Anda di halaman 1dari 58

DIKLAT

MARINE INSPECTOR Kementerian Perhubungan


Republik Indonesia

DIREKTORAT
PERKAPALAN & KEPELAUTAN

NAUTIS
TEKNIS & RADIO
website: www.sertifikasintr.org email: ntr@sertifikasintr.org
JAKARTA, 21 MEI 2012 1
MARINE INSPECTOR

sa
a Ja
n
ggu
Pen
Per
Pemilik Kapal

aw
a
iks

ata
r
Pe

n
Peri
ks a

DJPL/Ditkappel
/Adpel/Athub

Aturans

REGULATOR AS ADMINISTRATION
MATERI TEMU TEKNIS NTR
MASUKAN/SARAN - UNTUK
PERLENGKAPAN KESELAMATAN
KAPAL SESUAI FORMAT
SOLAS KONVENSI & NCVS
DASAR HUKUM

SOLAS 1974 dan protokol serta amendemennya


(bagi semua kapal baik Berbendera Indonesia / Keputusan Presiden
Nomor 46 tahun 1980 tentang Ratifikasi International Convention for the
Safety Of Life at Sea 1974 )
UU No 17 TH. 2008 Tentang Pelayaran
PP No. 51 TH. 2002 Tentang Perkapalan
PERMEN No. 65 TH. 2009 Tentang Standar Kapal Non Konvensi
Bendera Indonesia
ASPEK REGULATOR

Kapal merupakan bagian dari suatu negara yang


benderanya dikibarkan (Flag state).

regulator Menjamin keselamatan dengan membuat


peraturan dan petunjuk pelaksanaan serta tenaga
pengawasan keselamatan kapal.

Statutoria : Kewajiban regulator kepada masyarakat


yang berkaitan langsung dengan keselamatan
kapal,jiwa manusia dan barang secara aman, selamat
dan perlindungan lingkungan maritim
MENGAPA PERLENGKAPAN
KESELAMATAN KAPAL ?
• BELUM SERAGAMNYA PENGISIAN LAPORAN
PEMERIKSAAN DAN SERTIFIKAT KESELAMATAN
KAPAL
• MASIH ADA ADPEL/KANPEL YANG MENGELUARKAN
SERTIFIKAT TDK SESUAI DENGAN FORMAT YANG
ADA.
• PERLUNYA PENENTUAN PEMENUHAN MINIMUM
ALAT KESELAMATAN UNTUK MENERBITKAN
SERTIFIKAT
KESELAMATAN KAPAL

Adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan


material, konstruksi bangunan, permesinan dan
perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta
perlengkapan termasuk perlengkapan alat
penolong dan radio, elektronika kapal, yang
dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan
pemeriksaan dan pengujian.

Pasal 1 “ Ketentuan Umum ” butir 34 UU Pelayaran No.17 Tahun


2008
DEFINISI
SURVEY, INSPECTION, DAN AUDIT
SURVEY:
Lebih fokus kepada pekerjaan tertentu (narrowly focused, detailed
examination of a specific area.)
INSPECTION:
Pemeriksaan sifatnya umum, tdk secara khusus, fokus kepada
pekerjaan tertentu tidak seperti survey. (a more broadly focused
general examination of an area with less attention to specifics than
that required of a survey.)
AUDIT:
Lebih fokus pada catatan kegiatan (dokumentasi) dan pemenuhan
terhadap prosedur survey & inspections. (closely focused on record
keeping and compliance with procedures, but encompassing aspects of
both surveys and inspections.)
SIMBOL PENGISIAN LAPORAN
PEMERIKSAAN

• (√ )= Y = YES = APPLICABLE / TERSEDIA SESUAI DENGAN


PERSYARATAN DAN PERALATAN BERFUNGSI BAIK.

