Anda di halaman 1dari 28

SUMBER,

METODE, DAN
INSTRUMEN
PENGUMPULAN
DATA
Sumber Data

 primer : data yang dihimpun langsung


oleh peneliti pada sumber data melalui
wawancara, FGD, dll
 sekunder : data yang dihimpun dari pihak
lain atau literatur/pustaka
Metode dan Instrumen
 Metode pengumpulan data : teknik atau cara
yang digunakan peneliti untuk mendapatkan
data.
 Metode : abstrak
 Konkritnya, melalui:
 Angket
 Wawancara
 Pengamatan
 Ujian (tes)
 Dokumentasi, dll
 Peneliti
dapat menggunakan gabungan
tergantung masalah yg dihadapi
Instrumen pengumpulan data
 Alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulkan data agar
sistematis dan mudah mendapatkannya.
 Contohnya:
 Angket (questionaire)
 Daftar cocok (check list)
 Skala (scale)
 Pedoman wawancara (interview guide/schedule)
 Lembar/panduan pengamatan (observation
sheet/schedule)
 Soal ujian (test)
 Inventory, dll
Metode dan instrumen pengumpulan data
no Jenis metode Jenis istrumen
1 angket Angket (questionaire)
Daftar cocok (check list)
Skala (scale)
Inventory
2 wawancara Pedoman wawancara
Daftar cocok
3 Pengamatan Lembar pengamatan
Panduan pengamatan
Panduan observasi
Daftar cocok
4 Ujian Soal ujian
inventori
5 Dokmentasi Daftar cocok
tabel
Angket
 Adalah Daftar pertanyaan yg diberikan
kepada orang lain yg bersedia
memberikan respons(responden) sesuai
dengan permintaan pengguna.
 Tujuan:
 Mencari informasi yang lengkap mengenai
suatu masalah dari responden tanpa
merasa kuatir jawaban tidak sesuai dengan
kenyataan.
 Responden mengetahui infromasi yang
diminta
Jenis angket
1. Angket terbuka (tidak berstruktur): sederhana
sehingga responden memberikan isian sesuai
dengan kehendak dan keadaannya.
No Tingkat pendidikan Tempat Tahun kelulusan
1.
2.
3.
 Keuntungannya:
 Bagi responden: mengisi sesuai dengan keinginan
dan keadaan yang dialaminya
 Bagi peneliti : mendapatkan data yg bervariasi
bukan hanya yg sudah disajikan karena sudah
diasumsikan oleh peneliti
2. Angket tertutup (angket berstruktur)
 Adalah angket yang disajikan dalam
bentuk sedemikian rupa sehingga
responden diminta ntuk memilih satu
jawaban sesuai dengan karakteristik dirinya
(tanda (x)/(√))
 Contoh: beri tanda checklist
 Apakah saudara termasuk dosen yang aktif
menulis
Ya ( ) Tidak ( )
Jika ya, sudah berapa buku yang saudara tulis
dan terbitkan
checklist
 Adalah suatu daftar yang berisi subyek dan aspek-aspek
yg diamati. Checklist dapat menjamin bahwa peneliti
dapat mencatat setiap kejadian sekescil apapun yg
dianggap penting.
 Contoh: beri tanda check (√)
Kesiapan Manajemen berbasis sekolan Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan
No Pernyataan ALTERNATIF JAWABAN
4 3 2 1
S CS KS BS
A. ORGANISASI
1 Pedoman pembuatan struktur organisasi dewan sekolah √
telah disosialisaikan
2 Dinas telah memiliki data sejumlah sekolah yg telah memiliki √
struktur dewan sekolah

4 = Siap (S) 2 = Kurang Siap (KS)


