Anda di halaman 1dari 10

AKDR POST PARTUM

(PASCA PLASENTA)
OLEH :
1. Siti Nur Azizah
2. Dwi Fransiska Natalia
APA ITU IUD ?

IUD adalah salah satu alat kontrasepsi


modern yang telah dirancang
sedemikian rupa (baik bentuk,
ukuran, bahan, dan masa aktif fungsi
kontrasepsinya), diletakkan dalam
kavum uteri sebagai usaha
kontrasepsi, menghalangi fertilisasi,
dan menyulitkan telur
berimplementasi dalam uterus
(Hidayati, 2009).
AKDR PASCA PLASENTA ?

AKDR pasca plasenta adalah AKDR


yang dipasang dalam 10 menit
setelah plasenta lahir (pada
persalinan normal) sedangkan pada
persalinan caesar, dipasang pada
waktu operasai caesar (Kemenkes RI,
2012).
Indikasi dan Kontraindikasi
Pemasangan AKDR Pasca Plasenta

Indikasi pemasangan AKDR pasca plasenta adalah wanita pasca persalinan


pervaginam atau pasca persalinan sectio secareadengan usia reproduksi dan paritas
berapapun, pasca keguguran (non infeksi), masa menyusui (laktasi), riwayat hamil
ektopik,tidak memiliki riwayat keputihan purulen yang mengarah kepada IMS (gonore,
klamidia dan servisitis purulen)

Kontraindikasi pemasangan AKDR pasca plasenta yaitu mengalami perdarahan


pervaginam yang tidak dapat dijelaskan hingga ditemukan dan diobati penyebabnya,
menderita anemia, menderita kanker atau infeksi traktus genitalis, memiliki kavum uterus
yang tidak normal, menderita TBC pelvic, kanker serviks dan menderita HIV/AIDS
(Kemenkes R.I., 2012).
MEKANISME KERJA AKDR
POST PARTUM

Menurut Setyaningrum (2016) cara kerja dari AKDR


yaitu menghambat kemampuan sperma untuk masuk
ke tuba falopii karena adanya ion tembaga yang
dikeluarkan AKDR dengan cupper menyebabkan
gangguan gerak spermatozoa. AKDR memungkinkan
untuk mencegah implantasi telur dalam uterus karena
terjadinya pemadatan endometrium oleh leukosit,
makrofag, dan limfosit menyebabkan blastoksis
mungkin dirusak oleh makrofag dan blastoksis.
KELEBIHAN AKDR
PASCA PLASENTA

• Dapat digunakan oleh semua pasien normal atau sectio sesarea (tanpa
komplikasi)
• Pencegahan kehamilan dalam jangka panjang yang efektif
• Insersi AKDR dikerjakan dalam 10 menit setelah keluarnya plasenta
• Tidak meningkatkan risiko infeksi ataupun perforasi uterus
• Kejadian ekspulsi yang rendah hampir sama dibandingkan
dengan pemasangan setelah empat minggu pasca persalinan selama
teknik dilakukan dengan benar.
KETERBATASAN AKDR
PASCA PLASENTA

• Dapat terjadi perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan
bercak (spotting) dan nyeri haid, biasanya pada tiga bulan pertama setelah
pemasangan dan keluhan akan hilang dengan sendirinya
• AKDR dapat terlepas dari uterus tanpa diketahui oleh klien
• AKDR tidak dapat dilepas sendri oleh klien, tetapi harus dilakukan oleh tenaga
terlatih
• Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
EFEK SAMPING DAN KOMPLIKASI PEMASANGAN
AKDR PASCA PLASENTA
Efek samping dan komplikasi pemasangan AKDR pasca plasenta menurut Kementerian
Kesehatan RI (2014) yaitu :
Perubahan siklus haid (umumnya pada tiga bulan pertama dan akan berkurang
setelah tiga bulan)
Haid lebih lama dan banyak
Perdarahan (spotting)antar menstruasi
Saat haid lebih sakit
Merasakan sakit dan kejang selama tiga sampai lima hari setelah pemasangan
Perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab
anemia
Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangannya benar)
Teknik pemasangan alat kontrasepsi
dalam rahim (AKDR) pasca plasenta

Alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang pascalepas plasenta sampai sejauh ini
masih menggunakan AKDR biasa yang dipasang dengan dua cara yaitu (Rusmini, dkk.,
2017) :

• Cara pertama adalah dijepit dengan menggunakan dua jari dan dimasukkan
ke dalam rongga uterus melalui serviks yang masih terbuka sehingga seluruh tangan
bisa masuk. AKDR diletakkan tinggi menyentuh fundus uteri.

• Cara kedua dengan menggunakan klem cincin (ring forceps) dimana AKDR
dipegang pada pertemuan antara horizontal dengan lengan vertikal dan diinsersikan
jauh ke dalam fundus uteri.
TERIMAKASIH