• (x )= N = NO = APPLICABLE/ TERSEDIA TIDAK SESUAI


DENGAN PERSYARATAN DAN PERALATAN TIDAK BERFUNGSI

• ( − ) = NA = NOT APPLICABLE = TIDAK SESUAI PERSYARATAN


DAN PERALATAN TIDAK TERSEDIA / TERPASANG
Daerah Pelayaran
Non Convention Vessel Standard
E

D Informasi :
Daerah pelayaran lepas pantai
terbatas
C
Daerah pelayaran lepas pantai

B Daerah pelayaran tidak terbatas

30MIL ≤ 200MIL >200MIL


Daerah Pelayaran
PP.51 tahun 2002

>100 MIL >500MIL LT,BT TERTENTU

Keterangan
A. PELAYARAN SEMUA LAUTAN D. TERBATAS
B. KAWASAN INDONESIA E. PELABUHAN
C. LOKAL F. PERAIRAN DARATAN
launch1.wmv PENGISIAN SERTIFIKAT launch2.wmv

SEKOCI PENOLONG
Ch.III.sec.II.Reg.21 dan Reg 31

JENIS KAPAL/
DAERAH SOLAS A B C D E
PELAYARAN
KAPAL √ √ _ _
PENUMPANG
KAPAL CARGO √ √ _ _
launch3.wmv SEKOCI PENOLONG
KAPAL PENUMPANG INTERNASIONAL JARAK JAUH
SEKOCI PENOLONG
KAPAL PENUMPANG INTERNASIONAL JARAK PENDEK
SEKOCI PENOLONG
KAPAL PENUMPANG < 500 GT DAN < 200 PNP
KAPAL CARGO
KAPAL BARANG KECIL
PANJANG KAPAL < 85 M
SEKOCI PENYELAMAT
Ch.III Sec.II.Reg.21 & Reg.31
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL > 500 2 BH _ _


PENUMPANG < 500 1 BH

KAPAL CARGO 1 BH _ _
Rescue boat is a boat designed to rescue persons
in distress and
to marshal survival craft.
PELAMPUNG PENOLONG
SOLAS
APAL PENUMPANG (chap. III reg 22)
PANJANG KAPAL DLM METER JUMLAH MINIMUM PELAMPUNG PENOLONG
DIBAWAH 60 M 8
60 DAN DIBAWAH 120 M 12
120 DAN DIBAWAH 180 M 18
180 DAN DIBAWAH 240 M 24
240 M KEATAS 30

KAPAL BARANG (chap. III reg 32)


PANJANG KAPAL DLM METER JUMLAH MINIMUM PELAMPUNG PENOLONG
DIBAWAH 100 M 8
100 DAN DIBAWAH 150 M 10
150 DAN DIBAWAH 200 M 12
200 M KEATAS 14

MINIMUM 1 PELAMPUNG DI TIAP SISI HARUS DILENGKAPI TALI DENGAN PANJANG 30 M ATAU 2 KALI
TINGGI KAPAL YANG MANA YANG TERBESAR
SETENGAH DARI JUMLAH PELAMPUNG DILENGKAPI DENGAN LAMPU YANG MENYALA SENDIRI DAN
TIDAK KURANG DARI 2 DIANTARANYA DILENGKAPI ISYARAT ASAP
PELAMPUNG PENOLONG
DLM NEGERI

KAPAL PENUMPANG
PANJANG KAPAL DLM METER JUMLAH MINIMUM PELAMPUNG PENOLONG
DIBAWAH 60 M
60 DAN DIBAWAH 120 M
120 DAN DIBAWAH 180 M
180 DAN DIBAWAH 240 M
240 M KEATAS

KAPAL BARANG
PANJANG KAPAL DLM METER JUMLAH MINIMUM PELAMPUNG PENOLONG
DIBAWAH 100 M
100 DAN DIBAWAH 150 M
150 DAN DIBAWAH 200 M
200 M KEATAS
JAKET PENOLONG
Ch. III reg. 22.2 & reg. 32.2 l_jack1.wmv

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL 115 % PELAYAR


PENUMPANG

KAPAL 100 % PELAYAR


CARGO

UNTUK KAPAL PENUMPANG 100 % PELAYAR + 5 %


CADANGAN DAN 10 % UNTUK ANAK-ANAK DAN HARUS
DILENGKAPI LAMPU
BAJU CEBUR
Ch. III reg. 22.4 & reg. 32.3

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL ** _ _ _
PENUMPANG

KAPAL CARGO 1OO % PELAYAR _ _ _

**UNTUK SEMUA KAPAL PENUMPANG HARUS MEMBAWA MASING-


MASING 3 BUAH BAJU CEBUR UNTUK SETIAP SEKOCI PENOLONG
INSTALASI RADIO
Ch. III reg. 6.2.2
• JUMLAH TRANSPONDER RADAR
• RADIO TELEPHON VHF 2 ARAH
JENIS SOLAS A B C D E
KAPAL
KAPAL 3 BH TWO WAY VHF 3 BH TWO WAY
PENUMPA 2 BH SART VHF
NG 2 BH SART

