Anda di halaman 1dari 44

AZAS TEKNIK KIMIA I

NERACA MASSA
DENGAN REAKSI KIMIA

NERACA MASSA DENGAN


SISTEM ALIRAN KOMPLEK

RECYCLE, BYPASS
1. FLUE ATAU STACK GAS:ADALAH ANALISA GAS
HASIL HASIL PEMBAKARAN TERMASUK UAP AIR

2. ORSAT ANALYSIS GAS:ADALAH ANALISA GAS


HASIL HASIL PEMBAKARAN TIDAK TERMASUK
UAP AIR

3. EXCESS REACTANT: ADALAH REAKTAN DENGAN


JUMLAH YANG LEBIH BANYAK

4. LIMITING REACTANT: ADALAH REAKTAN YANG


JUMLAHNYA PALING SEDIKIT (DLM MOL)
NERACA MASSA DENGAN
REAKSI KIMIA

• Seperti halnya neraca massa


tanpa reaksi, pada neraca massa
dengan reaksi kimia ini Iangkah-
langkah untuk menyelesaikan
soal sama.
• Pengetahuan yang harus dikuasai
adalah pengetahuan terhadap
persamaan reaksi
Persamaan reaksi dan
Stoichiometry

• Neraca massa yang paling sederhana terdapat


dalam sebuah pers. reaksi klmia, yaitu
dengan mengisl koeflsen reaksinya.
• Contoh: a C7H16 + b 02 c C02 + d
H20

• Masing2 atom: jumlah atom sisi kanan =


jumlah atom sisi kiri tanda reaksl.
Untuk atom C: 7a = c
H: 16a = 2d d = 8a
• 0: 2b = 2c + 2 d = 2(7a) + 8a = 22a
b = 11a
Persamaan menjadi ;
a C7H16 + 11a02 7a C02 + 8a H20
• Dalam hal ini, berapapun
nilai a yang diberikan, persamaan
itu tetap benar. Nilai itu yang
disebut juga dengan basis
perhitungan. Jika a = 1, maka
masing2 koefisien yang ada
berturut-turut 1,11,7dan 8.
Persamaan menjadi ;
C7H16 + 11 02 7 C02 + 8 H20

• Latihan Soal:
Selesaikan Pers Reaksi Berikut:
a. C2H6 + Cl2 C2H5Cl +H2
b. C2H5OH C2H5OC2H5 + H2O
Satuan dalam persamaan reaksi
• Satuan yang digunakan dalam
persamaan reaksi itu adalah mol
(gmol, kgmol, atau Ibmol).
• Kalau diketahui basis dalam
satuan berat massa(g, kg, Ib) maka
diubah dahulu menjadi satuan mol,
yaitu:
• Mol bahan = berat massa/berat molekul
• = massa/(massa/mol)
Contoh:
C7H16 + 11 02 7 C02 + 8 H20

• Bila ada 10 kg C7H16,berapa kebutuhan 02 dan hasil yang


diperoleh?
Jawab:

Data berat molekul (BM) dalarn (kg/kgmol) :

C7H16= 100, 02 = 32, C02 = 44, H20 = 18



10 kg C7H16= 10 kg/ 100kg/kgrnol = 0,1 kgmol, shg secara
stoichiometri (sesual dengan koefisien reaksil:
O2 dibutuhkan = 0,1.11 kgmol = 1,1 kgmol
= 1,1 • 32 = 35,2 kg
C02 yang dihasilkan = 0,1. 7 kgmol = 0,7 kgmol
= 0,7.44 = 30,8 kg
H20 vangdihasilkan = 0,1. 8 kgmol = 0,8 kgmol
= 0,8. 18 = 14,4 kg
Dalam neraca massa :
massa sebelum = massa sesudah reaksi
• Massa sebelum reaksi yaitu :
C7H16 + 02 = 10 kg + 35,2 kg = 45,2 kg
• Massa sesudah reaksl , valtu :
C02 + H20 = 30,8 kg t 14,4 Kg = 45,2 kg

* namanya neraca massa, maka yang sama itu


adalah massanya bukan mol nya.
• Kalau diperhatikan pada reaksi diatas, maka terlihat
• bahwa semua bahan pereaksi habis
bereaksi, dikatakan sebagai reaksi
sempurna atau konversinya= 100%
1. Pereaksi Pembatas dan
pereaksi berlebih

