Anda di halaman 1dari 19

Pemeriksaan Psikiatris, Psikologi &

Psikometri
Tujuan Pembelajaran

• Setelah mempelajari kuliah ini diharapkan mahasiswa


akan mampu:
– Melakukan wawancara untuk mendiagnosis suatu
gangguan jiwa
– Memunculkan gejala gangguan jiwa
– Termasuk melakukan wawancara yang sulit (misalnya pada
pasien yang menolak berbicara)

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 2


Pendahuluan

• Pemeriksaan psikiatris tidak harus dilakukan oleh


dokter jiwa tetapi bisa dilakukan oleh dokter umum

• Untuk bisa melakukan wawancara psikiatris dengan


baik diperlukan kemampuan:
– berempati
– mendengarkan secara aktif
– ilmu dasar

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 3


s

• Kendala dalam melakukan pemeriksaan psikiatris:


– Takut diserang pasien
– Jijik akan kebersihan pasien
– Frustasi jika wawancara memerlukan waktu lama
– Merasa lucu akan tingkah laku pasien
– Kemarahan pemeriksa karena dianggap membuang waktu
dengan keluhan yang tidak nyata
• Hal tsb akan membuat pasien tidak nyaman  tidak
bisa kooperatif
• Untuk bisa melakukan pemeriksaan dengan baik
maka pemeriksa harus menghormati pasien
11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 4
• Pemeriksaan psikiatris menuntut pemeriksa meluangkan
waktu secukupnya.
• Khususnya pada waktu kita melakukan pemeriksaan
pertama kali jika kita bisa meluangkan waktu maka akan
mempersingkat waktu yang akan kita gunakan untuk
pemeriksaan selanjutnya.
• Jika kita tidak mau meluangkan waktu bisa menyebabkan
kesalahan menginterpretasikan keluhan. Hal ini sering
terjadi terutama jika keluhan pasien adalah keluhan fisik
 akan disimpulkan sebagai gejala fisik padahal gejala
tersebut merupakan manifestasi permasalahan psikologis.
• Akibatnya bisa terjadi misdiagnosis dan mistreatment
11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 5
• Supaya kita bisa menggunakan waktu dengan efektif
dan efisian maka kita HARUS MEMAHAMI apa yang
akan kita tanyakan
• Batas antara orang sehat dengan orang dengan
gangguan jiwa bukan seperti hitam dan putih,
melainkan suatu kontinuum
• Ada orang yang menunjukkan gejala gangguan jiwa
yang sangat ekstrem namun ada orang dengan
gangguan jiwa yang berpenampilan seperti orang
sehat sehingga perlu dilakukan wawancara dengan
teliti
11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 6
Pendekatan screening pasien jiwa

• Jika ada gambaran klinis yang jelas  dicurigai suatu


gangguan jiwa  eksplore kemungkinan adanya
gejala gg jiwa yug spesifik
• Jika tak ada gambaran klinis yg jelas  tanyakan
serangkaian “pertanyaan emas”. Dalam hal ini
biasanya adalah gg jiwa umum dan ketergantungan
zat. Jika ada yg positip  lacak lebih lanjut

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 7


• Gambaran klinis tertentu yg menunjukkan suatu gg jiwa:
– Jika pasien atau keluarga mengeluhkan langsung menderita gg
jiwa (mis cemas atau berkaitan dg alkohol)
– Jika keluarga curiga ada penyebab supranatural
– Jika ada penyebab khusus mis penyalahgunaan alkohol atau
kekerasan
– Adanya masalah dalam hubungan misalnya perkawinan atau
seks
– Adanya masalah dalam kehidupan, mis pengangguran atau
kematian orang dekat
– Adanya banyak keluhan fisik yg tidak sesuai dengan pola
penyakit fisik apapun
– Jika ada riwayat penyakit kejiwaan pribadi atau keluarga
11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 8
• Pertanyaan emas utk mendeteksi gg jiwa:
– Adakah gg tidur?
– Adakah merasa tidak tertarik untuk melakukankegiatan yg
biasanya dilakukan?
– Adakah rasa sedih atau tidak bahagia?
– Apakah merasa takut?
– Adakah perasaan kawatir telah minum alkohol terlalu
banyak
– Berapa banyak uang dan waktu telah dihabiskan untuk
alkohol?

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 9


Informasi yg harus dikumpulkan dari pasien dg kemungkinan
menderita gg jiwa

• Informasi umum: gender, usia, pekerjaan, status


perkawinan
• Riwayat keluhan saat ini: kharakteristik keluhan, kapan
mulai, bagaimana awalnya, progresi, terapi yg telah
didapat, konsep tentang penyakit
• Informasi lain: riwayat gg jiwa pas & kelg serta
terapinya, riwayat medis yg sesuai (mis trauma kepala,
penyk yg mempengaruhi otak), peristiwa kehidupan,
dukungan sosial

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 10


• Gejala2 gangguan jiwa (lihat PPDGJ 3)
• Gejala lain yg harus diperhatikan:
– Ekspresi wajah dan bahasa non verbal
– Ekspresi perasaan (mis kecemasan)
– Gerakan (mis aneh, diulang)
– Jawaban yg tidak biasa (mis irelevan, inkoheren, berputar2)
– Kecepatan berbicara
– Rawat diri

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 11


• Bagaimana melakukan wawancara:
– Memperkenalkan diri
– Lakukan dengan profesional
– Sampaikan tujuan wawancara
– Jalin kepercayaan, mulai dengan pembicaraan umum,
usahakan bicara dengan bahasa yang sama dg pasien.
– Empati
– Berikan kesempatan pasien berbicara tanpa pendamping
(secara pribadi)
– Bicara kepada keluarga bila perlu tanpa kehadiran pasien

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 12


Pemeriksaan pasien yang menolak berbicara

• Alasan tidak mau berbicara bisa: marah tidak mau


dibawa ke klinik, takut, atau curiga
• Temukan berbagai cara agar pasien mau berbicara:
– wawancara ditunda beberapa waktu,
– lakukan di ruang yg lebih pribadi,
– lakukan wawancara tanpa orang lain,
– jangan mengancam pasien krn tidak mau berbicara,
– yakinkan bahwa sekalipun pas tidak mau berbicara namun
pemeriksa tetap memperhatikan dan akan kembali lagi.

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 13


Problem atau keluhan fisik pada pasien gangguan jiwa

• Keluhan fisik pada pasien dg gg jiwa bisa benar2


keluhan fisik akibat penyakit fisik yang diderita pas dg
gg jiwa atau merupakan manifestasi fisik dari
problem psikiatris.
• Pasien gg jiwa karena kondisi gangguan jiwanya
seringkali tidak menyampaikan keluhan fisiknya
sekalipun penyakit fisiknya parah
• Sehingga dalam penanganan pasien dg gg jiwa kita
harus memperhatikan keluhan fisik dan kesehatan
fisik pasien

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 14


Penilaian terhadap kehadiran keluarga/kerabat

• Keluarga/kerabat merupakan faktor penting dalam


menilai kesehatan jiwa pasien dan keberhasilan
terapi
• Sehingga keluarga/kerabat harus dilibatkan secara
proporsional dengan tetap menjaga kerahasiaan
pasien
• Kpd keluarga/kerabat bisa ditanyakan bagaimana
hubungan pas dg keluarga, bagaimana penerimaan
keluarga thd pasien

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 15


Psikometri

• Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS)


• Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)
• Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)
• Positive and Negative Symptoms Scale (PaNSS)

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 16


Psikologi test

• gravis

11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 17


11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 18
11/24/2013 pemeriksaan psikiatris 19