KAPAL > 500 3 BH VHF > 500 3 BH VHF


CARGO 300 s/d 500 2 BH VHF 300 s/d 500 2 BH
> 500 2 BH SART VHF
< 300 s/d 500 1 BH > 500 2 BH SART
SART < 300 s/d 500 1 BH
SART
SAR Communications (Chapter III, Reg 6)

1. Two-way VHF radiotelephone


apparatus

2. Radar transponders
(SART)

3. Emergency
position-indicating
radiobeacon (EPIRB)

4. Distress flares

Life saving appliances, professor Jonsson 27


PEMBAGIAN DAERAH/AREA DALAM
SISTEM GMDSS
• DAERAH A1 ↔ DAERAH OPERASI KAPAL-KAPAL YANG ADA DIDALAM
DAERAH JARAK CAPAI PANCARAN PERANGKAT RADIO VHF ( ± 20 – 30 MIL )

• DAERAH A2 ↔ DAERAH OPERASI KAPAL-KAPAL YANG ADA DIDALAM


DAERAH JARAK CAPAI PANCARAN PERANGKAT RADIO MF(± 100 s/d 150MIL )

• DAERAH A3 ↔ DAERAH OPERASI KAPAL-KAPAL YANG ADA DIDALAM


DAERAH LIPUTAN SATELITKOMUNIKASI MARITIM ( LINTANG 70° UTARA DAN
LINTANG 70° SELATAN )

• DAERAH A4 ↔ DAERAH OPERASI KAPAL-KAPAL DILUAR DAERAH A1, A2 DAN


A3.
Area A1, A2, A3 dan A4
PERSYARATAN MINIMUM STASIUN RADIO KAPAL GMDSS
MENURUT AREA PELAYARANNYA

AREA A1 AREA A2 AREA A3 AREA


A3/A4
VHF DSC VHF DSC VHF DSC VHF DSC

NAVTEX MF DSC MF/ HF DSC + MF/ HF DSC


NBDP
EPIRB NAVTEX INMARSAT NBDP

SART EPIRB NAVTEX NAVTEX

TWO WAY VHF SART EPIRB EPIRB

TWO WAY VHF SART SART

TWO WAY VHF TWO WAY VHF


PEDOMAN/KOMPAS
ch. V reg 19.2.2.1.1

• SETIAP KAPAL WAJIB MEMBAWA SUATU PEDOMAN MAGNETIS STANDAR


• SEMUA KAPAL > 150 GT DAN SEMUA KPL PENUMPANG WAJIB PEDOMAN
MAGNETIS CADANGAN (Reg.19.2.2.1)
• SEMUA KAPAL > 500 GT HARUS MEMPUNYAI SEBUAH PEDOMAN
GASING,SUATU ANAK HALUAN PEDOMAN GASING DAN SUATU ANAK
BARINGAN PEDOMAN GASING (Reg 19.2.5)

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL PENUMPANG wajib

KAPAL CARGO wajib


SISTIM KENDALI HALUAN DAN
LINTASAN
ch V reg 19.2.8.2

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL > 10.000


PENUMPAN WAJIB
G
KAPAL > 10.000
CARGO WAJIB
PELORUS ATAU ALAT BARINGAN
PEDOMAN
Ch. V REG 19.2.1.2

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


ALAT KOREKSI HALUAN DAN
BARINGAN
Ch. V reg 19.2.1.3
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


ALAT PANCAR PENUNTUN HALUAN (THD)

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL
PENUMPANG

KAPAL CARGO
PETA LAUT/ECDIS Ch. V reg
19.2.1.4

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB

ECDIS DAPAT DITERIMA SEBAGAI PERSYARATAN


MEMBAWA PETA.
PUBLIKASI NAUTIKA Ch.
V reg 19.2.1.4
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB

PETA LAUT DAN PUBLIKASI NAUTIKA UNTUK MERENCANAKAN RUTE KAPAL


UNTUK PELAYARAN YANG DIMAKSUD DAN UNTUK MEMPLOT DAN
MEMONITOR POSISI SEPANJANG PELAYARAN.
ALAT PENERIMA SISTIM SATELIT NAVIGASI
GLOBAL
Ch. V reg 19.2.1.6
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB


PENUMPANG
KAPAL CARGO WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB WAJIB
RADAR
Ch. V reg 19.2.3.2