• Pereaksi limit (limiting reactant) :


merupakan bahan yang secara
stoichiometri habis bereaksi
(Dlm jumlah mol yg lebih sedikit)

• Pereaksi berlebih (excess reactant) :


bahan yang masih tersisa bila salah
satu bahan habis bereaksi .
Contoh: 1

Pers. Reaksi : C7H16 + 11 02 7CO2 + 8 H20


Bila mula-mula terdapat rnaslng-maslng: 10 kg C7H16 dan 40 kg O2
mana reaktan limit dan mana yang berlebih ?
Jawab:

.10 kg C7H16 = 10 kg / (lOOkg/kgmol) =0,1 kgmol


40 kg 02 = 40 kg /(32kg/kgmol) = 1,25 kgmol
secara stoichiometri :
0,1 kgmol C7H16 membutuhkan 11.0,1 kgmol 02 atau
1,1 kgmol , sedangkan 02 yang tersedia sebesar 1,25
kgmol, sehingga maslh terslsa 0,15 kgmol
Pereaksi llmit adalah C7H16 dan pereaksl berlebih adalah
02
.
Pereaksi berlebih = % ekses
• % ekses = (mol kelebihan)/(mol
kebutuhan untuk bereaksi dengan
pereaksi pembatas)

Contoh:
• Pada soal diatas, kelebihan 02
sebesar 0,15 kgmol, maka %ekses
02 adalah :

(0,15 kgmol/1,1 kgmol) . 100% = 13,64 %


.
2.Konversi Reaksi
• Tingkat kesempurnaan reaksi
dinyatakan dalam konversi reaksi.

%Konversi=(mol bahan A bereaksi)x100%


(mol bahan A mula-mula)
Dari contoh soal no 1:
Contoh: 1

Pers. Reaksi : C7H16 + 11 02 7CO2 + 8 H20


Bila mula-mula terdapat rnaslng-maslng: 10 kg C7H16 dan 40 kg O2
mana reaktan limit dan mana yang berlebih ?
Jawab:

.10 kg C7H16 = 10 kg / (lOOkg/kgmol) ,,0,1 kgmol


40 kg 02 = 40 kg /(32kg/kgmol) = 1,25 kgmoi
secara stoichiometri :
0,1 kgmol C7H16 menghasilkan 7..0,1 kgmol C02 atau
0,7 kgmol , sehingga C7H16 yg bereaksi = 1/7 x0,7 kgmol
= 0,1 kgmol
% Konversi = yg bereaksi: mula2
= 0,1 kgmol : 0,1 kgmol x 100%=100%
4. Recovery

• Pengertian "Recovery" adalah perolehan kembali.


• Dalam hal ini , pernvataan ini diterapkan
terhadap bahan yang. dapat diperoleh
kembali dari dalam campuran.
• Misalnya, dalam limbah terdapat khrom dan
khrom tersebut diambil dengan berbagai cara,
maka khrom yang dapat diambil kembali
itu dinyatakan dalarn recovery" atau
alkohol yang diambil dari suatu larutan
dengan distilasi, maka alkohol yang terambil
itu dinyatakan dalam "recovery“

• % recovery = bahan yang terambil (lb) x 100%


bahan awal (lb)
Contoh:
Suatu larutan alkohol dalam air sebanyak 1000 Ib
. mempunyai kadar 60% didistilasi dengan hasil vang
meningkat menjadi 95% sebanyak 6001b. Berapa
%recovery proses itu?

Jawab:
Basis: 1000Ib larutan
alkohol mula-mula = 0,6.1000 Ib =600
Ib alkohol dalam distilasi= 0,95 . 600lb
= 570 Ib
Maka:
recovery" alkohol = 570/600. 100%= 95%
Pernyataan "konversi" diberikan
terhadap hasil suatu reaksi kimia yang
seolah-olah merupakan bahan murni
yang bereaksi.

• Pernyataan "Yield" dan"recovery"


cenderung pada hasil yang diperoleh
secara fisik (absorbsi, distilasl dan
sistem pemisahan lainnya atau isolasi
bahan tertentu), jika ada reaksi maka
pembaginya (massa) merupakan berat
bahan mula-mula yang ada (bukan
bahan murni saja).
3.Yield atau hasil

• Pernyataan "yield" atau hasil biasanya


dilakukan terhadap reaksi yang kompleks
atau dengan hasil yang seragam.
• Yield atau hasil ini sebagai pernyataan
terhadap

sebuah bahan produk yang "dikehendaki".


• Yield bisa dinyatakan dalam mol hasil dibagi
dengan mol pereaksi mula-mula (bila
bhn murni), yang artinya sama dengan
konversi dan dapat pula dinyata.kan
dalarn berat hasil dibagi dengan berat
bahan mula-mula (yang mengandung
bahan murni)
Contoh:
• Reaksi: A B C, pada reaksi inl
bahan B
yang dikehendaki dari pada C.
• Maka:

Yield = hasil B)/(bahan A mula-mula) x 100%


CONTOH SOAL 1
PEMBAKARAN SEPEDA MOTOR TIDAK MENGGUNAKAN BAHAN
BAKAR MINYAK KARENA BANYAK MENGANDUNG POLUTAN, TAPI
MENGGUNAKAN PROPAN. MISALKAN PROPANE YANG MASUK
SEBESAR 20 KG, DAN DIBAKAR DENGAN 400 KG UDARA UNTUK
MENGHASILKAN GAS CO2 44 KG DAN H2O 12 KG. BERAPA %
UDARA BERLEBIH.

H2O
C3H8
REAKTOR
C02
02

C3H8 + 5 O2 3CO2 + 4H2O

BASIS: 20 KG C3H8 21
CONTOH SOAL 2
PEMBAKARAN SEPEDA MOTOR TIDAK MENGGUNAKAN BAHAN
BAKAR MINYAK KARENA BANYAK MENGANDUNG POLUTAN, TAPI
MENGGUNAKAN PROPAN. MISALKAN PROPANE YANG MASUK
SEBESAR 20 KG, DAN DIBAKAR DENGAN 400 KG UDARA UNTUK
MENGHASILKAN GAS CO2 44 KG DAN H2O 12 KG.
1. Excess udara
2. Tentukan limiting reaktan
3. Konversi

C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O


Limiting reactant: reaktan yang
jumlahnya sedikit
Konversi: basis menggunakan produk
hasil=CO2 22
GAS MASUK DALAM SUATU UNIT PEMBAKARAN TERDIRI DARI:80% C2H6,
20% O2, DIBAKAR MENGGUNAKAN UDARA BERLEBIH 200%. 80% MENJADI
PRODUK CO2, 10% CO, DAN 10% GAS YANG TIDAK IKUT TERBAKAR.
BERAPA JUMLAH UDARA BERLEBIH/100 MOL GAS?

80% C2H6 10% CO2


20% O2 REAKTOR
200% UDARA 10% CO

C2H6 + 7/2 O2 CO2 + CO

BASIS 100 MOL GAS MASUK: 80 MOL ETHUNA DAN 20 MOL OKSIGEN.
MAKA OKSIGEN SESUAI REAKSI = 7/2 X 80 MOL = 280 MOL, TAPI GAS MASUK
SUDAH MENGANDUNG 20 MOL OKSIGEN, SEHINGGA OKSIGEN YANG
DIBUTUHKAN HANYA 280 MOL -20 MOL = 260 MOL. JADI MOL OKSIGEN
YANG DITAMBAHKAN BERLEBIH: 200% X 260M = 520 MOL, SEHINGGA TOTAL
OKSIGEN : YANG DITAMBAHKAN = 520 MOL + 260 MOL= 780 MOL 23
23
AKRILONITRIL DI PRODUKSI DENGAN MEREAKSIKAN PROPILEN, AMONIA, DAN
OKSIGEN. UMPAN KE REAKTOR TERDIRI DARI: 10% PROPILEN, 12% AMONIA,
78% UDARA.
TENTUKAN: A. LIMITING REACTANT
B. EXCESS REACTANT
C. JIKA KONVERSI LIMITING REAKTAN HANYA 30%, BERAPA RATIO
MOL AKRILONITRL/MOL NH3 UMPAN.
D. KOMPOSIS ARUS KELUAR REAKTOR

