Anda di halaman 1dari 11

Pajak e-

Commerce
Sekilas Tentang Kebijakan Pajak e-Commerce
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang perlakuan perpajakan atas
transaksi perdagangan melalui elektronik (e-commerce).

Peraturan Menteri Keuangan ini dibuat seiring dengan meningkatkan transaksi perdagangan
melalui sistem elektronik (e-commerce), perlu menjaga perlakuan yang setara antara
perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce) dan perdagangan konvensional.

Sesuai dengan Pasal 15, Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2019.

Pokok-pokok yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018 dilansir


dari siaran pers pada pajak.go.id terdiri dari peraturan bagi pedagang dan penyedia jasa
baik yang melalui platform marketplace maupun yang di luar platform marketplace, dan
peraturan mengenai kewajiban penyedia platform marketplace
Analisis dan Diskusi
1. Equity and Fairness

Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018 dikeluarkan


dengan tujuan untuk mewujudkan kesetaraan kewajiban antara e-
commerce dengan konvensional dalam membayar pajak.

1. Certainty

Kapan dan bagaimana tata cara pembayaran sudah dijelaskan dalam


PMK 210 seperti pada Pasal 3 serta bagaimana jumlah akan
ditentukan dan hal lainnya diatur dan dibahas lebih lanjut dalam
Undang-Undang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, dan
PPnBM.
Analisis dan Diskusi
3. Convenience of Payment

Menurut Pasal 5 Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018


Convenience of payment sudah tercapai bagi Pajak Pertambahan Nilai
dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah karena pajak tersebut sudah
dipungut oleh pihak ketiga yaitu platform marketplace. Namun,
convenience of payment belum berlaku bagi Pajak Penghasilan yang
sistemnya masih self assessment seperti yang diatur dalam Undang-
Undang Pajak Penghasilan Pasal 21 dan 25.
Seperti yang dikutip oleh Okezone Economy dengan judul Soal E-
Commerce, Sri Mulyani: Tak Melulu Pungut Pajak, Sri Mulyani
mengatakan bahwa Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018
memiliki kemudahan dari sisi pelaporan.
Analisis dan Diskusi
4. Economy of Calculation

Cost untuk memungut pajak lebih kecil daripada pajak yang


dipungut karena dalam PMK 210 pembayaran Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
dilakukan melalui pihak ketiga yaitu platform marketplace
sedangkan untuk Pajak Penghasilan bersifat self assessment.
Analisis dan Diskusi
5. Simplicity
Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.01/2018
disusun secara sederhana dan mendetail serta merupakan
penjelasan lebih lanjut dari Undang-Undang yang mengatur
tentang e-commerce.

6. Neutrality
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.01/2018 tidak
memberatkan sehingga tidak mengubah perilaku Pengusaha
Kena Pajak dan PKP tidak bertendensi untuk menghindari
pajak.
Analisis dan Diskusi
7. Economic Growth and Efficiency
Dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan Nomor
210/PMK.010/2018 telah mewujudkan kesetaraan antara
pedagang e-commerce dengan pedagang konvensional

8. Transparency and Visibility


Melalui Siaran Pers mengenai Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 210/PMK.010/2018 pada laman pajak.go.id dijelaskan
mengenai pajak e-commerce serta bagaimana, siapa, dan
kapan pajak tersebut dikenakan bagi mereka.
Analisis dan Diskusi
9 . Minimum Tax Gap
Dengan adanya peraturan ini, tax gap antara pedagang e-
commerce dengan pedagang konvensional berkurang

10. Appropriate Government Revenue


Pemerintah dapat menghitung penerimaan pajaknya melalui
BKP dan/atau JKP secara elektronik yang diserahkan kepada
platform marketplace yang berperan sebagai pihak ketiga.
Perlakuan pajak ini seperti yang sudah tertulis dalam pasal 5.
Kesimpulan
Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018 telah memenuhi 10 guiding
principle of good tax yang diberlakukan oleh AICPA.

Ketika suatu peraturan pajak mengimplementasikan kesepuluh prinsip AICPA


tersebut, dapat dikatakan bahwa peraturan pajak tersebut adalah peraturan pajak
yang baik.
Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan Atas
Transaksi Perdagangan melalui Elektronik (e-commerce).

Andriansa, R. (2019). Kado Manis Sri Mulyani PMK-210 tahun

Referensi
2018 | Direktorat Jenderal Pajak. [online] Pajak.go.id. Available
at: http://pajak.go.id/article/kado-manis-sri-mulyani-pmk-210-
tahun-2018 [Accessed 18 Feb. 2019].

Fajar, T. (2019). Soal E-Commerce, Sri Mulyani: Tak Melulu


Pungut Pajak : Okezone Economy. [online]
https://economy.okezone.com/. Available at:
https://economy.okezone.com/read/2019/01/16/20/2005315/soal-
e-commerce-sri-mulyani-tak-melulu-pungut-pajak [Accessed 18
Feb. 2019].
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai