Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 1

Arti Renaissance sebenarnya adalah lahirnya kembali orang Eropa


untuk mempelajari ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno yang
ilmiah/rasional yang sebelumnya bangsa Eropa mengalami zaman
kegelapan atauThe Dark Age.
Manusia bebas ala Renaissance itu kemudian “didewasakan” oleh
zaman Aufklarung atau zaman pencerahan, yang ternyata telah
melahirkan sikap mental menusia yang percaya akan kemampuan diri
sendiri atas dasar rasionalitas, dan sangat optimis untuk dapat
menguasai masa depannya, sehingga manusia (Barat) menjadi kreatif
dan inovatif
1. Apa yang menjadi latar belakang perkembangan teori sosial pada zaman renaissance
dan zaman pencerahan?
2. Bagaimana karakteristik perkembangan teori sosial zaman renaissance dan zaman
pencerahan?
3. Siapa sajakah tokoh-tokoh yang terlibat dalam perkembangan teori sosial zaman
renaissance dan zaman pencerahan?
4. Apa saja dampak perkembangan teori sosial zaman renaissance dan zaman pencerahan
bagi peradaban manusia?

1. Untuk mengetahui latar belakang perkembangan teori sosial pada zaman renaissance
dan zaman pencerahan
2. Untuk mengetahui karakteristik perkembangan teori sosial zaman renaissance dan zaman
pencerahan
3. Untuk mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat dalam perkembangan teori sosial zaman
renaissance dan zaman pencerahan
4. Untuk mengetahui dampak perkembangan teori sosial zaman renaissance dan zaman
pencerahan bagi peradaban manusia
• Pada abad 11 – 14M muncul kota
dagang, dimana kota ini dikuasai oleh
kaum borjuis, mereka mendorong
terjadinya pendobrakan terhadap pola-
pola tradisional dari abad pertengahan.
• Renaissance(15-16 M) menjadi
menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
• 1688 lahir banyak ilmuwan, dan pemikir
atau filsuf, yang gagasan-gagasannya
sangat berperan memicu lahirnya abad
pencerahan. Gagasan pencerahan
Florence, Italia sebagai salah satu kota dagang
mencapai puncaknya dalam revolusi
prancis (1789-1799).
Faktor yang menyebabkan perkembangan pada masa Renaissance yaitu
1. Mesiu
berarti runtuhnya kekuasaan feudal dimana senjata dapat dimiliki
oleh kaum proletar

2. Seni cetak
berarti pengetahuan tidak lagi milik ekslusif suatu elite, melainkan
terbuka untuk semua orang

3. Kompas
memungkinkan orang-orang Eropa untuk berlayar dan memperluas
horison Barat kearah dunia yang baru di Timur
Pada periode yang berkisar antara abad 14 dan 16 ini, manusia
menganggap dirinya tidak lagi sebagai Victor Mundi (orang yang
berziarah didunia ini), melainkan sebagai Faber Mundi (orang
yang menciptakan dunianya). Ahli waris gerakan renaissance
adalah Humanisme. Berikut ini adalah beberapa tema- tema dari
Humanisme:
1. Freedom , adalah usaha untuk menumbangkan otonomi dari
kekuasaan-kekuasaan gereja dan feodalisme.
2. Naturalisme, pandangan bahwa manusia adalah bagian
terpenting dari alam semesta.
3. Perspektif Sejarah, kesadaran untuk bangkit lewat cara
penggalian terhadap nilai-nilai rasional filsafat Yunani.
4. Pengagungan terhadap Sains, dimana sains ilmiah dan
penemuan yang dihasilkannya dianggap lebih utama
daripada doktrin Gerejani
Pada masa pencerahan banyak tokoh – tokoh yang bermunculan dibarengi oleh
beberapa aliran – aliran yang mereka yakini, aliran tersebut yaitu sebagai berikut
1. Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran
haruslah ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis
yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman indrawi.
2. Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan
pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal.
3. Kantianisme menjelaskan bahwa bila melakukan sesuatu tindakan, maka
tindakan itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.
Menurutnya, pengetahuan adalah hasil kerjasama dua unsur, yakni pengalaman
dan kearifan akal budi.
4. Idealisme merupakan suatu aliran yang mengedepankan akal pikiran manusia.
Sehingga sesuatu itu bisa terwujud atas dasar pemikiran manusia.
5. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai
satu-satunya sumber pengetahuan yang benar. Secara umum, para penganut
paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap
skeptis terhadap ilmu agama.
Desiderius Erasmus Niccolò Machiavelli Thomas Hobbes
Roterodamus
Pandangan tentang konsep
teolog, pengajar, kritikus manusia dari sudut pandang
sosial, imam Katolik, dan Diplomat dan politikus
empirisme-materialisme,
humanis Renaisans Italia yang juga seorang dan hubungan manusia
berkebangsaan Belanda. filsuf dengan sistem negara.
John Locke François-Marie Arouet

seorang filsuf dari


Inggris yang menjadi penulis dan filsuf
salah satu tokoh utama Perancis pada Era
dari pendekatan Pencerahan
empirisme.

Charles-Louis de Secondat,
Baron de La Brède et de Jean Jacques Rousseau
Montesquieu
dikenal dengan
Montesquieu, adalah seorang tokoh filosofi
pemikir politik Perancis besar, penulis dan
yang hidup pada Era komposer pada abad
Pencerahan pencerahan.
• Munculanya aliran pemikiran yang mementingkan
kebebasan akal seperti aliran baru Eropa hingga abad
ke 18 seperti Humanisme, rasionalisme,
nasionalisme dan absolutisme berani
mempersoalkan kepercayaan dan cara pemikiran
lama yang diamalkan

• Adanya aliran – aliran baru secara langsung


menyebabkan melemahnya kedudukan dn kekuasaan
golongan feodal yang sentiasa berusaha menyekat
perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa
• Munculnya paham modern Social Planning yang berakar
pada Humanisme. Di dalam paham Humanisme ini
manusia dipandang sebagai individu dengan segala
kebebasannya (memiliki hak - hak)
• Runtuhnya dominasi gereja, namun muncul susunan
masyarakat baru dimana kedudukan kaum bourgeois
menguat sehingga mereka tumbuh menjadi kelas
penguasa.
• Melemahnya kedudukan dan kekuasaan golongan feodal,
runtuhnya dominasi geraja, munculnya aliran dan paham
tersebut menjadikan konstitusi menjadi kekuasaan
tertinggi
Sejarah Renaissance munculnya karena berbagai faktor antara
lain adalah sebagai gerakan kultural, pada awalnya merupakan
pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan
kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV. Timbul dan
dukungan kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan
mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan)
menjadi optimistis dan menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
Manusia yang menganggap dirinya sebagai Faber Mundi (orang
yang menciptakan dunianya) terus berkembang dan muncul
aliran – aliran yang bermacam –macam dan menganggap
dengan menganut aliran tersebut dapat menciptakan dunia
yang baik.