C3H6 + NH3 + 1,5 O2 C3H3N + 3 H2O

10% C3H6
12% NH3 REAKTOR C3H3N
UDARA 78%
H2O

BASIS: 100 KG MOL GAS MASUK


24
Sb DI PRODUKSI DENGAN MEREAKSIKAN Sb2S3, DENGAN Fe. UMPAN KE
REAKTOR TERDIRI DARI: 0,600 KG Sb2S3 , 0,250 Fe, MENGHASILKAN 0,200 KG Sb
METAL.
TENTUKAN: A. LIMITING REACTANT
B. EXCESS REACTANT
C.%KONVERSI
D. YIELD
DIKETAHUI: BM Sb2S3 = 339,7, BM Fe = 55,85, BM Sb=121,8, BM FeS=87,91

Sb2S3 + 3Fe 2Sb + 3 FeS

Sb2S3 Sb
Fe REAKTOR
FeS

25
Al2(S04)3 DI PRODUKSI DENGAN MEREAKSIKAN Al2O3, DENGAN H2SO4. UMPAN
KE REAKTOR TERDIRI DARI: 1798 lb Al2O3, , 2510 lb H2SO4, MENGHASILKAN 1080
lb Al2(S04)3 .
TENTUKAN: A. LIMITING REACTANT
B. EXCESS REACTANT
C.%KONVERSI
D. YIELD
DIKETAHUI: BM Al2(S04)3 = 342,1, BM Al2O3 = 101,9, BM H2SO4 =98,1, BM
FeS=87,91

Al2(S04)3
Al2O3
H2SO4 REAKTOR
H2O

Al2O3 + 3 H2SO4 Al2(S04)3 + 3 H2O

26
1. DIJALANKAN SECARA KONTINYU

2. UNTUK MENAIKKAN KONSENTRASI HASIL

3. MENGHEMAT ENERGI
CONTOH: BAGAIMANA MENGANALISIS SUATU SISTEM
ALIRAN KOMPLEKS

100Kg/min A W Kg
F 0,20 KCl 1 2 1,00 H2O
0,80 H2O

0,33 KCl C B 0,50 KCl


0,67 H2O 0,50 H2O

P Kg 0,95 KCl
0,05 H2O
1. BERAPA VARIABEL YANG BELUM DIKETAHUI?
W, P, A, B, C, w KC;, Wh2o

2. BERAPA PERSAMAAN BEBAS?


3. PENYELESAIAN DARI SUBSYSTEM DAN OVER ALL

UNIT 1 TOTAL: 100 + C = A

UNIT 1 KCl: (0,20)(100) + (0,33)© = (ωKClA)

UNIT 2 TOTAL: A= W + B

UNIT 2 KCl: (ωKClA)(A) = (0,50)B

OVERALL TOTAL: 100 = W + P

OVERALL, KCl: (0,20)100 = (0,95)P

∑ωi = 1: ωKClA + ωH2o = 1


DIINGINKAN UNTUK MEMURNIKAN ACETON DARI
CAMPURANNYA, SEPERTI PADA GAMBAR FLOWSHEET
BERIKUT. TENTUKAN: A, F, W, B DAN D PER JAM

CONDENSOR D Kg
0,995 UDARA DISTILAT
AIR 100% A 0,05 AIR
3
0,99 ACETON
W KG 0,01 AIR

ABSORBER DISTILASI

1
B Kg
2
BOTTOM
0,04 ACETON
G Kg 0,96 AIR
0,95 UDARA O,19 ACETON
0,03 ACETON F Kg 0,81 AIR
30
0,02 AIR
1. BERAPA VARIBEL YANG BELUM DIKETAHUI?
A, F, W, B, D/JAM

2. BASIS G = 1400 Kg

3. PADA KOLOM ABSORBER:

MASUK KELUAR
UDARA: 1400.0,95 = A.0,995 (a)
ACETON: 1400.0,03 = F.0,19 (b)
AIR: 1400.0,02 + W.1,00 = F.0,81 + A.0,05 (c)

ACETON DAN UDARA ADALAH TIE KOMPONEN/

DIPEROLEH: A=1336,7 Kg/JAM


F =221,05 Kg/JAM
W=157,7 Kg/JAM

TOTAL BALANCE: G + W = A + F
1400 + 157,7 = 1336 + 221,05

UNIT 2 DAN UNIT 3:

ACETON: 221,05. 0,19 = D.0,99 + B.0,04


AIR: 221,05.0,81 = D.001 + B.0,96

DIPEROLEH: D = 34,91 Kg
B = 186,1 Kg
DIINGINKAN UNTUK MEMURNIKAN BUTANE DARI CAMPURAN SUATU GAS, MAKA
DIPERLUKAN PROSES DISILASI DAN FRAKSINASI. SELESAIKAN NERACA MASSA SPT
GBR DIBAWAH INI

P Kg
FRAKSI ETHANA
95% ETHANA
99% PROPANA
E Kg 4% PROPANA 1% BUTANA
1% BUTANA

F Kg FRAKSINASI
DISTILASI
2
20% ETANA 1
40% PROPANA
40% BUTANA 8,4% PROPANA
B Kg
91,6% BUTANA
A Kg % PROPAN?
32
% BUTANA
DALAM SUATU PABRIK BIASANYA DIGUNAKAN 2 BUAH FURNACE UNTUK MENGHASILKAN
GAS PANAS UNTUK PEMBAKARAN, SATU FURNACE DENGAN BAHAN BAKAR GAS ALAM, DAN
SATU FURNACE DENGAN BAHAN BAKAR MINYAK.
JIKA PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK 560 bbl, BERAPA JAM PABRIK BISA BEROPERASI.
DIKETAHUI HASIL STACK GAS 6205 lb mol/jam (p).

84,3% N2 P Kg AIR
4,13% O2
6205 lbmol/jam W 100% H2O
0,1% SO2
10,84% CO2

A UDARA A* UDARA
GAS MINYAK
21 % O2 20 % O2
FURNACE FURNACE
71% N2 76% N2
1 2 4% CO2

GAS ALAM F MINYAK BAKAR


G 96 % mol/jam CH4 50 % mol/jam C
2% mol/jam C2H2 47% mol/jam H2
33
2% mol/jam CO2 3% mol/jam S
bahan bakar minyak
gas alam mol% Analisis orsat
CH4 96% C 50 N2 84,93
C2H2 2% H2 47 O2 4,13%
CO2 2% S 3 CO2 10,84%

BASIS 1 JAM, SHG P = 6205 lbmol


MASUK KELUAR
H 2: G(1,94) + F(0,47) = W(1)
N 2: A(0,79) + A*(0,76) = 6205(0,8493
O 2: A(0,21) + A*(0,2+0,04) = 6205(0,0413 + 0,001 + 0,1084
+ G(0,02) +W(1/2)
S: F(0,03) = 6205(0,0010)
C: G[(0,96) + (2)(0,02) +0,021) ]= 6205(0,1084)
+ F(0,5) + 0,04A*

DIPEROLEH: F = 207 lb mol/jam, G= 498 lb mol/jam

KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK:


207 mol/jam X 7,91 lb mol/jam X gal/7,578 lb X bbl/42 gal=
5,14 bbl/jam.
UNTUK 560 bbl, DIPEROLEH: 560 bbl:5,14 bbl/jam = 109 jam
Aliran Recycle: Aliran bahan yang sekiranya masih
bermanfaat dikembalikan lagi pada proses
sebelumnya.
Hal ini bertujuan untuk menggunakan kembali
bahan yang tersisa dalam proses sehingga tidak
banyak yang terbuang dan meminilisasi limbah.

Aliran By Pass: tujuannya untuk mempertahankan


kualitas tertentu pada suatu produk yang dihasilkan.
Bahan yang sudah keluar dikembalikan lagi untuk
mencapai komposisi produk yang diinginkan
CONTOH ALIRAN RECYCLE

GAS
FURNACE

CONTOH ALIRAN BY PASS

GAS
FURNACE

36
Suatu kolom distilasi dengan aliran 10.000 kg/jam terdiri dari 50% benzene dan
50% toluene yang dicampur. Pada condenser terdiri dari 95% benzene dan pada
bottom W terdiri dari 4% benzene. Aliran uap pada V 8000 kg/jam. Proses
dilakukan dengan menggunakan total condenser. Tentukan R/D