3 = Cukup Siap (CS) 1 = Belum Siap (BS)
Wawancara
 Adalah suatu cara pengumpulan data yang
digunakan untuk memperoleh informasi langsung
dari sumbernya.
 Digunakan untuk mengetahui informasi dr
responden secara mendalam serta jumlah
responden sedikit.
 Faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam
wawancara:
 Pewawancara : pertanyaan jelas, mudah dipahami,
mencatat semua informasi.
 Responden: informasi jelas dan lengkap, selaras dg
pewawancara
 Pedoman wawancara: daftar pertanyaan
 Situasi wawancara: waktu dan tempat wawancara
Berdasarkan sifat pertanyaan,
wawancara dibedakan atas:
 Wawancara terpimpin: menurut
daftar pertanyaan
 Wawancara bebas: tanya jawab
bebas dimana tujuan penelitian
sebagai pedoman
 Wawancara bebas terpimpin:
kombinasi
Pengamatan (observasi)
 yaitu melakukan pengmatan secara langsung
ke obyek penelitian untuk kegiatan dari dekat.
 Sangat baik pada obyek penelitian: perilaku,
tindakan manusia, fenomena ala, proses kerja,
dan sedikit responden.
 Catatan anekdot: catatan rangkaian peristiwa
tanpa mengikuti aturan tertentu
Test
 Sebagai instrumen pengumupul data tes adalah
serangkaian pertanyaan atau latihan yang
digunakan untuk mengukur keterampilan
pengetahuan, inteligensia, kemampuan, bakat
yang dimiliki individu atau kelompok.
 Macam-macam tes:
 Tes kepribadian
 Tes bakat
 Tes prestasi
 Tes inteligensia
 Tes sikap
Dokumentasi
 Ditujukan
untuk memperoleh data
langsung dari tempat penelitian, meliputi:
buku, peraturan, laporan kegiatan, foto,
film dokumenter, dan data yang relevan.
Uji Validitas
 Esensinya : akurasi
 Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat
mengukur apa yg harus diukur dan mengukur apa
yang seharusnya diukur atau dapat mengukur
construct sesuai harapan peneliti.
 Suatu skala pengukuran tidak valid maka ia tidak
bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur
atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
 Misal:
 Yang ingin diukur adalah kepuasan terhadap tugas
 Yng terukur kepuasan terhadap pimpinan maka
tidak valid
3 pendekatan pengukuran validitas:
 Validitas isi : validitas suatu instrumen ditentukan oleh isi alat
pengukur mewakili semua aspek kerangka konsep.
 validitas hubungan kriteria: sebuah ukuran membedakan
individual pada criteria yang akan diperkirakan
 Validitas konstruk: bila terdapat konsistensi antara
komponen konstruk yang satu dengan linnya maka konstruk
tersebut memiliki validitas yang tinggi.
 Validitas prediktif: Prediktive validity menunjukan
kemampuan sebuah instrumen pengukuran dalam
membedakan individu dalam criteria masa depan.
 Validitas eksternal: penggunaan alat pengukur lainnya
memiliki korelasi yg tinggi dan signifikan maka alat tersebut
memiliki validitas yang tinggi.
 Validitas rupa
 Validitas budaya
Validitas isi
 Validitas isi memastikan bahwa ukuran telah
cukup memasukkan sejumlah item yang
representative dalam menyusun sebuah konsep.
 Validitas isi merupakan sebuah fungsi yang
menunjukkan seberapa baik dimensi dan elemen
sebuah konsep digambarkan.
Validitas konstruk
3 cara mencari konstruk (kerangka konsep)
 Mencari definisi dr para ahli dalam
literatur
 Penelitian harus mendefinisikan sendiri
 Menanyakan definisi kinsep kepada
calon responden.
Content (Face) validity

