Anda di halaman 1dari 9

INDIRECT ETHIC OF AIG'S BACKDOOR

BAILOUT

Oleh:
HERMINA DESSY DWI SEPTIA PARERA
(1711020002)
PENDAHULUAN
 Ketika sebuah organisasi mengambil tindakan yang berpotensi
untuk dipertanyakan secara moral, bagaimana persepsi publik
terkait hal tersebut? Apakah persepsi publik tentang etika tindakan
tergantung pada apakah tindakan adalah hasil langsung dari
perilaku organisasi itu sendiri, atau malah dilaksanakan secara tidak
langsung melalui agen dari organisasi?
 Pertanyaan tersebut ingin dijawab oleh peneliti dalam penelitian
ini, dengan meninjau persepsi publik tentang kasus kontroversial
yang berkepanjangan berkaitan dengan bailout tidak langsung
pemerintah AS terhadap bank rekanan American International
Group (AIG) selama krisis keuangan tahun 2008 dan apa artinya
bagi pendidikan etika bisnis.
KAJIAN TEORITIS
 Literatur terkait yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan oleh Paharia et. al (2009). Penelitian
tersebut berkaitan dengan penilaian secara bersama-sama dan
terpisah serta secara langsung dan tidak langsung terhadap kasus
penggelapan harga Oreation-as-Intermediary.
 Literatur lain yang dijadikan rujukan adalah penelitian Coffman
(2011), yang berkaitan penilaian etika secara langsung dan tidak
langsung.
 Kajian literatur yang dijadikan rujukan berimplikasi pada
pengambilan keputusan etis. Di mana, penilaian etis menghasilkan
makna atau potensi yang berbeda ketika dievaluasi secara bersama
dan terpisah terhadap kegiatan yang dilakukan secara langsung atau
tidak langsung
LANJUTAN….
 Bazerman dkk. (2011) berpendapat bahwa evaluasi moralitas
bersama kurang bermuatan emosional dibandingkan evaluasi
terpisah, dan bahwa emosi memainkan peran yang terlalu kuat
dalam pengambilan keputusan terpisah.
LATAR BELAKANG INTERVENSI
TERHADAP AIG
 AIG adalah salah satu perusahaan asuransi terbesar di Amerika
Serikat. AIG pun terlibat dalam credit default swaps.
 Pada tahun 2007, muncul krisis subrime mortgage yang
menyebabkan AIG dipanggil oleh sejumlah panggilan kolateral
oleh mitra CDS-nya. Hal ini mengakibatkan AIG mengalami
kesulitan likuditas yang luar biasa.
 Pemerintah AS melalui Federal Reserve Bank of New York
(selanjutnya, FRBNY) memberikan pinjaman sebesar $85 milyar
selama dua tahun dengan tingkat suku bunga tahunan 14 persen,
untuk membayar bank rekanan atau mitra CDS-nya.
Konsekuensinya, pemerintah memiliki 79,9% saham AIG, yang
artinya perusahaan tersebut dinasionalisasi.
LANJUTAN….
 Lebih lanjut, kasus ini menjadi kontroversial karena beberapa
alasan.
 Pertama, mengapa pemerintah melakukan bailout secara tidak
langsung melalui AIG daripada secara langsung?
 Kedua, mengapa pemerintah menghancurkan ekuitas pemegang
saham AIG dengan cara tidak langsung ini?
 Ketiga, bailout tersebut merupakan dana terbesar yang
dikeluarkan oleh pemerintah untuk membantu perusahaan swasta.
 Keempat, kasus ini dinilai sebagai 'backdoor bailout' dari bank
rekanan oleh Kantor Investigator Umum Khusus Program Bantuan
Aset Bermasalah AS sekaligus salah arah dan tidak melayani tujuan
yang sah.
METODE PENELITIAN
 Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.
 Dua percobaan digunakan untuk menguji etika intervensi
pemerintah AS terhadap AIG.
 Percobaan pertama menguji etika secara terpisah bailout tidak
langsung dan langsung.
 Percobaan kedua menguji secara bersama-sama bailout tidak
langsung dan langsung.
HASIL PENELITIAN
 Hasil pertama menunjukkan bahwa ketika bailout bank secara
tidak langsung secara bersama dibandingkan dengan counterfactual
di mana pemerintah secara langsung menalangi bank, subyek
menilai bailout tidak langsung menjadi jauh lebih tidak etis. Hal ini
sesuai dengan penelitian Coffman (2011).
 Hasil kedua menunjukkan bahwa ketika bailout bank secara tidak
langsung secara terpisah dibandingkan dengan counterfactual di
mana pemerintah secara langsung menalangi bank, subyek menilai
bailout langsung menjadi jauh lebih tidak etis.
 Yang paling penting, apa yang peneliti temukan adalah bahwa
penilaian etis tidak konsisten atau stabil, dan karenanya, dapat
dimanipulasi oleh mereka yang memiliki kekuasaan untuk
membingkai dilema etika.
HASIL PENELITIAN
 Implikasi lebih lanjut, bahwa kita harus didorong untuk mendekati
pertanyaan etis dari beberapa kerangka acuan dan secara sadar
merefleksikan implikasinya, terutama jika mereka menghasilkan
pembalikan preferensi.