Anda di halaman 1dari 34

Dyspepsia

dr. Raden Muhammad Affandi Akbar


IDENTITAS

☺Nama : Sdr. F
☺Umur : 15 th
☺Jenis Kelamin : Laki-laki
☺Pekerjaan : Pelajar
☺Agama : Islam
☺Alamat : kelapa dua
☺RM : 136177
☺Tgl masuk : 13 Januari 2019
☺Tgl Periksa : 14 Januari 2019
ANAMNESIS

☺Keluhan Utama : nyeri ulu hati


☺Keluhan tambahan : mual&muntah
☺ Riwayat Penyakit Sekarang :
 HMRS  pasien mengeluh nyeri ulu hati sejak 8 hari yll, demam (-),
pusing (-), batuk/pilek (-), nyeri telan (-). Kambuh-kambuhan dan tidak
membaik dgn pemberian makan. Mual dan muntah setelah makan.
Perut terasa penuh dan kembung. Nafsu makan/minum ↓. Gangguan
atau nyeri BAB/BAK disangkal. Riwayat penggunaan obat anti nyeri
jangka panjang disangkal. Sudah berobat ke puskesmas  keluhan
menetap.
☺RPD & RPK  disangkal
PEMERIKSAAN FISIK

☺ Keadaan Umum: cukup


☺ Kesadaran : compos mentis
☺ VS :
- TD : 120/75 mmHg - R : 24x/menit
- N : 88x/menit - S : 36.5˚ C
☺ Kepala : mesocephal, conjunctiva pucat -/-, sklera ikterik -/-
, epistaksis -/-, bibir sianosis -/-, faring hiperemis -/-
☺ Leher : limfonodi tidak teraba, JVP ≠↑
☺ Thorax : simetris, ketinggalan gerak -/-, retraksi -/-
- Jantung: S1 > S2, reguler, bising (-)
- Pulmo : sonor +/+, vesikuler +/+, suara tambahan -/-
Con’t…

☺ Abdomen : supel, timpani, peristaltik (+) normal, nyeri tekan


(+) epigastrik, nyeri ketok ginjal (-)
- Hepar/ lien : tidak teraba

NT (+)

☺ Ekstremitas : akral hangat, nadi teraba kuat


PEMERIKSAAN LAB (DARAH RUTIN)

NILAI NORMAL
PEMERIKSAAN 13/01/2011 SATUAN
(MALE)
WBC 9.15 4.8 – 10.8 103/uL
RBC 5.42 4.7 – 6.1 106/uL
HGB 16.2 14 – 18 g/dL
HCT 48.4 42 – 52 %
MCV 89.3 79 – 99 fL
MCH 29.9 27 – 31 pg
MCHC 33.5 33 – 37 g/dL
PLT 306 150 – 450 103/dL
RDW-CV 12.8 11.5 – 14.5 %
RDW-SD 41.8 35 – 47 fL
PDW 10.6 9 – 13 fL
MPV 9.5 7.2 – 11.1 fL
Con’t…

DIFFERENTIAL

EO# 0.13 0.045 – 0.44 103/dL


BASO# 0.00 0 – 0.2 103/dL
NEUT# 7.25 1.8 – 8 103/dL
LYMPH# 1.24 0.9 – 5.2 103/dL
MONO# 0.53 0.16 – 1 103/dL
EO% 1.4 2–4 %
BASO% 0.0 0–1 %
NEUT% 79.2 50 – 70 %
LYMPH% 13.6 25 – 40 %
MONO% 5.8 2–8 %
PEMERIKSAAN LAB (KIMIA DARAH)

PEMERIKSAAN 14/01/2011 SATUAN NILAI NORMAL

UREUM 25.0 mg/dl 10 – 50


CREATININ 0.56 mg/dl 0.60 – 1.20
SGOT / ASAT 17.8 U/L < 38
SGPT / ALAT 16.7 U/L < 42
PEMERIKSAAN LAB (URIN)

URINALISA 14/01/2011 SATUAN NILAI NORML

Warna Kuning Kuning Muda


Kekeruhan - Jernih
Berat Jenis 1.005 1,010 – 1,025
pH 7,5 66,0 – 7,0
Glukosa Normal Mg/dl Negatif
Protein - Mg/dl Negatif
Bilirubin - Mg/dl Negatif
Urobilin Normal Mg/dl Negatif
Keton - Mg/dl Negatif
Nitrit - Mg/dl Negatif
Blood +/- Negatif
Leukosit - Leu/ul Negatif
KESIMPULAN

☺Keluhan Utama : Nyeri ulu hati


☺Keluhan Tambahan : Mual, muntah setelah makan.
Perut terasa penuh dan kembung. Nafsu
makan/minum ↓. Sudah berobat ke puskesmas 
keluhan menetap.
☺BAB normal, BAK normal
☺Riwayat mengkonsumsi obat penghilang nyeri jangka
lama (-)
☺RPD & RPK : Disangkal
Con’t…