8000 kg/jam
0,95 Benzene
Condensor
0,05 Toluene D
V
Uap
R

Cairan F
10.000 kg/jam DISTILASI
0,50 Benzene
9,50 Toluene

W Cairan
37
0,04 Benzene
OVER ALL NERACA MASSA:
TOTAL
F = D + W
10.000 = D + W (a)

KOMPONEN;
F. ωF = DωD + W ω w
10.000(0,50) = D(0,50) + W ωD
5000 = D.0,50 + W ωW (b)

Dari persamaan (a) dan (b), diperoleh: W = 4950 kg/jam


D = 5050 kg/jM

NERACA MASSA PADA CONDENSOR;

TOTAL ;
V = R + D
8000 = R + 5050
R = 2950 kg/jam

sehingga : R/D = 2950/5050 = 0,58


JIKA ALIRAN RECYCLE ADA REAKSI KIMIA, MAKA:
PERS STOCHIOMETRY, REAKTAN PEMBATAS, FRAKSI
KONVERSI, HARUS DITENTUKAN TERLEBIH DAHULU
SEBELUM PERHITUNGAN DIMULAI.

A. OVERALL FRAKSI KONVERSI:


MASA/MOL REAKTAN PADA FRESH UMPAN – MASA/MOL DR REAKTAN DLM PROSES OVER ALL KELUAR
MASA/MOL REAKTAN DARI REAKTOR PADA UMPAN FRESH

B. SINGLE PASS (ONCE TROUGH) FRAKSI KONVERSI:


MASA/MOL REAKTAN KE DLM REAKTOR – MASA/MOL DR REAKTAN YG ADA DLM REAKTOR
MASA/MOL REAKTAN KE REAKTOR
Glukosa isomerase yg diimobilisasi digunakan sebagi katalis dalam proses
pembuatn fructose dari glukosa dlm suatu fixed bed reactor(air sebagi solvent).
Spt gbr dibawah ini, brp present konversi hasil glukosa dlm one pass melewati
reaktorbila ratio aliran keluar reactor ke aliran recycle 8,33

ω TG= ?
ω TF = ?
ω TW= ? R kg

T kg
S = 100 kg
REAKTOR P=?
ω TG= ?
0,40 ω SG 1 ω TF = 0,04 ω TG= ?
9,60 ω SW ω TW= ? 2 ω TF = ?
ω TW= ?

40
Basisi; S = 100 kg, P/R = 8,33

OVER ALL NERACA MASSA:


TOTAL
S = P = 100 kg
R = P/8,33, R = 100/8,33 = 12 kg

KOMPONEN;
Air: S. ωS = PωR,W
NERACA MASSA PADA
= 100.ωR,W
Pencampur 1;
ωR,W = 0,6
TOTAL ; 100 + 12 – T, T = 112
Glukosa ; 100(0,4) + 12(ωP,G) = 112 (ωT,G)
Fruktosa: 0 +12(ωR,F) = 112(0,04), ωR,F= 0,373

Karena : ωR,F + ωR,G + ωR,W = 1


sehingga : ωR,G = 1 – 0,373 - 0,600 – 0,027
Glukosa;
masuk - keluar - yg dikonsumsi = 0

T ωT,G - (R + P)ωR,G - f T ωT,G =0

f = o,93
Aliran By Pass: tujuannya untuk mempertahankan
kualitas tertentu pada suatu produk yang dihasilkan.
Bahan yang mempunyai komposisi tertentu dari alat
sebelumnya, dialirkan sebagian langsung ke alat
berikutnya untuk mencapai komposisi produk yang
diinginkan
BY PASS

UMPAN
SEPAR
PROSES MIXER
PRODUK

ATOR
1

42
DALAM SUATU PABRIK PEMBUATAN GASOLINE NATURAL, ISOPENTANE DI BUANG DARI
BUTANE BEBAS GAS OLINE. BERAPA BUTANE FREE GAS OLINE YANG LANGSUNG DIALIRKAN
KE ISOAPENTANE TOWER?

Isopentane side stream


i-C5H12 100%
S

De- Iso-
Butanizer Pentane
1 Tower
x n-C5H12 100%
P
y
KE NATURA GAS OLINE PLANT
F, 100 kg
2 n-C5H12 90%
n-C5H12 80% 1
i-C5H12 43
10%
i-C5H12 20%
44