Anda di halaman 1dari 10

ETIKA, MORAL, PROFESIONALISME,

MEDIKOLEGAL & KESELAMATAN PASIEN,


DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA
Kesehatan Jiwa ( Mental Health )
“kondisi mental yang sejahtera yang memungkinkan hidup
harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas
hidup seseorang, dengan memperhatikan semua segi
kehidupaan manusia”.

ciri-ciri jiwa sehat:


1. Menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya
2. Mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar
3. Mampu bekerja secara produktif dan memenuhi kebutuhan
hidupnya
4. Dapat berperan serta dalam lingkungan hidup
5. Menerima baik dengan apa yang ada pada dirinya
6. Merasa nyaman bersama dengan orang lain
Gangguan Jiwa ( Mental Disorder )
adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan
adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan
penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam
melaksanakan peran sosialnya

masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah


kesehatan masyarakat
DALYs karena gangguan kes jiwa: 8,1%
bandingkan: karena Tuberculosis (7,2%),
Kanker (5,8%),
Penyakit Jantung (4,4%)
Malaria (2,6%).
Penggolongan masalah kesehatan jiwa menjadi :

a. Masalah terkait kualitas daur hidup (pranikah, kandungan,


balita, anak, remaja, dewasa dan usia lanjut) dan
lingkungan hidup (pemukiman, pindahan tempat tinggal)

b. Masalah Psiko-Sosial (psikotik gelandangan, pemasungan


anak jalanan, tawuran, NAPZA, pelecehan, kekerasan,
pasca bencana dll)

c. Masalah Gangguan Jiwa sebagai penderitaan dan


hambatan dlm lakukan peran sosial (Pengguna Napza,
Skizofrenia, Depresi, Mania, retardasi, gangguan
mental organisk dll)
Pelayanan Kesehatan Jiwa ( Mental Health Service )

Di unit pelayanan kesehatan primer/sekunder


- terhadap penderita dengan gangguan mental
- Pelayanan forensik/medikolegal – menentukan status mental

Di komunitas/Masyarakat:
kegiatan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di masyarakat
titik berat pelayanan: promotif dan preventif tanpa melupakan upaya kuratif
dan rehabilitatif.
- sangat luas dan kompleks,
- meliputi yg jelas sudah terganggu jiwanya, problem psikososial,
termasuk yg berkaitan dgn kualitas & keharmonisan hidup.

Pelayanan kesehatan Jiwa adalah pelayanan Kesehatan


Prinsip-prinsip yang berlaku bagi pelayanan kesehatan juga berlaku
bagi pelayanan kesehatan jiwa, dengan tambahan pertimbangan
kondisi tingkat gangguan kejiwaannya
Etika & Moralitas Pelayanan Kesehatan Jiwa
prinsip keselamatan pasien sebagai pertimbangan utama
(salus aegroti suma lex)
prinsip tidak merugikan (non maleficence),
prinsip berbuat baik (beneficence),
prinsip menghormati otonomi pasien (autonomy), dan
prinsip keadilan (justice), kejujuran, dan objektivitas
Yang perlu dipertimbangkan dalam kesehatan Jiwa:
ada masalah dlm memahami realitas dunia, ttg dirinya sendiri,
dan ttg apa yang diperbuat.
Orang dg gangguan jiwa berat tdk dpt dimintai pertanggung-
jawaban, perlu pengampuan
Moral berkaitan dg benar/salah (right/wrong), yaitu nilai yg
dijadikan acuan dlm sikap, peri laku, tindakan dlm hidup dg sesama
Profesinalisme dlm Pelyanan Kesehatan
Jiwa
Paham dan menerapkan standar profesi
- kompetensi pengetahuan, ketrampilan, sikap perilaku
- kode etik profesi
- prosedur kerja/penanganan masalah

Penguasaan standar diagnosis, standar terapi, dan prosedur


standar penanganan sesuai status mental penderita

Ingat, kompetensi profesional dalam penanganan


situasi krisis jiwa  penyelamatan situasi darurat
ketidakmampuan memahami realitas  penanganan tepat
Medikolegal dlm Pelyanan Kesehatan Jiwa
pembuatan visum et repertum
keterangan saksi ahli

Yang berhubungan dengan kesehatan jiwa:

- menentukan status mental  dapat atau tidaknya seseorang


memahami apa yang dialami, ditanyakan kepadanya, atau
mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat

- mencegah makin parahnya akibat trauma kejiwaan baik dari


peristiwanya sendiri ataupun pemeriksaan untuk kepentingan
pengadilan, misalany pada pemerkosaan/pelecehan seksual
Keselamatan Pasien Kesehatan Jiwa
·Menerapkan standar keselamatan pasien :

1. Hak pasien
2. Mendidik pasien dan keluarga
3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
4. Penggunaan metoda peningkatan kinerja untuk
melakukan evaluasi dan program peningkatan
keselamatan pasien
5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan
keselamatan pasien
6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
7. Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk
mencapai keselamatan pasien

Tindakan untuk keselamatan pasien harus disadari


sebagai tanggung jawab Tim
Keselamatan Pasien Kesehatan Jiwa
Menerapkan 7 (tujuh) langkah keselamatan pasien :
1. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
2. Memimpin dan mendukung staf
3. Integrasikan aktifitas pengelolaan risiko
4. Kembangkan sistem pelaporan
5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan
pasien
7. Cegah cidera melalui implementasi sistem keselamatan
pasien

Keselamatan pasien adalah pertimbangan utama


pelayanan dokter, status mental pasien jiwa memerlukan
perlakuan khusus