☺Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan kepala : dbn
Pemeriksaan leher : dbn
Pemeriksaan thorax: dbn
Pemeriksaan abdomen: nyeri tekan (+) epigastrik
Pemeriksaan ekstremitas: dbn
☺Pemeriksaan Laboratorium
Dalam batas normal
DIAGNOSIS

☺DIAGNOSIS BANDING
Dyspepsia e.c
 Dyspepsia Organik
 Dyspepsia Fungsional
 Ulkus-like dyspepsia
 Dismotility-like dyspepsia
 Dyspepsia non-spesific
TERAPI

☺ Non-Farmakologis
 Bed Rest

☺ Farmakologis
☺ 13/01/2011
 Inf RL ~ 16 tpm
 Inj. Ranitidin 2x1
 Inj. Sotatic 3x1
 Dexanta 3x1

☺ 15/01/2011
 Amoxicilin 3x1
 Ulsidek 3x1
PEMBAHASAN

Definisi
Penyebab
Patofisiologi
Penunjang
Diagnostik
Terapi
Prognosis
DISPEPSIA
keluhan atau kumpulan gejala (sindrom) yang
terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di
epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat
kenyang, rasa perut penuh, sendawa, regurgitasi
dan rasa panas yang menjalar di dada.

-Ilmu Penyakit Dalam UI, 2005-


US (American Gastroenterological Association,
American College of Gastroenterology)
• Dyspepsia—chronic and recurrent pain or discomfort
centred in the upper abdomen (epigastrium).
Discomfort is a subjective feeling that is not painful
and includes early satiety and postprandial fullness
ROME II

dyspepsia refers to pain or discomfort centered in


upper abdomen.
DYSPEPSIA
PAIN OR DISCOMFORT
centred in upper abdomen

UNINVESTIGATED INVESTIGATED

FUNCTIONAL
ORGANIC (or idiopathic)
(use of the term ‘non-ulcer’
is discouraged)

Talley et al., Gut 1999; 45(Suppl II): II37–42.


PATOPHYSIOLOGY
Dysmotility
H. pylori infection/ Altered gastric
inflammation acid secretion

DYSPEPSIA

Psychosocial Gut hypersensitivity


factors

Witteman & Tytgat, Netherlands J Med 1995; 46: 205–11.


Talley et al., BMJ 2001; 323:1294–7.
Tack et al., Curr Gastroenterol Rep 2001; 3: 503–8.
Rome II Diagnostic Criteria for Functional
Gastroduodenal Disorders
At least 12 weeks, which need not be consecutive, in
the preceding 12 months of:

– Persistent or recurrent symptoms (pain or


discomfort centered in the upper abdomen)
– No evidence of organic disease (including at upper
endoscopy) that is likely to explain the symptoms
– No evidence that dyspepsia is exclusively relieved
by defecation or associated with the onset of a
change in stool frequency or stool form (i.e., not
irritable bowel).
Rome III Diagnostic Criteria for Functional
Dyspepsia
DISPEPSIA FUNGSIONAL

• Dispepsia gejala seperti ulkus (Ulcer-like Dyspepsia)


 dominan nyeri epigastrik
• Dispepsia gejala seperti dismotilitas (Dysmotility-
like Dyspepsia)  dominan discomfort
• Dispepsia non-spesifik (Unspecified/ Nonspecific
Dyspepsia)  tidak ada keluhan yang dominan
Manifestasi Klinis

1. Dispepsia tipe ulkus


• Nyeri epigastrium terlokalisasi
• Nyeri hilang atau berkurang setelah makan atau
pemberian antasid
• Nyeri saat lapar
• Nyeri episodik
Con’t…

2. Dispesia tipe dismotilitas :


• Mudah kenyang
• Perut cepat terasa penuh saat makan
• Mual
• Muntah
• Upper abdominal bloating
• Rasa tak nyaman bertambah saat makan

3. Dispepsia tipe non spesifik :


• Gejala berupa campuran dari gejala-gejala
diatas, serta tidak ada gejala dominan
Pemeriksaan

 Anamnesis gejala yang dirasakan


 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang :
– pemeriksaan laboratorium  hitung jenis sel darah lengkap 
leukositosis  tanda- tanda infeksi
– pemeriksaan tinja dan urine  tinja cair berlendir atau banyak lemak
maka menunjukkan tanda- tanda infeksi tanda malabsorpsi
– pemeriksaan asam lambung jika diduga tukak
– pemeriksaan tumor marker  Ca saluran pencernaan  CEA (dugaan
Ca kolon), CA 19-9 (dugaan Ca pankreas)
Con’t…

