Anda di halaman 1dari 22

PERDARAHAN DI LUAR

HAID
PENGERTIAN PERDARAHAN DI
LUAR HAID
 perdarahanyang terjadi dalam masa antara 2
haid. Ada dua macam perdarahan di luar haid
yaitu metroragia dan menometroragia

 Metrorargia adalah perdarahan dari vagina


yang tidak berhubungan dengan siklus haid.
Perdarahan ovulatoir terjadi pada
pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan
dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran
suhu basal tubuh.
LANJUTAN...
 Menometrorargia adalah Perdarahan siklik yang
berlangsung lebih dari 7 hari dengan jumlah
darah kadang-kadang cukup banyak. Penyebab
dan pengobatan kasus ini sama dengan
hipermenorea.
BEBERAPA PENYEBAB DARI
PERDARAHAN DILUAR HAID

1. Polip serviks
A. PENGERTIAN
Polip serviks adalah benjolan yang berasal
dari jaringan di daerah mulut rahim.
Bentuknya seperti jari, berwarna merah, dan
kenyal. Polip serviks tergolong tumor yang
sifatnya jinak. Polip serviks tidak sama
dengan kanker serviks.
LANJUTAN...
 Penyebab pasti timbulnya polip ini belum
diketahui. Diduga akibat infeksi yang
tidak ditangani dengan baik. Atau memang
jaringan tersebut mempunyai sifat tumbuh
yang berlebihan.
LANJUTAN...
B. TANDA DAN GEJALA
polip serviks bisa saja dialami seseorang
tanpa ia tau kalau ia sebenarnya menderita polip
serviks.
 Leukorea yg sulit disembuhkan
 Terasa discomfort dalam vagina
 Kontak berdarah
 Terdapat infeksi
C. PENANGANAN
 Polip hanya dipelintir sampai putus (Eksterpasi),
kemudian tangkainya dikuret. Tindakan
dilakukan dlm pembiusan umum (general
anesthesia).
 Selanjutnya jaringan yg dikuret dikirim ke
laboratorium patologi guna memastikan bahwa
histologinya jinak/sesuai dengan gambaran
jaringan polips serviks. Kemungkinan ganasnya
kecil.
2. EROSI PORTIO
A.PENGERTIAN
 Erosio porsiones (EP) adalah suatu proses
peradangan atau suatu luka yang terjadi pada
daerah porsio serviks uteri (mulut rahim).
 Erosi portio atau disebut juga erosi serviks
adalah hilangnya sebagian/seluruh permukaan
epitel squamous dari serviks.
 Penyebabnya bisa karena infeksi dengan kuman-
kuman atau virus, bisa juga karena rangsangan
zat kimia/alat tertentu umumnya disebabkan oleh
infeksi.
EROSI SERVIKS DIBAGI MENJADI 3:
 Erosi ringan : meliputi ≤ 1/3 total area serviks
 Erosi sedang : meliputi ≤ 1/3-2/3 total area
serviks
 Erosi berat : meliputi ≥ 2/3 total area serviks
B. TANDA DAN GEJALA
 Mayoritas tanpa gejala
 Perdarahan vagina abnormal disertai cairan
mucus yg jernih/kekuningan dapat juga berbau
jika disertai infeksi vagina.
 Sekresi serviks meningkat
C. PENANGANAN
 Memberikan albotyl di sekitar erosi pada portio
 Melakukan penatalaksanaan pemberian obat anti
infeksi,keputihan dan anti nyeri.
3. ULKUS PORTIO
A. PENGERTIAN
 adalah suatu pendarahan dan luka pada
portio berwarna merah dengan batas tidak
jelas pada ostium uteri eksternum.
 Etiologi : penggunaan IUD, pemakaian pil
KB, perilaku seksual yg tidak sehat, trauma.
B. TANDA DAN GEJALA
 Adanya fluksus
 Portio terlihat kemerahan dengan batas yg tidak
jelas
 Adanya kontak berdarah

 Portio teraba tidak rata


C. PENANGANAN
Membatasi hubungan suami istri
Menjaga kebersihan vagina
Lama pemakaian IUD harus
diperhatikan
4. TRAUMA
A.PENGERTIAN
 Trauma adalah dari aspek medikolegal sering
berbeda dari pengertian medis. Pengertian medis
menyatakan trauma atau perlukaan adalah
hilangnya diskontinuitas dari jaringan.
 Sedangkan dalam pengertian medikolegal
trauma adalah pengetahuan tentang alat atau
benda yg dapat menimbulkan gangguan
kesehatan seseorang.
B. TANDA DAN GEJALA
Nyeri vulva dan vagina
Perdarahan pada vagina
Pembengkakan
Kesulitan dalam urinasi dan ambulasi
C. PENANGANAN
 Penanganannya sesuai penyebabnya, misal
disebabkan karena translokasi IUD, maka
IUD harus dicabut, dan diganti dengan
kontrasepsi lain. Sedangkan untuk wanita
yg menopause yg mengalami perdarahan
setelah koitus, bisa diberi terapi hormon.
5. POLIP ENDOMETRIUM
A. PENGERTIAN
 Polip endometrium juga disebut polip rahim.
 Pertumbuhan kecil yang tumbuh sangat lambat dalam
dinding rahim.
 Memiliki basis datar besar
 Melekat pada rahim melalui gagang bunga memanjang.
 Bentuknya dapat bulat atau oval dan biasanya berwarna
merah.
 Setiap wanita dapat memiliki polip endometrium satu atau
banyak dan kadang-kadang menonjol melalui vagina yg
menyebabkan kram dan ketidaknyamanan.
B. TANDA DAN GEJALA
Tidak ada penyebab pasti terjadinya polip endometrium, tapi
pertumbuhan mereka dapat dipengaruhi karena hormon
terutama estrogen. Sering kali tidak ada gejala, tapi beberapa
gejala dapat diidentifikasikan terkait dengan pembentukannya,
antara lain :
 Sebuah kesenjangan antara perdarahan haid
 Tidak teratur atau perdarahan menstruasi yg
berkepanjangan
 Perdarahan haid yg terlalu berat
 Rasa sakit atau dismenorea (sakit pada saat menstruasi)
GAMBARAN POLIP ENDOMETRIUM
C. PENANGANAN
 Polip endometrium dapat dideteksi melalui
pelebaran dan kuretase, CT scan, ultrasound atau
histeroskopi.
 jika kuretase dilakukan, polip dapat terjawab tapi
untuk mengurangi risiko ini, rahim biasanya
dieksplorasi oleh histeroskopi untuk persiapan awal
proses bedah.
 Sebuah polip besar dapat dipotong menjadi bagian-
bagian sebelum disingkirkan. Jika ditemukan polip
menjadi kanker, histerektomi harus dilakukan.