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO > 300 WAJIB

• UNTUK KAPAL BARANG > 300 GT DAN SEMUA KAPAL PENUMPANG WAJIB SATU
RADAR 9 GHz (Ch. V reg 19.2.3.2)
• SEMUA KAPAL DENGAN BERAT > 3000 KEATAS DILENGKAPI DENGAN RADAR 3
GHz ATAU 9 GHz JIKA DIIJINKAN PEMERINTAH (Ch. V reg 19.2.7)
ALAT BANTU GARIS HALUAN OTOMATIS
Ch. V reg 19.2.8.2

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL > 500 GT WAJIB


PENUMPANG

KAPAL CARGO > 500 GT WAJIB


ALAT BANTU PLOTING ELEKTRONIK
Ch. V reg 19.2.3.3

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO > 300 GT WAJIB


A I S
Ch. V reg 19.2.4

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL >300 WAJIB


PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


LRIT
Ch. V reg 19-1

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL PENUMPANG WAJIB

KAPAL CARGO WAJIB


VDR/SVDR
Ch. V reg 20
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG
KAPAL CARGO **

• VDR.
 KAPAL PENUMPANG DIBANGUN PADA ATAU SETELAH 1 JULI 2002
 KAPAL PENUMPANG RO-RO DI BANGUN SEBELUM 1 JULI 2002 TIDAK MELEWATI SURVEY
PERTAMA PADA ATAU SETELAH 1 JULI 2002.N
 KAPAL PENUMPANG SELAIN DARI KAPAL PENUMPANG RO-RO DIBANGUN SEBELUM 1 JULI 2002
TIDAK MELEWATI 1 JANUARI 2004
• **SVDR
 KAPAL BARANG GT.20.000 DAN KEATAS DI BANGUN SEBELUM 1 JULI 2002,PADA JADWAL
PENGERINGAN YANG PERTAMA SETELAH 1 JULI 2006 TETAPI TIDAK MELAMPAUI 1 JULI 2009.
 KAPAL BARANG GT.3000 DAN KEATAS TETAPI KURANG GT.20.000 DI BANGUN SEBELUM 1 JULI
2002,PADA JADWAL PENGERINGAN PERTAMA SETELAH 1 JULI 2007 TETAPI TIDAK MELAMPAUI 1
JULI 2010
ALAT UKUR KECEPATAN DAN JARAK
Ch. V reg 19.2.3.4

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL >GT.300 WAJIB


PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


PERUM GEMA
Ch. V reg 19.2.3.1
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO > 300 GT WAJIB


PETUNJUK DAUN KEMUDI, BALING-BALING PENDORONG SLIP MODE
Ch. V reg 19.2.5.4

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL >GT.500 WAJIB


PENUMPANG

KAPAL CARGO >GT.500 WAJIB


PENUNJUK LINGKARAN PUTAR
Ch. V reg 19.2.9.1

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL >GT.50.000
PENUMPANG WAJIB

KAPAL CARGO >GT.50.000


WAJIB
SISTEM PENERIMA SUARA
Ch. V reg 19.2.1.8

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB

SUATU SISTEM PENERIMA SUARA,KETIKA


ANJUNGAN KAPAL TERTUTUP TOTAL.
TELEPON KE TEMPAT
PENGEMUDI DARURAT
Ch. V reg 19.2.1.9

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


LAMPU ISYARAT SIANG HARI
Ch. V reg 19.2.2.2

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL > 150 GT


CARGO WAJIB

> DARI 150 GT DAN SEMUA KAPAL PENUMPANG TANPA MEMANDANG


UKURAN. ALAT INI UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN CAHAYA SAAT SIANG DAN
MALAM MENGGUNAKAN SUATU SUMBER LISTRIK YANG TIDAK SEMATA-MATA
BERGANTUNG PADA LISTRIK KAPAL
REFLECTOR RADAR
Ch. V reg 19.2.1.7
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL <GT.150 WAJIB


PENUMPANG

KAPAL CARGO <GT.150 WAJIB

< DARI 150 GT JIKA DAPAT DIPRAKTEKKAN


KODE ISYARAT INTERNASIONAL
Ch. V reg 21
JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


BUKU MANUAL IAMSAR

JENIS KAPAL SOLAS A B C D E

KAPAL WAJIB
PENUMPANG

KAPAL CARGO WAJIB


THANK YOU