– Barium Enema  kerongkongan, lambung atau usus halus


pada orang yang sulit menelan atau muntah
– Endoskopi merupakan gold standard untuk diagnostik dan
terapeutik  jaringan untuk biopsi dari lapisan lambung
dan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat infeksi H.
pylori pada lambung.
– Pemeriksaan radiologi (OMD) dgn kontras ganda, serologi
Helicobacter pylori dan urea breath test.
– Pemeriksaan lain yang kadang- kadang dilakukan adalah
pengukuran kontraksi kerongkongan dan respon
kerongkongan terhadap asam.
Algoritme penatalaksanaan dispepsia pada
masyarakat umum
DISPEPSIA
USIA < 55 TH Usia > 55 tahun dengan gejala alam :
TANPA GEJALA ALARM - muntah-muntah - demam
- hematemesis - ikterus
- penurunan berat badan
Terapi empiris selama 2 mgg dg : riwayat pemakaian OAINS kronik
riwayat kanker lambung pd keluarga
- antasid sembuh pasien sangat khawatir akan penyakitnya
- H2 antagonis/PPI
- Prokinetik terapi dihentikan

Gagal atau segera kambuh


kambuh lagi
Pusat rujukan : ahli gastroenterologi
/ dokter spesialis penyakit dalam/ Lihat
Test serologi H.pylori
dokter spesialis anak dg fasilitas algoritme
Endoskopi 2
Hasil (-) hasil (+) RUJUK

kambuh lagi lebih dari 3 kali


Algoritme penatalaksanaan dispepsia
pada pusat rujukan
DISPEPSIA

DARI ALORITME 1 ENDOSKOPI SCBA

PEMERIKSAAN CLO, PA
CLO (+), pa (+) CLO (-), PA (+) CLO (+), PA (-) CLO (-), PA (-)

SELEKSI KASUS Tidak dilakukan terapi


eradikasi hanya diberikan
Terapi eradikasi terapi empiris sambil dicari
penyebab lain
Gagal
CATATAN l Seleksi kasus
Terapi kuadrupel 1. Sangat dianjurkan :
- ulkus duodeni, ulkus ventrikuli,
Gagal - pasca reseksi kanker lambung
- dini, MALT Lymphoma
endoskopi SCBA 2. Dianjurkan :
ulang/kultur - disp. Tipe ulkus, gast. Kronik aktif,
gast. OAINS, gast. Erosiva berat.
Eradikasi H. Pylori sesuai resistensi
Gast.hipertropik
Diagnosis Dispepsia

 Ulkus peptik kronik  Disfungsi sensorik-


(ulkus ventrikuli, ulkus motorik
duodeni)
 Penyakit refluk
gastroduodenum
gastroesophageal  Gastroparesis
 Obat: OAINS, Aspirin idiopatik
 Gangguan metabolik  Disritmia gaster
 Neoplasma
(gaster,pankreas,kolon)  Hipersensitivitas
 Kholelithiasis gaster/duodenum
 Pankreatitis kronik  Faktor psikososial
 Nyeri dinding perut  Gastritis H. Pylori
Pencegahan

 Pola makan normal dan teratur, memilih


makanan yang seimbang dgn kebutuhan dan
jadwal makan yg teratur.
 tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar
asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok.
 Bila harus makan obat karena sesuatu penyakit
(misal: sakit kepala), gunakan secara wajar dan
tidak mengganggu fungsi lambung.
Prognosis

 Baik dengan penatalaksanaan yang tepat


DAFTAR PUSTAKA
Junqueira,Luiz Carlos dan Jose Carneiro.Saluran Cerna.dr.Frans
Dany(eds).Histologi Dasar Teks dan Atlas edisi 10.Jakarta: EGC.2007.278-311.
Madjid,A., Harryanto Reksodiputro, Muin Rachman,dkk.Dispepsia
Fungsional.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1 edisi IV.Aru W.Sudoyo,
Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus Simadibrata K, Siti
Setiati.Jakarta: FK UI.2006; 352-354.
Price, Sylvia dan Lorraine M. Wilson.Gangguan Lambung dan Duodenum.
Patofisiologi volume 1.Jakarta : EKG.2005.417-422.
Sherwood, laura.Sistem Pencernaan.Beatricia I.Santoso.Fisiologi Manusia
dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC.2001;484-487, 537-586.
McPhee,Stephen J , William F. Ganong dkk. Gastrointestinal diseases.
Pathophysiology. San Fransisko : McGraw-Hill Companies.2006.
M. T. El-Zimaity ,Hala. Modified Triple Stain (Carbol Fuchsin/Alcian
Blue/Hematoxylin-Eosin) for the Identification of Helicobacter pylori.
Available at http://arpa.allenpress.com/arpaonline/.

TERIMA KASIH