mental & behavioral
disorder due to psychoactive substance use
• Merupakan suatu penyakit kronis yg sering
mengalami kekambuhan, berpotensi mengubah
daya pikir & emosi-perilaku penggunanya
• Dampaknya : toleransi, adiksi, sakau, fly, euphoria
Factor disposisi

• Biologi: kecenderungan dalam keluarga


• Psikologi : tipe kepribadian, harga diri rendah,
perilaku maladaptive
• Sosiokultural
• Stressor pencetus : putus obat
Jenis NAPZA

1. Narkotika (UU RI no. 22 thn 1997) digolongkan :


• Golongan I : untuk kepentingan ilmu
pengetahuan mis: tanaman papaver
somniverusm, opium, kokain, tanaman anabis
• Golongan II : untuk kepentingan ilmu
pengetahuan dan untuk pilihan pengobatan mis:
morfin, heroin, putauw, fentanil, pelidina
• Golongan III: untuk ilmu pengetahuan &
pengobatan, ketergantungan ringan, mis:
kodeina, etil morfira
• Gg. Kepribadian Obsesif-Kompulsif : 1% dala
sampel komunitas, 3-10% dalam kelompok
pasien kasus kesehatan mental/klinis
• Gg. Kepribadian tidak tentu/tidak
tergolongkan : tidak sepenuhnya terpetakan
2. Alcohol
• Mengandung etanol. Penggolongan:
• Golongan A: kadar etanol 1-5 %
• Golongan B: kadar etanol 5-20 %
• Golongan C: kadar etanol 20-55%
3. PSIKOTROPIKA (UU RI no. 5 thn 1997),
digolongkan:
• Golongan I: untuk ilmu pengetahuan mis: metal
dioksi met amfetamina lysergic dietlamida
• Golongan II: untuk kepentingan pengetahuan &
pengobatan misl: amfetamina, shabu2,
metamfetamina
• Golongan III: untuk pengetahuan, pengobatan &
daya ketergantungan kadar sedang misl:
amobarbital, Katina
• Golongan IV: untuk pengetahuan, pengobatan,
memiliki daya ketergantungan & bersifat
depresan mis: diazepam, nitrazepam, terazepam,
magadon, rohypnol, valium
4. Zat adiktif lainnya
• Yaitu zat yg mengandung inhalasia, kadar
ketergantungan relative
• Contoh: nikotin tembakau, cafein kopi, aceton,
bensin, lem UHU, minyak cat, pewangi
ruangan, tinner, dll
Gejala Dini
• Adanya perubahan :
• Perilaku
• perubahan fisik
• membawa barang2 spt : serbuk, kistal, tablet,
sedotan minuman, kertas aluminium foil,
bong/alat hisap, dll
Pendekatan
a. Terapi individual : Cognitive Behaviour
Therapy (CBT), Acceptance & Commitment
Therapy (ACT), relaksasi, desensitisasi
sistematis, pembiasaan operan, modeling,
pelatihan asertif, biofeedback
• Terapi keluarga/family Therapy
• Terapi sosiokultural : pesantren, rumah retret
• Farmakoterapi
Referensi
• Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders, 4th Edition, DSM IV-TR
• Maramis
• Modul kuliah “Dinamika Psikologis Gangguan
Kepribadian” oleh Ralph Kairupan, Fakultas
Kedokteran Univ. Sam Ratu Langi Manado