Anda di halaman 1dari 14

SOSIALISASI LAYANAN GAWAT

DARURAT DARURAT DAN TRIASE

OLEH
PJ LAYANAN GAWAT DARURAT
DAN
TIM BAB 7
PUSKESMAS KEBONSARI
Standart 7.6.2

Pelaksanaan layanan bagi pasien gawat darurat dan/atau berisiko tinggi dipandu
oleh kebijakan dan prosedur yang berlaku

I. Kasus-kasus yang termasuk gawat darurat dan/atau berisiko


tinggi perlu diidentifikasi, dan ada kejelasan kebijakan dan
prosedur dalam pelayanan pasien gawat darurat 24 jam

A. Kebijakan Klinis untuk Pendaftaran Pasien Gawat Darurat


1. Kebijakan Layanan Pendaftaran Pasien Gawat Darurat
a) Semua pasien gawat darurat dilakukan proses pendaftaran
oleh pengantar pasien/pasien sesuai alur layananan Gadar .
b) Pasien pelayanan Gawat Darurat dengan kepesertaan BPJS
tidak melihat status faskes.
c) Pasien pelayanan Gawat Darurat dengan status umum
membayar biaya tindakan sesuai Perda.
2. Kebijakan Klinis untuk Layanan Gawat Darurat

 a. Kasus-kasus yang biasa ditangani di Puskesmas


Kebonsari
 Antara lain sebagai berikut :
 1) Vulnus uppertum.
 2) Vulnus Excoriasi
 3) Observasi Vomitus Nausea.
 4) Febris
 5) Astma
 6) Gastro Enteritis.
 7) Inpartu fase aktif
 8) Cephalgia
 9) Colic Abdomen.
 10) Vulnus morsum
 b.Pasien dengan kondisi gawat atau darurat harus
diprioritaskan dalam pelayanan sesuai triage.
 c.Pasien dengan kondisi kegawat daruratan maternal
(Inpartu)/ persalinan normal diarahkan ke kamar bersalin
tanpa melaui Triage.
 d.Segala tindakan yang dilakukan di Pelayanan Gawat
Darurat harus terdokumentasikan ke dalam form Informed
concent.
 e.Kasus-kasus gawat darurat yang biasa dilakukan rujukan di
Puskesmas kebonsari adalah sebagai berikut :
 1) Open Fracture.
 2) Trauma dada
 3) Cedera Otak ringan
 4) Dehidrasi berat
 5) Febris Convulcion
 f. Kasus-kasus Gawat darurat yang dirujuk
harus dilakukan stabilisasi terlebih dahulu.
 g. Pelayanan Gawat Darurat dilakukan oleh
petugas yang kompeten di bidangnya dan
mempunyai sertifikat Kegawatdaruratan.
 h. Pelayanan Gawat Darurat harus
memperhatikan Kewaspadaan Universal.
pasien
Layanan
pendaftaran
(pengantar)
TRIASE

Gawat Gawat tidak Tidak gawat


meninggal
darurat darurat tidak darurat

Layanan
klinis
Dapat Tidak dapat
ditangani ditangani

Rawat jalan Rawat inap stabilisasi

kasir kasir kasir

obat pulang rujuk


Permasalahan Yang Ditemukan dalam
Proses pelayanan pasien di layanan
darurat
1. Skrining triase belum dilaksanakan dengan
lengkap (pemberian gelang/tanda triase)
2. Pendataan pasien layanan darurat di luar jam
kerja masih belum berjalan dengan baik
3. Ketidaklengkapan pengisian data dalam rekam
medis (termasuk informed consent jika diperlukan)
4. Pengelolaan, pemisahan, dan dekontaminasi alat
di ruang layanan darurat yang kurang tepat
(misal: tidak memakai tirisan)
5. Belum ada alur pelayanan pasien gawat darurat,
skrining triase dan penanganan syok anafilaktik
yang dipasang di ruang layanan darurat
Rencana tindak lanjut
masalah 1: Skrining triase belum
dilaksanakan dengan lengkap
(pemberian gelang/tanda triase)
 Penyegaran system triase pada petugas medis
 Menyediakan gelang/tanda triase
 Berkoordinasi dengan petugas medis untuk
melaksanakan triase
Masalah 2: Pendataan pasien layanan
darurat di luar jam kerja masih belum
berjalan dengan baik
 Semua pasien layanan darurat harus terdaftar
(masuk simpus)
 Petugas yang menerima pasien mengambil rekam
medis pasien layanan darurat yang kosong di
LAYANAN PENDAFTARAN
 Layanan pendaftaran akan menyediakan box file
khusus penyimpanan REKAM MEDIS LAYANAN
DARURAT YANG KOSONG sehingga bias langsung
dipakai dan dilengkapi
 Petugas juga mengisi buku register pasien layanan
darurat yang akan disediakan di (?)
 Rekam medis, kitir dan uang administrasi
disampaikan langsung kepada petugas layanan
pendaftaran. Jika pasien datang pada sore/malam
hari, maka harus disampaikan keesokan harinya.
Masalah 3: Ketidaklengkapan pengisian data
dalam rekam medis (termasuk informed
consent jika diperlukan)

 Layanan pendaftaran akan menyediakan box file


khusus penyimpanan REKAM MEDIS LAYANAN
DARURAT YANG KOSONG sehingga bisa langsung
dipakai dan dilengkapi.
 Lembar informed consent juga akan disediakan
pada tiap ruang layanan
 Petugas medis diharapkan MELENGKAPI
INFORMED CONSENT bagi pasien yang mendapat
tindakan di layanan darurat
 Akan ada petugas yang memonitoring
kelengkapan informed consent
Masalah 4: Pengelolaan, pemisahan, dan
dekontaminasi alat di ruang layanan darurat yang
kurang tepat (misal: tidak memakai tirisan)
Masalah 5: Belum ada alur pelayanan pasien
gawat darurat, skrining triase dan
penanganan syok anafilaktik yang
dipasang di ruang layanan darurat
 Berkoordinasi dengan promkes (?) untuk
pencetakan