 Jika instrumen memilki butir-butir pertanyaan yang


memadai dan representatif untuk mengukur
construct sesuai dg harapan peneliti.
 Suatu instrumen memiliki face validity jika menurut
penilaian subyektif di antara para profesional
bahwa instrumen tersebut logis dan refleksi akurat
dari sesuatu yang harus diukur
 Contoh:
berapa jumlah anak yang anda miliki?
Validitas yang berkaitan dengan
criteria (Criterion‐related Validity)
 Validitas yang berkaitan dengan criteria terjadi ketika sebuah
ukuran membedakan individual pada criteria yang akan
diperkirakan.
 Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan concurrent validity
atau prediktive validity.
 Concurrent validity terjadi ketika skala yang ditetapkan dapat
membedakan individual yang telah diketahui berbeda,sehingga
skor untuk masing‐masing instrument harus berbeda.
 Konsep pengukuran yang menguji tingkat akurasi dari instrumen
 Diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi antara skor dari
satu instrumen baru dengan instrumen lainnya yang memiliki
kriteria relevan
 Jika korelasinya tinggi maka validitas tinggi
 Dua Jenis Criterion related validity
 Concurent related validity
 predictive Validity
 Concurent related validity, jika pengukuran 2
instrumen baru dan lainnya dg kriteria relevan
dilakukan pada waktu bersamaan.
 predictive Validity:
 pengukuran 2 instrumen dg kriteria relevan
dilakukan pada saat yang berbeda.
 Pengukuran instrumen baru sebelum
pengukuran instrumen lainnya yang memiliki
kriteria yang relevan.
Construct Validity
 Konsep pengukuran validitas dengan cara
menguji apakah suatu instrumen mengukur
construct sesuai dengan yg diharapkan.
 Ada 2 cara pengujian Construct Validity
 Convergent validity: dimana validitas suatu
instrumen ditentukan berdasarkan
konvergensinya dengan instrumen lain yan
sejenis dalam mengukur construct.
 Discriminant validity: dimana validitas suatu
instrumen ditentukan berdasarkan rendahnya
korelasi dengan instrumen lain yang digunakan
untuk mengukur construct lainnya.
Uji Reliabilitas
 Ide dasar konsep : konsistensi data yg
dikumpulkan
 Evaluasi instrumen penelitian berdasarkan
perspektif dan teknik yang berbeda.
 Pengukurannya indeks numerik: koefisien
 Diukur melalui 3 pendekatan:
1. Koefisien stabilitas
2. Koefisien ekuivalensi
3. Reliabilitas konsistensi internal
Koefisien stabilitas
 Penelitian menggunakan data primer setidaknya terkait
4 hal:
1. Subyek yang diteliti
2. Construct yg diukur
3. Instrumen pengukur
4. Saat pengukur
 Stabilitas jawaban responden dari waktu ke waktu
adalah dengan menghitung koefisien korelasi dari skor
jawaban dengan instrumen yang sama pada saat yang
berbeda.
 Proses pengujian dikenal dengan test-retest reliability
 Metode test-retest pearson correlation (SPSS)
Koefisien ekuivalensi
 Disebut juga alternate forms reliability:
menekankan pada bentuk instrumen, subyek
penelitian, construct dan saat pengukurannya
sama
 Menguji korelasi skor jawaban responden untuk
mengetahui koefisien ekuivalensi antara skor
jawaban dengan menggunakan instrumen
pengukuran yang berbeda.
Reliabilitas Konsistensi Internal
 Pengujian konsistensi internal yang dimiliki
oleh suatu instrumen.
 Konsep reliabilitas menurut pendekatan
ini adalah konsistensi antara butir
pertanyaan atau pernyataan suatu
instrumen.
 Tingkat keterkaitan antar butir pertanyaan
atau pernyataan dalam instrumen
mengukur construct tertentu
menunjukkan tingkat reliabiitas konsistensi
internal instrumen yang bersangkutan
Tiga macam teknik yang digunakan

 Split
haf reliabiity coefficient
 Kuder Richardson
 Cronbach’s Alpha
Kemungkinan hubungan antara
validitas dan reliabilitas:
 Reliabiel tapi kurang valid
 Instrumen mengukur laba perusahaan digunakan untuk
mengukur kinerja pada perusahaan yang sama ternyata
hasilnya sama jika menggunakan instrumen mengukur
kinerja perusahaan.
 Valid tapi tidak reliabel
 Instrumen mengukur kinerja perusahaan dengan
menghitung laba perusahaan (valid krn laba merupakan
salah satu indikator kinerja)
 Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan
yang sama ternyata hasil berbeda signifikan ( kesimpulan
bisa bias)
 Valid dan reliabel
 Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan
yang sama ternyata hasil sama( kesmpulan tepat dan
benar)